Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 20


__ADS_3

Sementara langit tampak gerogi di tengah anak-anak yang sudah berbaris kumpul di temani ibu panti . Langit menghela nafas kecil memakai stetoskop nya dan mulai memeriksakan satu persatu anak-anak panti itu , bahkan ia pun juga mengobati anak laki-laki yang terjatuh di siku nya dengan teliti tapi setelah selesai langit tampak Membuang nafas kembali begitu terlihat tak nyaman atau lelah . Hal itu pun berhasil di lihat daya saat ia sedang menyapu halaman ,


Selesainya pemeriksaan langit pergi ke halaman di bawah pohon rindang dan merebahkan tubuhnya di bangku , " astaga . auhh Aku lelahh . " Ujar langit seperti kehabisan energi


" Energi anak kecil lebih besar dari pada orang dewasa , bukan ? " seru daya yang di toleh langit lalu langsung memilih duduk , daya pun melempar sebotol susu pada langit . Yang tentunya berhasil di tangkap oleh langit ,


" Oh kamu .. " gumam langit tersenyum ,


" Kenapa kamu lebih lelah dariku , padahal aku yang bekerja begitu keras ?. " Ucap daya bergabung duduk dengan langit yang masih setia tersenyum ,


" Kamu baik-baik aja ? Sepertinya kamu banyak berkeringat . " Tanya daya


" Ah itu , itu karena .. kadar gula darah ku turun , dan ini bagus . Aku lagi bimbang apakah aku harus mengisi tubuh ku ini dengan rumput eh kau datang . Bukankah ini seperti kita sedang berkomunikasi dengan telepati , membuat tingkat energi ku meningkat kembalii ! " ujar langit begitu ceria beda seperti beberapa saat tadi . Sedang daya justru heran melihat nya ,


" Jangan menjadi dokter anak nantinya . " Beritahu daya . Yang justru di balas tawa oleh langit yang juga merasa dirinya juga tak cocok dengan itu .


" Aku akan pergi sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan , tetap di sini dan beristirahatlah ya .. " seru daya bangkit


" Aku bisa membantu . " Ujar langit hendak bangun ,


Daya menghentikannya " Gak usah . Aku hanya mengurus beberapa dokumen , nikmati saja susunya yaa .. " sahut daya pergi .


Langit kembali tersenyum membuka tutup botol susu itu dan meminumnya , kemudian tak jauh dari tempat nya duduk ada seorang anak perempuan yang berdiri tengah melihat langit .


" Oh hai . Kita belum bertemu ya tadi , " sapa langit ramah melihat anak kecil perempuan itu


Anak kecil perempuan itu tak menggubris nya yang justru malah tak berhenti lepas pandangan nya pada sebuah botol susu di tangan langit ,


" Kamu mau susu ini ? " Tanya langit yang melihat nya . Jelas langsung di anggukkan antusias senang oleh anak itu yang kini duduk di samping langit . Anak itu pun meminum nya seperti seseorang yang sangat kehausan ,


" Pelan-pelan lah .. " gumam langit memberitahukan anak itu .


Sedang daya tengah terduduk sibuk dengan pemberkasan bersama ibu panti ,


" Day , ngomong-ngomong . soal dokter tampan itu .. bagaimana kalian bisa saling mengenal ? Soalnya ini kali pertama kamu mengajak seseorang selain Doni dan Fira .. " ujar sang ibu panti tak memalingkan pandangannya pada daya ,


" Apa ibu sekarang tertarik dengan hubungan kisah antara pria dan wanita "


Sang ibu panti menepuk tangannya ,


" oh ya ampun sudah ibu duga . Jadi benar kalian miliki hubungan ? "


" Bukan gitu maksudnya , maksud daya adalah kami kan pria dan wanita secara biologis hanya itu ... "


Brakk ! Langit membuka pintu , ia panik dengan anak perempuan yang tadi duduk bersama kini sudah berada di gendongan nya sudah pucat dan berkeringat mengerang sakit .

__ADS_1


" Day , ada .. ada yang salah dengan anak ini . " Seru langit panik dengan nafas yang masih tersengal-sengal ,


Yang tentunya membuat daya membulatkan matanya lalu mereka membawa nya langsung ke kamar dan merebahkannya .


" Lissa .. Lissa , buka mata nya Lis . Ini ka daya .. " gumam daya memeriksa kening anak itu yang sudah begitu pucat


" Mungkinkah kamu memberinya sesuatu ? " Tanya daya pada langit yang berdiri di belakangnya


" Susu . Aku memberikan susu , yang kau berikan padaku " seru langit khawatir


" Ia menderita intoleransi laktosa dan gak boleh minum susu .. "


Langit memandangi anak kecil itu dengan perasaan bersalah nya ,


Lalu anak itu pun memberikan respon memuntahkan isi perutnya yang langsung daya wadahi dengan tangannya dan mengelus anak itu , " gak apa-apa , ya gapapa teruslah ya . Keluarkan saja Lissa , jangan khawatir ya .. " seru daya menepuk-nepuk punggung anak itu memberikan ketenangan .


Setelah Lissa sudah memuntahkan isi perutnya ia kembali memejamkan matanya , daya pun langsung membersihkan tangannya . Sedang langit masih berdiri diam kaku .


Tak lupa daya juga membersihkan Lissa ,


" Langit , gak apa-apa ko . " Seru daya melihat langit yang diam menatap Lissa


" Langit . Langit ! " Panggil daya kembali menyadarkan Langit ,


" ya . " Sahut langit akhirnya tersadar .


