Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 57


__ADS_3

Sedang di kediaman keluarga devandra, Nita istri devandra tengah berdiri khawatir dengan keadaan di luar karena pasalnya ia terus saja mendengar suara tembakan.


" Apa yang kau lakukan hah ? " Ujar devandra yang baru saja pulang


" Oh, kau sudah pulang. Sebenarnya apa yang terjadi di luar ? Aku terus mendengar suara tembakan. " Seru sang istri yang tak dapat jawaban apapun dari devandra suaminya itu,


" Ah ya. Tadi alifpurwanto menelpon ku, ia bilang jika putra sulung mereka di tangkap. " Beritahu sang istri


" Apa ? Siapa yang di tangkap? " Ucap devandra


" Daniel, kakaknya ilen. Aku belum tahu pasti, tapi bisakah kau memeriksa apakah dia benar-benar di Tangkap ? "


" Aih merepotkan sekali. Katakan aku akan memeriksa nya " Ucap devandra datar


" Tapi sebenarnya apa yang terjadi ? Orang-orang menelpon seharian, meminta ku mencari orang. "


" Kamu tidak perlu tahu. Tetaplah tinggal di rumah untuk saat ini " ucap devandra membuat sang istri diam memalingkan wajahnya,


" Ngomong-ngomong ... apa langit menelpon? " Ujar devandra


" Belum . " Jawab sang istri


" Kamu sebaiknya menanyakan kabarnya dahulu, jangan diam saja hanya karena dia tidak menelepon " ucap devandra yang kali ini di tatap balik


"Kenapa kamu tidak bertanya tentang bumi ?"


"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu hah ? "


" bumi juga putra mu. Sudah berhari-hari dia tidak pulang. Kamu tidak mencemaskan nya?"


"Kamu pikir aku punya waktu untuk mencemaskan anak itu? Tidak usah cerewet. Ah bilang dengan nya jika dia ingin aku mencemaskan nya, ia harus mendengarkan ku. Bukan bergerak berlawanan arah dengan ku ! " ucap devandra


"Ayah tidak perlu khawatir. Aku tak butuh kau cemaskan. " Sahut bumi yang baru saja datang menatap sang ayah, yang juga di lihat dingin oleh sang ayah


" Katakan di mana gadis itu ?! " Ujar bumi


" Begini cara mu bicara dengan ayah mu." Ucap devandra


" Itu ayah kan. Lepaskan gadis itu " ucap bumi


Kini devandra tersenyum smirk, " Urus anak itu " Serunya dingin hendak pergi melihat sang istri


" Apa kau tidak malu? Berada di belakang ini. Melakukan semua itu ! Tidakkah memalukan menjadi anjing diktator militer " ucap bumi


' plak ' satu tamparan keras mendarat di wajah bumi,


" Cih ! " Umpat bumi mengelap ujung bibirnya


" Bumi ! Jaga ucapan mu dengan ayah mu ! " Ujar sang ibu terkejut


" Kenapa ? Semua itu benar adanya." Seru bumi cuek masih melihat devandra sang ayah


" Bumi ! Hentikan. " Seru sang ibu


" Bagaimana bisa jika manusia melakukan ini semua? Melakukan kekejian dengan melibatkan semua orang ! Ah lupa kalau kau itu iblis bukan manusia" ucap bumi pada sang ayah


" hentikan !! Ibu bilang hentikan bumi !! " Teriak sang ibu

__ADS_1


" Kau tahu apa tentang dunia. dan jangan lupa jika aku selalu berada selangkah di depan mu. Seperti nya kau salah membesarkan nya! " Ujar devandra melirik istrinya itu dan pergi


" Ck jangan mengira aku seperti langit yang bisa ayah ancam dengan mudah. Dan satu lagi Ibu sudah mengurus ku sendiri dengan sangat baik. " Ucap bumi sebelum akhirnya sang ayah menghilang dari pandangannya.


" Kenapa bicara mu seperti itu bumi ?. Ibu mohon jangan seperti itu " pinta sang ibu mengompres wajah anaknya itu.


***


Setibanya ambulans yang di tumpangi Langit dan yang lain di RS. Beberapa para medis langsung segera membawa mereka untuk di tangani, begitu juga langit yang membantu merebahkan anak perempuan dengan luka tembak itu di ranjang. Sedang daya masih terpaku diam melamun dengan mata yang berkaca-kaca karena tidak menemukan keberadaan dan keadaan adiknya juga sahabat nya.


lalu langit menatap nya Lirih...


