
Di jalan , " kau tidak perlu melakukan itu " ucap daya
" Melakukan apa ? "
" Membuang energi mu untuk meladeni hal seperti itu . "
" Kupastikan energi ku tidak ada yang akan terbuang . Duduklah di sana , bunga-bunga di sana sudah mulai berguguran " seru langit ,
Mereka pun duduk , berteman hembusan angin yang diam-diam menyapa mereka . Daya melihat ke atas kelopak-kelopak bunga bertabuar jatuh tertiup angin , ia tersenyum seperti seorang anak kecil , seperti seakan meletakkan sebentar beban hidup nya .
Langit menoleh nya tanpa memalingkan tatapan nya , " kita harus bertemu lagi Sebelum akhir pekan depan . "
Daya melihat nya , " apa karena aku adalah Putri dari industri farmasi central . Makanya ayah mu meminta mu menikahi ku ? " Lirih daya
" Sejujurnya saat duduk di cafe cofe kala itu . Itu bukan pertama kali aku melihat mu , sebelumnya aku melihat mu juga di depan cafe saat kecelakaan mobil berlangsung . Saat selama aku menunggu ilenia alifpurwanto di dalam cafe . aku berpikir , ' ah masa bodo dengan kencan ini . Seharusnya aku berbicara dan menemui gadis yang tadi ' , tapi selanjutnya kau masuk dan duduk sebagai teman kencan ku . Kamu tidak perlu menjadi ilenia alifpurwanto putri dari industri farmasi central atau siapapun kamu itu, tak akan merubah sama sekali pandangan ku terhadap diri mu . " Ucap langit , membuat daya kembali melihat nya .
" Oh ya kau bilang kau kan lulus dalam ujian tapi kenapa belum juga lulus kalau bukan gagal " Seru daya
" Bukannya aku gagal lulus , tapi aku memilih untuk tidak lulus . "
" Lalu Kenapa gak mau lulus ? "
" Mau tahu alasan nya ? " Di jawab dengan pertanyaan juga dengan langit .
Daya masih melihat ya ..
" Tapi jika aku memberitahukan mu , itu artinya kita sudah dekat ." Ucap langit juga menatap daya ,
Daya perlahan mengangguk ..
Langit mendekatkan wajahnya di telinga daya , " aku sedang mengikuti lomba festival lagu universitas " beritahu langit
" Apa ? "
" Aku tidak akan memenuhi syarat kalau aku sudah lulus . Dan aku hanya bisa masuk karena aku masih pelajar . "
Membuat daya tertawa mendengar alasannya cuma karena hal seperti itu ,
" Jika boleh aku ingin menyayikan lagu untuk mu . Jadi kau mau mendengar lagu ku ? " Sambung langit ,
" Kau menulis nya sendiri ? " Tanya daya
" Ehm .. " angguk langit menanti jawaban daya yang ia tahu sebagai ilen .
" Baiklah kalau begitu , aku mau mendengar nya . " Jawab daya , membuat langit senang.
Mereka pun menghabiskan kencan mereka di bawa taburan kelopak bunga yang berjatuhan ..
***
Kini matahari pun sudah tinggi untuk hari yang cerah di pagi hari ini , daya berkunjung ke rumah ilen karena tak kunjung mendapat kabar sahabat nya itu , daya datang sekalian membawa kembali baju-baju ilen yang ia gunakan untuk kencan .
Ilen di kamar dengan masih kekesalannya pada teman-teman nya itu , " day , aku tuh masih dan lagi kesel banget ! "
" Kesal kenapa ? Kukira kau kenapa-kenapa . Aku mengkhawatirkan mu "
" Para beranda itu merundung ku dan menanyakan bagaimana caranya aku bisa keluar . Padahal mereka tak masalah saat melakukan nya bersama-sama . Benar-benar menjengkelkan , dan kau tahu day. mereka juga membuang makanan yang ku bawa untuk mereka . Kalau emang gak mau terima gak usah menendang hingga berhamburan . Ouh ! " Cerita ilen
__ADS_1
" Ya begitulah sifat asli orang-orang , jika hidup menjadi sulit . Mereka akan berpaling dari kita dan mengutuk keberadaan kita . Jadi jangan biarkan dirimu terpengaruh " ucap daya ,
" Apa yang kau bawa ? " Tanya ilen
" Pakaian mu , blus nya ku pulangkan nanti ya soalnya masih belum kering . "
" Kau menemuinya lagi ? jadi kau pergi menemuinya lagi , Kapan dan bagaimana caranya ? . Tapi aku mengabaikan semua pesan dan juga telpon nya . "
" Aku bertemu dengan nya di jalan . Dan mau tak mau aku pergi menemuinya karena kau tak kunjung menjawab telpon ku ! "
" Maaf , abis aku tuh masih kesel banget day dengan para berandal-berandal itu . Jadi apa ada hal istimewa ? "
" Em aku akan kembali menemuinya . Ia ingin kami bertemu lagi . Tapi masalahnya , ilen aku merasa bersalah karena telah membohonginya " ujar daya
" Tidak perlu . Sudah cukup , aku hanya meminta mu menemui nya Karena untuk membebaskan para beranda itu . " Ucap ilen .
Daya terdiam kala mendengar seruan sahabatnya yang hanya sekedar karena hal keinginan nya membebaskan teman-teman nya ,
" Ah tapi kau tenang saja aku akan tetep membelikan mu tiket pesawat nya ko , sesuai janji . Dan terimakasih ya atas masalah yang kau hadapi untuk ku dayy .."
