Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 46


__ADS_3

Pagi hari sudah, ilen dan langit tengah berjalan-jalan di bawah sinar mentari yang cerah pagi ini. ilen meminta langit untuk mengantarkannya karena ada tempat yang ingin ia datangi.


" Astaga. Aku kira kau ingin pergi ke tempat yang keren. Kalian orang kampung mudah di tebak " gumam langit


" Bicaramu seakan kau bukan orang kampungg " sahut ilen yang berjalan selangkah lebih dulu


" Aku tidak pernah bilang begitu. Ck aku menikmati ini, dan itu membuktikan aku masih orang kampung " ujar langit


" Hey Ngit . " Ucap ilen menghentikan langkahnya


" Apa ? "


Ilen berbalik menghadap dengan nya , " kamu sebaiknya kembali ke Semarang bersama Ica "


" Aku tidak bisa kembali sampai ayahku bilang boleh "


" Apa alasan sebenarnya?. Bukan karena ayahmu kan, tapi daya ? "


Langit terdiam, " ayo pulang " ucap langit yang akan pergi


" Jika karena kamu takut daya akan terluka, kembali lah ke Semarang. " Ujar ilen


" Kubilang aku tidak akan pergi. " Ucap langit yang kali ini melangkah pergi, hal itu sontak membuat ilen menarik tangan nya.


" Ngit. Hey langit devandra! "


Langit menarik tangan nya dan berbalik


" dia bilang dia takut. Daya takut padaku"


" Apa kau bodoh. Kau sungguh percaya itu ? Dayaa.. ia tidak takut padamu, dia tidak ingin kau terluka. Katanya itu yang paling ia takutkan " ucap ilen


" Apa ? "


Ilen pun memberitahukan semua nya, ia menceritakannya pada Langit.


" Sekarang, apa kau takut daya akan menghancurkan hidup mu? , Ngga kan ?." Seru ilen melihat langit terdiam


" Daya pun merasa demikian. Kalian berdua tidak keberatan, lalu apa masalahnya ? " Ujar ilen kembali


" Ngga. Pada akhirnya, daya akan terluka." Seru langit


Ilen menarik nafas tersenyum, " uhf bukan main, kalian berdua mirip sekali!. Terserah kamu mau kembali atau tidak. Tapi aku akan pergi sekarang. " Seru ilen


Langit melihatnya,


" Mari berpisah disini. Konon, pasangan selalu putus jika berjalan bersama di dekat sini. Ouyy langit devandra, mari tidak saling terlibat lagi mulai sekarang


Dan doakan saja yang terbaik untuk satu sama lain. Okee. " Ucap ilen tersenyum berpamitan lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sebelum pergi .


Langit hanya datar menatapnya ...


***


Di rumah sakit ternama di kota tersebut, langit tengah melihat proses perpindahan Ica yang akan di pindahkan ke Semarang hari ini.


" Ini mohon di tandatangani. " Ujar seorang petugas RS memberikan selembar surat keterangan


Langit menerima nya dan membacanya,


" Bukankah seharusnya kamu ke Semarang untuk mengawasi semuanya ? , Ikut saja dengan kami. Kami bisa membawa satu wali dengan ambulans " seru petugas itu


Langit menoleh nya lalu kembali fokus untuk menandatangani surat itu,


" Tidak, aku tidak mau ikut . " Ucap langit memberikan surat yang sudah ia tandatangani sebagai walinya dan memberikan itu


" Ah baiklah, Kalau begitu. Saya akan menelpon mu saat kami tiba di Semarang " Sahut sang petugas


" Tolong jaga dia baik-baik " seru langit

__ADS_1


" Tentu. " Jawab petugas itu pergi.


Sepintas langit melihat Ica sebelum pintu mobil ambulans di tutup dengan ica yang tengah berbaring di dalam mobil dengan ast dokter yang tengah terus memompa oksigen.


***


Di Semarang tepatnya, adik daya tengah berbincang via telepon dengan Fira.


" Ka daya sungguh bilang tidak akan keluar negeri lagi? Mungkin itu hanya ucapan nya. Apa ka daya tampak baik-baik saja ?" Tanyanya pada Fira


Fira pun di sebrang sana hanya bisa memberikan informasi itu saja,


" baiklah ka. Semoga hari mu lancar, sampai jumpa " seru adik dari daya itu menutup panggilan nya.


