Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 54


__ADS_3

Di kediaman keluarga devandra,


" Bumi, tidak bisakah kau tinggal di rumah saja ? Tidak usah bekerja dulu. " Ujar sang ibu


" Ibu tidak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja " ucap bumi


" Bagaimana ibu tidak khawatir, di luar sana keadaannya sangat kacau "


" Tidak usah cemaskan itu. Bumi tak akan kenapa-kenapa, kalau begitu bumi tutup dulu ya " seru bumi devandra menutup nya.


Hal yang sama pun terjadi saat daya sudah berhasil menghubungi adiknya dan menanyakan keadaannya yang baik-baik saja di kamp pelatihan larinya. tapi saat ia akan menghubungi Fira, tiba-tiba saja panggilan nya yang baru terangkat kini mati begitu saja saat Fira bilang ' jika ia baik-baik saja dan jangan khawatir dirinya. ' lalu setelah itu mendengar keramaian orang-orang yang tengah berlari. Daya pun memandang ponselnya yang sudah terputus,


" Ada apa ? Apa daynila baik-baik saja ? " Seru langit yang menghampiri daya


" Ia baik-baik saja. Bahkan pelatih nya pun sudah menutup semua akses untuk keluar. Tapi yang ku khawatir kan adalah Fira, ponselnya tiba-tiba saja mati ... " Gumam daya


" Syukurlah. Jika kau khawatir dengan fira perlukan kita mencarinya ? ". Ucap langit


" Sebaiknya tidak usah, ia bilang baik-baik saja. " Gumam daya yang sebelumnya masih resah dan khawatir.


Di sebrang jalan Fira tengah masih sibuk akan orang-orang yang terluka di jalan, kali ini ia bisa berjalan agak santai karena ratusan orang yang memenuhi jalan sedang ramai-ramai menyuarakan suaranya akan kelakuan laknat para tentara.


Saat tengah berjalan Fira tak sengaja bertemu bumi,


" Apa yang sedang kau lakukan ? " Tanya bumi dengan satu tangan di sakunya mengagetkan Fira.


Fira sedikit lega mengetahui jika bukan tentara yang bertemu dengan nya " Apa lagi menyelamatkan orang-orang yang tak bersalah "


" Sadarkan kau sedang dalam keadaan seperti apa ? "


" Menurut Kakak apa yang seharusnya di lakukan ? "


" Fir. Kau bisa membahayakan diri mu, keadaan ini sudah bukan keadaan yang biasa "


" Aku tahu. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang terluka ? Dan.. kenapa hal ini bisa terjadi ? Bukankah kita adalah negara demokrasi tapi ada apa dengan para tentara sialan itu ? " Ucap Fira di tengah-tengah kebisingan orang-orang yang tengah menyuarakan suaranya mereka.


" Pikirkan dirimu sendiri. Kau bisa saja terluka"


" Apa itu penting sekarang? Ah jika kau hanya ingin menyuruh ku untuk berhenti sekarang percuma saja. " Ucap Fira berlalu pergi,


Keadaan saat ini di luar benar-benar amat sangat kacau, devandra saat ini tengah menemui kepala angkatan darat dan tentunya sedang bernegosiasi akan kekejian ini. Bahkan kini para warga dari berbagai kalangan mengadakan demo akan tindakan para tentara dan mereka pun meneriaki agar para mahasiswa yang di tangkap di bebaskan.


Saat Fira melangkah jalan, ia melihat daynila tengah berada di dalam barisan para pendemo,


" Nilla ! Apa yang kau lakukan di sini hah ? Bukankah seharusnya kau ada di kamp pelatihan ! " Ujar Fira


" Ka firaa .... " Seru daynila adik dari daya yang tampak ketakutan dan wajah yang sudah berantakan


" Kau baik-baik saja ? Kalian baik-baik saja ? " Ucap Fira pada daynila dan juga temannya itu


" Ehm. Kak kenapa para tentara melakukan ... "

__ADS_1


Dor.. dorr ... Peluru pertama melesat,


Dor.. dorr.. dorrr.. dorrrr.. doorrr


Kemudian peluru yang lainnya menghujain tak ada hentinya,


Para dokter dan perawat yang berada di dalam RS kaget membelalakkan matanya kala mendengar bunyi tembakan di luar itu.


Keadaan benar-benar ricuh semua orang berlarian menyelamatkan diri karena tembakan yang terus menerus di berikan oleh puluhan para tentara, darah sudah di mana-mana. Para tentara seakan sudah di buatkan kekejaman,


Daynila menutup telinganya takut mendengar dan melihat orang-orang yang tertembak. Kala itu Fira pun ikut tertegun melihat itu, ia tak menyangka jika keadaan sampai akan seperti ini.


" Aishh, larii .. " seru Fira yang langsung menyadarkan diri menarik daynila dan juga temannya itu,


Semua orang berhamburan lari tabrak tubruk menghindari hujan tembakan peluru itu yang sudah berhasil banyak mengenai orang-orang.


