
Pagi menjelang siang ini daya sudah berpakaian rapih hendak pergi ke undangan pembukaan kantor Daniel . Daya tengah terduduk hendak memakai sepasang sepatu nya , ia tampak terlihat lesu sedari semalam . Dengan itu daya memasukkan kakinya kesepatu tali miliknya tapi sialnya ia seakan tak begitu sabaran dan menjadi kesal dengan hal seperti itu,
" Aish ada apa dengan sepatu ini ! " Ucap daya kesal
" Astaga ! Bukan sepatunya yang masalah tapi kau yang ada apa day . " Sahut Fira yang melihatnya ,
" Uhf sepatu ini tiba-tiba saja sangat merepotkan ! Talinya terus -terusan kusut saat aku hendak mengikatnya . Semua tampak kacau . Ini sangat menyebalkan Ishhhh ! " Ujar daya kesal
Fira memandang dalam-dalam temannya itu dan ikut bergabung duduk di samping daya , " saat ada yang kusut , lepaskan ikatannya saja . Lepaskan dengan hati-hati dan ikat kembali lagi dengan baik , kalau di biarkan kusut . Kau yang rugi . Entah itu tali sepatu mu atau kehidupan mu , bukankah terus berjalan adalah hal terpenting bagi mu day "
" Kau benar fir .. " gumam daya memakai sepatunya kembali ,
" nah gitu dong day . Dari semalam di tekuk mulu tuh muka nanti pangeran mu juga ogah liatnya "
" Apa maksudmu .. "
" Ya kan mau ketemu ka daniel "
" Aku memang akan datang ke pembukaan kantor nya ka Daniel , ilen juga sudah menunggu di sana "
" Jadi kalian sudah pacaran ? "
" Apa yang kau bicarakan fir . "
" Aduh dayana , dia itu suka dengan mu day . "
" Siapa ? Ka Daniel ? Aduh Fira kau sangat lucu . " tawa daya pecah
" Pikiran mu itu berkenalan terlalu jauh . Mana ada ka Daniel menyukai ku , memang nya aku ini siapa fir , Aku dan ka Daniel tuh gak ada apa-apa "
" Astaga kalau terus begitu aku jamin kau bisa-bisa tak akan pernah punya pacar . "
" Eleh lalu kau sendiri bagaimana . Konon katanya begitu sibuk membela keadilan dengan teman-teman aktivis mu setiap hari nya . Aku pergi dulu , kau mau ikut ? "
" Tidak terimakasih aku gak minat datang ke acara-acara seperti itu lagi pula aku mau berunding dengan teman-teman ku "
" Kalau begitu aku pergi .. " ujar daya pergi .
Di sebrang sana semua tamu telah ramai mendatangi pembukaan kantor baru Danie , mereka juga tengah berbincang-bincang .
Ilen menghampiri kakaknya , " ka , tamunya sudah datang semua kan , kalau begitu aku mau pamit duluan "
" Dasar anak nakal ! Kamu mau kemana ? Ini kan acara penting kakak mu jadi ibu minta kamu harus hadir sampai akhir ilen "
" Yang ibu bilang benar .. kenapa ? Kau mau pergi kencan lagi .. "
" Kamu ada kencan Len ? Kenapa gak bilang dengan kita " ujar sang ibu
Dan saat itu tak luput juga devandra datang bersama langit yang berada ini samping ayahnya ,
" Astaga pak devandra " ujar alifpurwanto menyambutnya dan juga Daniel alifpurwanto .
Sementara ilen tak menyangka akan melihat langit juga ikut ke sini .
" Maaf kami agak terlambat . Dan putra ku bumi juga tak bisa ikut serta hadir karena harus mengurus suatu pekerjaan " Ucap devandra Melihat langit ,
" Ah ini . Selamat ya . " Seru langit memberikan hadiah pada Daniel
" Terimakasih .. " sahut Daniel meminta Aspri nya untuk menaruh hadiah itu .
" Bukankah katanya kalian ada kencan ? Kau datang menemui ilen karena tak sabar ya " Ujar nona alifpurwanto tersenyum melihat calon menantunya itu
Langit mengerutkan keningnya dan tertawa . Lagi-lagi ia menjadi bahan alasan ilen untuk dirinya pergi dengan bebas tanpa larangan keluarganya,
Ilen tertawa canggung dengan devandra yang menatapnya .
