
Menjelang pertengahan sore daya menghubungi ilen , " halo Len , Apa kau hari ini punya waktu ? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu "
" Apa si langit devandra mengganggu mu day ? "
" Gak ko Len .. "
" Ah bagus lah kalau gitu day . Hari ini aku punya waktu ko , kalau gitu datanglah kerumah ku saja ya setelah shif mu selesai . " ujar ilen menutup panggilan nya dan bergabung dengan kakaknya yang tengah bersibuk dengan pekerjaan nya di ruang santai sambil menikmati teh dan juga cemilan .
" Siapa ? " Tanya Daniel sang kakak
" Daya , ia mau kesini . Kakak gak ke kantor ? " Seru ilen sambil memakan cemilan
" Ibu meminta kakak untuk tinggal di rumah karena katanya ada hal yang mau di bicarakan setelah sekembalinya ia dari rumah teman-teman nya "
" Uhf apa mengenai hal yang serius ?. "
" Paling-paling membahas soal pernikahan mu yang tampak begitu nyata di depan mata "
" Ishh apaan si ka , aku tidak mau menikah . "
" Apa kalian bertengkar ? Ouh pasangan ini "
" kalau begitu aku akan pergi menemui daya di luar saja , "
" kenapa ? Di sini saja lagi pula banyak sediaan makanan juga di rumah ." ujar Daniel seakan tak ingin jika adiknya itu justru menemui daya di luar . Dengan kata lain Daniel seakan ingin melihat daya jika ia menemui ilen di rumah .
Tiba-tiba pula asisten rumah tangga mereka tampak marah-marah mengangkat telpon yang terus saja berdering ,
" Bi , siapa ? " Tanya Daniel
" Oh itu loh den , dari tadi orang terus-terusan saja telpon salah sambung bilang kalau ia dari penerbitan buku "
" Penerbit buku ! " Seru ilen mendadak kikuk dan panik sampai-sampai menumpahkan teh nya yang habis basah mengguyur kertas-kertas kerja Daniel .
" Hei-hei ilen , ada apa ? " Tanya Daniel melihat adiknya itu
" Ka , aku harus segera pergi . " Ujar ilen ,
" Tapi kemana ? Bukankah kau ada janji dengan daya "
" suruh daya menunggu ku saja di kamar , aku akan pergi dulu yaa . " Ucap ilen panik mengambil isi dompet kakaknya itu lalu pergi dengan cepat
" Tapi ilennn .. ilennnn .. " ujar Daniel yang tak sama sekali di hiraukan ilen .
Tak lama sang ibu pun kembali dan duduk di samping Daniel menggeser laptop dan juga semua kertas-kertas bekas pekerjaan putranya itu ,
Daniel bingung , " apa meski menggeser semua ini Bu . Bukankah ibu hanya akan bicara "
" Nah lihat ini . " Ujar sang ibu mengeluarkan beberapa foto gadis di meja
" Maksud nya apa bu . Ada apa dengan foto-foto ini "
" Apa lagi , pilihan salah satu dari mereka . Kau itu juga harus menikah Daniel usia mu sudah memasuki 30 th , kalau bisa sebelum adik mu "
" Tidak harus seperti itu , Daniel tidak masalah dengan itu biarkan lah ilen menikah lebih dulu . "
__ADS_1
Sang ibu tampak terkejut mendengar sang putra , " apa kata orang nanti . Mereka pasti akan membicarakan keluarga kita di belakang kalau mendapati kau tak kunjung menikah di usia segini . Jadi cepatlah pilih , lihat ini ia adalah putri dari perusahaan interior berusia 24 th . Lalu ini ia adalah anak pertama dari keluarga ardigan kalau ia berusia 27 th sangat elegan kan dan yang ini .. "
" Oh stop Bu . ibu tidak perlu seperti ini , Daniel bisa mengurus diri sendiri jadi tidak perlu melakukan hal ini ! Aku sungguh tidak tertarik dengan kencan buta . "
(...)
" maaf , permisi .. ilen meminta aku untuk .. " seru daya yang di suruh masuk dengan bibi art ilen . Menghentikan sejenak cekcok nyonya alifpurwanto dengan Daniel .
" Oh daya . ilen nya sedang pergi keluar tadi , tapi ia meminta mu untuk menunggu nya saja di kamar " seru Daniel
" Aa gitu ya , kalau gitu daya pulang lagi saja deh ka .. Tante " gumam daya yang sejujurnya rada tak enak dan menggangu , apa lagi daya samar-samar mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.
" Eh daya tunggu sebentar , kemarin lah Tante mau minta tolong dengan mu .. " pinta nyonya alifpurwanto
" Kemarilah cepat daya , bisa kah kau melihat ini dengan Tante . Karena wanita lebih pandai menilai wanita , jadi Tante minta tolong untuk kau juga melihatnya .."
" Aish melihat apa . Hentikan Bu ! " Ujar Daniel
Daya masih berdiri kaku dengan wajah yang sedikit canggung pula ,
" Daya ayo dong sini duduk .. " seru nyonya alifpurwanto. Lalu daya pun mengidap jalan pelan duduk bergabung .
