
" Ka daya , jadi bagaimana Kaka bisa bertemu dengan ka langit yang super tampan itu ? " Seru Dilla sepanjang jalan untuk sampai di rumah mereka .
" Yang kau ingin tahu banget itu apa ! "
" Ah sepertinya aku jatuh cinta padanya pandangan pertama ka .. "
" Ouh ! Kau selalu bilang begitu kan setiap kali nya . "
" Tapi ini beda ka daya , aku punya insting kalau kami akan bisa bertemu lagi . Lagi pula kalau kalian berteman itu artinya aku pasti bisa ketemu dengan ka langit kan "
" Berhenti bermain dengan pikiran sepihak mu itu Dil . "
" Ish ka daya itu ... oh ka firaaa ! " Ujar Dilla karena mereka sudah tiba di rumah ,
Fira adalah teman sekolah daya sekaligus juga teman satu kos an daya , sejak daya memutuskan untuk meninggalkan rumah keluarganya .
" Ada apa dengan penampilan mu Dil ? Kau abis ngelenong di mana hah ! " Seru Fira yang baru pulang ngampus geleng-geleng melihat penampilan dilla
" Kenapa , cantik kan aku .. "
" Enggak . Ck ck astaga ! baju tabrakan warna semua gitu dan makeup tebal "
" Yeay ini kan trend tahu . Kalian ajah gak tahu "
' Bapak mu trend ! , kau bilang hijau kuning dan gold di satu badan dan belum lagi bandana merah mencolok mu itu trend .. ' pekik Fira ,
" Ka Fira , tahu gak si aku abis kenalan dong sama cowok ganteng yang ternyata teman ka daya " cerita Dilla
Fira melirik daya ..
" Ihhh ganteng banget deh ka , tapi ka daya gak mau kasih tahu bisa kenal nya di mana , udah gitu ya ka fira ia meminta nomor ku .. "
Daya menghela nafas panjang , " ia hanya ingin membicarakan tentang musik . " Ucap daya memberitahu Fira lalu berlalu masuk kedalam Meninggalkan Dilla dan juga Fira
" Ka daya yang emang selalu tak ramah ." Gumam Dilla masuk kamar nya ,
" Siapa day ? Dia yang kau bilang teman mu itu . Laki-laki pula " Seru Fira mengekori daya .
" Adalah fir , cerita panjang sampai akhirnya aku bertemu dengannya "
" Aku siap mendengar nya " sahut Fira merebahkan tubuhnya dan menunjang kepalanya dengan tangan .
" Lain kali saja , aku ingin bersih-bersih dan istirahat kau juga baru sampai kan " ujar daya masuk ke kamar mandi ,
" Hmm aku benar-benar penasaran , selama ini daya kan super duper sibuk gak pernah punya waktu bahkan untuk membicarakan dirinya saja ia tak mau saking sibuknya nyari uang dan belajar. Lantas siapa pria itu , yang katanya teman . Oh ! apa mungkinkah kekasih nya ? " Gumam Fira ,
" Aku harus tanya daya biar aku gak semakin penasaran " ujarnya menunggu daya di depan kamar mandi .
Saat daya sudah keluar dari kamar mandi dia sedikit teriak karena terkejut dengan Fira yang menatap nya sambil menyenderkan diri di tembok depan kamar mandi ,
" Kau sedang apa ! " Ucap daya
" Dia kekasih mu ya ? Iya kan day . "
" Aduh fir , bukan . Jadi sebaiknya mau bersih-bersih . Aku akan tidur karena besok aku harus bangun pagi untuk mengantar ka daniel sebelum shif kerja ku "
" Astaga daya tadi teman laki-laki mu terus sekarang kau bilang ka deniel jadi yang mana di antara mereka . "
" Makin malam makin ngelantur ajah tuh otak mu fir ! " Sahut daya merebahkan diri nya ,
***
Pagi ini daya sudah berdiri di depan jalan , menunggu ka Daniel yang hendak ingin di antara memesan kue untuk pembukaan kantor milik nya itu.
" Masih nunggu sang pengeran day . " Ujar Fira yang akan jalan berangkat ngampus , mengangetkan daya yang sudah memincingkan matanya .
Lalu saat itu sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka , " day , Sudah lama ya . maaf ya di depan macet banget " seru Daniel keluar dari mobil
" Gak ko ka , daya juga baru sampe " sahut daya
" Apanya . Jelas-jelas tadi ajah aku belum apa-apa kau sudah pergi day . " Ucap Fira , menyapa tersenyum dengan Daniel
Daya menarik baju Fira untuk menghentikan temannya itu ,
" Apaan si day , oh ya day apa dia yang kau bilang Kaka nya ilen ? Kalian terlihat cocok dan sepertinya ia juga menyukai mu tuh " bisik Fira yang bahkan nyaris terdengar oleh Daniel yang tersenyum melihat mereka .
Daya langsung menoleh Fira , yang begitu lancar ngomong pemikiran asalnya seperti itu .
