
Saat ini di kediaman keluarga alifpurwanto, alifpurwanto dan sang istri tengah berada di luar harap-harap cemas menanti kedatangan Daniel. Alifpurwanto begitu resah khawatir dengan keadaan putranya itu meskipun dirinya sendiri masih belum fit.
Tak lama tibalah mobil hitam di depan rumah mereka dan pintu mobil itupun terbuka lalu keluarlah Daniel yang berpenampilan begitu berantakan dengan wajah lalu tubuh penuh luka-luka bahwa masih mengeluarkan darah segar.
" Astaga, ouh astaga apa yang terjadi? " Lirih nyonya alifpurwanto menangis menghampiri Daniel, meskipun ia hanya ibu sambung dari Daniel dan ilen tapi ia sudah menganggap mereka sebagai anaknya sendiri.
" Astaga anak ku yang Malang huhu... Aaa anakku yang Malang, apa yang terjadi pada mu? Astaga... " Seru nya masih menangis melihat kondisi Daniel putra sambung nya itu,
Kini alifpurwanto sang ayah yang mendekat dan memegang wajah putarnya itu sambil menangis dan memeluk nya. Mereka pun membawa Daniel kedalam dan mengobati,
Alifpurwanto melipir melihat istrinya itu tengah mengobati luka Daniel. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon devandra.
" Halo pak devandra, Daniel sudah tiba dengan selamat Berkat anda. Lagi-lagi kami berhutang Budi kepada mu, terimakasih banyak. Pak devandra. " Seru alifpurwanto
" Tidak perlu berterimakasih. Mari kita urus masing-masing anak kita sendiri mulai sekarang. "
" Ya. Saya pastikan hal semacam ini tidak akan terjadi lagi, maaf telat merepotkan anda..."
" Saya bukan membicarakan putra anda. Tapi putri mu "
" Apa? Bukankah ilen tengah berada di Jakarta... "
" Dia ada di Semarang sekarang. Saya sudah menemukan putra saya dan ia bersama saya sekarang. Jadi, kau juga harus mencari putri mu dengan hati-hati" ucap devandra mengakhiri panggilan nya dan meninggalkan alifpurwanto yang membelalakkan matanya, seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
Ia pun kembali syok mengingat jika keadaan dan kondisi di luar amat sangat kacau ricuh dan putri nya ilen sekarang berada di Semarang lalu saat ini ia pun tak bisa menghubungi putri semata wayangnya itu.
Dan dini hari pun tiba-tiba para tentara perlahan di tarik mundur sementara dari jalan,
' mulai saat ini, fokus operasi jarak jauh. Bukan lagi pemberantasan pembelot, tetapi karantina wilayah. Barikade semua jalan menuju Semarang, untuk mencegah pemberontak kabur. Dan pemberontak yang melanggar perintah harus segera di tembak. ' perintah atasan kemiliteran saat ini,
Kini Ari dan senior Arif tengah menjaga barikade jalan,
" Mereka sungguh memiliki mata anjing pemburu yang bahkan membunuh manusia. " Gumam Arif
" Maksudnya senior? " Sahut Ari
" Kau lihat, tentara dari unit lain yang lewat tadi. bukan? Entah apa karena merasa minderku atau bukan, tapi mereka benar-benar tampak seperti habis membuat orang. Aku khawatir ..." Lirih Arif menoleh melihat jalan yang berjarak dari Semarang,
" Apa kita bisa kembali kesana? Bisakah kita kembali ke Semarang? " Seru Arif yang paham jika situasi akan semakin buruk.
***
Dini hari, di rumah sakit Semarang central.
Daya yang baru saja selesai mengawasi pasien di ruang ICU, kini ia berjalan keluar ruangan.
" Halo nona perawat, kamu pasti bekerja sangat keras. " Seru Daniel yang memang sudah menunggu daya di luar ruangan
" Oo ka Daniel? Kakak terluka? Apa yang terjadi? " Ujar daya khawatir yang melihat luka-luka terpampang di wajah Daniel,
" Ah ini... Jangan khawatir. day, begini aku datang untuk menanyakan sesuatu."
