Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 15


__ADS_3

Sementara Daniel dan daya tengah berjalan di sebuah taman dengan ice cream di tangan mereka ,


" Seharusnya kakak tidak pergi mengantar ku , ini kan acara ka Daniel . harus nya Kaka tetep di sana "


" tak masalah , aku rasa aku perlu keluar ketimbang aku masih harus di sana . Lagi juga ada ayah ku " seru Daniel yang sudah enggan di sana terlebih dengan permintaan ayahnya tadi dengan devandra , membuatnya sedikit kecewa .


" Oh ya jadi jurusan apa yang akan kau ambil nantinya day ? " Tanya Daniel


" kedokteran ka , dan syukurnya juga aku mendapatkan beasiswa itu "


" Wah itu benar-benar sangat mengesankan day , "


" Eay gak ko ka , banyak orang yang juga lebih mengesankan .. aku masih harus lebih giat belajar nya dan juga bekerja dengan lebih keras lagi "


Daniel kembali merasa terpukau akan daya ,


" dan aku yakin kau akan menjadi salah satu dokter yang hebat . "


" Eay ka Daniel terlalu berlebihan .. "


" Ouh kadang-kadang orang yang selalu merendah itu sangat menyebalkan ya " ledek Daniel tersenyum memandang daya , membuat daya tertawa .


" Kapan kau berangkat day ? "


" Sebulan lagi .. "


" Ah cepat sekali , maksud ku sebulan tak akan terasa lama "


" Em tapi semuanya tergantung situasinya ka , itu Jadwal keberangkatannya kalau tidak berubah ka . sekarang ini "


Daniel terdiam ..


" Oohh ka Daniel , di kepala mu ada sesuatu " ujar daya dengan nada menakutkan


" Sesuatu ? Apa ? . apa sesuatu yang bahaya ? " Gumam Daniel sedikit membulatkan matanya dengan ekspresi daya


" He'um menunduklah cepat ka .. " seru daya , Daniel pun menunduk seperti yang daya pinta .


Lalu daya pun langsung memperlihatkannya . yang ternyata merupakan sebuah daun kering , daya tersenyum karena berhasil mengerjai Daniel yang saat ini begitu terlihat serius .


Saat Daniel melihat ternyata itu hanya sebuah daun kering ia justru ikut tertawa , " Auh astaga jadi kau mengerjai ku ya day . membuat ku sedikit ngeri beneran " ujar Daniel tertawa


Daya kembali tertawa ..


***


Di sebuah ruangan tempat kedudukan tertinggi devandra yaitu ruangan interogasi antikomunis yang tak hanya itu tapi juga seringkali menjadi ruang eksekusi mendadak saat para aktivis yang memilih tutup mulut rapat-rapat , devandra dan anak buahnya Kini kembali berhasil menangkap buronan aktivis yang mungkin itu juga adalah salah satu rekan senior nya ilen . Saat ini pria itu sudah Babak belur hampir sekarat ,


" Saya minta kalian untuk mengorek informasi dari nya . Jangan berani meregang kan dirinya jika belum tahu info apapun ! " Ucap devandra duduk melihat dan mengawasi anak buahnya


" Maaf baik pak .. " sahut anak buahnya itu . Dan kembali melayang pecutan cambuk pada aktivis itu karena ia juga masih enggan membuka mulutnya ,


Cambukan demi cambuk , pukulan demi pukulan melayang , " ampun ! Saya gak tahu dan saya gak salah " teriak pemuda itu .


" Lepaskan saya . Saya benar-benar tak tahu dan saya sungguh tak salah " ujar pemuda itu memohon dengan tangisannya ,


Tiba-tiba saja kata-kata itu bergema di kepala devandra , kata-kata yang tak asing ia dengar . Di mana ia langsung teringat salah seorang gadis yang juga sama bersih keras nya mengatakan hal itu dimana gadis itu adalah daya , beberapa tahun yang lalu hidup daya mungkin akan normal seperti pada umumnya yang mana ia lulus SMA dan kuliah jika saja ia tak di kambing hitam kan seseorang hingga membuatnya berakhir di ruang pertahanan buronan interogasi antikomunis itu yang di mana usianya benar-benar masih belia . Syukur nya ia berhasil di bebaskan dengan sang ayah yang merenggang nyawa di tangan devandra .


