
Sebelum akhirnya ia kembali fokus memperhatikan jalan hingga langkah nya terhenti saat melihat sesosok pria yang amat begitu familiar , pria yang berhasil memiliki tempat di hatinya itu .
Ya langit tengah berdiri dengan pandangan dingin dan sebatang rokok yang menyala di tangan nya , Pandangan mata mereka pun bertemu . Tapi saat ini pandangan daya melirik lama rokok di tangan langit ,
Langit yang melihat arah pandang daya . langsung menatap rokok yang berada di tangannya itu lalu kemudian menjatuhkan rokok itu dan mengilas nya dengan sepatunya
Langit memalingkan pandangannya ,
" bahkan tak ada seorang pun yang membantu ku hari ini . Untuk menghentikan semua ini " ucap langit
Daya menatapnya ..
Langit pun menoleh melihat sepatu yang di kenakan daya malam ini , yang mana itu adalah sepatu flatshoes pemberian nya saat kencan pertama mereka kala daya menggantikan posisi ilen . Kini langit menatap daya yang juga sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca .
" Kamu baik-baik saja ? " Tanya langit
" Tidak , aku tidak baik-baik saja . Aku tidak mau bulan ini berlalu tanpa mu .. " ujar daya dengan suara bergetar meneteskan air mata , akhirnya memberitahukan isi hatinya yang begitu menyesakkan ia rasa .
Lengkung senyuman terukir di sudut bibir langit mendengar nya , lalu ia melangkahkan kakinya menuju daya dan menggenggam tangan nya . Langit mengeratkan genggamannya dan tersenyum menatap daya kemudian membawa nya pergi mereka berlari kabur meninggalkan tempat itu , ya mereka kabur tanpa rasa cemas dan takut .
Saat mereka tengah berlari kabur , Doni yang masih bimbang saat itu pun akhirnya memilih pergi menghadiri ke acara pertunangan ilen dan langit . Ia sedang segang akan memasuki lobby karena begitu ragu untuk masuk kedalam , lalu ia pun berbalik hendak pergi saja tanpa jadi masuk menemui ilen maupun langit tapi betapa begitu terkejutnya ia saat hendak berbalik . Ia mendapati langit dan daya tengah berlari dengan bergenggaman tangan begitu erat pergi meninggalkan halaman hotel itu .
Lalu sesaat , Daniel yang baru selesai berbicara dengan rekan bisnis pun heran melihat seorang pemuda yang berada di luar itu , " anda tidak masuk ? . kenapa berdiri di luar saja " ucap Daniel menyadarkan Doni dari pandangannya saat itu.
" Ah terimakasih , tapi sepertinya saya harus pergi . " Ujar Doni langsung pergi dengan tak memalingkan pandangannya itu , Daniel pun melihat arah pandang pemuda yang ia ajak bicara itu yang tak lain adalah Doni. dan betapa terkejutnya ia juga saat melihat langit tengah lari dengan daya .
' Bagaimana bisa ? Bukankah seharusnya langit tengah bersama adiknya itu ? dan kenapa ia bisa begitu dekat dengan daya ? . Ada apa ini sebenarnya ? Apa mereka memiliki hubungan diam-diam dari adiknya ? Apa langit mengkhianati adiknya ? Tapi kenapa ? . Jika iya lalu pertunangan ini untuk apa ? ' . Memenuhi isi kepala Daniel saat ini .
Sedang saat ini ilen tengah berdiri sendiri , bahkan celingukan mencari keberadaan langit sedari tadi . Ilen pun melihat keluarga nya dan juga keluarga langit tengah berterimakasih dengan para tamu yang sudah mulai berpamitan satu persatu , ilen dengan jenuhnya memilih menyibak gorden niat hati ingin melihat suasana lain tapi yang ia lihat justru pemandangan pria yang tengah ia cari yang sedang berlarian keluar diri tadi gedung ini bersama sahabatnya . Bahkan ilen dapat melihat senyuman di wajah mereka berdua .
