Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 38


__ADS_3

Langit pun menelusuri jalan balik dan sampai di jalan titik temu ia tadi dengan nenek daya, " uhf Daya juga tidak ada di sini. Kalau begitu di mana dia ? " Seru langit khawatir


" ah .. gak apa-apa, kata ibunya tadi tidak usah khawatir . Ouh dia akan baik-baik saja , aku yakin ia baik-baik saja " ucap langit melanjutkan jalannya tapi saat ia melihat kearah depan , ia melihat sosok seseorang yang sedari tadi sedang ia cari kini di hadapannya yang tengah berjalan guntai dengan tatapan kosong.


" Dayaaa ! " Ucap langit teriak berlari menghampirinya yang berhenti saat namanya di panggil itu . Kini mereka sudah berdiri berhadapan,


" Kamu pergi kemana tanpa memberitahu ku ? Kamu tahu bagaimana aku ... " Ujar langit menatap daya yang juga sedang menatapnya dingin dengan wajah yang begitu pucat


" Kamu tahu apa yang aku pikirkan ? " Sambung langit


" Kenapa kau kemari ? " Ucap daya dingin


" kamu pikir aku jauh-jauh kemari untuk bersenang-senang ? Kamu gak ada di rumah ataupun RS . Jadi, ku pikir kamu mungkin kemari ... " Ucap langit yang tak di respon daya


" uhf aku tahu ini mungkin membuat mu takut karena aku sampai bertindak seperti ini, aku tahu . Tapi coba tempatkan diri mu di posisi ku , bagaimana aku bisa tetap tenang ? ... "


" Bagaimana kau tahu alamat ku ? " Ucap daya


" Aku bertanya pada Fira. Ah ya aku tahu ini juga mungkin membuat mu takut , tapi aku ... " Seru langit yang kini melihat daya yang berbeda bahkan tatapan manik milik daya pun begitu dingin memandang nya .


" Day, ada apa ? " Ucap langit , yang tak ada sahutan dari daya


" Ada masalah apa ? " Ujar langit selangkah maju untuk lebih lebih dekat tapi daya yang memundurkan langkahnya,


Lagi-lagi langit menatap nya tapi kali ini ia tampak bingung dengan perubahan sikap daya , " ada apa, daya ? " Tanya langit sedikit tersenyum , " day , ada apa ? Kamu seperti orang yang berbeda " gumam langit


Masih tak ada respon sedikitpun dari daya ...


" Day .. " seru langit memegang tangan daya , daya pun menghempas nya


" Kau sebaiknya kembali . Kamu membuat ku merasa tertekan dan tidak nyaman "


" Day , aku hanya ... "


" Tolong berhentilah . Tolong kembali saja " ucap daya


Membuat Langit terdiam sejenak, " baiklah. Aku akan menunggu mu di Semarang, mari kita bicara nanti " seru langit , daya pun berlalu pergi tanpa menghiraukan langit .


" Sampai jumpa di stasiun ! Aku akan menunggu, dayaa ! " Ujar langit setengah berteriak meskipun juga di abaikan oleh daya.


...🌧️...


Sedang di kediaman daya ...


" Bu, aku selama ini penasaran kenapa ka daya selalu terjebak di rumah sakit , seperti seorang biarawati. Tapi siapa yang menduga jika kakak ku itu ternyata memacari seorang dokter. Udah gitu tampan dan menyenangkan, kakak itu lebih mirip seorang aktor" ujar daynila


" Kau berpikir terlampau jauh ! " Seru sang ibu Damiela


" Apanya yang terlampau jauh .. bukankah itu ibu sendiri, bahkan sampai menanyakan orang tuanya padahal baru bertemu dengan nya ? "


" bukan berpikir terlampau jauh, tapi ibu hanya .... "


Daya dengan langkah lengang berjalan memasuki halaman nya ,


" Oh ka dayaa!!... " Ujar daynila sang adik menghampiri tapi lagi dan lagi daya hanya diam dengan wajah yang pucat

__ADS_1


" Sudah lama sekalii ka daya tak kesini , ah aku merindukanmu ka day ... Eh apa kakak tidak bertemu dengan pacar mu ka ? Ia tadi kesini menunggu... "