" Kalian berdua baik-baik saja ? Senior adikmu menelpon tadi. " Ujar Maya menghampiri mereka


" Katanya dia kembali ke kamp pelatihan dengan selamat, ka Fira juga. " Beritahu Maya kembali yang kali ini membuat daya menolehnya dan dapat bernafas tapi seketika tubuhnya lemas ingin terjatuh. Dengan cepat langit menangkap nya lalu mendekapnya.


Dalam dekapan langit daya menangis menumpahkan tangisannya. Langit dengan lembut menepuk-nepuk punggung daya,


Begitu daya tenangan, ia di membawa langit ke ruang istirahat. kini Daya sedang terduduk diam tertunduk memegang pelipis kepalanya.


Langit pun kembali, " day.. " panggil nya menghampiri dan memberikan sepasang sepatu berbeda saat di jalan tadi yang merupakan sepatu milik adiknya dan juga Fira.


Dengan masih lunglai daya menatapnya nanar,


Langit terdiam duduk di sampingnya...


" Ngit, kamu benar. Aku munafik. Tadi, di gang itu begitu aku memeriksa wajah anak dan perempuan yang terluka itu. Aku merasa lega karena bukan daynila dan juga Fira. Mereka mungkin anak seseorang dan adik seseorang, tapi pada saat itu aku pun merasa lega. " Lirih daya


" Apa itu salah? " Seru langit melihat daya yang juga tengah menoleh nya,


" Aku juga merasa lega tiap kali melihat bukan kamu yang terluka. Apakah salah jika mengharapkan orang yang kamu sayangi tetap aman? Kalau begitu, aku akan menjadi orang jahat saja. " Ujar langit


" Uhf karena orang baik selalu menyesali kesalahan mereka. Sementara orang jahat tidak merasakan apapun. Jadi, orang yang benar-benar munafik tidak akan pernah menganggap dirinya munafik. " Beritahu langit.


" Aku sengaja tidak memberitahu mu soal daynila dan Fira. Karena aku tahu kamu tidak akan membiarkan ku pergi. "


" Tindakan mu benar. Jika tahu itu karena mereka, Aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi. Karena aku yang akan pergi sendiri"


" Tapi kenapa? Kamu boleh berada dalam bahaya, tapi aku tidak ? " Tanya daya


" Karena aku tidak punya apa-apa lagi. Meskipun sesuatu terjadi pada ku, kamu masih memiliki daynila, Fira dan juga keluarga mu. tapi jika aku kehilanganmu, aku tidak punya apa-apa lagi. Jadi, mulai sekarang andalkan saja aku dalam melakukan hal berbahaya. Aku tidak memerintahkan mu, aku memohon dengan tulus." Seru langit tersenyum, yang di anggukkan oleh daya. Langit pun memeluk daya sambil menepuk lembut bahunya.


🌧️🌧️🌧️


Malam pun tiba, dengan keadaan yang cukup semakin mencekam. Karena kini para mahasiswa aktivis pun melakukan gerakan bersenjata diam-diam dengan senapan yang berhasil mereka curi dari Markas tentara.


Hal itu membuat ilen menentangnya, bukan semata-mata tapi karena dengan itu bukankah sama saja seperti mereka akan berperang dengan para tentara yang bersenjata komplit dan itu akan membuat keadaan semakin tambah buruk,


" Jadi maksud mu kita akan diam saja melihat mereka membantai dan menembaki para warga sipil? Apa menembaki para warga sipil itu sesuai hukum? Lalu apa menentangnya melanggar hukum hah !. Apa hukum yang berlaku? Hukum di buat agar rakyat di lindungi ! "


Ilen terdiam,


" Lakukan saja apa yang harus kau lakukan. Dan gua akan melakukan hal yang menurut gua benar. " Ucap nya lalu pergi setelah sudah selesai memberikan semua senapan.


Sementara itu malam ini juga devandra yang saat ini tengah menelpon menanyakan keberadaan Daniel. di buat geram oleh rekan petinggi angkatan militer yang baru saja masuk ruangan nya.