" kalau begitu aku pergi dulu day .. " ujar Fira berlalu melambaikan tangannya dan juga menganggukkan sedikit wajahya tersenyum pamit dengan Daniel ,
__ADS_1
Tak lama dari itu Fira membalikkan badannya , " woy ! Kalian terlihat cocok udah ! " Teriak Fira tersenyum berlari pergi .
" Firaa Kau itu !! " Ujar daya tampak kesal ,
Daniel tertawa melihat tingkah daya ,
" Ah maaf kan teman ku ya ka , dia memang seperti itu orangnya . " Gumam daya
" Gapapa ko day .. " sahut Daniel tersenyum , membukakan pintu mobil untuk daya . yang hanya di balas senyuman canggung oleh daya
Sesampainya daya di sebuah toko kue beraneka ragam tempat biasa ia membeli ,
" Pagi pak .. " sapa daya ,
" Hayaa ! dayana lama tak jumpa .. " sahut Pak memiliki toko
" Baru kemarin aku tak lama dari sini . Oh ya aku ingin memesan beberapa kue " ujar daya
" Apa kau memesan kue untuk pernikahan mu .. dan jadi ini calon suami mu day " seru pemilik toko itu sudah begitu dekat dengan daya ,
" Ngomong apa si pak . tentu bukan , kami kesini ingin memesan kue untuk acara pembukaan kantor " jelas daya
" Apa aku tidak cukup pantas menjadi calon mu day ? " Tanya Daniel ,
" Auh justru daya yang tak pantas kalau mau di sandingkan dengan ka Daniel yang di atas . seperti ini " sahut daya membuat perbedaan dengan tangannya sambil tertawa .
" Daya, sepertinya kami tidak bisa menerima pesanan mu di karena membeludaknya pesanan " seru sang pemilik toko ,
Daniel tampak bingung harus seperti apa jika mereka tak bisa menerima pesanan kue kembali .
" Eay ayolah pak , aku jauh-jauh kesini membawakan seorang pelanggan yang ingin merasakan kue-kue enak kalian , jadi bisa yaa , bisa ya buat kan pesan kami . " Pinta daya
" Apa bapak akan mengecewakan pelanggan toko mu karena tak dapat reservasi dengan baik . Buatkan lah pesan kami ya ? " Seru daya
" Astaga , baik . Baiklah akan kami buatkan . Kau itu selalu saja bisa membuat kami menerima bujukan mu itu , " sahut sang pemilik
Daniel lagi-lagi terlihat begitu kagum dengan daya ,
" Tolong gunakan bahan yang juga berkualitas yaa , jika bisa gunakan tepung-tepung yang baru datang jangan yang berada di gudang " ucap daya
" Bahan-bahan kami selalu ya berkualitas day , jadi kue nya mau di antar atau bagaimana ? " tanya sang pemilik .
" Ka .. " sambung daya , membuyarkan lamunan Daniel
" Ah , ya . Iya di antarkan saja sekalian " sahut Daniel mengembalikan fokus ,
" Di antarkan ya pak . Dan ka Daniel kalau begitu tolong berikan alamat kantor nya Kaka " seru daya .
Selesai dari toko kue , " day terimakasih ya kalau gak ada kamu mungkin aku masih bingung mencari-cari toko kue yang legendaris seperti ini . Dan juga mungkin nanti tamu-tamu ku hanya bisa memakan sepicis kue saja lantaran gak becusnya aku memilih kue "
" Bukan apa-apa ka , daya hanya membantu yang bisa daya bantu saja "
" Day sebelum aku mengantar mu shif kerja , kita makan siang dulu ya sebagai tanda ucapan terimakasih ku "
" Gak usah ka , daya nanti bisa makan di RS saja begitu sesampainya di sana "
" Aku mohon jangan menolak nya day kali ini . " seru Daniel melihat daya , yang akhirnya membuat mereka berakhir di tempat makan .
Sebuah soba pun tersaji di meja mereka ,
" Day , bukankah ilen dan langit terlihat begitu mirip . Pasangan seperti itu mungkin sering bertengkar tapi mereka akan hidup bahagia , mereka seperti nya akan segera menikah " gumam Daniel
" Apa ? Menikah ? " Sahut daya pelan ,
" Ilen belum memberitahu mu ? "
Daya menggeleng , ia kembali merasa enyuhan perasaan sedih tiba-tiba saja menyeruak isi hatinya .
' dayana ada apa dengan mu lagi-lagi , Kenapa kau merasa sedih mendengar ini , sadarkan diri mu day . Ini tidak seharusnya terjadi , kau mengerti ! ' batin daya
" Sepertinya para orang tua sedang bertemu membicarakan pernikahan mereka dan hari ini juga mereka sedang kembali berkencan "
" Tapi mereka baru saja bertemu " gumam daya pelan ,
" Day , kau pasti tidak menyangka nya ya . Ilen yang kita tahu begitu tomboi akan segera menikah ? "
" Aku juga sama . Aku merasa hubungan mereka terlalu terkesan begitu tergesa-gesa , aku menjadi khawatir dan aneh . Terlebih rumor mengenai tentang langit devandra , jadi ku harap ilen lebih hati-hati "
Kini daya melihat ka Daniel begitu ia membicarakan rumor tentang langit ,
__ADS_1
" rumor apa ? " tanya daya ragu-ragu
" Ah bukan rumor yang serius tapi jujur saja aku lebih suka ilen menikah dengan pria yang tumbuh dari keluarga bahagia "
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut daya , ia hanya teringat langsung pembicaraan langit padanya tentang ia yang seorang anak di luar pernikahan dari ibunya yang seorang penyanyi keleb malam .
