Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 22


__ADS_3

Si sebuah sudut restoran ilen dan langit sudah tengah terduduk , ya pagi ini kenapa ilen tak bisa bertemu dengan daya karena ia harus bertemu dengan langit . Ilen berdandan seperti lanyaknya seorang wanita yang menghadiri kencan buta .


" Aku tidak punya banyak waktu untuk


Bertengkar hari ini . Langsung ke intinya saja . " Ucap langit


" Aku bertemu dengan ayah mu kemarin di komando keamanan . Dia mencoba mengancam ku agar bertunangan dengan mu . " Seru ilen


" Itu keahlian ayah ku . Lalu ? "


" Keluarga mu terlibat dalam bisnis ayah ku . Apa kamu tahu itu ? "


" Uhf bagaimana aku tahu ? . Seperti kata ku , kita tidak akan bisa mundur begitu keadaan menjadi lebih serius ! Jadi , apa rencana mu ? " Ucap langit dingin


" Pabrik ayah ku , itu akan selesai dalam sebulan . Mari kita lanjutkan sampai saat itu .. "


Membuat langit tertawa dingin tak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan ,


" Setelah itu aku akan menuruti perkataan mu . " Sambung ilen


" Setelah pabrik selesai , apa kita harus


Bertunangan untuk memastikan pabrik


Ayahmu berjalan lancar . Ah apa bahkan menikah juga ! Sampai bisnisnya sukses hah ?! " Ucap langit penuh penekanan


" Aku gak butuh kata-kata sindiran mu . Ini saja sudah membuat ku gila .. " seru ilen


" Baiklah , aku akan Langsung saja . Aku tidak mau ! "


" Kamu gak mau ? " seru ilen menatap langit


" Ya . " Jawab langit tegas .


" Lalu bagaimana dengan bisnis ayah ku ? Bagaimana dengan keluarga ku ?! " Ucap ilen mulai begitu emosional ,


" Hiya Jangan salahkan aku . Kau yang memulai semua ini ! " Sahut langit


" Langit devandra . " Seru ilen meminta dengan mata berkaca-kaca ,


" Uhf mari kita jujur . Dan saling bertanggungjawab masing-masing , kita tidak boleh melewati batas hanya untuk menyelamatkan diri . "


Ilen tampak berusaha membendung air matanya mengetahui langit tak mau melanjutkan drama skenario ini ,


" Jika kau butuh seseorang untuk menemani mu memohon maaf , hubungi aku . " Ucap langit memberikan minuman pada ilen sebelum ia pergi meninggalkannya . Karena ia sudah memberikan keputusan yang tak bisa di ganggu gugat .


Ilen pun menangis memikirkan keluarga nya , yang kini benar-benar di ujung tanduk apa lagi mengetahui penolakan langit yang tak sama sekali mau tahu tentang situasi sulit nya .


πŸƒπŸƒπŸƒ


Langit menelusuri jalan , di mana ia akan bertemu daya yang akan memberikan jawaban akan perasaannya . di gang kecil menuju kediaman pak yoga mereka janji akan bertemu di sana. Tapi sebelum itu langit mampir dulu di sebuah toko bunga , ia membeli sebuket bunga mawar berawal pink dengan perasaan senang yang tak bisa ia tutupi bahkan wajah nya begitu berseri-seri . Saat langit menatap kembali buket itu sambil kembali tersenyum , ia pun teringat akan sahabat nya Ari dan mengirimkan kembali sebuah email yang bahkan email sebelumnya pun belum jua terbalas .


' hei prajurit . Ini aku lagi , langit .