" Telpon dari siapa itu? " Tanya nya

__ADS_1


" Ah itu, para perusuh merampok gudang senjata lagi. "


" Apa semua berjalan sesuai rencana. Kenapa kau tampak sangat khawatir? " Ucap pria berbaju tentara itu duduk di meja devandra dengan menggeser pelakat jabatan devandra yang berada di meja.


Devandra menatap nya dingin,


" Apa karena putra mu? "


" Putraku? Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba membahas putra ku " Tanya devandra


" Tidak. Maksud ku bukankah putra mu yang bungsu pernah di tangkap selagi membantu para komunis? Dan tampaknya, sepertinya putra sulung mu pun terlibat dengan para perusuh itu " ucap nya mengejek devandra


" Ah itu ... Jika yang kau maksud penangkapan nya karena merawat tersangka, itu hanya kesalah pahaman. Karena putra bungsu ku adalah seorang mahasiswa kedokteran. Maka dari itu mereka langsung membebaskannya. Dan tentang bumi putra sulung ku, ku pastikan itu pun hanya kebetulan saja berada di sana. " Seru devandra


" Hmm jadi, mereka berada di tempat dan waktu yang salah. Kalau begitu aku lega. Tapi kau tahu... kedua Putra mu di mana sekarang? " Ujar pria berseragam tentang itu dengan tersenyum mengejek devandra


" Putraku Langit tengah berada di Jakarta


Ia baru saja pindah bersama tunangannya. Sedangkan putra sulung ku bumi tentu nya tengah berada di rumah setelah selesai dengan pekerjaannya. "


" Ah kau yakin? "


" Kau datang kesini hanya untuk mengawasi ku? " Ucap devandra


Pria itu kembali tersenyum smirk ," aku mengatakan ini untuk berjaga-jaga. Pastikan kedua putramu tidak terlibat masalah. Jika mereka terjebak di tempat yang salah lagi di saat kritis ini, itu pasti akan tampak merugikan. " Ucap petinggi pemimpin angkatan darat militer itu lalu pergi.


Usai kepergian nya devandra segera menghubungi kedua putranya nya itu, tapi tak mendapatkan jawaban dari keduanya. Hal itu membuat devandra marah dengan melempar semua barang yang berada di meja nya.


" Berandal ini... " Umpat devandra emosi akan kedua putranya, devandra pun meminta anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan kedua putranya saat ini.


Lalu kemudian Devandra pun meninggalkan ruangannya, ia pergi ketempat di mana para warga sipil di tangkap dan di bantai oleh para tentara. Tak lama dua tentara telah membawa Daniel putra sulung dari alifpurwanto kehadapan nya dengan sudah babak belur.


" Terimakasih. " Ucap devandra pada dua tentara yang kini kembali pergi,


Daniel yang tak bisa berdiri tegak melihat kearah devandra.


" Lihatlah, saya datang untuk membantumu. saya tidak akan membantu mu dua kali. Jadi, berhati-hatilah. Ngomong-ngomong, kamu tahu di mana adikmu? Saya tidak bisa menghubungkan ya. " Ucap devandra


Daniel dengan cepat mengeleng, ia berbohong pura-pura tidak mengetahuinya karena tidak ingin adiknya kenapa-kenapa oleh devandra.


" Ada mobil yang menunggu di luar, jadi keluarlah dan jaga dirimu " ucap devandra pergi


" Tunggu, tolong bebaskan yang lainnya juga. Mereka semua tidak bersalah tapi di seret kemari, setidaknya yang terluka atau anak-anak ... " Lirih Daniel dengan keadaan lemah


Bukannya menjawab devandra justru mendorong Daniel dengan keras dan mencekiknya dengan kencang penuh emosi, hal itu tentunya membuat Daniel tercekak dengan membuka kedua mulutnya.


" Berhentilah mengoceh dan jalanin hidup


yang tenang. Saya menahan diri untuk tidak mengurung seisi keluarga mu ke penjara. " Ucap devandra melepaskan tangannya dari leher Daniel yang sudah merasa sesak dan wajah yang memerah karena hampir tak ada udara yang masuk. Daniel tersungkur jatuh dengan keadaan yang tak berdaya.


Devandra pun membersihkan tangan nya lalu pergi.


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


# happy reading all πŸƒ


__ADS_2