
Beberapa hari sudah daya jalanin dengan hampa dan menyibukkan dirinya dengan segala pekerjaan hanya agar tak mengingat langit, setiap hari juga ia berjuang untuk terus berjalan meskipun begitu amat menderita merindukan nya.
Ternyata tak hanya daya, langit pun begitu adanya tapi ia juga tak bisa melakukan apapun.
Tanpa mereka sendiri tahu ternyata mereka melakukan ini hanya untuk saling melindungi satu sama lain, daya yang tak ingin langit sampai menderita di apa-apakan oleh devandra sang ayah. yang tak segan-segan akan melakukan hal yang tak elok dengan ancamannya itu, lalu sementara langit yang melindungi daya agar tak terluka akibat tindakan yang akan di lakukan oleh ayahnya serta ia yang menginginkan agar daya juga bisa menjalankan kehidupan nya sesuai keinginannya.
Kini langit tengah berdiri di pinggir jalan berdekatan dengan halte, ia menatap nanar kesembarang arah dengan sesekali menghela nafas amat lelah. Sekilas ia melihat seorang kakek yang tengah mengigit roti susu mentega, yang mana roti itu adalah roti favorit daya. Hal itu semakin membuat langit tersiksa mengingat semua tentang daya karena fakta bahwa ia tak bisa tanpa daya, langit mengalihkan pandangannya sambil merogoh kantong jaket nya dan mengeluarkan beberapa kartu busway.
Ia menatap kartu itu di tangannya tapi sesaat seseorang dengan tergesanya menabrak dirinya yang langsung menaiki busway hingga membuat semua kartu busway itu berhamburan jatuh,
Langit melihat semua kartu-kartu itu berserakan di pinggir jalan sampai busway pergi berangkat ke halte selanjutnya, langit menarik nafas geram mendongakkan kepalanya menatap langit yang berwarna biru purba itu.
Lalu kemudian ia menaiki sebuah taxi dan menyebutkan alamat pada sang sopir, sopir taxi pun melaju menuju tempat tujuan tersebut dengan radio taxi yang menyalah menemani berjalan mereka.
π» Memasuki bulan April yang hangat dan cerah ini mari kita dengarkan lagu yang mungkin ingin kamu bagikan dengan orang yang semanis mentari pagi.
Kemudian lagu pun di putar, yang mana ternyata lagu itu adalah lagu yang langit pinta pada saat di cafe music Semarang saat tengah berkencan dengan daya. Langit kembali mengerutkan dahinya kembali mengingat daya dan kencan pada saat itu yang di mana daya Tersenyum begitu bahagia lalu juga di mana daya bilang jika dirinya tidak menyesal memilih jalan untuk bersama langit dan hari-hari yang mereka lalui . Hal itu membuat Langit berkaca-kaca, ia merasa dadanya amat begitu sesak.
...π§οΈπ§οΈπ§οΈ...
Sedang ilen, ia memutuskan untuk pergi keluar meski hanya sekedar menikmati Kopi di cafe. Ia duduk dengan sambil membaca sebuah berita tentang hiruk pikuk situasi kegagalan ujuk rasa di Jakarta.Tapi setelah pesanan nya sampai, perhatian nya tertuju saat mendengar sekumpulan orang-orang lebih tepatnya mereka adalah para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah berargumen tentang pembatalan demo di Jakarta. Mereka tampak kesal tapi juga tak bisa berbuat lebih,
" Lebih dari 100.000 orang turun ke jalan. Tapi bisa-bisanya mereka menyuruh kita kembali berkuliah. Ah apa yang di pikirkan BEM ? "
" mereka gak mau memberi pemerintah alasan. Kemungkinan pemerintah akan membawa mobil berlapis baja, memang kau tidak takut ?. Sejujurnya, aku lega saat kita di minta bubar "
" aku tidak bilang aku tidak takut. Tapi setakut apapun kita, ada hal-hal yang harus di selesaikan "
" Ya, kau benar dan aku setuju " ujar mereka, lalu salah satu dari mereka berpapasan mata dengan ilen yang sedari tadi memperhatikan dan mendengar mereka,
Ilen yang merasa terpergoki pun langsung mengalihkan pandangannya dengan ponselnya.
" Hei teman-teman, lihat . " Seru wanita di meja sana menyuruh teman-temannya melihat ilen,
Saat pria yang duduk membelakangi ilen pun menoleh ia sedikit terkejut , " ohh ilenn ... Tunggu ileniaa. Itu kamu ? " Seru pria itu membuat ilen menoleh karena namanya di sebut.
" Putra ? " Ujar ilen terkejut karena pria itu juga adalah teman kuliahnya saat di Semarang sebelum ia pindah ke Jakarta,
" Astaga , ilennn ini benar-benar kamu . Sulit ku percaya. Kamu datang untuk berujung rasa di sini kemarin ? " Serunya menghampiri
" Hah ? "
" Wah Jauh-jauh dari Semarang ? Andai saja ada orang seperti nya di BEM, benar kan ? " Ucap putra melihat teman-teman nya
__ADS_1
" Kamu sendirian disini? Kemarin lah duduk dengan kami " ujar nya kembali yang di sambut hangat oleh para teman-teman putra lainnya,
" gak, gapapa. Terimakasih, tapi aku ... "
" Ada apa ? Ah kamu sedang menunggu seseorang ? . Len, ngomong-ngomong apa senior beni kemari bersama mu ? " Tanyanya membuat ilen mendadak diam mengingat apa yang terjadi pada seniornya itu yang gagal ia Lindungi,
" Putra, maafkan aku . Aku harus pergi " ucap ilen buru-buru pergi, keluar cafe. ilen begitu terguncang kala ngingat kembali saat dirinya tak bisa melindungi seniornya itu yang di tangkap oleh para anak buah devandra pertahanan keamanan interograsi antikomunis, matanya berkaca-kaca berlari menyebrang tanpa melihat kiri dan kanan bahkan ia hampir tertabrak dan di teriaki sudah gila oleh orang-orang .
