Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 24


__ADS_3

Langit pulang membuka pintu pagar rumah nya , lenggang berlalu tanpa memperhatikan sekeliling .


" Kau sudah pulang ? " Ucap devandra sang ayah yang sedang duduk di halaman depan rumah ,


" Oo ayah mengagetkan . " Seru langit yang menoleh ke sumber suara itu dan menghampiri duduk . Devandra menggeser sebungkus rokok di meja pada langit ,


" Ayah sedang menguji ku ? Aku sudah benar-benar berhenti . " Ujar langit yang di lirik ayahnya kemudian menghisap nya roko itu


" koreknya ? " Ucap devandra


Langit pun pura-pura mencarinya di saku bajunya dan kantong celananya tapi ka kunjung mendapatkan , jelas karena pemantik itu sudah ia buang kala pembukaan kantor Daniel . Lalu memberikan pematik kayu yang ia ambil dari cafe musik yang sering ia kunjungi .


" Di mana pematik yang ayah berikan waktu itu ? " Ucap devandra


" Aku yakin ada di sekitar sini tapi di mana ya .. " lirih langit masih pura-pura mencarinya


" pakai ini juga bisa , mau kunyalahkan ? " Seru langit . Devandra pun mengambil pematik kayu itu .


" Cafe musik .. sepertinya kau juga menyukai musik " gumam devandra membaca pematik itu lalu melihat langit .


" Ayah tahu bagaimana ibu ku . Aku mewarisi sifatnya " ujar langit


" Melihat perbuatanmu hari ini , itu mungkin tidak benar . Ayah senang kamu


Memutuskan untuk bertunangan , itu bagus " ucap devandra


" Itu bukan apa-apa . " Sahut langit berpura-pura tak masalah , " Kalau begitu aku masuk kedalam dulu " seru nya bangkit pergi


" Kau masih bisa terus menemui wanita lain bahkan setelah menikah .. maksud ayah , jangan mengacaukan kesempatan


Sekali seumur hidup hanya karena emosi sepele . " Ucap sang ayah membuat Langit tak terlalu senang mendengarnya ,


" seperti ibuku ? . " Seru langit dingin lalu sesaat tersenyum mengambil pematik kayunya , " selamat malam ayah . " Ucapnya .


...❄️...


Keesokan harinya daya sudah begitu rapih kembali menatap cermin dengan seberkas file-file di tangan nya yang ia kemas di map . Pagi ini ia akan pergi ke Jakarta mengurus beberapa keperluan untuk paspor nya ,


" Udah rapih dan cantik ko . Kau sudah akan pergi day ? " seru Fira


" He'um .. akan sangat menyenangkan jika kau bisa pergi menemani ku juga " ujar daya


" Aku si mau menemani mu day tapi maaf dengan berat hati aku tak bisa . hari ini kami sibuk mengkompromikan deklarasi aksi demokrasi " lirih Fira


" Ka daya , Kaka mau pergi kemana dengan polesan make up yang cantik seperti ini ? " Teriak Dilla yang akan sarapan


" Aku akan kejakarta "


" Jakarta ? Uwahh Boleh aku ikut bersama mu ka ? Boleh yaa . Aku ingin sekali kesana , sangat ! " mohon pinta Dilla


" hei ! Kau itu kan sedang ujian Dil ." ujar Fira


" Alah aku kan bisa ikut ujian susulan , gimana boleh kan ka daya , ya ? " Seru Dilla masih memohon


" Gak ! . kalau kau tidak sedang ujian aku akan mengajak mu , tapi Ujian mu jauh lebih penting . "


" Ayolah ka daya .. " ujar Dilla


" lupakan saja . aku jalan dulu yaa .. " ucap daya lalu pergi


" Ishh .. nyebelin , gak pengertian " dumel Dilla menunjukkan kekesalannya dan kesedihan nya.


" Udah deh Dil lagian emang bener ko ujian mu itu lebih penting . Lagi pula mau apa si kamu ke Jakarta ? "


" gak ada yang ngertiin aku ! " Ucap Dilla kesal menggendol ransel nya


" Eh mau ke mana ? Sarapan nya dill .. " ujar Fira


" Udah gak laper ! " Sahut Dilla melesat pergi

__ADS_1


" Ayah mu menitipkan kamu sama aku dan daya jadi jangan aneh-aneh dill " teriak Fira , meskipun Fira dan daya tidak memiliki kontek hubungan keluarga tapi Dilla bagi mereka sudah seperti adik mereka .