Brugh ! Daynila di tabrakan kencang oleh orang-orang yang panik hingga membuat nya tersungkur jatuh, sementara tembakan peluru terus menyerbu.


" Argh ... " Ringisnya,


Fira pun dengan segera membangunkan nilla lalu mereka kembali berlari, Fira berlari sambil melihat ke sisi belakang nya karena membawa nilla dan teman camp pelarinya itu. tanpa memperhatikan kondisi di depannya, mereka terus mencoba menerobos lari hingga kini Fira yang tersungkur jatuh.


" Argh..." Lirih Fira memegangi kakinya yang ternyata sudah tak terbungkus sepatu lagi karena terlepas sebelah,


" Kaa firaa... " teriak daynila buru-buru membangunkan Fira


Dengan nafas memburu dan rasa sakit kakinya yang seperti terkilir itu Fira melihat daynila. " Pergilah, larii. cepat lari nilla.. larii.. ketempat yang amannn! " Teriak Fira masih memagangi kakinya itu


" Aish lariii... " Ujar Fira di tengah-tengah tembakan yang terus menyasar kesembarang arah menembaki orang-orang


Sedang daynila tampak panik menutupi telinga nya, melihat orang-orang yang berjatuhan terkena luka tembak itu.


" Nillaaa larii ... " Teriak Fira dengan keadaan ricuh


" Ayoo ..." Ujar bumi yang memang berlari menyusul mencari Fira. Ia melirik dua gadis muda itu lalu menggandeng Fira,


Bumi terus membawa mereka menembus kericuhan itu hingga langkah kaki nya terhenti saat melihat pria berjas yang tengah berada di samping para tentara yang tengah terus melayangkan peluru senapannya.


Pria berjas itu adalah devandra sang ayah, yang kini mata mereka saling bertemu memancarkan bersih kukuh. Terlebih devandra sinis menyeringit menatap putra sulung nya itu,


" Cih ! " Umpat pelan bumi,


Fira menoleh ke arah sumber tatapan mata bumi..


" ayo.. " ujar bumi kembali melangkah pergi membawa ketiga wanita tersebut ke kantor nya,


" Apa kalian baik-baik saja ? " Seru Fira pada daynila dan juga temannya itu


" Heum. Bagaimana kaki ka Fira ? " Tanya daynila


" Aku tak apa ... "

__ADS_1


" Apanya tak apa, lihat. kaki mu terkilir begini " ucap bumi berjongkok memegang dan menggerak-gerakkan sambil memperhatikan kaki Fira, yang tentu nya Fira hanya mengigit bibirnya menahan rasa sakit kakinya itu saat bumi menggerak-gerakkan nya.


" Pacaran. Kakak pasti pacar nya kak Fira " ucap daynila yang membuat baik Fira dan bumi menoleh nya dengan tercengang


" Aih kenapa menyembunyikan nya si kak fir. Kau dan kak daya, kalian benar-benar payah... Apa orang dewasa suka sekali menyembunyikan hubungan mereka? Kak daya juga seperti itu, padahal pacar kakakku adalah seorang dokter dari jakarta. Ia juga tampan tak kalah dengan mu loh kak .. " nyerocos daynila


" Sayangnya tidak. Bicara apa kau shtt ! . Hei ! Gadis ingusan ! Kau ini. Uwah ! Berani mengeluarkan satu kata lagi aku akan melaporkan mu dengan daya ! " Ujar Fira


" Jangan! Kakak pasti akan khawatir. Maaf, janji gak akan ngomong lagi " seru daynila


" Kau adik dayana ? " Tanya bumi yang mendengar nama daya terus di sebut.


Daynila menganggukkan kepalanya,


" Pantas kalian terlihat mirip" ucap bumi


" Mirip apanya, jelas dia itu sangat bawel ! " Sahut Fira Membuat daynila meliriknya


" Ayoo. Aku akan mengantarmu kembali ke kamp pelatihan larimu, " ujar fira


" Terimakasih untuk tadi kak. " Seru Fira bangkit dari duduknya dengan kondisi kakinya,


" Kau mau pergi dengan seperti itu ? " ucap bumi


" Kenapa ? Aku tak apa. " Seru Fira memaksa langkah kaki nya


" Ck berhentilah bersikap seperti pahlawan."


" Mereka harus kembali ke kamp pelatihan lari. Hanya itu tempat yang aman untuk mereka saat ini, ayo nilaa " ucap fira


" Kalau begitu biar aku yang akan mengantar mereka. Kau tunggu di sini .. "


Fira hendak memprotes..


" Paling tidak biarkan kaki mu sedikit membaik " ucap bumi


" Tapi aku ... "


" Aku akan menjaga mereka. Kau tak perlu khawatir, jangan kemana-mana sampai aku kembali. " seru bumi yang akhirnya pergi.


Di tengah perjalanan, " tetap lah di belakang ku, Kita lewat sini " ujar bumi sekali lagi penuh kewaspadaan.


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading all πŸƒ


__ADS_2