
Kini membuat jantung daya kembali berpacu dan menoleh langit , " mari kita bicara ini nanti . Nanti aku akan memberikan jawaban ku saat kamu benar-benar sadarkan diri . " Seru daya karena ada yang perlu ia bicara dulu dengan ilen .
Pagi dini hari daya sudah rapih akan berangkat shif kerjanya ,
" Kau sudah akan pergi day . Pagi ini masih terlalu pagi ? " Tanya Fira yang baru saja mau mandi
" He'um , aku harus mengurus beberapa persediaan obat-obatan .. "
" terus bagaimana dengan dia ! Si pria mu "
Bluse pipi daya memerah , apa lagi kala mengingat penyataan langit tadi malam .
" Kenapa pipi mu jadi semerah itu hah ? Seperti ada sesuatu yang terjadi . "
" Apa si ! Ini pasti karena kulit ku kebakar . aku tak memaksa suncrem " elak daya
" Eayy benarkah .. " ucap Fira menatap daya dengan saksama
" Udah sana mandi , kalau tidak kau akan terlambat kuliah ! Aku pergi dulu " ujar daya mendorong Fira menuju kamar mandi
" Hati-hati di jalan day dari aku yang tulus seperti lagunya bang tulus " seru Fira
" ya baiklah . " Sahut daya menutup pintu kamar mandi
Daya pun keluar dan melihat langit yang masih tertidur begitu pulasnya padahal matahari sudah sedikit menyinari wajahnya ,
" Yailah gak sekalian ajah tuh di liatin nya yang lebih dekat day. " Ujar Fira mengangetkan daya
" Siapa yang ngeliatin , kau tidak lihat nih aku mau jalan ! " Ucap daya salting bergegas pergi .
Fira tertawa , " daya-daya . Kita kenal lama tapi baru kali ini aku rasa kau terlihat begitu manis " kemudian ia bergegas kembali pergi ke toilet .
Langit terperanjat kaget kerena matahari sudah begitu menyinari sinarnya , ia memegang lehernya yang sedikit pegal lalu melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 08:00 ia mengerutkan keningnya .
" Oh , kau sudah bangun . Mari kita sarapan , bapak sudah buatku sup segar untuk menghilangkan pengar semalam " seru pak yoga
" Aa .. ya terimakasih pak . di mana daya ? " Tanya langit
" Dia udah berangkat kerja . Makanya bangun awal agar bisa ketemu daya. " Sahut Fira duduk di meja makan sederhana itu .
" Aku bisa menemui nya jika mau . " Gumam langit
" Apa ini ! Siapa yang mau makan sup pedas sepagi ini pak ? " Ujar Fira . Yang bergegas di tengok Dilla yang sudah rapih dengan seragam sekolah nya .
Ya menu utama yang tersaji adalah sup pedas dan segar penghilang pengar dan menu pendukung lainnya nya saja .
" Argh ayah yang benar saja ! " Protes Dilla
" Ada apa memang nya hah ! Kalian ini tinggal makan saja . Lagi pula sup ini pas karena untuk menghilangkan pengar kepala kita . "
Kita ? Uhf bukankah tepatnya kalian berdua bukan kami . Batin Fira
" Langit , tak masalahkan dengan sup ini ? Apa di Jakarta makanan nya tak jauh beda dengan di sini ? "
Langit melihat sup itu sambil menyengir , " ah ya tak masalah . Sama saja pak " ucap langit tak begitu mempermasalahkan itu meskipun sedikit ekstrim makan-makanan pedas dan masam di pagi hari untuk sarapan .
Dila mendorong sup itu sedikit lebih jauh dari samping nasinya . " Ka Fira belum jalan ? "
" Eayy santai aku ini tak harus mengikuti kelas Dil .. apakah masuk kelas itu penting untuk ku .. " sahut Fira santai
Plak .. satu pukulan mendarat pada bahu Fira ,
" Kau bilang apa fir ! Apa kau bilang tadi hah ! Kamu pikir orang tua mu tidak akan sedih mendapati anaknya seperti ini hah . Cepat pergi , ayo cepat pergi ke kampus . sudah selesai sarapan nya kan . Cepat kuliah ! " Gebrak-gebrak pak yoga yang sudah seperti sosok sang ayah untuk dua gadis yang berada di rumahnya saat ini .
