Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 28


__ADS_3

Pagi harinya daya tampak begitu pucat , hujan semalam membuatnya sedikit demam tapi itu tak menghalangi daya yang sudah rapih akan bekerja .


" Day , mending izin dulu deh tuh lihat muka mu pucat . Kamu tuh demam " seru Fira memegang kening daya


" Aku gapapa fir , gak ko . Aku gak demam " lirih daya kini yang memegang keningnya


" Ih kau tuh ya day . Udah deh day , Kau sendiri saja sedang sakit bagaimana bisa seseorang yang sakit dapat merawat pasien si ."


" Fir , aku gak .. "


" Ah percuma juga aku membujuk mu , kau itu tetap si keras kepala . " Sahut Fira memotong perkataan daya yang sudah amat ia tahu ,


Daya menyinggung senyum kecil ..


" Oh ya day , aku mendengar nya soal pertunangan mereka . Ya meskipun berita itu emang udah tersebar luas di mana-mana . Apa kau akan menghadiri nya ? "


" He'um " angguk tanpa ekspresi ,


" Aku tidak percaya ! Kenapa kau masih bisa datang ke pertunangan itu . Jangan menjadi orang bodoh daya hanya untuk membuat keadaan seseorang baik , kau juga berhak bahagia . jangan membohongi hati mu sendiri day . Aku tahu kau tidak baik-baik saja dengan pertunangan ini . "


" Aku pergi .. " seru daya meninggalkan Fira , yang berdecak kesal menghela nafas .


...❄️...


Sore hari ini daya tampak cantik dengan setelan gaun berwarna peach pastel yang di berikan Daniel dan rambut yang di gerai , ia menutup pintu lalu berjalan keluar dengan sesekali di selingi batuk tak enak badan . Wajahnya memang tak terlalu pucat seperti pagi karena sengaja di beri sedikit polesan make up olehnya meskipun ia tampak begitu lemas .


" Wah kau serius akan pergi ? " Ujar Fira yang baru saja kembali dari kampus dengan tas ranselnya itu . Daya menoleh nya ,


" Kau sungguh akan menghadiri pesta pertunangan itu day ? " Seru Fira kembali


" Bukankah ilen akan merasa sedih jika tak ada seorang teman pun yang menghadiri hari nya ini . Lagi pula aku juga perlu memberikan ini padanya " ucap daya membawa map coklat yang berisi surat deklarasi demokrasi yang Doni berikan pada nya malam itu .


" Kau memikirkan nya , apa dia memikirkan mu ? . Ia bahkan tidak memikirkan perasaan mu sama sekali day . Sahabat macam apa "


Daya memilih mengabaikan perkataan Fira ,


" Apa kau tidak ingin ikut dengan ku fir ? "


" cih gak deh makasih banget . aku bisa mati karena muak melihatnya "


" Baiklah , aku pergi dulu ya " ucap daya berlalu


" Jaga diri mu dan minumlah obat juga ! " Teriak Fira .


Di loby hotel ternama tempat di mana pertunangan ilen dan langit akan berlangsung sudah di penuhi banyak tamu orang-orang ternama dari kedua belah pihak keluarga , bahkan karangan bunga ucapan selamat sudah berjejer memenuhi deretan luar dan ruangan hotel ternama itu .


Ilen tengah terduduk dengan pandangan meratapi lantai di sebuah ruangan . Ia begitu anggun dengan gaun putih lengkap dengan hiasan di rambutnya ,


Tok .. tok .. pintu ruangan tersebut di ketuk , ilen pun meliriknya dengan lesu .


Lalu pintu itu di buka , ilen langsung berdiri setelah melihat siapa yang datang ,


" Kau di sini rupanya " seru daya tersenyum menutup pintu itu lalu menghampiri ilen


" Dayaa .. " lirih ilen sedikit berkaca-kaca


" eayy Hei . Jangan menangis nanti riasan mu rusak ihh " ujar daya masih tersenyum

__ADS_1


" Oh ya omong-omong ... Ini " seru daya memberikan map coklat itu pada ilen ,


Ilen pun membuka lipatan selembar kertas yang sudah begitu lusuh penuh dengan lem solasi di sana-sini itu .