" Lihat ini , menurut kamu mana kandidat yang terbaik nya ? " ujar nyonya alifpurwanto sudah menjejerkan banyak beberapa foto perempuan dan juga menjelaskan info mendetail tentang wanita-wanita di dalam foto itu . Dengan Daya yang memperhatikan setiap foto itu sambil mendengar nya ,
Daniel benar-benar geram melihat ibunya ,
" Ah ibuuu ! " Ucap Daniel
Sang ibu pun tampak menjadi sedih , " kamu pikir siapa yang kamu teriakin Daniel . " Lirih Seru sang ibu
" Bukan begitu maksud Daniel Bu , Daniel hanya .. "
" Bu . Daniel bisa mengurus diri Daniel sendiri .. "
" jadi kamu gak butuh ibu lagi . Baiklah kalau begitu dan itu mau mu ! " Rajuk nyonya alifpurwanto pergi ,
" Ah bu-bukan be-begitu buuu .. " teriak Daniel . Yang sudah mendapati sang ibu pergi ke kamarnya .
Daniel membuang nafas kasar . " maaf ya day jadi menempatkan mu di suasana seperti ini " seru Daniel
" Itu karena tante alifpurwanto melakukan nya demi mencarikan Kakak pasangan sempurna . Dann mereka tampak seperti kandidat hebat .. " ujar daya Melihat kembali foto-foto di meja itu , Yang langsung di membereskan oleh Daniel .
" Aku yakin , ibu kakak pasti mengalami banyak kesulitan . Karena Kakak sangat pemilih " seru daya
" Aih tidak , aku tidak pemilih . Hanya saja aku tidak suka kencan buta . Tidak ada yang bisa menemukan belahan jiwa berdasarkan perjodohhan konyol " gumam Daniel
Daya melihat Daniel , " aku juga akan coba melihat-lihat . Ada banyakk gadis di sekitar ku siapa tahu ada yang masuk kriteria Kaka , memang nya seperti apa tipe ideal Kaka ? "
Daniel pun menoleh daya dan menatap nya
" seseorang yang seperti bunga liar , seseorang yang tidak pernah merelakan impiannya sesulit apapun itu dan tidak pernah mengeluh karena harus mengabdikan dirinya pada keluarganya . Orang kuat yang tidak mau di manja . "
Cukup membuat daya terdiam mendengar nya ..
Yaa semua kriteria itu mengarah ke daya , ciri-ciri itu adalah semua kriteria daya . Dengan kata lain Daniel seperti sedang menyatakan perasaannya secara tidak langsung ,
__ADS_1
" Itu seperti diri kaka hehe .. Kaka mencari tipe wanita yang sama seperti Kaka ya . Hmm tapi akan sangat sulit menemukan orang semacam itu hehe " sahut daya tertawa lebih tepatnya menghadirkan tawa agar tak terlalu aneh di antara mereka dan dengan Daniel yang masih menatap daya .
Daniel yang canggung pun hanya juga melemparkan tawa ,
' apa pernyataan ku kurang spesifik . Hingga membuatnya tak sadar jika itu adalah dirinya ' batin Daniel di tengah tawanya .
***
Sore hari di ruangan kediaman pak yoga , di mana langit dan Dilla tengah terduduk tapi sambil menikmati sebuah lagu bahkan sambil memejamkan mata begitu hanyut dalam lagu yang di putar mereka bukannya belajar . Tiba-tiba pula langit melontarkan pertanyaan ,
" jadi siapa penyanyi kesukaannya daya ?"
" Em entah , tapi mungkin penyanyi asal dari negeri ginseng sana "
" hmm dia suka penyanyi sana , terus kalau cemilan kesukaan nya apa ? "
" Biskuit susu dan roti keju .. "
" Biskuit susu dan roti keju , " ulang langit sambil tersenyum senang dan menanyakan berbagai hal pula tentang daya .
Dilla pun membuka matanya melihat langit di samping nya " tapi apa hubungannya dengan matematika ? " Tanya Dilla
Auto kelagapan tapi langit adalah langit yang punya seribu kata untuk menjawab , " itu adalah langkah yang di perlukan untuk mengetahui pola belajar mu . Dulu tutor mu adalah daya kan ? , Jika tidak tahu mengenai masa lalu mu . Kamu tidak akan pernah maju "
" Dilla , aku punya impian baru . Di mana jika aku menang dalam penghargaan festival lagu universitas . Aku ingin lagu ku di putar oleh mu yang kau produksi di masa depan "
" Ka langit .. " gumam Dilla membayangkan jika ia adalah sang produser musik ,
" Bagaimana menurut mu , maukah kau membantuku meraih nya ? "
" Kalau begitu , maukah kakak juga membantu ku meraih impian ku ? . Dan bisakah Kakak mengajak ku keliling Jakarta pada liburan sekolah ? Lalu tunjukan stasiun penyiaran universitas Ka langit ! "
Langit cukup heran dengan banyaknya impian Dilla , hingga ia mendengar bunyi pintu depan terbuka lalu menghadirkan sebuah senyum di sudut bibirnya .
" Boleh . Jika kamu berjanji akan mengerjakan semua pr yang aku berikan , "
" Janji , aku janjiii .. " sahut Dilla setuju , lalu langit pun memberikan nya setelah halaman di buku yang lumayan cukup tebal itu .
" Kaka ingin aku menjawab semua pertanyaan ini ?
" Ya , jika kamu mulai mengerjakan nya dari sekarang kamu mungkin akan selesai dalam dua hari ini . Kamu pasti bisaa ! " Teriak langit memberikan semangat pada Dilla yang ragu jika ia bisa mengejar kan nya .
" Dilla kau pasti bisaa ! " Ujar langit lagi
" Pasti bisaa ! Yuk bisaaaa yuk ! " Sahut Dilla menyemangati dirinya ,
Bahkan mereka menyemangati nya dengan slogan , ' pasti bisa , pastii bisaaaa ' mengulangi tiga kali hingga membuat daya yang mendengarnya dari luar mengembang senyum sebelum masuk kamarnya .
***
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ»π€
# happy reading π