***
Kini hari pun sudah petang, langit tengah terduduk di sofa apartemen sambil melihat jam tangan miliknya. Ia seperti sedang menunggu ilen yang tak ada di rumah,
Setelah dari itu pintu apartemen pun terbuka dan ilen pun masuk dengan lengang, begitu ilen masuk.
Langit bangkit berjalan kearahnya yang tak jauh dari pintu, " kau pulang larut. Aku harus keluar sebentar " ucap langit datar hendak pergi
" Kamu mau kemana ? "
" ada yang harus ku lakukan. " sahut langit ingin segera pergi
" Apa yang harus kamu lakukan ? " Ujar ilen lelah
Kali ini langit menatapnya, " ini masalah pribadi. Jadi minggirlah. "
" Langit devandra. Kamu melakukan ini untuk menghukum ku ? " Seru ilen
" Aku tahu. Kamu menyalahkan ku atas segalanya, itu sebabnya kamu mengabaikan dan menghindari ku ! " Ucap ilen dengan suara sedikit bergetar
Langit menghela nafas, " mari bicara saat aku kembali " ucap langit kembali ingin pergi
" Kenapa ? Apa aku tidak layak untuk di lawan lagi ? Pukul saja aku! . Pukull dan Bersikap sarkatis, membentak, atau marah saja seperti dulu !! " Teriak ilen pecah
" Lalu apa ? Apa gunanya hah ? Apa yang beda ? " Seru langit penuh penekanan
" Shtt apa yang beda ? Kau bilang apa yang berbeda. Lantas ini ? Huh Jika kamu terus menghindari ku seperti ini dan berpura-pura aku tidak ada, apa ini tidak beda hah !! "
" Kapan aku pernah menghindari mu ... "
" Kamu tidak perlu melakukan ini !!! " Teriak ilen tak dapat lagi membendung air matanya
" Aku juga tahu. Aku tahu semuanya salah ku. Aku bertanggungjawab atas hal
yang menimpah mu dan daya, aku tahu betul ... Hiks hiks ini sampai membuat ku gilaa ! Jadi, hina saja aku ... " ucap ilen tak terkontrol
__ADS_1
" ilenn .. " seru langit
" Salahkan aku , marahlah pada ku ! .. "
" Ilennnn !! " Teriak langit menghentikan ilen yang begitu emosi pecah, kini ilen terdiam menatap langit.
" Aku tidak menyalahkan mu atas apapun. Tidak Sekalipun . " Ujar langit dengan jujur, ia memang marah. Tapi dengan situasi dan keadaan yang sangat amat Membuat nya muak .
Di situ ilen menangis saat mendengar langit ,
Langit kembali menghela nafas, " ikutlah denganku. Ada yang ingin kuperkenalkan padamu " seru langit pada ilen .
Yang menghantarkan mereka ke RS pada sosok Ica yang tengah terbaring kritis,
Ilen menatap sosok gadis yang tengah terbaring itu. " Jadi, dia pemimpin pemogokan buruh itu " seru ilen
Langit pun melihat Ica , " aku baru tahu kamu sangat terkenal, Ica. " Ujar langit pada Ica pacar sahabat nya itu
" Jadi, tujuan awalmu ke Semarang dan mengikuti kencan buta itu adalah ... "
" ehm. Dia akan di pindahkan besok, dengan adanya ambulans dan segalanya. Banyak yang harus di persiapkan. "
' wali pasien icaa ' seru seorang perawat
Langit pun menoleh, " tetap di sini, aku akan menandatangani beberapa berkas." Ucap langit meninggalkan ilen,
Perlahan ilen mendekati Ica yang terbaring tak berdaya dengan alat-alat. Ia memandangi tangan mungil Ica,
" Seperti tangan anak-anak ,bukan ? " Seru seorang perawat yang datang memeriksa keadaan ica. Ilen pun menoleh nya,
" Tangan nya sangat kecil hingga terkadang saya kesulitan memasukkan jarum. Saya tidak percaya wanita mungil ini melakukan hal sebesar itu ... "
Ilen beralih kembali menatap Ica,
" Dunia tidak akan pernah berubah, tapi ia mengorbankan dirinya tanpa alasan. Ia seharusnya tahu betapa mengerikannya duniaa " ujar sang perawat yang merasa tak tega melihat Ica.
" Aku yakin dia takut. Itu sebabnya tindakan nya ini makin luar biasa, ia melakukan yang seharusnya. Meskipun ia sendiri takut " Lirih ilen menyentuh tangan Ica. Ia seperti paham apa yang di perjuangkan Ica karena mereka bergerak di dalam bidang yang sama yaitu mendemonstrasikan hak-hak rakyat,
...π§οΈπ§οΈ...
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»