Ica tersayang mu akan segera di pindahkan ke Semarang , jadi kunjungi lah ia di Semarang jika kau merindukan nya . Hmm andai kau tahu besarnya masalah yang ku hadapi , kau pasti akan segera membalas surat ku ini πŸ˜…. Ya meskipun aku tahu perpindahan Ica tersayang mu ini tak akan membuat mu keluar dari kemiliteran ataupun membantu nya pulih , tapi semoga itu akan membantu kita semua melangkah maju dari kejadian hari itu . Dan oh ya akhirnya aku siap untuk berjalan maju perlahan dengan batasan yang kubuat hari itu . Catatan : kau pernah bilang , aku Payah dalam menulis lirik lagu karena tidak memahami cinta , kan .Tapi tidak untuk sekarang . ku rasa aku siap sekarang , ada seseorang yang bisa membantu ku 😊. ' kirim langit . Yang kembali melajutkan langkahnya dengan begitu bahagia tak sabar menantikan jawaban dari daya .


langit pun sampai di gang kecil menuju kediaman pak yoga , ia berdiri menunggu kedatangan daya dengan bunga di tangannya sesekali ia pun kembali tersenyum berseri-seri sambil mencium wangi bunga di tangannya itu .

__ADS_1


Tak lama muncul lah daya berjalan di ujung gang kecil itu dengan begitu tak bersemangat dan tatapan yang sedikit kosong . Langit yang melihat kedatangan daya pun ia langsung menyembunyikan buket bunga itu di punggungnya ,


Daya tersentak saat melihat langit yang tersenyum berdiri sedang melihatnya .


" Day .. " seru langit tersenyum menyambut daya ,


" Langit , " gumam daya


" Ya ? " sahut langit tersenyum tak memalingkan wajahnya pada daya


" Bisakah kamu ... Bisakah kau bertunangan dengan ilen ? " Seru daya yang membuat senyuman di wajah langit hilang seketika .


" Apa ini . Maksudnya , kamu memintaku


Bertunangan dengan ilen ? " ucap langit melaratnya perkataan daya ,


" Ya . " Jawab daya ,


Langit menghela nafas sesaat , " kenapa kamu ingin aku bertunangan day ? "


" Aku mendengar keluarga mu kini terlibat dalam bisnis keluarga nya , jika pabrikan nya tidak di bangun ... "


" Aku gak mau dengar tentang itu . Aku hanya ingin tahu alasan mu ? .. "


Daya melihat langit ,


Langit sedikit memutar kedua matanya lelah . " Apa kau berinvestasi di farmasi Semarang center ? Jika dengan itu mungkin aku akan mengerti . "


" Bagi ku ilen sangat penting sama seperti Ari bagi mu . Ini juga salah ku karena menyetujui permintaan nya padahal seharusnya aku menolak permintaan untuk bersandiwara , karena itulah semua nya menjadi kacau . Jika .. jika hal buruk menimpah keluarga ilen , aku mungkin akan menyalahkan diri ku seumur hidupku "


" Kamu yakin akan baik-baik saja jika aku bertunangan day ? "


" Ya . " Jawab daya ,


Daya memajukan kakinya menghentikan langit , " Tunggu .. " seru daya


" Apa ? Ada lagi yang ingin kamu katakan ? "


Mendadak daya terdiam melihat buket bunga yang berada di tangan langit , ia pun menatapnya .


" ah ini ? Ayahku meminta ku membeli bunga . " Ucap langit berbohong , " kalau begitu selamat malam . " Sambung nya datar pergi dengan hati yang hancur , ia tak percaya dengan apa yang barusan daya sampaikan .


Daya tampak begitu gamblang , terdiam henyak di tempat hingga akhirnya ia melangkah gontai pulang .


#flashback ..


Pusat medis darurat ..


Daya tengah berlari keluar dengan sedikit terburu-buru menenteng tas di bahunya setelah selesai shift malamnya , " ah aku terlambat . " Seru nya yang akan menemui langit


Tiba-tiba saja daya menghentikan larinya saat melihat keberadaan ilen yang tertunduk diam di bangku ,


" Oh ilennn , kamu di sini ? Apa yang terjadi ? " Tanya daya


ilen menoleh pada daya " Aku hanya ingin bertemu dengan mu walaupun hanya sebentar .. "


" Aku sebenarnya bingung apakah harus menelpon mu lagi atau menemui mu malam ini karena sudah larut . "

__ADS_1


" Kenapa ? Ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku day ? "


" Emm begini Len ... Aku , eum aku , aku akan mulai berpacaran dengan langit .. " gumam daya memberitahu ilen , yang memang dari kemarin itu lah yang membuat daya belum jua menjawab pernyataan cinta langit karena ia ingin memberitahukan ilen dulu karena bagaimanapun daya tak enak jika ia tak bicara dulu dengan ilen .