" Maafkan aku , seharusnya aku mengurusnya dengan lebih baik . Tapi Semuanya jadi hancur " seru daya meminta maaf karena surat itu yang rusak karena ibunya malam itu .


Ilen membacanya , " ini ... " gumam ilen


" Itu dari Doni , dia bilang kamu harus melihat hasil kerja kerasmu " beritahu daya


Ilen melihat daya dengan mencoba menahan kesedihannya ,


Lalu pintu ruang itu pun di buka seorang pelayan hotel , " maaf nona . Acara pertunangan nya akan segera di mulai , mohon bersiaplah " ujar sang pelayan .


" kalau begitu sampai ketemu di depan ya " seru daya tersenyum menggenggam tangan ilen sebelum ia berbalik pergi dengan senyuman yang kembali hilang ,


Kini ilen tak dapat Lagi menahan mata nya yang sudah berkaca-kaca tadi , ia pun menitikkan air matanya sungguh merasa tak enak dengan daya tapi ia juga tak punya pilihan karena keluarganya nomor satu .


Acara pun sudah di buka dengan MC acara pertunangan itu dan para orang-orang pun sudah memberikan sambutan mereka , sedang daya berjalan bingung mencari bangku kosong untuk ia duduki .


" Day , di sini . Duduklah di sini " seru Daniel menggandeng daya membawanya duduk bergabung di satu meja dengan keluarga alifpurwanto


Sebelum duduk daya pun menundukkan kepalanya sopan menyapa paman alifpurwanto dan juga bibi alifpurwanto .


' kami merasa terhormat , menyambut kalian semua sebagai tamu kami di hari bahagia ini . Sekarang kita akan mulai acara pertunangan putra bungsu pak devandra , langit devandra dan putri sulung dari pak alifpurwanto , ilennia alifpurwanto . ' ujar sang MC yang di beri tepukan tangan meriah oleh para tamu .


' sekarang saatnya , mari kita menyambut sang pasangan calon pempelai pengantin . Dan berilah tepuk tangan meriah untuk calon pempelai pengantin kitaa ! ' seru kembali sang MC begitu bersemangat .


Tepukan tangan meriah kembali tersaji , semua tamu tersenyum menantikan sang calon pempelai . Kecuali daya saat ini , ia hanya menyunggingkan senyuman kecil di sudut bibirnya karena bukankah ia harus melakukan nya .


Begitu pintu ruangan di buka , langit dan ilen berjalan beriringan dengan ilen yang menggandeng lengan langit . Mereka terlihat begitu serasih berjalan melewati para tamu yang terkesima dengan mereka berdua , langit berjalan dengan begitu datar menatap lurus tanpa menoleh kearah mana pun . Ia tampak begitu dingin .


Setelah menyematkan cincin di jari manis ilen , devandra meminta putranya langit dan juga ilen untuk ikut serta dengan nya menyambut tamu-tamu penting nya .


Semua para tamu sedang menikmati jamuan hidangan , " pak , ini putra ku . Ia ingin berterimakasih " seru devandra mengenalkan langit


Langit pun tersenyum menyambut hormat ,


" Selamat yaa " ucap tamu sang ayah


" Terimakasih banyak " Sahut langit sopan menyambut jabat tangan .


" Ini adalah putri pemilik farmasi central Semarang " ujar devandra memperkenalkan ilen yang sekarang sebagai calon menantunya


Ilen pun terdiam sopan berdiri di samping langit ,


" Begitu rupanya . Ah kalian begitu cocok , tampan dan cantik . "


langit dan ilen memberikan senyumnya .


" Kalau begitu selamat menikmati makanannya pak , kami permisi " seru devandra memberikan senyum nya yang justru tak cocok menghiasi wajah nya itu .


Daya dapat mendengar semua perbincangan itu karena meja yang ia duduk tak jauh dari tempat di mana langit dan ilen berdiri , daya hanya diam mendengar perbincangan itu .


" Langit , kemarilah .. " untuk devandra . Langit pun mengikuti sang ayah tanpa ekspresi . Sedang ilen melihat daya tengah terduduk diam sendiri tanpa menyantap hidangan yang ada di hadapannya .