Tapi daya justru tak memalingkan pandangannya barang sedikitpun menatap sang ibu dengan dingin ,


Daynila melirik kakaknya lalu juga ibu mereka yang tak menoleh daya sedikitpun , " ka day. Apa kakak sudah makan ?, Kenapa tatapan kakak kosong? Ka daya seperti melihat hantu . Ka, apa kamu baik-baik saja ? " Ucap sang adik memegang baju lengan nya


" Ada apa kakak ? " serunya nya kembali


Daya masih diam seribu bahasa menatap punggung sang ibu yang tak menoleh nya ,


Pelan tapi pasti ingatnya terus berputar-putar dengan hal apa yang baru ia dengar.


" Apa benar aku putri seorang komunis ?" Ucap daya dingin


Yang segera membuat sang ibu menoleh nya,


" Ka.. entah Kakak mendengar itu dari siapa ... " Seru daynila yang sudah lebih dulu di beritahu kebenarannya oleh sang ibu


" Ibu, beritahu aku. Itu benar atau tidak ? " Ucap daya yang tak bisa menahan kembali air matanya


" Kenapa ibu tidak pernah memberitahukan ? Aku tidak tahu selama ini. Ibu tahu aku menyalahkan diriku atas segalanya seumur hidup ku, aku menyesali semua perbuatan ku. Ibu tidak tahu kan bagaimana aku melanjutkan hidup ku ... Ibu bahkan justru menyalahkan ku atas semua yang terjadi .. "


" Dayana ! " Ucap sang ibu


" Andai saja, andai saja ibu memberitahuku !... Maka aku tidak akan berharap terlalu tinggi, kenapa ibu membodohi ku ? Kenapa aku harus terpelosok tanpa tahu alasannya !! , Jawab aku ! Jawab aku ibuuu ! " Teriak daya di selingi tangis nya yang meledak


" Ouy ouyy dasar kau wanita hinaa ! " Ucap sang nenek histeris karena trauma nya di masa lalu saat peristiwa kehilangan putranya yang merupakan ayah daya pada saat di bawa paksa oleh devandra si kepala investigasi antikomunikasi.


Sang nenek pun menghampirinya dan menarik baju daya dengan kasar , " kau! .. kau juga di kirim oleh si devandra kan !! Pergi arghh !!! " Teriak sang nenek histeris memperkencang cengkraman dikerah baju daya membuat daya terkejut tapi juga tak bertindak apapun.


" Nenek .. nenek ! Jangan !!, Nek Tenanglah " Ucap daynila mencegahnya


" Ibu .. ibu mertua cukupp, tenanglah yaa " ujar Damiela memeluknya. Mereka berdua pun kembali teringat saat dahulu di mana kala atharik suaminya di bawa paksa oleh pesuruh-pesuruh devandra, atharik bahkan lama tak kembali dan setelah itu ia pulang dengan keadaan yang tak lazim lalu setelah itu kehidupan mereka pun begitu sulit bahkan atharik sampai tak bisa menerapkan kemampuan bisnis dan itu juga yang membuat kehidupan mereka sulit. Ya ayah dari atharik sendiri pernah menjadi pemberontak sedang sang kakak atharik ia merupakan komunis terang-terangan yang berhasil kabur dan tak pernah kembali lagi sementara atharik sendiri tak pernah tertarik dengan hal seperti itu tapi ia ikut terbawa-bawa karena keluarganya komunis dan devandra sengaja memakai cara itu untuk mengambil keuntungan . Hingga mereka bertemu kembali saat daya di tangkap ke markas Anti komunis kala dirinya di minta bantuan ilen untuk menyebarkan selebaran pemberontak dan atharik mengorbankan dirinya untuk putri tercintanya Dayana yang akan diam-diam hendak di tembak ,


" Nila, ini tolong bawa nenek mu " seru Damiela pada putri keduanya , lalu setelah itu ia pun mengajak daya duduk dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya.