Sedang di belakang sudah ada sang ibu yang tengah berdiri mendengarkan,


" Astaga ibu. Mengagetkan saja ! Seharusnya ibu tidak seperti itu " Ujar adik daya terkejut


" Apa kata mu tadi ? " Tanya sang ibu


" Apa Bu ? "


" Apa kata mu? Yang bicara tentang keluar negeri ? " Seru sang ibu


" Ka daya tidak akan pergi kuliah ke luar negeri. Kakak berusaha keras bertahun-tahun untuk mempersiapkan nya, aku dengar kakak di terima di suatu universitas di sana. Tapi kali terakhir kakak di sini, bukankah kakak tampak terlihat putus asa. Jadi, aku berpikir mungkin saja kakak .... " Lirih daynila sang adik. Membuat Damiela sang ibu pun khawatir dan memilih tak ingin melanjutkan pembicaraan mereka.


...❄️❄️...


Di RS Semarang daya masih berkerja dengan begitu gilanya, ia terus berkerja dari pagi menjelang malam kembali lagi kepagi melakukan apapun yang bisa ia kerjakan bagaikan seseorang yang tengah kesetanan tanpa mempedulikan dirinya. Ia bekerja seperti sekarang robot tanpa ekspresi, hingga saat ia membawa roda obat-obatan tersadar melihat sepatunya yang sudah kembali goyang rusak.


" Ah kapan ini terjadi? " Gumam daya lirih berjongkok memperbaikinya,


" Day, pergilah terima pasien " ujar perawat


" Ya " sahut daya bergegas menuju pusat medis darurat,


Ia berdiri menunggu nya dengan dua orang lainnya, Tak lama sebuah mobil ambulans pusat Jakarta pun sampai.


Pandangan daya tak teralihkan melihatnya,


" maaf, tandatangan di sini untuk pastikan anda sudah menerima pasien " ujar sang petugas menyadarkan daya.


" Ah tentu " seru daya menerima nya dan membaca formulir perpindahan pasien tersebut dengan saksama Lalu saat daya hendak menadatangani ia mendadak menghentikannya saat nama langit devandra dan tanda tangan nya tertera di nama wali pasien. Kemudian menoleh kembali ke sosok wanita yang berada di dalam ambulans itu kemudian,


" Nonaa.. " seru sang petugas


" Ahh " sahut daya segera menandatangani nya dan memberikan formulir itu.


Setelah selesai dengan pasien tersebut daya hendak akan kembali melakukan pekerjaan lain nya di ruang IGD tapi langkah nya di hentikan.


" Kau pulang lah. Lagi pula kau sudah bekerja sepanjang hari dan malam selama 2 hari berturut-turut " Seru sang senior


" Tak apa, aku tak keberatan " jawab daya dengan pandangan kosong


" Apa kau sudah gilaa hah! Pulang dan istirahat lah . Kau tampak mengerikan " ujarnya yang melihat daya tampak begitu pucat


Kemudian daya datar pergi, ia mengganti pakaiannya lalu meninggalkan RS. sebenarnya daya tak tahu harus melakukan apa selain membuat dirinya sibuk dengan bekerja dan melakukan berbagai hal apapun yang bukan tugasnya bahkan, agar pikirannya dapat teralihkan tentang langit. Awalnya ia kira bisa seperti itu tapi ternyata ia salah karena langit tetap selalu di pikiran nya,


Daya berjalan terus berjalan tanpa arah bagai tak seorang pun ada , yang ia rasa sangat hening padahal berada di tengah-tengah lalu-lalang orang-orang dengan pandangan kosongnya. Hingga akhirnya ia melangkah kakinya pergi ke yayasan tempat di mana ia sering berpartisipasi membantu dan juga sekaligus tempat dimana ia mendapatkan beasiswa dari yayasan tersebut,


dengan wajah pucat nya, " ibu kepala.. " seru daya membuat sang ibu kepala yayasan yang tengah menyapu halaman pun menoleh,


" Oh dayanaa " gumam sang ibu kepala yayasan


Daya menatap ibu kepala yang juga tengah menatapnya, Kemudian mereka pun duduk di taman halaman itu,


" Maaf aku terus berubah pikiran. Aku tahu anda menyarankan ini untuk membantu ku " seru daya yang memberitahukan jika dirinya membatalkan pergi mengambil beasiswa nya,


" Jangan khawatir. Program beasiswa memilih peserta baru tiap tahun, kamu bisa mendaftar lagi tahun depan day "

__ADS_1


" Tidak Bu, aku tidak jadi berkuliah di luar negeri "


" Apa terjadi sesuatu? "


" Gak terjadi apa-apa ko. Aku hanya tidak ingin pergi lagi, aku masih sangat perlu membiayai adikku. Pergi keluar negeri tidak akan menyelesaikan semua masalah ku, setelah merepotkan Anda selama ini ... Maafkan aku ." lirih daya dengan sebuah senyuman untuk menutupi rasa tidak enaknya


" Aku turut bahagia untukmu. " Seru sang ibu kepala, membuat daya bingung.