awalnya atharik ayah Dayana datang dan meminta putrinya itu untuk selalu mengatakan ' ya ' pada setiap pertanyaan yang nantinya di pertanyaan untuk nya . Bukan itu yang daya harapkan dari sikap ayah nya karena daya benar-benar tak salah terhadap apapun jadi kenapa ia harus mengatakan itu . Daya bahkan menangis sambil mengatakan jika ia gak tau dan gak bersalah . pada ayahnya ,


Hal itu di dengar langsung oleh devandra yang diam-diam mengawasi mereka . Dengan daya yang masih mengelengkan Kepala tak ingin untuk melakukan hal itu , karena ia gak salah tapi kenapa ia harus berada di tempat laknat ini .


" Cepat lah Dayana memohon dan katakan jika kau memang yang melakukan nya agar kau juga bisa cepat keluar " ujar sang ayah


" Aku tidak mau . Lebih baik aku mati di sini dari pada aku harus mengakui hal yang tak aku lakukan ayah " seru daya


" Dayana ! " Teriak atharik pada putrinya


" Ayah tidak percaya dengan daya ? Daya sungguh tidak bersalah ayah , daya tidak tahu apapun " lirih daya tak ingin memberitahu siapa sebenarnya otak di balik ide ini .


Lalu devandra dengan dinginnya menghampiri , " ah jadi kau memilih ingin mati di sini dari pada membuka mulut mu . Baiklah " ucap devandra memegang sebuah pistol


Dengan wajah yang sudah terdapat bulir-bulir keringat dan juga air mata yang masih menetes dengan raut wajah kebencian daya menoleh ke devandra .


" Oh sepertinya kau menantang gadis kecil ! "


" Tuan , maafkan Putri ku dan tolong bebaskan dirinya .. " berlutut atharik , kemudian daya membangunkan ayahnya .

__ADS_1


" Ya , aku yang salah . Ya , aku yang melakukan nya . Ya , itu semua ku lakukan sendiri . " Ucap daya berlutut menunduk .


Di kira dengan itu daya akan bebas tapi sayang nya tidak , devandra menarik pelatuk pistol nya hendak melepas tembakan nya tapi atharik dengan cepat berdiri di Hadapan putrinya itu dan hal hasil akhir peluru itu yang menembus tepat di badan atharik bukan hanya sekali tapi devandra kembali menembak nya beberapa kali. Terjatuh penuh darah di hadapan putrinya , daya gemetar hebat mendapati ayahnya sudah bersimbah darah . Ia menangis sejadi-jadinya membangunkan ayah nya yang sudah tak bernyawa itu . Tapi jelas saja nihil ,


Dan sejak itulah kehidupan daya berubah drastis , keluarganya begitu membenci daya terutama ibu kandungnya sendiri . Bahkan masa muda daya di renggut oleh keluarganya yang meminta daya untuk bekerja dan menghidupkan mereka karena semuanya ini salah nya sampai-sampai telah membuat ayahnya meninggal .


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Devandra jalan keluar dari ruangannya di ikuti anak buahnya .


" Maafkan saya pak , saya akan segera .. " ujar anak buah nya


" Lupakan saja . Suruh orang membututi nya ! " Ucap devandra


" Tentang BEM ? Kami sudah mengurus nya "


" Bukan . Tapi Putra ku ! " Ucap devandra pergi .


***


Sore yang cerah ini daya baru saja pulang shif panjangnya sepanjang malam , ia pun hendak bergegas membersihkan diri ke kamar mandi . baru setelah itu rehat tapi saat begitu masuk kedalam rumah ia bingung melihat Dilla dan juga pak yoga , anak dan ayah pemilik rumah tersebut tengah sibuk bersih-bersih bahkan sesekali Dila meminta ayahnya untuk memberikan pengharum ruangan . Lalu mereka pun pergi mengambilnya di gudang ,


Saat itu bel rumah pun berbunyi ..


Daya menoleh nya lalu segera keluar untuk membukanya " ya siapaaa ? " Seru daya lalu membukanya .


Saat pintu itu terbuka betapa syok nya daya mendapati langit , " hah Langit devandra ? " Ujar daya


" Hei day .. " sapa langit tersenyum sambil celingukan melihat ,


" Sedang apa kau di sini ? " Gumam daya menghadang langit sambil menoleh kearah rumah .


