Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 4


__ADS_3

Di sebrang sana , " ilenia alifpurwanto . Keluar lah " seru polisi membuka pintu sel ,


malam tadi khususnya ilen bersama teman-teman aktivis nya terciduk polisi mengenai aksinya yang menyelinap masuk pabrik orang untuk mencetak selembaran yang membuat mereka berakhir di tahan polisi , dan seperti biasa tiap kali ilen membuat masalah pasti dengan cepat ayahnya yang akan turun tangan ,


Ilen pun keluar , sebelum keluar ia melihat nasib teman-teman nya . " Bagaimana dengan yang lain ? " Ujar ilen .


" Ah kau beruntung karena kau orang kaya , jadi jaga tingkah mu nak . " Seru sang polisi membawa ilen


" Lepas . Lepaskan aku , kalau kalian tidak mengeluarkan teman-teman ku juga . Maka kalau begitu biarkan aku menetap di sana bersama mereka ! " Ucap ilen menentang ,


" Cukup ilen . " Seru ayah ilen datang menghentikan anaknya itu , ilen pun melihatnya . Lalu akhirnya sang ayah berhasil membawa ilen keluar pergi .


Di kediamannya , " mau sampai kapan kau seperti ini Len ? Kau sudah keterlaluan . membawa geng mu memasuki pabrik orang lain . Ayah tidak membesarkan mu untuk ini ilen ! " Seru alifpurwanto


" Aku tidak meminta ayah membesarkan ku . Aku bisa mengurus diri ku sendiri " sahut ilen


" Bagaimana caranya ? Dengan terus membuat masalah dan berakhir di dalam penjara ! . Kau tidak boleh pergi keluar kemana pun meninggalkan rumah ini " Ucap sang ayah marah dengan putri semata wayangnya itu lalu pergi ,


Ilen menangis kesal ...


***


Di sebuah cafe daya tengah terduduk bersama Fira temannya , " day , nona muda mu kembali di tangkap . " Gumam pelan Fira memberitahu daya


" Apa ? Di tangkap ?! " Ucap daya keras terkejut , membuat semua orang yang berada di sana menoleh nya .


" Sttt .. pelankan suara mu " seru Fira ,


" semua di tangkap yang pergi mencetak selembaran malam tadi . " ucap Fira


" Lalu bagaimana dengan ilen sekarang ? "


" Seperti bisa , ayahnya sudah membebaskan nya . "


" Uhf .. " membuat daya lega


" Ah ya aku sudah mendengar dari pak kepala kalau kau akan pergi bulan depan ke Jerman nya " seru Fira tersenyum


" Huyuh entahlah fir , aku masih bingung . Kau kan tahu tiket pesawat kesana itu mahal sekali , uang ku tak cukup " ujar daya


" Hei Dayana . Kesempatan itu datangnya cuma sekali loh ! Bagaimana jika tahun depan kau tak dapat rekomendasi lagi hah . kenapa gak minta bantuan dengan nona muda mu itu si ! " Ujar Fira memberi saran daya untuk meminjam uang dengan ilen .


" Uhf nggak deh fir . Aku tak enak ngomong nya dengan ilen , mungkin aku akan mencobanya lagi tahun depan ajah . " Lirih daya

__ADS_1


" Apa salahnya si cuma ngomong dengan nya . Itu juga gak akan merusak harga diri mu ko day . Pikirkan impian mu ini yang sudah ada di depan mata mu Dayana ! " Greget Fira , membuat daya bingung .


Menjelang sore kemalam hari , ilen benar-benar bete berada di rumah sepanjang hari tanpa tahu kabar teman-teman nya itu . Ia akhirnya keluar kamar dan menemui ayahnya yang baru saja pulang dari acara pertemuan .


" Ayah , apa ayah ingin melihat putri ayah ini mati karena rasa bersalahnya dengan teman-temannya itu . " Seru ilen , yang tak ada hirauan dari ayahnya


" Tolong bebaskan mereka juga ayah . Aku mohon " pinta ilen tak bisa menyembunyikan kesedihannya itu , membuat sang ayah (alifpurwanto) mengingat pembicaraan nya di pertemuan tadi dengan devandra tentang keinginan devandra untuk menikahkan anak-anak mereka .


" Ayah akan membebaskan mereka , tapi dengan syarat . "


" Apapun itu , yang penting ayah segera bebaskan mereka . "


" Pergilah berkencan dengan putra nya devandra " syarat dari ayahnya


" Apa ! yang benar saja ayah . Ayah tau kan devandra itu siapa . Bagaimana bisa ayah melakukan ini pada ku ! " Protes ilen yang benar-benar tak suka mendengar syarat ayahnya itu lalu pergi naik keatas kamarnya .


