
Langit tak langsung pergi , ia sengaja menunggu daya di gang kecil tempat biasa mereka berpisah. Tak lama dari itu, daya muncul dengan langkah lunglainya dan tatapan kosong memandang aspal jalanan hingga langkah kaki nya terhenti saat melihat langit yang berdiri . Daya sontak memalingkan pandangannya,
" Kamu bisa mendengarkan nya dari situ saja day, aku datang hanya untuk berpamitan. " Ujar langit yang membuat daya melihatnya .
" Aku akan ke Jakarta besok. Aku mungkin ... Tidak akan pernah kembali "
" Baiklah. " sahut daya tampak begitu sulit menelan Saliva nya
" Aku ingin berterimakasih sebelum pergi. Terimakasih untuk beberapa pekan
Yang kita lalui bersama dan itu adalah momen palingg membahagiakan dalam hidupku. Terimakasih . " Ucap langit Membuat daya diam menundukkan kepalanya ,
Langit mengambil sesuatu dari saku celananya, " boleh aku mendekat sebentar ? " Tanyanya yang di anggukkan samar oleh daya
Langit pun memajukan langkahnya sedikit dekat tapi masih dengan menyisihkan jarak karena ia tak ingin daya merasa takut seperti yang ia bilang malam itu . Lalu kemudian langit memberikan sesuatu dari genggamannya itu. pada tangan daya, daya tampak bingung mendapati sebuah anting miliknya yang sudah patah dua . Ya anting yang malam itu langit pinta darinya sebagai barang untuk melepaskan rindu akan si pemilik nya. Daya memandang anting itu,
" Maafkan aku. Aku sudah berusaha keras untuk berhati-hati, tapi aku merusaknya. Begitulah aku , apapun yang dekat dengan ku selalu rusak " lirih langit yang seperti mendeskripsikan hidupnya. Ya begitulah hidup nya sudah di atur sedemikian rupa oleh devandra bahkan dengan siapa ia boleh dekat atau tidak saja itu berada di bawah tangan devandra sang ayah.
" ku harap kamu bisa melanjutkan perjalanan hidup yang ingin kamu ambil . Aku tahu kamu orang kuat yang tidak bisa di hancurkan siapa pun " ucap langit
Sebisa mungkin daya menahan suaranya yang gemetar , " kamu juga Ngit. Ku harap kamu .. kuharap kamu selalu bahagia " seru daya dengan menahan air matanya dan melangkah kakinya meninggalkan langit .
Langit menatap kepergiannya dengan kesedihan dan juga sebuah harapan. Langit memohon dalam hatinya agar daya melihat kebelakang untuk menoleh nya , ia terus mengulangi kata-kata itu karena dulu saat ia memohon seperti itu daya menoleh nya. Jadi kali ini ia pun memohon nya , tapi sayangnya kali ini permohonannya seperti tak di dengar oleh yang di atas ataupun semesta. Kali ini daya sama sekali tak menoleh sedikitpun pergi meninggalkan langit .
Hancur, ya langit begitu hancur berkeping-keping. Itu begitu amat menyesakkan nya.
Tak hanya langit daya pun tersungkur lemas tak mampu melanjutkan langkahnya, ia menangis .Terus menangis dan menangis sejadi-jadinya . Sejujurnya ia sama sekali tak takut dengan langit , ia juga tak menyalahkan langit atas ketidak bisa nya ia berangkat ke luar negeri untuk berkuliah. Daya sama sekali tak menyesal akan keputusan nya memilih bersama langit. Tapi ancaman devandra malam itu , yang membuat daya harus melakukan ini agar ia bisa melindungi langit tanpa perlu langit tahu .
Flashback
Ya malam itu , malam saat daya tengah di culik paksa dan interograsi oleh devandra di tempat ruangan eksekusi para aktivis. Malam itu setelah pembicaraannya panjang lebar tentang ayah daya yang adalah seorang komunis dan perjanjian yang di buat ayahnya, devandra pun mengintimidasi daya soal langit putra nya . Mungkin lebih tepatnya itu berupa ancaman ,
" Kau akan mengacaukan segalanya. Sama seperti ayahmu yang menghancurkan hidup mu , kamu akan menghancurkan nyawa langit jika kamu berada di dekatnya "
" Langit adalah putra mu, bagaimana bisa kau melukai nya "
Devandra tersenyum miris , " jika kau penasaran. Tetaplah di sisinya dan mari kita lihat apa yang akan terjadi dengan nya . Seberapa jauh saya bisa bertindak " ucap devandra hendak pergi
" Aku mohon . Aku mohon jangan sakiti langit . Aku akan putus dengannya " ucap daya yang memilih menjauh semata-mata tak ingin hal buruk menimpa langit atas apa yang akan terjadi kedepannya akan kegilaan ayahnya sendiri.
End flashback
...~~~ ...
Tok ... Tok .. tokk
__ADS_1
Suara pintu gerbang kayu kediaman pak yoga di ketuk, saat ini sebenarnya masih cukup dini hari karena baru pukul 5 pagi tepatnya.
Tok .. tok .. kembali di ketuknya pintu gerbang karena tak kunjung ada sahutan , lalu saat akan pintu itu di ketuk lagi. Daya pun dengan langkah gamblang dan wajah pucat membukanya .
" Day.. " gumam ilen, yang sudah begitu rapih dengan pakaian kasual menatap daya .