" Aku ada keperluan ... "


" Sebaiknya kau pergi , karena di dalam terdapat seseorang juga " ucap daya menghalang langit ,


" Justru itu aku ingin menemui mereka juga .. " sahut langit memaksa masuk .


" Apa kau tak mendengar ucapan ku kemarin . "


" Eay tolonglah minggir sebentar day , aku ingin menyapa mereka " ujar langit


" Ouh tolong lah minggir dulu day .. " seru langit yang akhirnya berhasil memajukan langkah nya . Yang justru membuat kakinya tersandung dan membuat langit hilang keseimbangan , bersamaan dengan daya yang juga ikut oleng karena ia masih dengan posisi menahan kuat langit ,


" Ohh tidakk ! " Teriak daya jatuh mendarat di atas tubuh langit .


Brugkk .. mereka terjatuh ,


Langit tersungkur jatuh sudah . di dekat seember penuh air yang sudah tumpah membasahi seluruh pakaian langit .


Pandangan mata daya dan langit bertemu , jantung daya berdetak begitu cepat ..


" Astaga daya ! Kau sudah gila , apa yang kau lakukan dengan guru privat lesnya Dilla ! " Teriak pak yoga menyadarkan daya ,


" Ahkk .. " gumam daya segera bangun .


" Ka daya , apa yang Kakak lakukan dengan ka langit . Lihat ka langit jadi basah semua ! Ia kan datang untuk mengajar kan ku ! " Gerutu dilla membantu langit ,


" Aih aku tidak apa-apa . tidak usah khawatir " sahut langit tersenyum dengan dilla dan pak yoga


" Apa ? Guru les .. " seru daya mengangkat kedua alisnya sedikit , melihat langit yang justru tersenyum melihatnya .


" Iya . Kau itu benar-benar ! " Proses pak yoga membawa langit masuk dan memberikan baju ganti .


Daya tampak Membuang nafas mengerutkan keningnya ,


" Hiyaa ! Daya , apa yang baru saja aku lihat ! " Seru Fira yang ternyata melihat semuanya .


" Apa ? " Sahut daya


" Dia , langit bukan . " Ujar Fira


" Kau mengenal nya ? " Tanya daya


" Tidak , tapi aku bertemu dia di studio foto Doni . Bagaimana dengan mu ? Kau tampak begitu mengenalnya . Aah gak tapi sepertinya akrab " ujar Fira


" gak juga ! " Sambar daya cepat .

__ADS_1


" Dayana . Aku tuh dari tadi melihat loh ! Aku saksi mendengar pembicaraan mu yang dengan begitu santai dan juga saksi bagaimana kau mendarat jatuh di tubuhnya kemudian kalian pandang pandangan Beuh ! " Ucap Fira menatap daya ,


" A-apa maksud mu ! " Seru daya memalingkan wajahnya dari Fira .


" Beritahu aku ! Sebelum aku menanyakan nya langsung dengan dia . " Ujar Fira


" Ceh beritahu mu apa ! " Sahut daya


" Oh jadi tidak ingin memberitahukan nya , oke aku akan menanyakan pada dia . " Seru Fira lengang masuk menghampiri langit


" baik .. baiklah .. " ucap daya akhirnya menarik Fira kedalam kamar ,


" Sekarang cepat katakan lah ! " Ujar Fira sesampainya di dalam kamar saat daya masih terdiam .


" Itu .. emm itu .. aku bertemu dengannya karena ilen "


" Si nona muda mu itu ! "


" Emm begini fir jadi , kau ingat kan waktu kau menyarankan aku untuk meminta bantuan akan tiket penerbangan ku pada ilen . Ilen dengan tidak keberatan akan meminta ayahnya untuk membeli kan tiket itu tapi aku sungguh merasa tak enak fir dan aku tolak , detik itu juga tiba-tiba saja ilen menawarkan ku ide yang memang benar-benar gila , ide di mana aku menggantikan nya kencan buta hanya selama 3 kali yang tidak ingin ia hadiri karena pria itu adalah putra dari devandra .. "


" Apa ! jadi ia adalah seorang putra si brengsek antikomunis itu ! . Terus apa yang terjadi ? "