__ADS_1
" Astaga seharusnya kalian tidak perlu repot-repot memberikan hadiah berharga terus menerus " ujar alifpurwanto
" Eay ini tidak seberapa . Karena kau telah mengizinkan putri tersayang mu untuk menikah dengan putra ku " seru devandra , yang membuat langit membulatkan matanya .
Daya yang sudah sampai pun mengetuk pintu ruangan yang sebenarnya sangat terbuka Lebar . lalu ia masuk , kemudian ia menyapa dengan membungkukan kepalanya ramah .
" dayaa .. " seru ilen dan juga Daniel bersamaan saat melihat nya lalu menghampiri daya , hal itu juga berhasil membuat langit menoleh nya .
" Ah maaf aku tidak tahu tamunya akan sebanyak ini .. " gumam daya menghentikan perkatanya saat pandangannya melihat langit ,
" Aku tidak tahu jika seramai ini " seru daya tersenyum dengan ilen dan Daniel . lalu memberikan hadiah yang ia bawa pada Daniel ,
" Aih day kau seharusnya tidak perlu membawa apapun .. " ujar Daniel
Kini devandra menoleh dan memandang putranya yang sedang memandang sosok perempuan yang baru saja tiba datang , devandra juga Melihat dingin kearah daya .
" Oh Daniel , bawa pak devandra untuk melihat-lihat " ucap alifpurwanto dengan putranya itu
" Ah yaa .. " sahut Daniel , " day tunggu di sini ya aku akan segera kembali " ujar Daniel meninggalkan daya dan mengantarkan devandra untuk melihat-lihat .
Sekepergiannya Daniel , daya mendekat dengan ilen dan saling melontarkan senyum .
" Aduh ilen sayang kenapa kamu cuma diam di sini saja , itu ada calon suami mu kenapa membiarkan nya hanya berdiri saja . " Seru sang ibu
" Ibu , kenapa bilang begitu . " ujar ilen
" Oh daya datang ya .. " seru ibunya ilen
" Iyaa .. " sahut daya tersenyum
" Tunggu apa lagi len Buatkan lah kopi untuk nya . "
" Biar daya saja Tante yang membuat kopinya . dan kau duduklah len " seru daya yang merasa tak nyaman , ia memilih melimpirkan diri ke tempat yang tak terlalu membuatnya tak nyaman .
Di sebuah ruangan , devandra tengah melihat-lihat dengan alifpurwanto dan juga Daniel .
" Itu hanyalah baru rencana pak devandra karena jujur saja untuk menuju hal itu perusahaan kami pasti membutuhkan biaya yang tak sedikit . " ucap alifpurwanto secara blak-blakan bertujuan meminta bantuan .
Devandra melihat nya " Tentang itu kalian tidak perlu khawatir , karena kebetulan mertua saya sedang mencari sebuah perusahaan farmasi untuk berinvestasi di sana . Jika mau , saya bisa rekomendasikan perusahaan industri kalian " ucap devandra seolah baik padahal di balik semua ini ada tujuannya .
" Ah tidak , tidak perlu . Saya lebih suka melakukannya sendiri " tolak Daniel , Daniel sendiri percaya akan teknik yang ia punya untuk membesarkan perusahaan nya sendiri tanpa campur tangan kekuasaan orang lain .
Ya Daniel juga sangat terampil akan bisnis selain berkepribadian yang baik ia juga ramah tak memandang kedudukannya .
🍃🍃🍃
Daya masih membuat kopi , dan seorang pria pun menghampirinya meminta di buatkan dua kopi tanpa gula juga .
" Ya .. " sahut daya ,
Sedang di sudut ruangan yang tak terlalu jauh Langit tengah menyenderkan tubuhnya dengan tangan di lipat di dada menghadap jendela ,
Pria yang baru saja meminta kopi dengan daya menghampiri temannya kembali . " Lihat itu , dia adalah calon adik iparnya Daniel . Kau tahu dia merupakan anak haram devandra , bukan hanya itu aku dengan ibunya adalah wanita kelab "
Daya yang mendengar pembicara dua pria itu seketika melirik kearah langit , yang masih diam tak merespon apapun padahal dapat daya pastikan jika langit juga bisa mendengar nya .