" Ada apa kak? " Sahut daya membulatkan sedikit pupil nya
" Ilen dan langit, mereka kembali ke Semarang" seru Daniel menatap daya yang terdiam menunduk,
__ADS_1
" Emm rupanya kau sudah tahu. Kalau begitu day, kamu tahu dimana ilen? " Sambung Daniel yang mengkhawatirkan adiknya
" Dia... " seru daya ragu ingin memberitahukan nya karena sebelumnya ilen meminta daya untuk merahasiakannya.
" Tolong beri tahu jika kamu tahu day. Aku harus menemukan ilen sebelum devandra melukainya. Aku mendengar jika ia pun menemukan langit dan menyekapnya sekarang... Jadi, cepat atau lambat, ia pasti akan melakukan sesuatu dengan ilen."
Daya yang mendengar nama langit terlibat pun begitu serius , " dia sungguh mengatakan itu? Dia bilang langit bersamanya? " Tanya daya
" Ya aku mendengarnya begitu. Day, aku tahu kamu pasti tahu ilen di mana. Tolong beritahu aku, aku mengkhawatirkannya " lirih Daniel
Daya sedikit lega karena setidaknya ia tahu jika langit masih hidup, " emm sebenarnya ilen meminta ku untuk merahasiakan nya tapi karena aku juga tidak ingin ilen kenapa-kenapa. Jadi aku akan memberitahukan nya. ilen, ia tengah berada di post bantu relawan. Dan tentang langit... Sebenarnya ia berada di sini membantu ku sebelum akhirnya ia tak ada kabar " seru daya sedikit menceritakannya.
" Aku sudah menduganya kalau ia tentu menemui mu. Ah ya terimakasih ya day. Maaf jadi mengganggu mu. Kalau begitu aku akan pergi " ujar Daniel tersenyum, bukannya ia tak merasa sedih akan perasaan nya yang jelas sudah kalah tapi untuk di saat ini ia memilih mengesampingkan perasaannya itu. Toh ia juga tahu jika kebahagiaan daya itu langit, ia bukanlah seorang penjahat yang dapat memisahkan dua orang yang saling mencintai.
" Biar daya antar "
Daniel tersenyum sambil berjalan, " jadi merepotkan mu "
" Tidak sama sekali " sahut daya sedikit mengukir senyum yang nyaris hampir tak ada,
Begitu mereka tiba di luar rumah sakit. Daniel berbalik melihat daya, " kamu akan tinggal di sini sampai langit kembali? " Tanya Daniel yang di anggukkan oleh daya.
" Devandra membawa langit. Kamu tahu
Apa artinya, bukan? " Seru Daniel yang kini membuat daya terdiam,
" Itu artinya jika tetap di sini, kamu juga tidak tahu sampai kapan kau akan berada dalam bahaya. Aku mencemaskan mu sama seperti aku mencemaskan ilen, day. " Ucap Daniel yang memang khawatir
" Saat aku masih kecil, tiap kali ayahku mengajakku ke pasar, ada sesuatu yang selalu ia katakan. Dia menyuruh ku tetap disana dan tidak pergi kemana-mana pun, katanya jika aku melepaskan tangannya dan tersesat, aku akan menghilang lalu kami berdua berkeliling dan saling mencari. Jadi, ayahku menyuruh ku tetap di sana sampai ia menemukan ku. Aku akan tetap di sini
Meski petir menyambar agar langit bisa menemukan ku. " Ucap daya
" Baiklah" sahut daya dengan mata berkaca-kaca, lalu Daniel pun pergi.
Cukup lama daya berdiri usai memandang kepergian Daniel, ia pun hendak berbalik...
" Day.. da..dayaa " Seru seseorang yang dengan kondisi cukup tertatih.
" Hah!! " Gumam daya membelalakkan matanya dan berlari segera membantu
" Apa yang terjadi dengan kalian hah? " Ujar daya khawatir
" Ceritanya panjang, tapi tolong bawa Doni dulu agar segera di obati " lirih Fira dengan bulir keringat dan nafas yang kembang kempis lalu luka lebam di sepanjang wajahnya. Dengan cepat daya membawa nya, kemudian kini Doni tengah di obati oleh dokter dan perawat.
Daya tercengang melihat kondisi Doni dan luka-lukanya.
