Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 44


__ADS_3

Saat akan mengangkat nya untuk meletakan meja- meja itu di luar halaman Fira tampak terlihat terkejut dengan berat meja itu,


" Wahh ! Kenapa berat sekali yaa dari biasanya kalau aku mengangkat ini berduaan" gumam Fira masih berusaha untuk membawa meja itu.


" Euhhh satu , dua , tigaaaaa... " Ucap Fira berusaha mengangkatnya yang hanya sedikit berpindah itu dan mencoba kembali mengatur nafasnya lalu hendak mengangkatnya kembali dengan mengumpulkan tenaga ia bahkan menghitung kembali tapi pada saat hitungan ke tiga secara tiba-tiba ...


" Jika terlalu berat kau bisa membaginya, kenapa nekat membawa sendiri " seru seorang pria tersenyum mengambil alih


" Ka bumii, Bagaimana ... Bagaimana kakak bisa di sini ? " Seru Fira


" Entahlah, aku hanya tak punya kegiatan. Dan mendengarkan perbincangan mu semalam " ujar bumi devandra


" Bukankah aneh jika seorang kakak tidak punya kegiatan.. " ucap Fira


" Apanya yang aneh hah ? " Tanya bumi kenaikan sebelah alisnya


" Fira, apa kamu bisa membantu ibu untuk membawa semua makanan-makanan ... " Seru ibu kepala yayasan melihat Fira lalu bergantian juga dengan bumi,


" Siapa fir ? Apa mungkin ia adalah kekasih mu hah ?" tanya sang ibu kepala yayasan pada Fira


" Bukan ko , ini ka bumi. Ia adalah.. ah ia hanya merupakan kenalan ku " jawab Fira Tersenyum


Ibu kepala pun tersenyum melihat bumi,


" Apa boleh saya ikut membantu Fira dan kegiatan di sini ? " Seru bumi


" Tentu saja, saya sangat senang sekali jika anda memang ingin membantu .. "


Seketika Fira melirik bumi devandra,


" Apa anda bisa membantu untuk mengajak anak-anak segera kesini.. "


" A-ah ya boleh .. " sahut bumi ,


" Apa ka bumi yakin ? Mereka itu banyak. Apa kakak akan baik-baik saja ? " Bisik Fira


" Memang nya kenapa, tenang saja " ujar bumi cukup percaya diri dan pergi ikut dengan ibu kepala yayasan


" Terserah sajalah .. " gumam Fira mengerjakan yang lainnya,


Saat tiba di setiap-tiap kamar, bumi melihat penampakan yang benar-benar super duper ramai dengan para anak-anak yang sedang bermain. Awalnya bumi rada sedikit canggung tapi karena wibawanya akhirnya ia cukup bisa menghendel dan langsung beradaptasi dengan cukup baik,


" haduhh kenapa penyihir tak datanggg ya .. aku ingin sekali memakan permen usai nanti malam.. " ujar seorang anak yang sedikit murung


" Padahal aku sudah menanti-nanti hari ini, untuk memakan permen-permen " sahut lainnya sambil berjalan.


Sedang bumi hanya berjalan mengikuti mereka dari belakang sambil terus mendengarkan pembicaraan anak-anak itu,


Sampai pada akhirnya mereka semua berhamburan duduk di kursi-kursi sebelum memeluk Fira bersama-sama.


Bumi sempat menaikan kedua kelopak matanya melihat respon anak-anak yayasan yang mengerubungi Fira.


" Duduklah.. aku akan membagikan makannya untuk kaliaan, oke. " ujar Fira membantu anak-anak diam di tengah kebisingannya itu,


" Haii semua ! Aku tidak terlambat, bukan. " ujar daya tersenyum menunjukkan tentengan nya yang berisikan permen dan juga ayam goreng madu.


" Yeayy penyihirrr datanggg !! " Seru para anak-anak begitu senang dan riang,


" Dayyy ... " Gumam Fira, Lalu daya tersenyum pada Fira sambil memegang tangannya.


Kemudian anak-anak semua nya pun menyantap makanan nya dengan senang begitu semua sudah mendapatkan ayam goreng madu yang daya bawa dan permen di meja mereka,


Daya masih tersenyum memandang anak-anak itu sebelum akhirnya matanya bertemu dengan keberadaan ka bumi yang tak jauh dari nya tengah berdiri melihat nya.


