Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 19


__ADS_3

Matahari sudah menurunkan sinarnya , daya tengah mengangkat beberapa jemuran pakaian nya di luar .


" Eheum .. " dehem langit berdiri tiba-tiba ,


" Astaga ! Kau mengagetkan ku ! " Ujar daya begitu melihat wajah langit saat selimut yang ia angkat ,


langit menyengir " Apa kau sedang memikirkan ku . Makanya jadi kaget "


" Ngomong apa ish ! "


" Day , mau makan biskuit susu dan roti mentega di toko roti depan ? Atau mau mendengar musik asal negeri ginseng di kedai kopi ? Dan kita juga bisa pergi ketoko buku untuk membeli buku yang bagus " ucap langit tentang kesukaannya daya .


" Sekarang kau itu guru les siapa si ? " Ucap daya saat mendengar semua kesukaannya di sebutkan langit , yang di balas senyuman oleh langit .


" Jadi , kamu tidak mau memberitahu ku


Mengapa kau ke rumah sakit tadi ? " Seru daya


" Aih aku kan bilang bukan apa-apa .. "


" Kau sangat mencurigakan . Kamu tidak seperti orang yang suka berahasia , jadi aku penasaran apa yang kau sembunyikan dari ku . " Ujar daya kembali mengangkat sisa pakaiannya


" Baiklah . Beri aku jawaban lebih dulu maka aku akan memberitahukan mu "


" Jawaban ? " Tanya daya bingung menyeringitkan dahinya


" Ya jawaban . aku sudah benar-benar sadarkan diri sekarang "


Daya teringat jika malam itu ia bilang akan memberi jawaban perasaannya langit saat langit tak dalam keadaan mengambang yang terlalu tak sadar karena minuman fermentasi malam itu .


" Sebaiknya kau pulang saja " usir daya yang masih perlu berbicara dulu dengan ilen tentang ini ,


" Kenapa ? Kamu masih belum siap memberi ku jawaban nya day ? "


" Ah , aku begitu sibuk saat ini . Dan juga


Aku cukup lelah setelah sif panjang ku . Jadi lebih baik pulang sekarang "


" Yasudah . Kamu senggang esok ? "


" Gak . "


" Argh kamu bohong ! "


" Aku gak bohongg , aku memang harus pergi ke suatu tempat . "


" Aku akan pergi dengan mu . "


" Apa ? kamu bahkan gak tahu di mana tempat nya kan "


" Kenapa memangnya . Apakah itu tempat yang tidak bisa aku datangi dengan mu ? "


" Hmm kalau begitu yaudah terserah kalau mau ikut "


" Beneran ya ? Serius ? "


" Temui aku di halte busway pukul 13 :00


, Jangan menyesal ya kalau ikut nanti . "


" Tidak akan ! " Ucap langit senang .


🌻🌻🌻


Ilen terduduk di sebuah ruangan dengan wajah pucat pasi nya . ruangan yang tampak tak ada hawa dengan penerangan yang remang-remang dan nuansa dingin . Ruang yang amat di benci dan takuti para buronan aktivis yang tertangkap hingga berakhir tak pernah muncul kembali ,

__ADS_1


" Akhirnya kita bertemu lagi . Tapi saya tidak membayangkan akan bertemu dengan mu di sini " seru pria yang kini di tatap dingin oleh ilen .


" Makanlah dahulu , kau butuh energi untuk nanti . Lagi pula saya tidak bisa membiarkan calon menantu saya sakit kan . " Ucap nya lagi meletakkan nampan makanan lengkap dengan lauk sederhana sambil tersenyum kecil ,


ya ia adalah devandra kepala investigasi antikomunikasi . Yang berhasil menangkap aksi ilen saat menyelundupkan buronan yang berhasil kabur dari ruang investigasi itu yang juga merupakan seniornya yang berjuang sama dengan ilen , sore tadi saat ia pergi terburu-buru waktu art nya memberitahu ada telpon salah alamat itu adalah telpon itu seniornya yang meminta ilen datang menemuinya karena ia berhasil menjalankan misinya yaitu untuk melakukan gabungan unjuk rasa demo univ-univ di Jakarta .