" Lebih tepatnya wanita penghibur di kelab . kok bisa ya keluarga Daniel menerima nya . Ya meskipun putri mereka memang sering membuat masalah tapi setidaknya mereka juga perlu memperhatikan latar belakang pria yang akan mereka nikahi dengan putri mereka . Apa mereka tidak memastikan dulu jika ia adalah anak haram devandra "
Kali ini berhasil membuat langit menghela nafas dan sesekali memejamkan manik matanya . Daya dapat melihat itu dan merasakan kegeraman , seketika daya mengambil tindakan dengan memasukkan gula yang banyak terhadap kopi yang di minta pria tadi .
" Tapi ku dengan ia juga cukup hebat karena lulusan universitas ternama di Jakarta sebagai dokter dan lihat wajahnya juga tampan ."
" tetap saja latar belakangnya tidak cukup baik . "
" Pelankan sedikit suara mu nanti kedengaran dengan nya " .
__ADS_1
Daya pun membawa nampak berisi dua cangkir kopi , " ini kopinya " ucap daya memberikan nya ,
" O-oh makasih ya , kau pasti yang akan bekerja di sini ya "
" Tidak . Aku temannya ilen "
" Maaf , ku pikir kau adalah pekerja di sini karena kau berada di pantry kopi "
" Apa kau dengan ilen kuliah bersama , kau sudah punya kekasih ? " Tanya pria itu
Langit yang mendengarnya menyeringitkan dahinya dan hendak menghampiri tapi belum sempat langit mendekat , Daniel sudah lebih dulu berdiri di samping daya .
" Dia adalah tamu ku . " Ucap Daniel pada teman-teman nya itu , seakan berkata ia adalah milik ku .
" Day , ayo biar ku antar pulang . " Seru Daniel
Daya hendak menolak tapi Daniel sudah lebih dulu keluar ,
Langit semakin tak suka saja melihat nya .
Daya pun meletakan nampan lalu mengambil tasnya " silahkan di nikmati kopinya . " Ucap daya dingin berjalan meninggalkan dua pria itu .
Saat daya berlalu , dua pria itu pun menyeruput kopi dan seketika juga langsung memuntahkannya . Kopi pahit yang ia minta tadi kenapa jadi kopi yang super duper manis ,
Ilen sudah di dorong ibunya untuk berada di samping langit dan mengajak berbincang .
Ilen melihat daya ..
" Aku pergi duluan yaa " ujar daya pada ilen dan berlalu pergi tanpa melihat langit sedikit pun .
Getir , itu yang langit rasakan . Kesal juga menyelimuti nya karena mengetahui daya pergi di antarkan Daniel . Padahal ia amat sangat ingin berbicara dengan daya . Langit menoleh melihat kepergian daya ,
Lagi-lagi devandra menangkap hal aneh pada anaknya itu .
" Kalau gitu kami juga harus segera pergi . " Ucap langit dengan nona alifpurwanto . Ia pergi yang tentunya di ikuti ilen ,
" Ibu , sampai nanti .. " ujar ilen yang bergegas juga
" Ya . Baiklah hati-hati .. " sahut ibunya ilen ,
Langit berjalan tanpa menghiraukan ilen di belakangnya yang tengah kesal dengan langit .
" Jangan paksakan diri , terhadap hal yang gak biasa kau lakukan . " ucap langit berbalik ,
" Jika memaksa kan diri seperti ini terus . Aku bisa jatuh sakit , jadi mari kita hentikan ini semua " sambung langit lagi .
" Apa ? Hei ! Tapi kau juga .. " Sahut ilen
" aku akan memberikan mu waktu tiga hari , entah kau mau berkata jujur atau bohong lagi untuk menghadapi keluarga mu tentang semua kebenarannya ini . Karena jika melanjutkan ini . Kita tidak akan pernah bisa lolos ! Kau tahu ayah ku bagaimana . " ucap langit yang tahu hal apa yang akan di lakukan ayahnya kedepannya , ia begitu paham atas kekejaman dan juga watak ayahnya yang tak akan tinggal diam jika mereka sampai terus melanjutkan kebohongan ini .
" Bagaimana kalau aku menolaknya ! "
" Maka aku akan melakukan apapun yang
ku mau . " Ucap langit pergi dan ia juga membuang pemantik rokok yang semalam di berikan ayahnya Saat langit hendak ingin mengisap rokok yang di berikan Doni tapi pemantiknya mati . Begitu pun ia ingin mengakhiri drama sial ini . langit bahkan sudah berhenti merokok selama memasuki kuliah .
bersambung ...
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun semua 🤗🌻
__ADS_1
# happy reading 🍃