" Ilennia .. turun lah Sebentar ! " ucap sang ayah
Ilen pun hendak turun ,
" len , aku sekalian pamit pulang juga deh . " Seru daya yang ikut turun bersama ilen .
" Baru juga bentaran di rumah ku day , " gumam ilen dengan daya menuruni tangga ,
" Ilenn cepat lah kesini , pak devandra mengirimkan hadiah berharga ini . " Ujar sang ayah
" Ini di bawa kemari langsung oleh putranya . "
Langit tampak gugup , ia bahkan menghembuskan nafas nya dan menyiapkan senyumannya . lalu saat langit menoleh mendadak senyum di sudut bibirnya berubah begitu datar kala mendapati dua sosok perempuan yang berbeda ,
Tentunya hal yang sama juga terjadi dengan daya dan ilen yang terkejut membulatkan mata mereka , dengan daya yang diam bisu tak bergerak sedikitpun . sementara ilen memundurkan langkahnya beberapa begitu syok .
Langit bangkit berjalan menghampiri mereka dengan menatap ilen yang asli ,
" Kau pasti terkejut karena aku datang tanpa mengabari mu , ilen . " Ucap langit menatap dingin ilen ,
Dan tak lama segera menoleh kan wajahnya berbalik melihat daya yang di samping ilen lalu tersenyum .
Mereka bertiga saling menatap , meskipun tatapan yang sama , tapi hati yang berbeda . Karena hati manusia berbeda-beda .
🍃🍃🍃
Sebelumnya di kediaman keluarga devandra , devandra ayahnya Langit sudah menyiapkan begitu banyak hadiah dan meminta sopir untuk memasukkan semua hadiah-hadiah itu kedalam mobil . Langit yang baru selesai membersihkan diri menghampiri ayahnya ,
" Orang akan mengira ayah sedang melakukan suap. " Seru langit
" Katakan seperti itu . Hari ini adalah hari ulang tahun ayah mertua mu jadi pergilah kesana temuin dia " ucap devandra .
" jangan membuat masalah ! " sambung devandra lagi
Yang saat ini berhasil menghantarkan langit ke kediaman alifpurwanto .
🌻🌻🌻
__ADS_1
" Kenapa kalian berdiri saja . duduklah , " seru alifpurwanto melihat mereka bertiga ,
Tak ada jawaban ..
" Anak-anak ayo duduklah .. " sambung alifpurwanto
Daya sangat merasa canggung , ia berada di situasi yang tak enak " Em Kalau begitu aku pamit dulu .. " serunya pamit dengan ayahnya ilen . ia beranjak pergi tapi ilen menarik lengan baju daya dan menggelengkan lengannya sambil berbicara tanpa kata pada daya .
" Loh Makanlah bersama kami daya . " Ujar alifpurwanto
" Terimakasih tapi keluarga pak alif kan sedang kedatangan tamu , jadi daya pamit saja .. " gumam daya
" Langit , apa kau merasa tidak nyaman jika daya juga makan bersama kita ? " Tanya alifpurwanto
" Ah aku tidak keberatan . Tapi temannya ilen boleh bertindak sesukanya " seru langit melihat daya , mata mereka saling bertemu .
" Kalau begitu , aku permisi pak .. " ucap daya memberikan senyuman nya .
Dan saat itu juga Daniel masuk , ia baru kembali dari kantor nya yang kemudian membeli sebuah cake untuk ayah nya .
" Dayaaa ! Kamu mau kemana ? Makanlah juga bersama kami " ucap Daniel tersenyum melihat daya , ya sejak masuk pusat penglihatan Daniel hanya pada daya .
" Gak ka , sebaiknya aku pergi saja " seru daya dengan senyum ,
" Ayolah , aku sudah membeli kue . Tetep lah di sini dan kita memakannya bersama " pinta Daniel tersenyum menepuk pelan bahu daya dengan tangannya dan membiarkan tangan nya seperti itu . Sedang tangan satunya memegang kue ,
Hal itu di lihat langit dan berhasil membuat langit tak suka ia sedikit menyeringitkan mata .
Daniel yang baru engeh pun langsung menanyakan siapa pria di hadapannya itu , " siapa ini ? " tanya nya
" Ah , Daniel . Kenalkan ini Langit devandra , anaknya pak devandra yang ayah cerita kan Tempo hari " ucap sang ayah alifpurwanto
" Oh pria yang di pacari ilen ? .. " Seru Daniel , membuat ilen merespon dingin perkataan kakaknya .
Sedang langit masih enggan melepaskan pandangannya dari tangan Daniel yang masih juga berada di bahu daya , lalu ia langsung tersenyum mengangkat alisnya dan mengulurkan jabat tangan .
" Langit devandra .. " ucap langit sengaja
Daniel sempat bingung ingin membalas perkenalan jabat tangan itu karena kedua tangannya tak ada yang lenggang hingga akhirnya ia melepaskan tangannya dari bahu daya ,
" Senang bertemu dengan mu , aku Daniel alifpurwanto kakaknya ilen " ujar Daniel memperkenalkan dirinya .
Mereka berdua saling melontarkan senyum , tapi langit sedikit memaksa nya justru . Ia sudah terlanjur tak menyukai Daniel alifpurwanto .
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya 🌻🤗
dukungan kalian yang paling Mimin tunggu , komentar kalian yang buat Mimin semangat . lalu like dan vote kalian sangat berharga buat Mimin . so semoga kalian suka ya ,
# happy reading 🍃
__ADS_1