Tapi beberapa hari terakhir senior nya itu hilang tak ada kabar bahkan sebelum sempat memberikan info apapun ke markas aktivis Semarang hingga Sore tadi saat ilen menemui nya dengan keadaan yang begitu berantakan dan juga wajah pucat penuh luka , saat itu ternyata mereka terciduk . ilen dan seniornya itu panik karena pasalnya seharusnya tak ada yang tahu tempat persembunyian mereka saat ini yang mana hanya sebuah rumah kecil di gang-gang sempit dan juga sepi . Ilen berusaha menahan pintu yang hendak di buka paksa lalu sambil setengah menahan ilen pun meminta senior nya itu untuk lari pergi , awalnya seniornya itu tak ingin pergi meninggalkan ilen . tapi ilen berteriak padanya untuk segera pergi karena pertahanan ilen yang sudah tak bisa menahan pintu itu lagi hingga akhirnya membuat nya berakhir di ruangan laknat untuk para aktivis .


" Aku tidak tahu apa-apa . " Ucap ilen dingin enggan menatap pria yang amat sangat ia benci itu ,


" Jika kau membicarakan pria buronan yang bersamaan mu tadi , dia sudah tertangkap . " Seru devandra dengan senyum nya


" Saya rasa kamu sangat di percaya oleh geng mu , dia ah bahkan mereka tidak meragukan mu sedikitpun . " Sambung devandra


" Selama ini kau memata-matai ku ?! " Ujar ilen menatapnya marah ,


" Anggap saja saya tertarik dengan kegiatan calon menantu saya ini "


" Cih siapa yang bilang aku akan mau jadi menantu mu ! "


Kini devandra tersenyum mengeringkan dengan kedua tangan melipat di dada ,


" Kau tahu hidup akan memaksa mu


Melakukan hal yang tak di ingin kan oleh mu , ia perlahan melenyapkan orang-orang terdekat mu sampai akhirnya mau patuh . Tapi sifat manusia itu lucu , karena kau tetap diam kau merasa lebih jahat dari pada yang melenyapkan orang . Jadi , tutup mulut mu selama yang kau mau . " Ucap devandra menyuapi ilen tapi hal itu tentu saja di tepis ilen hingga membuat nampan itu jatuh berceceran mengenai Dasi dan juga jas dari devandra .


Membuat devandra hilang sabar melepaskan dasi dan juga jasnya yang kotor dan membuang di tempat sampah tepat berada di depan ilen , " saat ini , ayah mu pasti sibuk dengan pabrik baru itu . Jadi upacara pertunangan saja sudah cukup . Selain itu , batasan saya sampai di sini . Pastikan kau tidak melewati batas lagi calon menantu ! " Ucap devandra mengancam ,


" Tidurlah , atau sekalian meditasi jika kamu mau " ujar devandra pergi .


Ilen mengepalkan tangannya geram ..


***


Siang ini tepat pukul 13:00 daya tengah terduduk di halte busway dengan tas tenteng yang cukup besar di tangannya ,


di dalam busway langit langsung membuka tasnya yang penuh dengan berbagai snacks kesukaan daya bahkan tak lupa dengan minuman bersoda pula .


" Kamu kan gak tahu kita mau kemana , kenapa membawa makanan seperti mau berpiknik ? " seru daya heran ,


" Itu dia , rasanya aku seperti sedang piknik tiap kali bersama mu . sini , Tunjukkan tas mu , apa yang kamu bawa ? "


" Aku gak membawa sesuatu yang istimewa .. " ujar daya memangku tas tentengan nya ,


" Eay day , kamu gak mau memberitahu ku ? , Ku lihat kau membawa banyak barang . Jadi tunjukkan pada ku "


" Gak mau . "


" Gak mau ? Kau membenciku ? "


" Enggak .. "


" Yaudah kalau gitu ayo tunjukkan .. " ujar langit begitu penasaran mengambil tas tentengan daya ,


" Eay lihat ini . Berat sekali .. " seru langit membukanya , yang berisikan begitu banyak berbagai macam permen .