Fira mencoba mengatur pernafasannya sesaat sambil merasa lega karena mereka akhirnya tiba di RS dan Doni mendapat perawatan tanpa memikirkan dirinya yang juga terluka. Perlahan Fira melipir keluar,
" Mau kemana hah? Kau juga butuh perawatan " seru daya membawa Fira duduk di halaman rumah sakit,
" Aku baik-bai.... "
" Stop! Aku tidak ingin mengulangi kejadian pada Dilla " ujar daya mulai membersihkan luka di wajah sahabatnya itu,
" Dilla? Kenapa dengan nya? " Ucap Fira sambil menyeringis menahan rasa perih.
__ADS_1
" Ia kena pukul tentara kemudian menyembunyikan itu dan bilang jika ia baik-baik saja, bodohnya aku juga tidak menyadari itu padahal kita sempat bicara. Nyawanya hampir tak tertolong Untung ada langit yang menolong "
" Lantas bagaimana dengan nya sekarang? "
" Operasi nya berjalan lancar dan Lusa kemarin pak yoga sudah menjemput nya."
" Syukurlah... " Lirih Fira lega
" Kau! Kenapa kalian membuat ku khawatir dan sekarang pun berakhir begini ! Apa yang terjadi hah? " Ujar daya kesal menekan luka Fira,
" Aaaa sakit.. sakit tau! " Teriak Fira
" Kau tahu fir, aku benar-benar setengah mati mendengar dari pak yoga jika daynila dan kau berada di tengah-tengah para pendemo unjuk rasa yang di gempur tembakan itu dan melihat sepatu kalian sebelah-sebelah. Terlebih aku juga memastikan ke kamp pelatihan lari nilla dan ternyata ia pun juga tak ada di sana. Lalu telpon mu yang tiba-tiba mati itu ! Itu tampak membuat ku hilang dari raga. Kalian membuat jantung ku berhenti sejenak ! "
" Nilla dan teman nya baik-baik saja kan? Ia kembali ke kamp pelatihan dengan selamat kan? " Ujar Fira
" Uhfff ya. Nilla mengabari ku, siapa pacar mu yang nilla bilang itu? " Seru daya
" pacar apanya. Ka bumi yang membawa nilla dan teman nya kembali ke kamp, dan juga membantu kami. "
" OOO jadi ka bumi toh kekasih mu. Nilla yang bilang "
" Ouh anak itu! Kau tahu sendiri kan kebenarannya seperti apa "
" Kau menyukai ka bumi. " Sahut daya, yang tentunya membuat Fira membelalakkan matanya.
" Kau mengetahuinya? " Gumam Fira
" Yaa, sama seperti kamu yang mengetahui hati ku akan langit. Kita sudah lama saling kenal jadi bisa saling tahu hanya dengan gesture dan ekspresi." Seru daya merapihkan kotak p3k,
" Ah ya jadi apa yang terjadi dengan mu dan Doni? Sampai-sampai seperti ini? "
" Uhff. Devandra, ia dalang semua ini. Ia membawa ku yang berada di kantor ka bumi saat menunggunya mengantar nilla dan teman nya, kala itu kaki ku terkilir. Niat hati ingin sebentar istirahat eh malah ceroboh ketiduran dan berakhir di ruang laknat itu!. Di sana aku bertemu dengan Doni yang sudah beberapa hari ini menghilang, " Ucap Fira, membuat daya memperbesar pupil nya.
" Hingga berakhir sampai di sini. itu berkat ka bumi, ia yang membantu ku dan Doni untuk keluar. Tapi day, aku mengkhawatirkannya karena saat itu para anak buah bajingan devandra tak tinggal diam, mereka berkelahi. Dan ka bumi meminta ku untuk pergi. Ah ya, bagaimana dengan Langit? Aku sudah mendengar semaunya dari ilen. "
daya terdiam...
" Huyuh, dilihat dari penampilan mu, kamu pasti belum tidur ataupun makan. Kamu pikir ini akan membuat orang memuji kesetiaan mu? " Ujar Fira yang menatap sahabatnya
" Aku tidak bisa tidur meski berbaring
Di ranjang. Dan aku tidak merasa lapar. " Lirih daya
" Jangan khawatir. Ya meskipun aku ragu
Devandra memang akan mencelakakan anaknya sendiri. "
" Tapi dia bisa melakukan apapun. "
" Ya. Tapi tetap saja mereka ayah dan anak. Sebelumnya ka bumi bilang, jika ayahnya tidak akan membunuh mereka , emm ya. orang tua macam apa yang akan membunuh anaknya sendiri, ya kan? "
(....)
***
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
# happy reading all π