__ADS_1
" Kau juga Dilla , jika tidak kau akan terlambat . Ayo , ayokkk cepat ! " Ucap pak yoga mendorong mereka keluar ,
" Ayahhh ! " ujar Dilla
" Cepat ! Kalian belajar lah yang rajin . Contoh daya ia begitu bekerja keras setiap hari nya "
" Ka langit aku pergi , ah maksudnya kami . Aku dan ka Fira " seru Dilla yang terus di dorong meninggalkan rumah bersama dengan Fira yang tengah ngedumel jika ia bisa jalan sendiri ,
" Ya hati-hati . Sampai bertemu sore nanti . " Sahut langit sedikit kencang .
Di jalan Fira menghela nafas panjang , tampak begitu enggan meneruskan langkah kakinya itu.
" Apa ini ! Apa ka Fira masih enggan pergi mengikuti kelas ! " Ujar Dilla
" Menurut mu ? . Tentu saja iya , buat ku saat ini yang terpenting adalah menegakkan keadilan "
" Aku juga suka berdemo karena itu terlihat seru dan keren macam pahlawan yang tengah membela kebenaran . tapi dirimu sudah kelewat gila nya ka . Auh aku rasa di rumah tidak ada yang waras selain aku dan ka langit "
" kau waras ? ck ck di ambang ke bobrokan justru ! . Kau kesekolah hanya numpang hadir saja kan tidak dengan pembelajaran nya bahkan pitagoras dasar pun tak nyangkut sedikitpun di otak mu . Dan Kau perlu tahu Dil kadang sedikit kegilaan tuh di perlukan dalam hidup tau . "
" Sebenarnya aku tersinggung dan sedang marah dengan perkataan mu barusan ka tapi kau benar . bahkan aku tak tahu apa yang aku tak ketahui uhf .. tapi jangan khawatir ada ka langit yang akan membuat aku menggapai impian ku dan membuat nilai ku bagus karena ia kan pandai selain itu ganteng "
" Ya , semoga saja yaa .. oh ya apa kau menyukai langit ? "
" Iyah . Siapa yang tak suka dengan laki-laki seperti ka langit selain itu ia bisa membuat suasana hangat karena keceriaannya , meskipun ingin sekali memiliki kekasih seperti ka langit tapi aku lebih keingin kalau ia menjadi kakak untuk ku . Ia bisa mengayomi ku " seru Dila tersenyum
" Uuu mengayomi sangat ! . Dasar anak kecil . Cepat naik kereta mu , aku dan daya kan juga mengayomi " ujar Fira menunggu Dilla menaiki kereta ,
" Ish tidak dengan kalian berdua ! " Sahut Dilla masuk kedalam kereta yang sudah terdapat teman nya .
Fira tertawa , " hei kau . Iya kau ! Aku titip Dilla ya dan tolong baik-baik dengan adik ku itu . " Seru Fira sedikit keras sambil melambaikan tangannya ,
Dilla tampak malu ..
" uhf No komen ! deh " Sahut Dilla enggan menanggapi kerandoman pagi ini .
Di sudut ruangan rumah sakit daya tengah membuat catatan di buku , sekejap ia kembali teringat tentang semalam di mana pernyataan nya langit setelah lagu romantis yang dia mainkan di tengah malam yang sepi hanya suara jangkrik lah yang juga ikut serta menemani mereka . Ia tersenyum dengan wajah yang kembali begitu memerah , tersadar ia menyeringai saat melihat sesuatu yang salah pada catatan yang sedang ia kerjakan tersebut .
" Senior , apakah kamu demam ? Wajah senior sangat memerah . " Ujar perawatan muda menghampiri daya ,
Daya seketika langsung memegang pipinya , " ah ini mungkin karena terbakar
Matahari " seru daya sambil tersenyum canggung menutupi diri dari apa yang sebenarnya terjadi dengan nya .
" Oh ya senior , kepala perawat bilang bisakah senior mampir Sebelum makan siang untuk rapat "
" Ya , baiklah .. " sahut daya cepat .
***
Selepas langit sarapan ia pun berpamitan dengan pak yoga lalu ia kembali kerumahnya untuk membersihkan diri setelah dari itu . saat ini ia tengah berada di RS Semarang pusat masih untuk mengurus kembali perpindahan Ica . Tapi meskipun administrasi sudah berhasil beres terselesaikan , langit masih juga belum bisa dapat konfirmasi kapan tanggal perpindahannya dari pihak RS Semarang yang tampak menunda-nunda .