Daya pun memberikan ayam goreng madu pada nya, " ini untuk kakak, makanlah jangan hanya berdiri saja " seru daya Tersenyum


Bumi sendiri benar-benar tak mengerti bagaimana bisa melihat gadis ini terus memaksa senyumnya di tengah gerutan kesedihan, tapi akhirnya ia pun menerimanya.

__ADS_1


Menjelang selesai daya pun berpamitan duluan,


" Kamu tidak perlu mengantarkan ku kedepan tahu firr " Seru daya berjalan bersamaan dengan fira


" Huyuh aku hanya ingin mengantar mu saja, kau tahu tidak! aku sangat khawatir dengan mu" ujar Fira


Diam-diam pula bumi devandra mendengar percakapan mereka dari dalam mobil yang tak jauh dari mereka.


" Aku baik-baik saja, kenapa mengkhawatirkan ku. "


" Kenapa kau dan langit bisa putus ? " Ucap Fira


" Apa maksudmu, kami hanya berteman jadi bagaimana bisa putus kalau hanya berteman " seru daya


" Kau pikir aku anak kecil hah, yang dengan bodohnya percaya dan tak tahu semuanya "


" Eayy Ayolah kenapa kau terlihat marah"


" Kau tahu day, saat kau bercerita tentang langit. Saat itu aku tahu kau sangat mencintainya, seumur hidupku bersama dengan mu hanya langit lah yang bisa membuat mu seakan menjadi manusia normal dan untuk pertama kalinya aku tahu jika di otak mu tidak cuma hanya ada kerjaan doang. Jadi, aku berharap kau dengan nya bisa menikah. "


" Apa? Menikah? " Seru daya tertawa mendengar ketidakmungkinan itu, memaksa tertawa lebih tepatnya.


" Ya. Jika kau menikah dengan nya, kau juga kan jadi tidak perlu pergi berkuliah ke luar " lirih Fira


Daya terdiam sejenak, " uhhh baiklah. Mungkin aku harus merelakan itu "


" Merelakan apa ? "


" Berkuliah di luar negeri. Karena sebenarnya kau sangat membenci ide ku itukan ! Jadi mungkin aku harus melupakannya"


" Kau sedang meledekku kan ? "


" Aku serius. Aku akan tinggal terus bersama mu, mungkin sampai aku melihat mu menikah "


" Kau yakin tidak mempermainkan ku hah ?! "


" Ehm. Kalau begitu aku pergi ya, maaf tidak bisa ikut merapihkan. karena aku ada janji bertemu dengan seseorang "


" Ouhh astaga sejak kapan kau jadi sedramatis iniii.. " seru daya menepuk bahu sahabatnya itu sebelum akhirnya benar-benar pergi.


❄️


Sementara itu daya kini sudah berada di sebuah resto terduduk diam dengan pandangan kosongnya. Hari ini Daniel ingin bertemu dengan nya, lalu tak lama datanglah Daniel.


" Maaf ya, day. Kamu sudah menunggu lama ? " Seru Daniel duduk dengan nafas yang masih sedikit memburu akibat terburu-buru. yang juga pada akhirnya menyadarkan daya,


" sama sekali tidak, aku juga baru sampai " jawab daya melontarkan senyuman nya


Daniel mengambil tasnya " aku yang meminta bertemu, tapi aku tidak bisa datang tepat waktu karena sesuatu terjadi." Serunya mengeluarkan sebuah map coklat,


" Aku pesan yang sama dengan nya " ucap Daniel pada sang pelayan agak tergesa-gesa


" Kenapa Ka Daniel terburu-buru sekali ? Tenangkan lah diri kakak dahulu " seru daya memberikan segelas air putih di meja pada Daniel yang masih Mengatur nafasnya


" Terimakasih.. " ucap Daniel lalu menenggak nya


Kemudian setelah daya melihat Daniel yang sudah tenang, " lalu ? Kenapa kakak ingin menemui ku ? " Tanya daya masih dengan senyum nya yang di paksakan hadir,


" Day, pengajuan paspor mu sedang di proses lagi. Temanku yang di Kemenlu baru saja mengkonfirmasinya " ucap Daniel Tersenyum, yang justru itu membuat daya menarik senyum di sudut bibirnya


" Ka Daniel tidak perlu mencemaskan keberangkatan ku lagi. Lagi pula, aku tidak akan bisa berangkat tahun ini ... "


" Sebenarnya , aku sudah bertanya-tanya. Ternyata ada cara lain selain beasiswa dari yayasan.. " ujar Daniel mengeluarkan kertas di map coklat,


Daniel pun menunjukkan nya pada daya , " ini juga bukan satu-satunya pilihan ... "


" Bukan seperti itu kak. meski punya paspor, aku masih harus menunggu visa."