Sedang langit tengah berdiri depan gerbang kediaman keluarga alifpurwanto dengan wajah dingin dan tangan di lipat di dada , terkadang ia juga ngedumel karena tak kunjung mendapati ilen yang keluar . Tak lama pintu gerbang itu pun terbuka , langit segera menoleh nya dan hendak ingin memaki karena sudah menunggu lama tapi sayangnya yang keluar adalah Daniel .


" Oh langit , kenapa berdiri di sini ? masuklah saja . Ilen mungkin masih agak lama " ujar Daniel


" Tidak apa-apa . Anda akan pergi ? "


" Ah ya . aku akan ke Jakarta hari ini , kudengar kau akan membeli persiapan


Tunangan kalian "


" Ehm .. " jawab langit singkat


" seseorang akan ikut kalian mengurus nya juga . Jadi , kau tidak perlu khawatir " seru Daniel sedikit mengerutkan alisnya lalu menepuk pundak langit sebelum ia pamit pergi meninggalkan langit ,


" Mengurus kami ? " Gumam langit . dan kemudian keluar lah ilen ,


" Apa perlu selama itu ! " Seru langit pada ilen


" Oh nak langit maaf ya lama , yuk kita jalan . " Ujar ibu ilen keluar juga , yang berarti juga calon ibu mertuanya langit kedepannya .


Langit melihat ilen dan meliriknya meminta jawaban atas apa yang baru saja ia dengar ,


" Loh kenapa malah lihat-lihat gitu . Ayo kita jalan , banyak yang harus di lihat bukan " seru nyoya alifpurwanto


" Bu , Kita bisa melakukan nya sendiri jadi ibu tidak perlu ikut " seru ilen


" Kalian bisa apa , biar ibu pergi bersama kalian . Ayooo naik " ujar nyoya alifpurwanto . Yang akhirnya membawa mereka pergi kesebuah toko perhiasan .


Langit dan ilen berdiri bersebrangan , dengan Langit yang benar-benar enggan melakukan ini .


" Ilen , cobalah ini .. cantik bukan sayang " seru sang ibu menunjukkan kalung yang agak sedikit berdesain kuno seperti milik kleopatra ,


" Astaga ibu .. ini seperti baru menggali nya dari tanah ? . Tidak bisakah kita memilih Sesuatu yang sederhana ya? " Protes ilen


" Langit , lihatlah .. bagaimana menurut mu ? " panggil calon ibu mertuanya itu . Yang langit toleh dengan senyuman pura-pura nya di sudut bibir . Sambil melihat kalung itu di leher ilen


" Kurasa aku melihat itu di pemakaman kuno ... " Ujar langit membuat senyum di wajah calon mertuanya berubah menatapnya , sementara ilen mengulas senyum mendengar penilaian yang benar adanya .


" Ah maksud ku , kalung itu terlihat seperti anggota keluarga kerajaan . " sambung langit melarat perkatanya yang melihat perubahan wajah calon mertuanya itu .


" Oh menurut mu begitu ? Bagus kan . Sekarang mari pilih punya mu .. " seru sang calon ibu mertua ,


" Cincin ini , ini bagus kan ? " Memakainya nya pada langit.


" Aa ini agak tampak seperti .. " tolak langit membukanya


" Astaga , sungguh luar biasa . Bahkan selera kalian yang pemilih sangat mirip ! "


" Ibu , maka dari itu . Bagaimana jika ibu


Pulang sekarang ? Kami akan memilih


nya sendiri yang bagus sesuai selera kami "


" Betul , ibu kan juga harus memiliki baju untuk ibu sendiri " sahut langit yang merasa tak nyaman


" Tidak usah mengkhawatirkan ibu , ibu gak butuh baju baru ko . Baju ibu banyak "


Langit menghela nafas dan melirik ilen memintanya untuk membujuk ibunya pergi .


" Mana boleh seperti itu Bu , ibu harus tampil yang cantik di hari pertunangan ku juga . Jadi ibu harus pergi membeli baju yang baru yaa " ujar ilen membawa ibunya keluar menaiki mobil ,


" Pak tolong antarkan ibu yaa , bye ibu . Sampai jumpa di rumah " seru ilen pada ibunya .