" Begitulah keadaannya saat itu " ujar sang ibu


" Jadi itu semua adalah perbuatan devandra ? " Ucap daya masih dengan pandangan kosong


" Ibu berniat memberitahukan mu saat kau akan pergi ke Jerman. Entah siapa yang memberitahukan mu ? Jangan bilang, kau tidak bisa belajar di luar negeri karena ayah mu " seru Damiela sang ibu


Daya menyadarkan kembali angan-angannya , " aku harus pergi .. " ucap daya datar pergi begitu saja .


Damiela pun mengejarnya , " dayaa ! " Panggilnya


" Ibu kira ini akan berakhir jika ibu tetap diam. Ibu tidak mau, kau harus mencemaskan stigma semacam itu. Ibu ingin mengakhirinya agar kamu tidak terpengaruh "


" Tapi nyatanya itu tak berakhir ! " Ucap daya berbalik kembali melangkahkan kakinya pergi, hatinya hancur berkeping-keping .


***


Kini malam pun tiba , ilen yang tak mendapat kabar tentang daya khawatir cemas dan memutuskan untuk ke indekos daya. Sesampainya ia di sana, ia pun menanyakan daya pada pak yoga .


" Apa dia belum pulang ? "

__ADS_1


" daya pasti bekerja lembur "


" Tapi aku menelpon rumah sakit, katanya ia tak ada di sana. Dan aku juga tidak bisa menghubungi keluarga nya di Banyuwangi "


" Dia pasti sedang berpergian , daya bukanlah anak kecil. Kenapa semua orang ribut mencarinya ? Astaga kalau gitu kau bisa pulang , ya ? " Ucap pak yoga menutup gerbang.


Sedang ilen langsung panik kala otaknya mengingat devandra , kata-katanya malam itu saat devandra menanyakan nya soal hubungan yang sedang Langit jalani dan apakah ilen mengetahui siapa gadis yang langit pacari itu.


ia langsung segera pergi dan mendatangi kantor milik kakaknya, karena ilen tahu jika kakaknya belum pulang kantor.


Daniel yang memang sedang amat sibuk di telpon membahas tentang paspor dan juga visa. Benar-benar di buat pening karena tak kunjung bisa mengatasi ini meskipun ia sudah turun tangan, dan kedatangan ilen yang mendadak langsung menerobos lalu dengan gamblang langsung mengambil kertas-kertas tentang paspor dan juga visa cukup tambah kalut .


" Kakak , ada apa ini ? " Ucap ilen


" Len , aku agak sibuk sekarang . Mari kita bicara di rumah saja nanti "


" Apa ini kak ? Paspor dan visa , apa ini soal daya ? "


....


" Ada apa ? Ah Kakak ! " Teriak ilen yang mulai berkaca-kaca ,


Daniel pun meletakan kertas di tangannya itu " pertahanan keamanan memblokir paspor dan pengajuan visanya daya "


" Apa ? " Seru ilen


" Kamu tidak perlu mencemaskannya. Jadi, pulanglah " ucap Daniel yang akan menghubungi seseorang , tapi ilen mengambilnya.


" Ada yang ingin aku katakan pada kakak . Ini tentang daya dan langit "


" Bagaimana ... bagaimana kau tahu tentang mereka" Ujar Daniel cukup terkejut


" aku berbohong sejak awal... " Seru ilen memberitahu semuanya pada sang Kakak


" Jadi maksudmu semua itu bohong. Bahkan kencan buta nya ? " Yang di anggukkan ilen


" Lalu saat si devandra bertanya, kenapa kamu bilang tidak tahu apa-apa ? " Seru Daniel datar dan dingin


Ilen menangis , " aku takut . Aku tidak menduga keadaan akan menjadi tidak terkendali .. "


Daniel menarik nafas , " ilennia . Sadarkan kau dengar perbuatan mu ? "


" Kakak , aku .. aku hanya takut sesuatu yang buruk terjadi pada keluarga kita kerena aku ... "


" Lihat apa yang terjadi karena perilaku kekanak-kanakan mu ! " Ucap Daniel keras membentak ilen


Ilen menangis menyesali nya ...


***


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


# happy reading πŸƒ


__ADS_2