" Ilenn sayang .. " seru sang ibu menghampiri ilen yang membuat ilen tersentak menoleh kemudian segera menutup rapat gorden itu .
" Tamu kita akan pergi . Di mana langit ? " Ujar sang ibu
" Iya , ayah tidak melihatnya sejak tadi . Apa dia sakit ? " Tanya sang ayah menghampiri nya juga ,
" Aku menyuruh nya pulang .. "
" Apa maksudmu menyuruhnya pulang Len ? " Ucap sang ayah alifpurwanto
" Dia . Dia tidak enak badan sejak pagi ini , jadi ilen menyuruhnya pulang dan beristirahat " seru ilen membuat alasannya ,
Hal itu terdengar oleh devandra yang saat ini menyeringai matanya sambil mencari sosok sang putra .
" Astaga . Tetap saja bagaimana bisa-bisa nya ia pergi ? , Yang benar saja sayang " ujar sang istri melirik ke alifpurwanto suaminya .
Ilen hanya memberikan senyum kecut dan kesalnya ,
***
Saat ini acara sudah berlangsung selesai , ilen pulang bersama mobil kakaknya Daniel . Ilen bahkan tak banyak bicara saat ini , ia mendadak begitu menjadi pendiam .
" Ada apa dengan langit ? " Ujar Daniel sambil mengemudikan mobilnya
__ADS_1
" Hah ? Itu .. ah ku rasa ia terserang flu " jawab ilen berbohong dengan logis
" Ehm begitu rupanya . Tapi bagaimana bisa daya juga batuk seharian . Kebetulan seperti itu yaa " ujar Daniel menyinggung nya
Ilen mendadak kikuk , " mungkin itu karena pergantian musim . Ya sepertinya begitu " sahut nya
" Apa daya bicara sesuatu dengan mu ? . di sana sangat ramai . Aku tidak menyadari kepergian daya . Ia sudah pamit menemui mu ? "
" Kami berdua sangat sibuk . Jadi , kurasa daya pergi diam-diam . Lagi pula kakak kan tahu daya tidak suka mengganggu orang lain " ucap ilen agar membuat kakaknya tak mencurigakan apapun apa lagi ilen merasa jika kakaknya itu seperti sedang mengintrogasi nya .
" Ilen .. " panggil sang Kaka
" Apa ? "
" Kamu hebat hari ini " ujar Daniel setengah tersenyum memberi pujian untuk adiknya itu
" Emm terimakasih .. " sahut ilen membalas dengan ulasan senyumnya yang sedikit lelah .
...❄️❄️❄️...
Sementara di sebrang ujung gang sana tepatnya gang rumah indekos daya , langit mengantarkan daya . Mereka saling berhadapan ,
" ah kenapa aku tidak boleh mengantar mu pulang sampai depan gerbang ? " Seru langit
" ini kan sudah dekat dari rumah ku , lagi pula aku tidak mau ... "
" Kau tidak mau Dilla dan Fira melihat kita
" Baiklah . Hmm apa kegiatan mu esok ?"
" besok ? Besok aku harus bekerja setelah dari yayasan "
" Kalau begitu , aku akan menjadwalkan
kelas mengajariku besok malam . Agar aku bisa bertemu dengan mu saat kamu
Pulang kerja .. "
Daya hanya tersenyum sumringah ,
" Ah bagaimana kalau kamu berikan saja jadwal kerja mu ? . Biar aku bisa menjadwalkan kencan kita "
" Bolehh , tapi haruskah sampai seperti itu .. " seru daya sambil tersenyum Membuat langit pun ikut tertawa
" Uhff astaga , malam ini sepertinya akan menjadi malam yang panjang untukku karena akan merindukanmu " ujar langit , memajukan langkah nya dan mendekat Ke wajah daya yang hanya tinggal beberapa inci saja seperti hendak mencium . Refleks daya segera memundurkan wajahnya dengan ekspresi menggemaskan.