Lalu ia kembali kedalam dan melihat langit ,


" pilih saja sesuka mu . Terserah " ucap langit tak antusias

__ADS_1


" Ish . Mba tolong berikan yang sederhana saja ya " pinta ilen .


Selesai dari toko perhiasan mereka pun beranjak ke sebuah butik , yang tak jauh dari sekitar toko perhiasan itu . Mereka di sambut hangat oleh pegawai butik .


" silahkan , Anda bisa menemukan style an pria di lantai bawah dan gaun wanita di lantai dua " seru sang pegawai butik ramah


" mari silahkan di lihat-lihat dan beritahu saya jika ingin mencoba sesuatu tuan dan nona .. " ujar sang pegawai


Dari luar kaca butik seorang wanita muda tengah memperhatikan mereka tanpa celah sedikitpun , pandangan wanita itu tak percaya dengan apa yang tengah di lihatnya saat ini kemudian wanita itu pun pergi .


" Terimakasih " sahut ilen , lalu melihat-lihat jas bergabung dengan langit


" Apa yang sedang kau lakukan ? " Ucap langit melihat ilen di sampingnya tengah memilah-milah jas


" Aku tengah melihat-lihat . " Sahut ilen menoleh langit


" Pilihlah gaun mu sendiri . Aa jangan bilang , kau berpikir kita akan saling memilih pakaian satu sama lain .. " ucap langit dingin


Tak ada jawaban dari ilen ,


" Baiklah , mintalah daya untuk membujuk ku lagi . Siapa tahu aku menuruti nya lagi ! " Ujar langit datar nyelekit


" Jangan konyol ! Untuk apa aku memilihkan style an untuk mu . " Membuat ilen kesal tak suka dengan kata-kata langit yang nyelekit


" Lalu kenapa masih di sini , naiklah " seru langit


" Kau memang brengsek . " Umpat ilen pelan lalu pergi ,


" Aku akan datang lagi besok bersama kakak ku " ucap ilen pada sang pegawai sebelum ia keluar butik


" Baik nona .. " sahut sang pegawai .


Langit menghela nafas dan kembali melihat-lihat jas nya .


Di tempat markas temu aktivis Semarang tengah heboh mendapati berita tentang pertunangan ilen dengan langit devandra seorang putra investigasi antikomunis , tentunya itu bukan berita yang menyenangkan bagi rekan-rekan sesama aktivis yang bergerak bareng ilen . Karena bagaimana mungkin seseorang yang selama ini mereka percayai tanpa keraguan sedikitpun ternyata memiliki hubungan dengan seorang anak kepala investigasi antikomunikasi yang begitu amat di benci oleh para aktivis-aktivis ,


" Ada apa ? Apa terjadi sesuatu lagi ? " Seru Doni yang baru tiba melihat raut kemarahan teman-temannya


" Baca ini . " Ucap salah satu pria di sana


Doni pun melihat nya , " ilen akan bertunangan dengan langit ? " Gumam Doni membacanya


" Pria itu adalah anak dari devandra bedebah brengsek kepala investigasi antikomunikasi , benar ? "


" Sudah aku duga ada yang salah . Saat senior di tangkap , kita tahu senior sangat lihai . Ilen pasti mata-mata . Aku baru saja melihatnya tengah asik memiliki pakaian di butik depan " sahut wanita yang usai melihat ilen dan langit tadi di butik


" Aish jaga bicaramu , itu tuduhan tidak mendasar " ucap Doni


" kau masih membela ilen ? . Yang lain juga sudah melihatnya Don " ucap pria itu


" Kau bicara Begitu karena tak menyukai ilen . Kesampingkan lah perasaan pribadi mu itu , kau benar menggebu-gebu karena punya alasan yang jelas untuk membencinya "


" Gak ada yang lebih bersemangat dari pada ilen sekarang , aku baru saja menjadi saksi nya di butik " ujar wanita tadi


" Ck biar aku juga melihatnya sendiri " seru pria itu ,


" apa kau ingin melihatnya juga Don ! " Ucapnya sinis melihat Doni .


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€— . dukungan dari kalian sangat berarti untuk Mimin 🌻


# happy reading πŸƒ

__ADS_1


__ADS_2