Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 21


__ADS_3

Ilen menatap sang ayah , yang langsung bergegas masuk mobil tanpa mengatakan apapun . Tengah malam sudah tepatnya saat ini , alifpurwanto dan ilen sudah berada di kediaman nya .


" Ayah tidak percaya kamu melakukan ini


Lagi setelah tahu apa yang terjadi . Kamu tidak malu membuat keluarga mu rendah Len ?! " Ucap alifpurwanto


" aku tidak pernah melakukan hal yang memalukan , ayah . "


" Kamu bilang gak memalukan , setelah


Mempermalukan ayah di depan calon ayah mertua mu ! "


" Ayah . Aku tidak akan menikah "


" Apa ! Apa maksudnya hah ?!"


" aku hanya .. aku tidak bisa mengumpulkan keberanian ku untuk memberitahu ayah mengenai ini . Aku tidak tertarik untuk menikah , dan terlibat dengan keluarga semacam itu ! ... " ucap ilen


" Keluarga itu akan membantu bisnis kita . Perusahaan kita di ujung kebangkrutan , jadi ayah tidak bisa menolak tawaran mereka ! Semua musuh ayah ingin perusahaan ayah bangkrut !! Dan kau , putri ayah malah melompat kedalam lubang yang di gali


Dengan tangannya ! "


" Ayahhh ! " Teriak ilen memohon pada ayahnya


" semua sudah di putuskan ! Tadi pagi kakak mu sudah menemui investor yang mereka hubungan dengan kita . Ini bukan permainan anak-anak Len ! Kita tidak bisa mundur karena berubah pikiran !! . Dengan hanya satu kata , dia bisa membuat perusahaan kita bangkrut dan Membuat orang menghilang ! Kamu tentunya tahu orang seperti apa devandra itu lenn !!! . Menikahlah saja . " Ucap yang ayah naik pitam . yang sungguh tak ingin di dengar ilen memenuhi telinganya .


" ayah tidak peduli orang mau ngomong ayah menjual putri nya . Karena keluarga kita sudah ada di ujung tanduk , jika kita jatuh . Kita akan di makan hidup-hidup ! . Jangan banyak membuat keributan lenn dengan mengikuti ego mu ! " Ucap sang ayah pergi ,


Ilen menangis benar-benar frustasi mengetahui keadaan ini ia bahkan mengacak-acak rambutnya hingga berantakannya .


***


Dini hari langit terbangun karena kembali mengalami mimpi buruk yang kini selalu hadir dalam tidurnya , kejadian yang mana menghadiri keputusannya berlumur darah tak bisa menyelamatkan Ica malam itu . Ia bahkan mengeluarkan keringat dingin menenangkan dirinya ,


tok .. tok .. suara ketukan pintu terdengar samar ,


" Uhf , aku pasti makin lemah . Aku bahkan mendengar suara-suara aneh sekarang " gumamnya mengusap kasar wajahnya itu .


Tok , tok . " Bumi devandra , buka pintunya " ujar Nita sang ibu sedikit berbisik . Bumi pun membukanya ,


" Aku akan pergi dari sini Bu . " Ucapnya memberitahu sang ibu .


" Nanti saya , ya ? Ayah mu sedang gelisah belakangan ini .. " beritahu sang ibu yang jelas berstatus nyonya resmi devandra .


" Kenapa harus nanti hah . Bumi yakin ibu akan membuat bumi tak akan meninggalkan rumah ini . " Ucap bumi hendak bergegas pergi ,

__ADS_1


Sang ibu pun mencegah tangan anaknya itu , " berhenti bersikap seperti anak kecil . Kau benar-benar mau ibu terlihat seperti orang bodoh ? " Ucap sang ibu


" Kenapa ? Tidak perlu seperti itu . Ah karena ini orang-orang menyebut ibu sebagai wanita lemah , karena membesarnya anak simpanan sial itu ! " Ucap bumi kesal .


Klek krekkek .. pintu kamar langit terbuka , yang tentunya di toleh kakak dan ibu tirinya itu .


" Ah , maaf aku ingin mengambil minum " ujar langit yang memang mendengar semua perdebatan ibu dan Kaka tirinya itu ,


Bumi devandra pun pergi tanpa sekatapatah pun setelah memberikan tatapan dingin nya pada langit.


Di ruang makan , langit dan ibu tirinya itu sudah duduk lebih dulu lalu di susul kedatangan devandra bergabung sarapan.


" Di mana bumi ? apa dia masih tidur ? " Ucap devandra menanyakan anak sulung nya itu.


" Dia di kantor , berangkat lebih awal hari ini " seru nita istri devandra berbohong.


" Sepagi ini !! Ujar devandra menatap Nita yang tentunya membuat nita gelisah.


" Dia bilang harus pergi awal dan menyelesaikan pekerjaan nya " sahut Nita membuat devandra semakin curiga saja karena pasalnya devandra tahu betul pekerjaan kemarin pun sudah beres semua oleh bumi devandra . Nita diam berharap ia tak ketahuan tengah menyembunyikan kepergian putranya itu .


" Aku melihat ka bumi pergi . " Ucap langit membuat ibu tirinya melihat nya ,


" Ka bumi , ia tidak pergi untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah selesai itu .. " ujar langit yang juga melihat ibu tirinya itu .