" Permen ? . Ya ampun .. hiyaa banyak sekali , astaga kau itu penyuka yang manis ya . Apa kau penggemar permen ? "


" Apaan sii Ngit ! " Sahut daya mengambil tasnya .


Mereka pun tertawa bersama , bahkan kadang langit bersenandung riang di hampir perjalanan ini .


Daya meliriknya , " aku akui , kau itu selalu ceria ya "


Membuat langit menoleh nya dengan memandang daya , " ituu terdengar seperti agak sedang menyindir . "

__ADS_1


" Ah masa si ? Tapi itu pujian tahu . Apa aku bicaranya seperti nada menyindir ya ? "


Kali ini langit sedikit memberikan pincing an di matanya menatap mata daya , " ehm engaakk .. " jawab langit tersenyum lalu memberikan biskuit susu yang ada di dalam tasnya .


" Jadi , sebenernya kita mau kemana ? " Tanya langit


" Hmmm " gumam daya tak menjawab


" Aih katakanlah . Beritahu aku day ! "


" Lihat sendiri saja nanti . " Ucap daya .


Lalu mereka pun sampai di sebuah tempat pantai asuhan anak . Saat ini anak-anak yang tengah bermain di halaman taman sebagian banyak pada lari melihat kedatangan daya sambil berteriak memberitahukan teman-teman .


" Sepertinya mereka tak terlalu menyukai mu ? " Seru langit yang melihat anak-anak itu berlarian melarikan diri ,


" Itu karena aku memberikan suntikan vaksin kali terakhir bertemu mereka . "


....


" Ohh dayaaa kau datang , ibu pikir kamu tidak akan kesini . Fira bilang kau sibuk bekerja .. "


" Daya ada waktu ko . Bagaimana kabar ibu ? " seru daya tersenyum


" Ibu baik day , oh omong-omong siapa pemuda ini ? " Melihat langit yang langsung tersenyum ramah menyapa ,


daya pun menoleh langit , " Ah dia ... "


Langit inisiatif memajukan langkah nya " Saya dan daya adalah .. "


" Oh dia seorang dokter . " Ucap daya memotong perkataan langit , dan berhasil membuat langit menyerukan dahinya


" jadi kamu seorang dokter ? Ah syukurlah kebetulan sekali ada beberapa anak yang harus di periksa dokter " seru ibu panti itu tersenyum pada langit


" Tidak , Tapi saya belum .. "


" Ia baru saja mendapatkan izin praktik . Dia Adalah dokter baru .. " beritahu daya


" Kalau gitu ayo silakan masuk .. " sahut ibu panti asuhan begitu ramah mempersilahkan mereka masuk ,


Begitu di dalam ruangan daya pengeluaran beberapa keperluan pemeriksaan setelah ibu panti meninggalkan mereka untuk mengumpulkan para anak-anak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan .


Langit lagi-lagi menyeringit kala melihat satu set alat pemeriksa , " day , aku tidak


Bisa merawat pasien .. kan udah aku bilang , aku belum lulus .. "


" Tapi kamu lulus ujian praktik . Kamu menunda kelulusan mu karena untuk festival lagu universitas , "


Langit melihat kembali stetoskop dan lain sebagainya dengan mengeleng tampak mengerikan , " uhf aku sungguh tidak bisa melakukan ini , aku akan melakukan hal lain saja . Aku bisa membersihkan , aku juga bisa membawa barang berat .. ah dan aku juga pandai mengurus anak " ujar langit memasukkan kembali alat-alat pemeriksaan itu ,


" Tapi kamu tidak perlu mengurus mereka , kamu hanya cukup periksa mereka dan pastikan kesehatan mereka . Aku kan tidak meminta mu Melakukan operasi atau semacamnya " daya kembali memberikan peralatan pemeriksaan itu pada langit ,


" banyak yang harus aku lakukan juga .. Aku tinggal ya dan aku yakin kamu akan melakukannya dengan baik ," sambung daya tersenyum meninggalkan langit yang masih tampak tak percaya .


Daya pun mulai bersibuk dengan banyaknya tumpukan pakaian cucian anak-anak yang ia harus cuci ..


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading πŸƒ


__ADS_2