" Aku akan mengambil air dulu ya "


" Biar aku saja day , "


" Kamu duduk dan istirahat saja , dari tadi kau belum istirahat . Aku akan segera kembali " seru daya pergi mengambil air .


Meninggalkan langit yang masih berdiam diri tak memalingkan pandangannya pada Lissa , ia merasa bersalah . sekejap bayangkan adegan-adegan yang memperlihatkan saat kejadian malam itu ia gagal menyelamatkan Ica di kos an nya kala itu pun selalu menghantuinya . Tangisnya dan keputusasaan malam itu selalu hadir bagai momok mengerikan untuk nya , itu selalu menjadi mimpi buruk buat Langit di mana ia tak dapat menolong Ica . Dan sekarang ia bahkan membuat anak perempuan kecil ini sekarang seperti ini , Mendadak tangannya gemetar . bahkan sampai membuat matanya berkaca-kaca karena ia merasa tak layak menjadi seorang dokter ,


Daya yang sudah kembali membawa nampan minum pun melihat langit terpaku dengan kesedihan di raut wajahnya , " langit .. Langitt .. " panggil daya kedua kalinya yang di tatap kosong langit tanpa sekatapatah pun hanya buliran air mata yang berhasil lolos jatuh dari mata coklat langit . Itu pun air mata yang tak sengaja jatuh tanpa ingin di perlihatkan oleh nya . Kali ini daya melihat sisi lain dari langit lagi yang tak kebanyakan orang melihatnya ,


Langit dengan cepat menyekanya , " ah aku menunggu di luar saja . " Seru langit pergi .


Setelah selesai dengan Lissa. daya pun menghampirinya yang kembali duduk di halaman panti asuhan , cukup lama mereka terdiam tanpa kata .


" Aku tidak pantas menjadi dokter , " hingga langit membuka suara dengan pandangan lurus kedepan . Membuat daya menatap nya ,


" Aku memilih jalan ini karena ingin merawat yang sakit , tapi semua yang ku sentuh hancur begitu saja . " Ucap langit


Menundukkan kepalanya .

__ADS_1


" Emm mungkin hati mu yang terluka .. " seru daya yang kini berhasil membuat langit menolehnya ,


" Kamu tahu , kita tidak memutuskan siapa yang hidup atau mati . Keputusan itu terserah sang pencipta , sementara kita hanya bisa melakukan yang terbaik sesuai takdir yang di tetapkan oleh sang pencipta .. Dan jika aku boleh berpendapat sebagai orang yang bekerja di bidang yang sama , aku yakin betul . Kamu akan menjadi dokter yang hebat .. "


Langit masih setia memandang wanita di sampingnya yang kini sudah semakin memikat hatinya itu ,


" Kamu menyalahkan diri seperti ini karena kamu orang yang sangat bertanggungjawab , orang semacam itu sulit di temukan . " Ucap daya


" Aku gak lagi sedang menyindir loh . " Ujar daya Melihat langit dengan tersenyum , yang tentunya juga membuat Langit ikut tersenyum akhirnya .


Daya bangkit dan memberikan tangannya , ia mengulurkan tangannya pada langit untuk langit genggam karena daya mengerti saat ini langit butuh uluran tangan . Langit melihat nya , sejujurnya ia tak menyangka daya akan mengulurkan tangannya tapi langit tersenyum menyambut hangat uluran tangan itu untuk ia genggam . kemudian mereka pun pergi meninggalkan panti asuhan .


Langit menemani daya menuju kediaman pak yoga , saat sudah di depan gang . " Sampai di sini saja , aku bisa pulang sendiri dari sini .. " seru daya mengambil tasnya


" Tak apa , aku akan menemanimu sampai depan . "


" Tidak perlu , lagi pula jika Dilla sampai melihat ini ia mungkin akan membuat keributan , "


" Ayolah , ia mungkin sedang sibuk mengerjakan pr dari ku .. "


" Aku bisa sendiri .. " gumam daya


" Baiklah kalau begitu , day terimakasih untuk piknik hari ini . Aku menikmati nya "


" Aku juga , terimakasih untuk hari ini . " Sahut daya tersenyum melangkah pergi .


Dari Belakang langit melihat kepergian daya sambil bersorak memohon dalam hati nya untuk daya menoleh melihat nya ' lihat kebelakang , lihat kebelakang , lihat belakang ... Lihat ke belakang ! ' batinnya


Entah kebetulan atau apa daya pun menoleh kebelakang Melihat langit ,


Langit begitu terkejut mendapati daya menoleh kebelakang , " oO uwah . Aku tadi terus berharap agar kau melihat kebelakang , melihat kebelakang day . Apa kau mendengar nya ? " Ujar langit tak percaya


Daya tersenyum , " aku .. aku akan memberikan jawaban ku besok . " ucap daya


" Kamu tidak bisa menjawab ku hari ini ?"


" Ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Akan aku beritahu jawaban ku besok sore sepulang bekerja di sini . " Seru daya tersenyum melihat langit dan kembali berbalik melanjutkan langkahnya .


Langit tersenyum bahagia , ia yakin betul jika perasaannya mungkin saja juga berbalas . Karena sinyal itu terlihat begitu berkemungkinan akan daya yang juga menyukainya .


Meninggalkan langit yang tengah begitu senang , kini alifpurwanto , ayah dari ilen tengah berdiri sambil menghisap sepuntung rokok menahan kemarahannya menunggu ilen keluar . Setelah ia akhirnya menemukan putri nya yang tertangkap di ruang pertahanan interogasi antikomunis di mana devandra lah yang memberitahu nya untuk menjemput putrinya itu .


***


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading all πŸƒ


__ADS_2