" Tapi aku tidak masalah sama sekali , selama mereka saling mencintai . " Ujar Daniel
Daya sedikit menarik ujung sudut bibirnya tersenyum ,
Lalu setelah dari itu Daniel mengantar daya ke RS untuk shif kerjanya . Sebelumnya Daya sudah menolaknya tapi Daniel juga lebih kekeh untuk mengantarkan nya .
***
Di kediaman devandra , langit baru saja hendak keluar .
" Ingin pergi berkencan dengan ilen . " Ujar devandra yang melihat langit ,
" Apa ? " Sahut langit
" Ayah mertua mu bilang kalian mau berkencan . Apa ilen berbohong ! "
' Ah jadi dia bilang ada kencan dengan ku . ' gumam langit tak menyangka jika ia di gunakan untuk alasan .
" Gak, kami memang ada kencan " sahut langit segera karena ia tahu jika ia tak menjawab begitu , ayahnya akan mencurigai nya bahkan tak segan-segan untuk mencari tahu dan mengikutinya .
Mau tak mau Langit pun akhirnya mencari keberadaan ilen , ia menghubungi Doni karena di mana Doni berada pasti ada ilen . mereka adalah anak aktivis yang bergerak aktif bersama .
Kini langit sudah berada di depan gedung yang di mana sudah terdapat para mahasiswa dan juga mahasiswi yang tengah berdemo di pimpin ilen yang berdiri di atas gedung dengan speaker yang menyeruak gema suaranya ,
" Aih apa yang mereka lakukan ck ck " ucap langit yang melihat dari bawah ,
" Ilen .. ilenn ! " Panggil langit yang tentunya tak terdengar dan kalah dengan suara bising pendemo .
" Aish ! Percuma saja ! " Umpat langit berjalan menuju gedung atas menghampiri ilen ,
Begitu di atas gedung , langit kembali memanggil ilen tapi masih juga tak di gubris dengan ilen yang begitu asik menyeruakan suaranya dengan speaker dan tak lupa item pendukung ikat kepala yang juga berisi tulisan ketidakadilan .
" Hei ilenia !! " Kali ini ia teriak karena kesabaran sudah habis , baru membuat ilen dan juga beberapa teman-teman menoleh ke langit .
Ilen terkejut bukan main mendapati langit berada di sini , ilen buru-buru turun untuk mendatangi langit.
" Apa yang kau lakukan di sini hah ! " Pekik ilen masih melihat teman-teman nya itu ,
" Apa lagi bukankah kita ada kencan ! " Ucap langit membuat teman-teman dari ilen itu menyeringitkan dahi mereka sambil memandang ilen dan langit
" Haha apa maksud mu .. " sahut ilen melihat teman nya sebelum melayangkan tatapan sinis kearah langit ,
" Jaga ucapan mu itu yaa ! "
" kau ingin menuia keuntungan dan menghindari tanggung jawab akan masalah yang kau buat . ahh kau berlagak menjadi pahlawan dengan memanfaatkan putra dari kepala investigasi antikomunis" ucap langit yang tentunya mengandung perhatian teman-teman ilen yang kini menatap mereka intens
" Pergilah selagi aku masih sabar . " Pekik ilen dengan mengatupkan gigi nya ,
" Hentikan semua ini . "
" Cih tidak akan . "
" Ah kalau begitu bagaimana nya kalo mereka tahu jika kau sedang berkencan dengan siapa . " Ancam langit kembali melihat teman-teman ilen , menambah kesal ilen
Saat itu juga Doni kembali dari pengambil barang-barang keperluan demo saat ini , langit yang melihat Doni pun menyapanya .
" Kau pikir kau siapa bisa mengancam ku ! " Ujar ilen tak peduli dan malah justru semakin berani lebih tinggi naik pijakan yang hanya sejengkal itu , belum sempat ia menyerukan suaranya kembali langkah kaki sudah lebih dulu tak seimbang .
Semua yang di atas panik ..
Ilen oleng dan hendak jatuh ia beteriak , tapi dengan sigap langit menarik nya agar tak terjun jatuh dari lantai atas gedung , yang jika ilen sungguh jatuh mungkin ia akan langsung mati .
Kepala ilen terbentur tembok , kala langit menarik nya dan mengeluarkan cukup banyak darah segar . Yang akhirnya membuatnya berakhir di RS .
...bersambung ......
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻
__ADS_1
# happy reading 🍃