Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 25


__ADS_3

Saat tengah berjalan menuju butik mereka melihat ilen tengah bergegas jalan menjauhi butik ,


" Hiya selamat atas pertunangan kalian . " Ujar teman nya itu tentu membuat ilen tersentak kaget melihat temannya .


" Kau sudah menemukan gaun yang bagus ? " Seru wanita itu lagi


" Jadi kau bekerjasama dengan anjing diktator antikomunikasi ! Seperti itu lah ilen ? " sambung teman laki-laki nya juga


" Ah aku tidak tahu harus berkata apa . Tapi ini tidak seperti yang kalian pikirkan .. "


" Lupakan saja . Selama ini kau yang mengadukan pergerakan kita dan senior kan ? "


" Aku tidak pernah melakukan hal semacam itu ! " ucap ilen


" Kau berharap kami dapat mempercayai mu lagi ? Hanya kau Len yang berhubungan dengan senior "


" Aku tidak percaya kalian bisa berpikir pada ku seperti ini " seru ilen


Mereka berdua tertawa getir , " setelah apa yang terjadi . Dan kami lihat , menurut mu apa ! "


Angan-angan ilen sudah kemana-mana , bahkan pikirannya tak bisa jernih lagi , wajahnya tampak begitu frustasi .


" Di sana kau rupanya ! " Ujar langit menghampiri nya dengan dingin .


" Maaf mengganggu sidang rakyat , tapi kami masih banyak yang harus di siapkan sebelum pertunangan " ucap langit


" Ngit ! " Sahut ilen menatap tajam Langit


" Bolehkan aku membawa ya pergi ? " Seru langit melihat dua orang di hadapannya itu


" Kau siapa ? "


" Aku ? Aa aku tunangannya . putra kepala investigasi antikomunikasi dan anak anjing diktator antikomunikasi " ujar langit yang ternyata mendengar semuanya .


Membuat dua orang di hadapannya itu saling pandang ,


" Kalau kalian belum menemukan pekerjaan , coba melamarlah di tempat ayah ku seperti nya kau cocok "


" Apa katamu , brengsek ! " Menarik kerah langit dan hendak melayangkan pukulan ,


" Ah aku dengan senang hati meladeni mu tapi ... " Ujar langit memeluk pria itu ,


" Lepas ! Minggir "


" Apa kau yakin ingin melakukan ini , lihat dua mobil di sana ? Jika mereka melihat kita bertengkar . Kalian bisa di habisi " ucap langit , yang segera di lihat pria itu dan juga ilen


Pria itu pun panik melepaskan pelukan langit lalu pergi mengajak rekannya itu meninggalkan ilen dan langit .


Ilen menatap langit yang sudah mau melibatkan diri dengan teman-teman aktivis nya ,


" Apakah kita benar-benar sedang di awasi ? " Tanya ilen


" Entahlah . mereka ingin kau memilih gaun sekarang . sebaiknya kita kembali . Memerlukan waktu untuk mengukur baju " Seru langit berlalu kembali ke butik yang kemudian di ikuti ilen .


Sementara di sebrang sudut kota Jakarta daya berjalan keluar dengan kekecewaan mendalam Karena tak bisa mendapat paspor dalam jangka waktu dekat ini . daya menghela nafas menuruni tangga sambil memandangi map berkas-berkas miliknya , " bagaimana kalau aku gagal meninggalkan negara ini karena gak bisa mendapat paspor setelah semua kekacauan ini ? Aku bodoh sekali " Gumam nya berdialog sendiri hingga tak memperhatikan jalan dan tersenggol seseorang sampai membuat mas berkas yang di bawa nya jatuh

__ADS_1


" Oh maafkan aku .."


" Tidak apa-apa -, " sahut daya sambil mengambil mapnya itu tak menoleh dan hendak kembali melanjutkan langkah .


" Eih tunggu . Dayaa " Seru pria itu menghentikan daya yang ternyata Daniel


Tentunya kali ini daya menoleh " Kaa Daniel ? " Sahut daya terkejut dengan dua pupil matanya melebar sempurna


" Kau sedang apa kesini day ? " Tanya Daniel


" Ini , aku datang untuk membuat paspor . Ka Daniel sendiri ? "


" Aku ? Aku kesini untuk mengunjungi teman ku yang berkerja di kementerian


Luar negeri "


Seketika daya teringat akan pembicaraannya di dalam tadi jika ia ingin mendapatkan paspor dengan cara proses yang mudah yaitu dengan syarat ia mengenal orang dalam sana atau salah satu orang dari kementerian luar negeri dan sayangnya tak satupun dari itu yang daya kenal , jangan kan kenal datang ketempat ini saja baru pertama kalinya untuk daya .


" Teman ka dari bekerja di kementerian luar negeri ? " Tanya daya


" He'um " angguk Daniel dengan pandangan tak lepas dari wajah daya


" Kaa , emm boleh daya minta tolong dengan ka Daniel .. "


" Tentu . apa ? "


" Emm begini ka , maaf sebelumnya kalau mungkin daya gak sopan tapi boleh tidak daya minta tolong dengan Kaka untuk bicara dengan teman Kaka itu untuk memberikan kemudahan pada proses pembuatan paspor daya dalam beberapa waktu ini . Soalnya daya kan akan pergi bulan depan .. "


" Ayoo ikutlah denganku day , aku akan membicarakan dengan nya "


Selesai dengan semua urusan , Daniel pun mengajak daya untuk pulang bersama ya .