Ya daya memang hanya mengaduk-aduk hidangan di hadapannya itu yang masih sangat utuh dengan pandangan kosong nya ,

__ADS_1


" boleh aku bergabung . " tentunya menyadarkan daya yang segera menoleh


" Apa aku mengganggu mu makan day ? " Seru Daniel bergabung duduk di samping daya


Daya tersenyum , " eng ... Uhuk-uhuk .. " daya terbatuk menutup mulutnya ,


" Engga ko kaa .. ehum " sahut masih meletakkan tangannya menutupi mulutnya lalu tangan satunya hendak mengambil air mineral yang habis .


" Oh , kau mau air lagi ? " Ujar Daniel hendak memanggil pelayan tapi di halang daya ,


" Gak perlu repot ka . biar daya ambil sendiri saja . " Tolak daya


" Kaka silahkan bicaralah dengan tamu Kaka , daya permisi dulu " seru daya bangkit membawa gelasnya yang kosong.


Saat daya sedang berjalan mengambil air mineral , tiba-tiba saja ia di tabrak oleh seorang laki-laki berjas yang tak sengaja menumpahkan minuman yang berada di tangannya itu di lengan bajunya ,


Daya melihat noda wine di lengan bajunya .


" Oh , maaf nona .. " ujar pria itu datar


Daya yang pendek pun mendongakkan wajahnya melihat pria itu , karena pria berjas itu tampak begitu tinggi bagi daya yang terlihat pendek di hadapannya .


" Tidak apa-apa . Seharusnya aku tidak muncul dari belakang tuan " ujar daya tampak tak masalah berlalu pergi ,


Pria itu sedikit menyeringitkan dahinya , bukan tanpa sebab . Ia merasa aneh saja dengan gadis di depannya yang tak sama sekali masalah dengan apa yang terjadi . Tidak seperti yang lain yang mungkin akan sangat murka jika mengalami kejadian ini , mereka pasti akan rame dan riuh meminta ganti rugi Ataupun sebagainya yang tentunya akan membuat pusing kepala bumi devandra .


Usai sepeninggal daya , bumi menoleh kepergian nya . " Ia bilang tak apa , tapi kenapa wajahnya begitu terlihat sedih . " Ujar bumi berlalu tak perduli masa bodo ,


Daya pun mengambil tasnya dan pergi ke toilet untuk membersihkan noda di pergelangan bajunya itu . Ia meletakkan tasnya di depan wastafel dan mulai mengucek-ucek pelan noda pada pergelangan tangannya ,


Lalu datanglah segeng an ibu-ibu heboh ulalala-ulala yang gemar sekali berghibah ,


" astaga pengantin pria nya sangat tampann .. " ujar nya hebohh riah memuji


" Si pengantin wanita tidak butuh hadiah pernikahan ! "


" Benar sekali .. "


" Ilennia gadis yang beruntung . Sang pria tampan , lebih lagi ia adalah seorang dokter "


" Justru akan aneh jika mereka tak menikah lebih awal . Mereka juga serasih , lihat lah yang satu putra dari orang ternama pak devandra dan yang wanita nya juga putri ternama industri farmasi central Semarang . Sama-sama orang terpandang "


Daya tampak diam membisu mendengar ghibahan ibu-ibu rempong yang tampak menampar daya dengan statusnya itu .


" Ahh dia benar-benar sangat tampan .. " ujar ibu-ibu itu lalu pergi setelah selesai mencuci tangan mereka ,


Daya menghela nafas , melangkah pergi keluar meninggalkan hotel itu . Ia berjalan luntang dengan memandang kebawah menunduk menatap setiap langkah kaki nya . " kenapa rasanya semakin sakit ya , aku tak suka tapi tak ada yang bisa ku perbuat juga " lirih daya mencoba menutupi kesedihannya .


Sebelum akhirnya ia kembali fokus memperhatikan jalan hingga langkah nya terhenti saat melihat sesosok pria yang amat begitu familiar , pria yang berhasil memiliki tempat di hatinya itu .


***


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun ☺️🌻


# happy reading πŸƒ


__ADS_2