Langit tersenyum , " boleh aku membawa ini ? Agar aku merasa kau selalu bersama ku " seru langit memegang anting daya ,
Daya yang malu karena salah tanggep pun menunduk wajahnya sambil melepas satu anting nya dan memberikan nya pada langit . Yang memandang anting itu di tangannya ,
" Lalu bagaimana dengan ku ? Apa kau tidak akan memberikan sesuatu juga pada ku ? " Seru daya
" Tidak ada yang bisa aku berikan pada mu . Emm haruskah aku mencabut kancing lengan baju tangan ku ? " Ucap langit tersenyum membuka kancing tangannya , tapi daya kemudian menarik pelan sebuah Dasih putih di leher langit .
__ADS_1
" Aku akan mengambil ini . " Lirih daya memegang Dasih itu , lalu kemudian mereka saling pandang-pandangan . Bahkan saat ini langit perlahan kembali mendekatkan wajahnya melihat bibir daya , saat langit hendak lebih mendekatkan wajahnya .
" Uwahhh .. aduh mata ku ! Mata ku ternodaii ! " Teriak Fira membuat langit dan daya langsung menoleh nya . Bahkan langit mendadak kikuk melihat Fira ,
" Sorry mengganggu kalian , tapi ini jalan umum loh . " seru Fira Tersenyum
" Ahh yaa " sahut langit
" Sebaiknya aku pulang sekarang . " Ujar daya yang juga canggung memberikan jas langit yang melekat sepanjang jalan di tubuhnya dan melangkah pergi .
" Ah iya , ya . Kalau begitu sampai jumpa besok day . Aku juga akan pergi " ucap langit dengan Fira ,
Fira pun sedikit berlari mengejar daya ,
" jadi , apa yang sudah terjadi hah ? " Seru Fira menyenggol baru daya
" Bagaimana dia bisa bersama mu ? " Ujar nya lagi
Daya mengulas senyum nya yang terukir begitu saja ,
" Jangan bilang . Apa pertunangan nya di batalkan ? "
" Tidak .. " jawab daya
" Lalu bagaimana ia bisa dengan an mu hah ? "
" Aku mencoba menyembunyikan perasaan ku seolah aku tak sama sekali merasa masalah menyaksikan semua ini bahkan saat memintanya bertunangan dengan ilen , tapi ternyata aku salah . Aku merasa sangat tersiksa melihat mereka berjalan beriringan di depan ku untuk bertunangan , lalu mendengar semua orang yang terkesima dengan kecocokan mereka membuat ku begitu tersiksa hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari sana karena tak ada yang bisa ku lakukan juga . Tapi ternyata aku menemui langit di halaman gedung , kau tahu kan fir . Aku yang meminta langit bertunangan dengan ilen dan ia mengabulkan permintaan ku itu . Tapi aku jugalah yang tak mampu baik-baik saja sampai akhir hingga akhirnya aku mengungkapkan nya . Lalu saat itu ia mengajak ku lari dari sana "
" Akhirnyaa , jadi udah ada yang resmi berpacaran nih yee " ujar fira
Daya tersenyum , " mungkin setelah kami kembali pergi berkencan . Dengan aku sebagai Dayana atharik "
" Ahh selamat yaa ! Aku senang akhirnya kau melakukan apa yang diri mu inginkan . Alih-alih tidak seperti robot yang seolah tak memiliki perasaan , " gandeng Fira
" jadi buatkan aku mie nyemek mu yang enak itu , karena ikut senang aku jadinya laper " ujar Fira
" Eleh , emang ajah kau itu minta gratisan ! "
" ih gak boleh berprasangka buruk loh day ! " Sanggah Fira
" Iyalah , aku akan membuatkan nya " sahut daya
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun ☺️🌻👋
# happy reading 🍃
__ADS_1