Kini daya sudah berada di kamar ilen , setelah ia selesaikan shif kerjanya . Daya dengan telaten mendengarkan ilen yang uring-uringan tentang apa yang menimpanya dan syarat gak masuk akal yang ayahnya berikan.


" Mau bagaimana lagi , cuma itu kan kata mu cara agar teman-teman mu di bebaskan .. "


" Tapi day , kenapa harus putranya devandra si . Kenapa harus putra seorang penjahat ! "


" Terus mau bagaimana Len ? "


" Lalu kenapa ? Kau hanya perlu pergi dan duduklah sebentar dengan nya lalu tolak dia "


" Gimanaa nanti kalau teman-teman ku tahu , bisa-bisa mereka tak akan mempercayai ku lagi . Apa kata mereka day .. " rengek ilen ,


" oh iya , tadi katanya ada yang juga ingin kau sampai ? " Gumam ilen melihat daya


" Emm sebenarnya aku gak enak kasih kabar baik ini di saat kau sedang seperti ini " seru daya memberikan selembar surat konfirmasi beasiswa nya .


" Apa ini ? " Seru ilen membaca surat itu dan seketika ekspresinya berubah ,


" Aahh dayyy , selamat yaa ! Wah aku benar-benar kagum dengan mu . kau bekerja dan juga belajar itu tuh gak mudah " seru ilen memberikan jempol


" Terimakasihh yaa .. " ujar daya tersenyum


" Kapan kau berangkat ? "


" sebulan lagi .. "


" sebulan lagi ? Tapi bukannya kata mu kau masih harus mengumpulkan uang setahun lagi "

__ADS_1


" I- iyah , sebenarnya beasiswa itu sudah selesai di tanggung pihak yayasan . ta- tapi masalahnya adalah tik..tiket pesawat nya " seru daya sedikit canggung ,


" Tapi tiket penerbangan sangat mahal sekali .. dari mana kau mendapatkan semua uang itu dalam waktu dekat " gumam ilen mengelus tengku lehernya


" Emm day , aku bisa minta ayah ku untuk .. "


" Jangan , gak Len . gak usah , seharusnya aku diem ajah . Aku akan cari cara lain ajah . Kau jangan khawatir .. " ujar daya memaksa senyumnya . Ia merasa tak enak dan tak mau membebani ,


" Oh ya jadi gimana tentang kencan mu besok ? " Seru daya mengganti topik pembicaraan agar seakan tak terlalu masalah dengan pembicaraan nya tadi .


Ilen terdiam seakan tengah berpikir , tapi mendadak ia tersenyum . " Ah Day aku dapat ide yang sangat cemerlang nih ! " Ucap ilen senang bukan main menjelentikan jarinya menatap daya ,


" Apa ? " Seru daya mengangkat kedua alisnya .


" Begini bagaimana kalau kau yang pergi menggantikan ku untuk kencan besok dan sebagai imbalannya aku akan memberikan mu tiket penerbangan . Bagus kan ide ku ? " Ujar ilen


" Kau bicara omong kosong ya . Jangan aneh-aneh deh Len " sanggah daya


" Dengarkan baik-baik . Kau hanya perlu menemuinya 3 kali day dan jika di pertemuan pertama dia mencamkkan mu itu artinya kau tidak perlu menemuinya lagi , ini tidak akan ketahuan karena kita tak saling mengenal satu sama lain . jadi tak ada yang mencurigai . lalu setelah itu aku akan memberikan mu tiket penerbangan ke Jerman . Pikirkan baik-baik day , Ini sangat menguntungkan untuk kita kan ? Kau membantuku dan aku pun membantu mu , hanya cukup seperti itu ! " Ujar ilen


Membuat daya bingung atas ide dan penawaran sahabat ya itu ,


" Ayolah kita sama-sama saling membantu di keadaan Sulit seperti ini .. " Ucap ilen .


" yaa day ? ayo dong dayyy .. " sambung ilen lagi .


" entah lah ini tapi aku rasa terlalu beresiko gak si len "


" gak ko day kalau kita main rapih . kau tenang ajah biar aku yang mengatur ini dan kau tinggal mengikuti instruksi ku menjalankan nya . tolong pikiran dengan baik-baik dayy " ucap ilen menyakinkan daya .


-


-


-


-


***


jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻 .


semoga novel kedua ku ini berkenaan di hati kalian yaa ❤️ dan mohon maaf jika terjadi typo-typo 🙃

__ADS_1


# happy reading 🍃


__ADS_2