" Maaf ya ka , daya jadi ngerepotin "


" Tidak perlu merasa begitu day . Kebetulan atau apa kita dapat bertemu di sini ya .. " seru Daniel tersenyum


" tapi aku gak percaya dengan yang namanya kebetulan karena di dunia ini gak ada yang namanya kebetulan bukan day ? "


" Benar sekali , tanpa bantuan Kaka . aku pasti harus merelakan impian ku untuk berstudy di luar negeri "


" Begitukah ? Kalau begitu , seharusnya aku tidak membantu mu . " Sahut Daniel membuat guyonan yang tentunya membuat daya tertawa dan juga Daniel


" Hmm pokoknya , paspor mu akan segera siap . Kau hanya tinggal ajukan saja visamu tepat waktu .. " yang di anggukkan paham oleh daya dengan senyum nya


" Karena untuk itu aku tidak punya teman di kedutaan " beritahu Daniel tersenyum


" Ya Baik terimakasih .. " jawab daya juga dengan senyuman .


" Day , kau mau makan sesuatu ? Kita akan melewati jam makan siang saat tiba nanti "


" Mm boleh kaa .. " sahut daya


" mau makan apa day ? eh ya toko roti yang di depan kita itu rotinya super enak-enak Loh day dan kalau restoran di sebelah nya juga tak kalah enak nya .. " beritahu Daniel


" wah aku seperti sedang mendengarkan Spoiler , " seru daya sambil tersenyum di pandang Daniel

__ADS_1


" Emm aku ikut rekomendasi ka Daniel saja soalnya kedua-duanya tampaknya memang seenak-enak itu "


" Oke . Kau suka roti bukan ? Bagaimana kalau kita membelinya dan makan di mobil "


" Baiklah .. " jawab daya menyetujuinya kemudian Daniel menghentikan mobilnya tepat di depan toko roti .


Sudah ada beberapa roti dan lain sebagainya yang Daniel pilih , " day kau belum memilih sesuatu ? " Tanya Daniel saat melihat daya fokus pada setumpuk biskuit susu yang tak jauh dari tempat berdirinya


" Ini , daya mau yang ini saja " seru daya asal mengambil roti di depannya , lalu mereka pun ke kasir.


" Ka biar daya yang bayar ya , daya yang traktir "


" eay gak usah day . kau mau mempermalukan ku ? Gak , taruh kembali dompet mu , oke "


" Kali ini biar aku yang traktir .. " seru daya sungguh-sungguh


" Eehey kau ini benar-benar , Jangan lakukan ini . Kalau hanya Ini gak cukup dong . jadi kau traktir aku makanan yang lebih mahal " Ucap Daniel tersenyum mengambil dompet daya sekaligus tak mengizinkan daya untuk membayarnya


Mereka pun sudah kembali ke mobil , " ini simpanlahh kembali dompet mu dengan baik day "


" Aku sungguh tidak enak , ka Daniel selalu saja mentraktir ku "


" Tapi aku juga sungguh tak masalah , ini cobalah . salah satu biskuit rekomendasi yang paling enak dari toko mereka day " seru Daniel membukakan biskuit susu , membuat daya tersentak diam memandang biskuit itu . Biskuit kesukaan nya yang membuat penggalan ingatan nya teringat akan perjalanan nya dengan langit saat membawa banyak biskuit susu dan roti susu kesukaannya itu di dalam tasnya . Daniel menatap daya dengan kembali menghentakkan tangannya memberikan biskuit itu


" Ah te-terimakasih .. " sadar daya tersenyum menerima nya kemudian memasukkan kedalam mulutnya


" Bagaimana ? " Tanya Daniel sambil melajukan mobilnya


" Emm enak "


" Hanya itu ? "


Daya menatap Daniel bingung ..


" Biasa saja ya rasanya . Reaksi mu seperti tak terlalu ekpekt "


" Gak ko ini enak , itu makanya saking enaknya sampe-sampe buat daya gak bisa berkata apa-apa lagi selain enakk " seru daya tertawa sambil menggigit kembali biskuit itu ,


" Ka Daniel juga harus cobanya .. "


" Uwah aku sangat penasaran . nanti akan aku coba, karena aku sedang menyetir " ujar Daniel seperti sedang mengkode yang kembali fokus ke arah depan jalan .


" Emm , kalau gitu ini . Biar ka Daniel gak penasaran dengan rasanya " seru daya yang mungkin berpikir ia perlu melakukan ini dan membunuh rasa canggung nya . Daya membukakan biskuit untuk Daniel , tanpa rasa canggung sedikitpun Daniel menghampiri tangan daya dan menggigit biskuit itu .


" Emm kau benar , ini memang enakkk .. " sahut Daniel mengulas senyuman yang begitu bahagia . Sebenarnya bukan hanya bahagia soal rasa biskuit yang enak itu saja tapi juga momen saat ini , ia bersama daya bagai seperti sepasang kekasih yang sedang habis bepergian di akhir pekan .


...β„οΈπŸŒ»...


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun semoga suka yaa β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading all πŸƒ


__ADS_2