
Sementara langit tampak gerogi di tengah anak-anak yang sudah berbaris kumpul di temani ibu panti . Langit menghela nafas kecil memakai stetoskop nya dan mulai memeriksakan satu persatu anak-anak panti itu , bahkan ia pun juga mengobati anak laki-laki yang terjatuh di siku nya dengan teliti tapi setelah selesai langit tampak Membuang nafas kembali begitu terlihat tak nyaman atau lelah . Hal itu pun berhasil di lihat daya saat ia sedang menyapu halaman ,
Selesainya pemeriksaan langit pergi ke halaman di bawah pohon rindang dan merebahkan tubuhnya di bangku , " astaga . auhh Aku lelahh . " Ujar langit seperti kehabisan energi
" Energi anak kecil lebih besar dari pada orang dewasa , bukan ? " seru daya yang di toleh langit lalu langsung memilih duduk , daya pun melempar sebotol susu pada langit . Yang tentunya berhasil di tangkap oleh langit ,
" Oh kamu .. " gumam langit tersenyum ,
" Kenapa kamu lebih lelah dariku , padahal aku yang bekerja begitu keras ?. " Ucap daya bergabung duduk dengan langit yang masih setia tersenyum ,
" Kamu baik-baik aja ? Sepertinya kamu banyak berkeringat . " Tanya daya
" Ah itu , itu karena .. kadar gula darah ku turun , dan ini bagus . Aku lagi bimbang apakah aku harus mengisi tubuh ku ini dengan rumput eh kau datang . Bukankah ini seperti kita sedang berkomunikasi dengan telepati , membuat tingkat energi ku meningkat kembalii ! " ujar langit begitu ceria beda seperti beberapa saat tadi . Sedang daya justru heran melihat nya ,
" Jangan menjadi dokter anak nantinya . " Beritahu daya . Yang justru di balas tawa oleh langit yang juga merasa dirinya juga tak cocok dengan itu .
" Aku akan pergi sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan , tetap di sini dan beristirahatlah ya .. " seru daya bangkit
" Aku bisa membantu . " Ujar langit hendak bangun ,
Daya menghentikannya " Gak usah . Aku hanya mengurus beberapa dokumen , nikmati saja susunya yaa .. " sahut daya pergi .
Langit kembali tersenyum membuka tutup botol susu itu dan meminumnya , kemudian tak jauh dari tempat nya duduk ada seorang anak perempuan yang berdiri tengah melihat langit .
" Oh hai . Kita belum bertemu ya tadi , " sapa langit ramah melihat anak kecil perempuan itu
Anak kecil perempuan itu tak menggubris nya yang justru malah tak berhenti lepas pandangan nya pada sebuah botol susu di tangan langit ,
" Kamu mau susu ini ? " Tanya langit yang melihat nya . Jelas langsung di anggukkan antusias senang oleh anak itu yang kini duduk di samping langit . Anak itu pun meminum nya seperti seseorang yang sangat kehausan ,
" Pelan-pelan lah .. " gumam langit memberitahukan anak itu .
Sedang daya tengah terduduk sibuk dengan pemberkasan bersama ibu panti ,
" Day , ngomong-ngomong . soal dokter tampan itu .. bagaimana kalian bisa saling mengenal ? Soalnya ini kali pertama kamu mengajak seseorang selain Doni dan Fira .. " ujar sang ibu panti tak memalingkan pandangannya pada daya ,
" Apa ibu sekarang tertarik dengan hubungan kisah antara pria dan wanita "
Sang ibu panti menepuk tangannya ,
" oh ya ampun sudah ibu duga . Jadi benar kalian miliki hubungan ? "
" Bukan gitu maksudnya , maksud daya adalah kami kan pria dan wanita secara biologis hanya itu ... "
Brakk ! Langit membuka pintu , ia panik dengan anak perempuan yang tadi duduk bersama kini sudah berada di gendongan nya sudah pucat dan berkeringat mengerang sakit .
__ADS_1
" Day , ada .. ada yang salah dengan anak ini . " Seru langit panik dengan nafas yang masih tersengal-sengal ,
Yang tentunya membuat daya membulatkan matanya lalu mereka membawa nya langsung ke kamar dan merebahkannya .
" Lissa .. Lissa , buka mata nya Lis . Ini ka daya .. " gumam daya memeriksa kening anak itu yang sudah begitu pucat
" Mungkinkah kamu memberinya sesuatu ? " Tanya daya pada langit yang berdiri di belakangnya
" Susu . Aku memberikan susu , yang kau berikan padaku " seru langit khawatir
" Ia menderita intoleransi laktosa dan gak boleh minum susu .. "
Langit memandangi anak kecil itu dengan perasaan bersalah nya ,
Lalu anak itu pun memberikan respon memuntahkan isi perutnya yang langsung daya wadahi dengan tangannya dan mengelus anak itu , " gak apa-apa , ya gapapa teruslah ya . Keluarkan saja Lissa , jangan khawatir ya .. " seru daya menepuk-nepuk punggung anak itu memberikan ketenangan .
Setelah Lissa sudah memuntahkan isi perutnya ia kembali memejamkan matanya , daya pun langsung membersihkan tangannya . Sedang langit masih berdiri diam kaku .
Tak lupa daya juga membersihkan Lissa ,
" Langit , gak apa-apa ko . " Seru daya melihat langit yang diam menatap Lissa
" Langit . Langit ! " Panggil daya kembali menyadarkan Langit ,
" ya . " Sahut langit akhirnya tersadar .