" Aku pikir aku harus memberitahumu


Lebih dulu ... " Seru daya melihat ilen yang sudah tengah menangis itu ,


" hei Ilenn .. kamu baik-baik saja ? ada apa Len ? " Tanya daya


" Aku harus bagaimana day ? Keluarga ku dalam masalah " Tangis ilen pecah


Daya pun memeluk ilen dan duduk berdua , lalu ilen tanpa basa-basi menceritakan semuanya yang terjadi bahkan pertemuannya dengan langit tadi dan penolakan langit juga . Daya menatap kosong nanar diam ,


" Daya , bisakah kamu mencoba membujuk langit ? " Pinta ilen masih menangis .


" Kamu kan tadi bilang ia sudah menolak mu , bagaimana bisa aku .. " lirih daya menoleh pada ilen


" Dia mungkin berubah pikiran jika kamu yang memintanya , bantu aku sekali ini saja . Tolong tanyakan padanya , huh ? . Jika aku tidak bisa bertunangan dengan nya ayah dan kakak ku akan menderita karena aku " ujar ilen dengan tangisannya ,


Ilen memegang tangan daya , " kumohon day ... Aku mohonn " pinta ilen memohon dengan tangisnya .


Itulah alasannya kenapa daya akhirnya menolak langit , lebih baik ia mengubur semua perasaan nya dari pada hal buruk menimpah ilen dan keluarganya . Lebih baik ia yang mengalah dari pada harus melihat ilen sedih .


# end' flashback .


Fira yang memang saat itu dalam perjalanan pulang pun melihat dua sejoli itu tengah terlibat perbincangan yang tak terlalu mengenakan di dengar . Ia bahkan melihat jauh dari sebelum daya datang yang mana langit begitu terlihat jelas bahagia di wajahnya dengan bunga di tangannya itu . Fira menghela nafas setelah melihat daya pergi ,


" Ishh ada apa dengan si daya ! Bukannya ia juga menyukai langit . Tapi kenapa .. tapi kenapa dia menolaknya ! Dan ada apa dengan ilen ? Kenapa di tengah perbincangan mereka ada ilen . " Gerutu Fira bergegas menyusul daya pulang .


Begitu sesampainya di dalam ia benar-benar berniat ingin langsung saja memaki daya tapi saat ia melihat daya tengah terduduk diam melamun dengan wajah yang terlihat sendu , Fira pun mengurungkan niatnya itu .


" Hiyaa ada apa hah ! " Seru Fira , membuat daya menoleh nya .


Daya menghela nafas , " apa ? " Sahut daya


" Aih Kalau kau juga menyukainya . Kenapa menolaknya ?! " Ucap Fira , yang mampu membuat daya membesarkan kedua pupil matanya ,


" Aku mendengar semuanya . Yang masih tak ku mengerti adalah kenapa kau menolaknya ? Padahal kau juga menyukainya ! "


" Semua adalah salah ku fir .. gak seharusnya aku menerima permintaan sandiwara ini ... " Daya pun menjelaskan semuanya pada Fira ,


" Gak sepenuhnya salah mu day , otak kegilaan ini ya adalah ilen si nona muda mu itu ! Dan jangan pernah salahkan cinta day . Kita gak ada yang pernah bisa tahu dengan siapa kita akan jatuh cinta ! Dan memilih dengan siapa itu ! . lalu sekarang , ia bahkan gak sekalipun peduli akan perasaan mu ! Aishh "


" Perasaan ku gak terlalu penting saat ini fir , yang penting tak terjadi hal buruk pada ilen dan keluarganya . "


" Oohhh yaa yaaa wanita baikk ! Hingga tak pemikiran diri mu juga ! " Ucap Fira sedikit kesal ,


... πŸƒπŸƒπŸƒ...


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading πŸƒ


__ADS_2