__ADS_1


" Jika tidak mau keluar negeri, kamu bisa berkuliah di universitas Semarang atau univ-univ lainnya. Aku akan mendukung mu. Di mulai dengan persiapan ujian ... " Ucap Daniel mencari-cari isi di file kertas yang sedang ia pegang ,


" Kak Daniell.. aku sungguh baik-baik saja " seru daya


" Kamu tidak baik-baik saja " ujar Daniel bergetar


" Aku sudah ikut campur dan ... Karena aku, kamu ... " Serunya kembali


" Aa- Ayolah, berapa kali harus daya katakan ? Ini bukanlah salah ka Daniel. Jika Kaka terus mencoba membantu ku, aku akan semakin merasa tidak enak. " Ujar daya


Daniel menghela nafas, " dayaa .. biarkan aku membantu mu " ucap Daniel,


Daya menundukkan wajahnya...


" Aku tidak tahan lagi. Aku melakukan ini demi menebus apa yang sudah terjadi, jadi bisakah kamu membiarkan ku membantu mu ? " Lirih Daniel menatap daya,


Kini daya yang membalas tatapannya , " kak Daniel sudah memberiku cukup banyak. Meski kakak memberiku lebih, tangan ku sudah penuh. Percayalah, aku baik-baik saja. Jadi jangan cemaskan aku " Ucap daya Tersenyum meyakinkan Daniel jika dirinya memang baik-baik saja dan tak ingin membuat Daniel merasa bersalah


" Kalau begitu aku pamit ya kaa .. " seru daya yang memilih pamit .


***


Flashback ...


Saat Daniel tengah bersibuk mengurus pekerjaan di kantor, tiba-tiba raut wajahnya berubah 180% kala melihat kedatangan devandra.


Devandra tersenyum menatap Daniel,


" Saya kira saya sudah memperjelas bawah kami menolak menerima manajemen gabungan. " Ucap Daniel to the poin


" Aku hanya mencoba membantu. Situasinya sudah berubah sejak kali terakhir, selain industri farmasi central , kau bisa mengatasi farmasi Semarang sendiri ? " Ujar devandra masih dengan begitu santai


" Jika butuh bantuan mu, saya akan memintanya sendiri!. " Ucap Daniel penuh penekanan dingin


" Haruskah aku membuat mu meminta bantuan ku ? "


" Bagaimana dengan bantuan yang di minta adikku ilen ?! "


" Ah itu , ya... Maksud mu temannya yang akan pergi keluar negeri ? Sttt haha kurasa ini bukan saatnya kau mencemaskan perempuan"


Kini gantian Daniel yang tersenyum smirk, " bagaimana saya bisa percaya dan mengikuti mu. Jika kau tidak bisa menepati janji soal satu perempuan saja ? "


" Hmm masalahnya, sebenarnya ini bukan masalah sederhana... "


" Kalau begitu apa manager gabungan itu mudah! " Daniel melangkah kakinya mendekati pada devandra,


" Kepercayaan baru terjalin, saat kedua pihak bisa saling percaya . Tapi kelihatannyaa, kau hanya mencoba memaksa saya percaya padamu saja ! " Ucap Daniel kembali dengan dingin.


Devandra menatap lekat Daniel dengan tersenyum " sepertinya perempuan itu sangat berarti untuk kalian, sampai kau dan adik perempuan mu itu tak menginginkan aku melakukan apapun tentang nya "


" Karena kami tau orang seperti kau itu. Jadi lebih baik kau tepati janji mu dengan adikku ! " Ucap Daniel membuka pintu ruangannya dan melihat devandra,


Devandra hanya tersenyum meresponnya dan keluar dengan sedikit mengangkat sebelah alisnya.


Lalu sesampainya devandra di kantor nya, ia di buat berekspresi datar oleh laporan anak-anak buahnya.


" Unjuk rasa seharusnya berakhir hari ini. Tapi agar tidak terulang lagi, para pemimpin harus ... "


" Masih belum waktunya " ucap devandra lalu mengangkat telpon mendesak. Dan melihat semua anak buahnya yang tengah berdiri di depannya,


" Saya harus pergi ke pusat. Bersiagalah sampai saya kembali dari Jakarta . " Ujar devandra pergi.


End flashback


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


__ADS_2