" Aku .. aku akan pergi pindah ke Jakarta bersama langit " seru ilen tak enak memberitahukan daya
Daya tersenyum kecil , " aku sudah mendengarnya "
" Kamu tersenyum ? Hei Dayana . Bagaimana bisa kamu tersenyum pada ku sekarang hah ? " Ucap ilen
" ilenn Maaf , untuk terakhir kali percakapan kita dan maaf telah menyalahkan mu atas kejadian itu "
" Kenapa kamu harus minta maaf day ? "
" Karena insiden bertahun-tahun itu, aku menyalakan mu. Maafkan aku, kau tak salah. Mungkin aku butuh seseorang untuk di salahkan saat itu, temanmu ini sangat payah kan Len ? "
" Bagaimana dengan langit ? Apa dia tahu semua ini ? Kamu memberitahu kan nya ? " Tanya ilen yang di gelengan kepala oleh daya
" Dayana ! Kamu akan menderita lagi ... "
" Ilenn . Jika aku tetap bersama nya, hidup kami berdua akan hancur. Jika itu terjadi, ia akan berpikir itu semua salahnya. Sama hal nya seperti kamu yang menyalahkan diri mu atas apa yang terjadi padaku . " Seru daya mendekat dan menggenggam tangan ilen
" Jadi , sampaikan saja kepada nya bahwa dia tak akan menghancurkan siapapun . " Sambung daya memeluk ilen sebelum akhirnya sopir rumahnya memanggil ilen untuk segera pergi .
" Hati-hati yaa " ucap daya Tersenyum.
Ilen pun akhirnya pergi , ya pagi ini ia akan ke stasiun Banyuwangi untuk pergi pindah ke Jakarta. Ilen terpaksa melakukan ini karena ia harus bertanggungjawab atas apa yang sudah ia mulai meskipun ia tahu mungkin langit akan sangat membencinya dengan persetujuan nya yang akan tinggal bersama dengannya.
Mereka pun sudah sampai di stasiun Banyuwangi, di sana sudah terdapat langit dan juga keluarga nya,
" Ayah, aku mau ke toilet sebentar ya " seru ilen, yang di anggukkan oleh sang ayah alifpurwanto
Ilen pun pergi setelah sekilas menatap keluarga devandra terlebih langit, ia pergi dengan segala pikiran nya ke toilet. Sesampainya di dalam toilet ia terdiam menatap diri di pantulan cermin wastafel, ia mendadak teringat akan perbincangannya dengan daya tadi.
Tak lama pintu toilet terbuka, buru-buru ilen segera menyalakan keran air dan membasuh tangannya. Ya yang masuk adalah nyoya devandra, ibu sambung dari langit.
" Kamu pasti banyak pikiran, setelah benar-benar akan pergi " serunya menghampiri ilen
" Ngga ko " sahut ilen berbohong
Kini nyonya devandra itu pun tersenyum,
" Ilen , kamu mengingatkan ku pada diriku saat aku masih muda . " Serunya membuat ilen menoleh nya
__ADS_1
"Jika membiarkan ketakutan menguasai hidupmu, kamu akan makin berkecil hati
Sampai tidak bisa melakukan apapun. Jika itu terjadi, kamu akan menjadi semakin takut " serunya memberikan sapu tangan pada ilen yang tentunya ilen terima .
Kemudian setelah itu kereta mereka pun tiba ,
" Saat tiba di sana, Jangan sampai terlibat masalah. Langsung pulang . " Ucap devandra
" Ya " jawab langit datar dan melihat ibu sambung nya
" Ibu pasti merasa tidak nyaman karena aku . Maafkan aku " seru langit pada sang ibu sambung
" Tidak sama sekali, apanya yang tidak nyaman . Jagalah ilen baik-baik " Ucap sang ibu sambung
" yaa " sahut langit. Sementara bumi melihat datar adik sambung nya itu , bumi sang kakak sendiri tahu apa yang terjadi karena malam itu bumi melihat dan mendengar semua percakapan adik sambung dan ayah mereka dari balik balkon kamarnya.
Sedang ilen pun tengah menatap ayahnya, ibu serta kakaknya.
" Astaga, aku tidak sedang sekarat atau semacamnya. Ada apa dengan wajah kalian ? " Seru ilen
" Sayang ku, kamu yakin akan baik-baik saja ? " Ucap sang ibu yang khawatir pada putrinya
" Ya. Tentu aku akan baik-baik! Putri pembuat onar ayah dan ibu tidak akan ada lagi. Jadi jaga kesehatan ibu dan ayah yaa , ayah jangan sakit okee. " Ucap ilen sebelum pergi , ia memeluk ibu dan ayahnya secara bergantian Lalu menatap sang kakak .
Ilenn tersenyum, " baiklah aku tidak mau membuat mu menyeringit. Jadi, tidak usah berpelukan. Aku pergi " seru ilen pada Daniel sang kakak dan mengambil tas nya yang di tenteng oleh Daniel,
" Ilenn, kembalilah kapanpun jika kamu merasa kesulitan. " Ucap Daniel yang di anggukkan oleh ilen
Kemudian langit mendekat dan itu di lihat oleh ilen yang kemudian oleh keluarga inti ilen. Tanpa kata-kata langit hanya menyapa mereka dengan menundukkan kepalanya lalu masuk kedalam kereta.
Di dalam kereta mereka duduk di satu tempat tapi bersimpangan di sisi arah dengan saling diam, sunyi dan hening itulah yang tergambar.
Ilen melirik langit yang sedang memasang wajah penuh penyesalan dan tentunya ketidaksukaannya akan kepergian nya ke Jakarta. Langit yang mendadak bertemu tatapan mata dengan ilen pun memilih diam memalingkan wajahnya.
Ilen pun tak berkata apa-apa
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
__ADS_1
# happy reading all π