" Ya setelah penuh pertimbangan , aku pun menerima tawaran itu . Aku hanya di minta duduk sebentar lalu di campakkan dengan teori-teori yang tak di sukai kebanyakan laki-laki , ilen meminta bantuan ku untuk menolong nya dalam keadaan sulit bagi nya dan juga ia bilang jika di hari pertama aku sudah di campakkan itu artinya aku tak perlu lagi pergi dan ia pun akan memberikan tiket penerbangan ku . Jadi aku menerimanya , Aku pikir akan tidak enak jika aku hanya mendapat tiket penerbangan yang sangat mahal itu dengan percuma .. "


" Lalu apa yang terjadi selanjutnya ? Dan apakah ia sudah mengetahui indentitas asli mu ? "


" Aku bertemu dengannya di jalan halte busway dan ia benar-benar tak tahu malu mengajak ku untuk bertemu kembali di tengah keramaian para penumpang busway tapi ia tak naik busway itu . "


" Uwahh , luar biasa memalukan .. "


" Aku menghubungi ilen tapi sama sekali tak kunjung di angkat bahkan ia juga tak melihat pesan ku . Jadi mau tak mau aku pergi ketemu kembali dengan nya , setelah dari itu ia bilang jika ia ingin kembali bertemu . Kau tahu fir aku duduk dengan nya , aku sempat menanyakan apakah ia harus menikahi ilen karena yang merupakan putri industri farmasi central tapi ia bilang ia tidak perduli mau aku ini bukan putri dari industri farmasi central atau siapalah aku ini , itu tak akan merubah pandangan terhadap diri ku . Emm Ia mungkin tampak terlihat kuat dan berada di keluarga yang bahagia di luar , tapi setelah cukup mengenal nya ternyata ia punya luka di kehidupan nya yang ia sembunyikan . "


" Ooho jadi sepertinya sudah ada yang mengenalnya lebih dalam nih yaa " ujar Fira dengan mimik wajah yang ia buat begitu meledek ,


" fir ! .. "


" Iya-iya , " seru Fira tersenyum meminta daya melanjutkan nya .


" hmm dan tentang identitas ku , esoknya secara mengejutkan ia datang kerumah ilen yang pada saat itu juga aku ada di sana fir tengah menengok ilen yang tak kunjung ada kabarnya sekaligus mengembalikan pakaiannya yang ku kenakan saat kencan buta itu . Aku benar-benar merasa bersalah karena telah membohonginya tapi ia bahkan tetap tutup mulut meski ia tahu akan kebenarannya pada saat itu "


" Hiyaa ! Apa dia teman yang saat itu membuat mu seperti kucing gelisah "


Yang hanya di anggukkan daya , " aku . aku sudah meminta nya untuk tak lagi menemui ku dan memberitahukan kebenarannya jika aku pergi kencan itu hanya untuk mendapatkan uang untuk tiket penerbangan ku . Aku meminta mengakhiri semua cukup sampai disini "


" Tapi dia tidak mau kan . Itu tandanya dia menaruh hati pada mu day . Bahkan ia tak keberatan kan dengan semuanya , lantas bagaimana dengan perasaan mu ?. "


" tentang perasaan ku itu tak penting fir , karena aku tak ingin memperumit keadaan nya "


" Oh jadi ini sebabnya kau mengabaikan hatinya Daniel karena ada Langit yang sudah terlanjur mengisi hati mu .. " ledek Fira yang mengetahui jika daya pun menyukai langit ,


" Apa si fir , gak ko ! "


" Wah hebat juga ya si langit membuat gadis dingin dan nyebelin ini akhirnya jatuh cinta "


" Apa kata mu ! , Jangan berspekulasi yang lagi-lagi seenak jidat mu itu . "


" Kau harus tahu day aku tuh selalu bicara fakta . Eh tapi btw aku si malu banget kalau jadi diri mu karena begitu kepedean ngira dia datang untuk menemui mu padahal kenyataannya ia datang untuk mengajar les privat Dilla " tawa Fira


" Makanya itu .. " lirih daya


" Bicaralah dengan nya "


" Apa maksudnya , ah tidak .. " seru daya gelengkan kepala nya ,


" Apa ini sikap yang benar ! Lihat berkat kesalahan pahaman mu itu . kau habis membuat pakaiannya kuyub day "


" Argh entahlah , aku akan membersihkan diri ku . " Gumam daya .


-


bersambung ..


-


-


jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻

__ADS_1


# happy reading πŸƒπŸƒ


__ADS_2