" Jadi kapan pihak kalian memberikan tanggal perpindahannya ! Karena pihak RS Jakarta pusat sudah menanyakan nya . " Ujar langit
" Astaga kau datang Hanya untuk memastikan ini . " Seru nya
" Tentu saja ! "
Kepala direktur itu pun menunju tanggal kepastiannya ,
" Oke ! Aku akan memberikan tanggal ini
Kepada pihak RS Jakarta . " Ucap langit tegas ,
__ADS_1
" Ngomong-ngomong apa hubungan mu dengan icania ichan ? Ia bukan keluarga ataupun pasangan mu . Kenapa kau merelakan banyak waktu , uang dan usaha untuk ini ? " Ujar direktur RS melihat mendetail info pasien ,
" Karena saya penasaran . " Sambung nya melihat langit yang terpaku diam .
" Hmm menurut ku , kami adalah pelaku dan korban . Anggap aja begitu " Seru langit memberi jawaban .
Langit pun meninggalkan ruangan direktur utama RS Semarang dan mengambil gawai miliknya untuk mengkonfirmasi tanggal perpindahannya Ica pada pihak RS Jakarta , di kira dengan ini sudah selesai ternyata itu tidak . Langit seakan geram mendengar jika ternyata kabar dari pihak RS Jakarta tak bisa memindahkan pasien di karenakan kondisi pasien yang begitu beresiko jika dalam jangka waktu dekat-dekat ini .
Langit masih bersikukuh argumen untuk bagaimana caranya agar Ica bisa di pindahkan cepat ke RS Semarang ,
Sementara daya yang baru saja selesai menghadiri rapat tengah berjalan bersama sang perawat muda .
" Senior , apa kau tidak makan siang ? " Tanya sang perawat mudah
" Kamu duluan saja . " Sahut daya
" Baiklah .. " jawab sang perawat muda itu pergi dan daya pun bergegas jalan menuju ruang rawat darurat ,
Saat tengah berjalan ia mendapati sosok Langit yang tampak begitu sangat serius dan terlihat bingung berbicara lewat gawainya dan amplop besar di tangannya .
Lalu daya pun menghampirinya dengan menepuk pelan bahu langit , yang tentunya langsung di toleh langit yang juga langsung mematikan panggilan telpon nya dan menyembuhkan amplop itu di belakang nya ,
Daya menatap langit heran ,
" Dayaaa hehe.. " seru langit menyengir mengubah wajahnya mimiknya yang serius tadi ,
" Kenapa kau di rumah sakit ? " Tanya daya
" A-ah aku masih merasa pengar "
" Sttt sepertinya bukan itu alasan mu kemari . Ada apa ? Apa terjadi sesuatu ?"
" Ey-eay bukan apa-apa .. " jawab langit masih dengan senyumnya merahasiakannya dari daya .
Daya merasa tengah ada sesuatu yang di tutupi oleh langit , daya masih melihat langit dengan intens .
" Ku akui kau itu jahat sekali day . Kenapa kamu tidak membangunkan ku saat akan pergi ? Aku tak sangka kau meninggalkanku di sana " protes langit mengalihkan topik ,
" Itu karena ... karena kau tertidur begitu lelap . jadi jika kau kesini dan berkaitan dengan rumah sakit , aku bisa membant.. "
" Kamu tidak membangunkan ku karena aku tertidur lelap ? Apa itu berarti kau mengintip ku saat aku tertidur ya ? " Sambung langit
" Ceh kau bicara apa . Siapapun bisa melihat mu tertidur lelap ! " Sahut daya takut terciduk jika ia memang melihat nya
Langit tertawa " ya tentu bisa seperti itu .. nanti aku mengajar les , sampai jumpa di rumah " ucap langit yang di lihat daya ,
" Astaga , kedengarannya seakan kita sudah tinggal bersama ya " sambung langit menggoda daya dengan senyum nya yang super duper manis .
" Apaan si Ngit . Yaudah cepatlah pergii .. " usir daya
" Baiklah , baik . Sampai jumpa " seru langit tersenyum pergi ,
Daya menghela nafas sambil menatap punggung langit yang perlahan menghilang dari pandangan nya .
π»π»π»
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ»
__ADS_1
# happy reading π