" Aku akan mengambil air dulu ya "
" Biar aku saja day , "
" Kamu duduk dan istirahat saja , dari tadi kau belum istirahat . Aku akan segera kembali " seru daya pergi mengambil air .
Meninggalkan langit yang masih berdiam diri tak memalingkan pandangannya pada Lissa , ia merasa bersalah . sekejap bayangkan adegan-adegan yang memperlihatkan saat kejadian malam itu ia gagal menyelamatkan Ica di kos an nya kala itu pun selalu menghantuinya . Tangisnya dan keputusasaan malam itu selalu hadir bagai momok mengerikan untuk nya , itu selalu menjadi mimpi buruk buat Langit di mana ia tak dapat menolong Ica . Dan sekarang ia bahkan membuat anak perempuan kecil ini sekarang seperti ini , Mendadak tangannya gemetar . bahkan sampai membuat matanya berkaca-kaca karena ia merasa tak layak menjadi seorang dokter ,
Daya yang sudah kembali membawa nampan minum pun melihat langit terpaku dengan kesedihan di raut wajahnya , " langit .. Langitt .. " panggil daya kedua kalinya yang di tatap kosong langit tanpa sekatapatah pun hanya buliran air mata yang berhasil lolos jatuh dari mata coklat langit . Itu pun air mata yang tak sengaja jatuh tanpa ingin di perlihatkan oleh nya . Kali ini daya melihat sisi lain dari langit lagi yang tak kebanyakan orang melihatnya ,
Langit dengan cepat menyekanya , " ah aku menunggu di luar saja . " Seru langit pergi .
Setelah selesai dengan Lissa. daya pun menghampirinya yang kembali duduk di halaman panti asuhan , cukup lama mereka terdiam tanpa kata .
" Aku tidak pantas menjadi dokter , " hingga langit membuka suara dengan pandangan lurus kedepan . Membuat daya menatap nya ,
" Aku memilih jalan ini karena ingin merawat yang sakit , tapi semua yang ku sentuh hancur begitu saja . " Ucap langit
Menundukkan kepalanya .
__ADS_1
" Emm mungkin hati mu yang terluka .. " seru daya yang kini berhasil membuat langit menolehnya ,
" Kamu tahu , kita tidak memutuskan siapa yang hidup atau mati . Keputusan itu terserah sang pencipta , sementara kita hanya bisa melakukan yang terbaik sesuai takdir yang di tetapkan oleh sang pencipta .. Dan jika aku boleh berpendapat sebagai orang yang bekerja di bidang yang sama , aku yakin betul . Kamu akan menjadi dokter yang hebat .. "
Langit masih setia memandang wanita di sampingnya yang kini sudah semakin memikat hatinya itu ,
" Kamu menyalahkan diri seperti ini karena kamu orang yang sangat bertanggungjawab , orang semacam itu sulit di temukan . " Ucap daya
" Aku gak lagi sedang menyindir loh . " Ujar daya Melihat langit dengan tersenyum , yang tentunya juga membuat Langit ikut tersenyum akhirnya .
Daya bangkit dan memberikan tangannya , ia mengulurkan tangannya pada langit untuk langit genggam karena daya mengerti saat ini langit butuh uluran tangan . Langit melihat nya , sejujurnya ia tak menyangka daya akan mengulurkan tangannya tapi langit tersenyum menyambut hangat uluran tangan itu untuk ia genggam . kemudian mereka pun pergi meninggalkan panti asuhan .
Langit menemani daya menuju kediaman pak yoga , saat sudah di depan gang . " Sampai di sini saja , aku bisa pulang sendiri dari sini .. " seru daya mengambil tasnya
" Tak apa , aku akan menemanimu sampai depan . "
" Tidak perlu , lagi pula jika Dilla sampai melihat ini ia mungkin akan membuat keributan , "
" Ayolah , ia mungkin sedang sibuk mengerjakan pr dari ku .. "
" Aku bisa sendiri .. " gumam daya
" Baiklah kalau begitu , day terimakasih untuk piknik hari ini . Aku menikmati nya "
" Aku juga , terimakasih untuk hari ini . " Sahut daya tersenyum melangkah pergi .
Dari Belakang langit melihat kepergian daya sambil bersorak memohon dalam hati nya untuk daya menoleh melihat nya ' lihat kebelakang , lihat kebelakang , lihat belakang ... Lihat ke belakang ! ' batinnya
Entah kebetulan atau apa daya pun menoleh kebelakang Melihat langit ,
Langit begitu terkejut mendapati daya menoleh kebelakang , " oO uwah . Aku tadi terus berharap agar kau melihat kebelakang , melihat kebelakang day . Apa kau mendengar nya ? " Ujar langit tak percaya
Daya tersenyum , " aku .. aku akan memberikan jawaban ku besok . " ucap daya
" Kamu tidak bisa menjawab ku hari ini ?"
" Ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Akan aku beritahu jawaban ku besok sore sepulang bekerja di sini . " Seru daya tersenyum melihat langit dan kembali berbalik melanjutkan langkahnya .
Langit tersenyum bahagia , ia yakin betul jika perasaannya mungkin saja juga berbalas . Karena sinyal itu terlihat begitu berkemungkinan akan daya yang juga menyukainya .
Meninggalkan langit yang tengah begitu senang , kini alifpurwanto , ayah dari ilen tengah berdiri sambil menghisap sepuntung rokok menahan kemarahannya menunggu ilen keluar . Setelah ia akhirnya menemukan putri nya yang tertangkap di ruang pertahanan interogasi antikomunis di mana devandra lah yang memberitahu nya untuk menjemput putrinya itu .
***
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
__ADS_1
# happy reading all π