" day, Kenapa kau ingin berkuliah ke luar negeri ? Kamu bilang tidak ada alasan untuk tinggal di negara ini karena tidak ada yang bisa menahan mu di sini. Aku berasumsi kau berubah pikiran dan memutuskan untuk tinggal karena sudah


Menemukan alasannya, benar bukan ? "


Tiba-tiba saja daya menundukkan wajahnya dengan mata berkaca-kaca,


" Aku memang menemukan satu alasan, tapi sekarang sudah tidak ada. Aku bahkan tidak bisa tetep pergi sekarang, meskipun ia sudah tak ada " lirih daya menangis, rupanya ia tak dapat lagi menahan hatinya


Ibu kepala memeluk daya, " gapapa. Entah itu ke luar negeri atau tidak, jika satu pintu tertutup akan ada pintu lainya


Selalu terbuka "


" Bagaimana kalau tidak ? Selama ini ... Selama ini aku seperti menjalani hidupku


Di balik sebuah pintu tertutup . Bahkan sekarang rasanya semua pintu di sekitarku sudah tertutup, aku tidak bisa tidur atau bahkan bernafas sekaligus " seru daya terus menangis


Sang ibu kepala yayasan menepuk-nepuk punggung daya, " awalnya mungkin tampak gelap, tapi sebentar lagi akan ada pintu yang akaan terbuka lebar. Dayana, ibu yakin. "


Membuat daya semakin menangis,


***


Setelah merasa lebih tenang meluapkan semua nya daya pun memutuskan untuk kembali pulang, meskipun lagi-lagi ia berjalan dengan tatapan kosong terus melangkah satu persatu kakinya mengabsen setiap aspal dengan langkah seperti hendak mati lalu kemudian langkah kakinya terhenti secara tiba-tiba saat pandangan matanya melihat seorang pria saat ini yang tak jauh dari hadapan nya tengah menatapnya.


Daya mencoba membuyarkan pandangan matanya dan kembali menyadarkan dirinya jika yang ia lihat saat ini hanya halusinasi nya,


" Dayy.. " panggil pria itu yang tak lain adalah langit hendak melangkah kakinya mendekat


Mendengar suara itu menandakan jika ia memang sedang tidak berhalusinasi melihat langit di harapan nya saat ini


" Tidak . " Ucap daya menghentikan langkah kaki langit,


" A-aku tahu. Aku sudah tahu alasan mu menolak ku ... " Seru langit menatap daya yang sudah berkaca-kaca


" Aku tahu seharusnya aku tidak datang. Tapi aku tidak bisa, karena aku selalu saja memikirkan mu, aku tahu pada akhirnya aku akan membuat mu menderita. Tapi Aku ingin bersamamu dan tetap di dekat mu " ucap langit yang juga berkaca-kaca memaparkan isi hatinya


" Boleh aku mendekat day ? " Lirih langit


Tanpa sekata patah pun daya langsung berlari menuju langit dan memeluknya, Daya pun menangis di dekapan langit.


Menahan rindu bukan suatu hal yang mudah, mereka saling melepas rasa rindu yang hampir membuat mereka mati menahan nya.


***


Sementara di sana ilen sudah kembali dengan style normal sebagai aktivis jalan dengan kembali ke Semarang tanpa menghubungi keluarganya. Tapi saat ini ia tengah sibuk menelpon seseorang,


" Haloo? " Sahut suara di sebrang sana


" Hei Doni ! Ini aku, ilenn "


" Kauuu .. "


" ku dengar studio foto mu adalah tempat persembunyian para pelarian. Apa ada tempat untuk ku juga ? " Ucap ilen mengabari , ilen terlihat senang karena ia bisa kembali pada kehidupannya.


...❄️❄️...


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun ☺️🤗🌻


__ADS_2