" Aku bicara dengan nya , ka bumi ingin bergerak Sebelum ayah bergerak . Ia ingin membuat dirinya selangkah lebih hebat dari ayah yang sudah mahir . " Sambung Langit memberikan alasan yang logis karena ia tahu ayahnya tak akan begitu saja percaya dengan alasan ibu tirinya itu.


" Itu bukan pembicaraan yang membuat ka bumi senang . Aku bilang jika dia tak akan bisa bergerak selangkah lebih dari ayah , lalu ia pergi . Lagi pula ka bumi sudah dewasa . " Seru langit yang membuat ibu tirinya tersenyum dengan nya seakan berterimakasih atas bantuan Langit itu ,


Ya begitulah keluarga langit devandra yang selalu penuh dengan ketidakharmonisan meskipun memiliki citra keluarga bahagia di luaran .


Beda hal dengan daya yang begitu sibuk dengan ponselnya sepagi ini , tak henti-hentinya berkutik dalam ponselnya .


" Auh gak biasa nya kau begitu setia dengan ponsel mu day . Dari semalam aku lihat malah , siapa si yang kau hubungi hah ? " Tanya Fira


" Ilen . Dari kemarin aku coba menghubungi tapi gak bisa fir .. "


" Oh nona muda mu itu " Sahut Fira


" He'um apa kau tahu ilen Kemana fir ? " Tanya daya


" gak . Dari kemarin ia juga gak nongol di markas "


" Aduh ilen kemana ya .. " seru daya khawatir


" Aku suka bingung deh day sama kamu , setelah apa yang terjadi dengan mu dulu . kau masih saja begitu baik dengan nya dan sepeduli ini "

__ADS_1


" Oh ayolah fir , apa kau tidak khawatir dengan nya . Ia juga teman mu kan , setidaknya kalian itu rekan satu perjuangan "


" Siapa yang peduli . " Ucap Fira acuh pergi meninggalkan daya .


Setelah tersekian puluh kalinya pagi ini telpon dari daya , akhirnya panggilan telepon itu pun di angkat .


πŸ“ž : " Halo " lirih ilen tanpa melihat dari siapa telpon itu , ia tengah terduduk getir memandangi satu set baju lengkap dengan sepatu nya di kamar ,


πŸ“ž: " Hei ilennn ! Apa yang terjadi kemarin ? Aku tidak bisa menghubungi mu . Apa kau baik-baik saja ? " seru daya khawatir


πŸ“ž : " Daya , emm tiba-tiba terjadi sesuatu .. "


πŸ“ž : " Apa ? Ada masalah serius ? "


πŸ“ž : " gak . Ini sama sekali gak serius ko , jadi ada apa day ? " seru ilen menyembunyikan apa yang terjadi dengan nya itu .


πŸ“ž : " Eum bisakah aku menemui mu sebelum berangkat berkerja nanti ? Begini .. ada yang ingin aku katakan pada mu " gumam daya


πŸ“ž : " Maaf day , aku tidak punya waktu hari ini . Aku ada urusan " lirih ilen mengakhir panggilan nya ,


Daya menyeringit , " ada apa dengan nya tidak biasa ia tak bersemangat seperti ini . " Ucap daya akhirnya pergi berkerja .


Di ruang kerja devandra sudah terdapat foto-foto langit selama dirinya di Semarang yang ia pinta selidiki anak buahnya , di foto itu terdapat juga foto daya dan Langit bersama . Lalu tak luput juga informasi tentang daya . Devandra ingat betul data-data informasi milik daya , ia membaca dengan raut dingin menyeramkan saat mengetahui ternyata gadis itu adalah gadis berapa puluh tahun yang keluarganya hancur di tangan nya yang mana ayahnya habis di tangan devandra karena menyelamatkan putrinya yang enggan membuka mulutnya itu .


Tanpa aba-aba devandra pun pergi ke sebuah pasar , ia berjalan dengan dingin menghampiri stan servis jam tangan milik seorang wanita seumuran dengan nya yang berpenampilan super duper sederhana itu .


" hiya lihat siapa ini ! Bagaimana kabar mu ! , Hidup mu masih begitu nyaman ? " Ucap devandra membuat wanita itu sontak membulatkan matanya ,


" Katakan saja apa mau mu. " Ujar wanita itu dengan kebencian di matanya .


" tidak perlu terlalu tegang , saya datang hanya ingin membeli baterai baru dan menemui mu juga lagi pula dulu suami mu teman ku . "


" cih . Teman yang menghabiskan nyawa teman nya ! "


" Cukup basa basinya . Ku lihat putri mu bersenang-senang belakangan ini ! Awasi putri mu dengan baik , ia bukan akan kecil lagi . Saya tidak akan menahan diri untuk segan-segan bertindak seperti dulu saat meregang suami mu . Itu akan berlaku pada Putri mu ! " Ucap devandra pergi yang kali ini membuat wanita itu melihatnya dengan kebencian di sudut matanya .


Ya bagaimana pun seorang ibu tak akan mau melihat anaknya di apa-apa kan . Dan sebenci apapun seorang ibu ia pasti akan tetap melindungi anaknya itu . Wanita itu adalah ibu dari daya yang hidupnya harus seperti sekarang karena kejadian tahunan lalu ,


***


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


# happy reading πŸƒ


__ADS_2