
Selesai itu mereka pun kembali pulang menggunakan kereta .
" Sulit ku percaya hari pertama kita bersama berlalu seperti ini . " Seru langit menghela nafas
" Kenapa bicara seperti itu , kita kan masih punya waktu bersama berduaan
Dan hari ini aku juga bersenang-senang . Bukankah kau juga bersenang-senang ? " Ucap daya
Langit menoleh daya lalu melihat kakaknya itu di sebrang sudut gerbong yang duduk bersama dengan Fira ,
" Kamu tahu day , perasaan ini ? Perasaan saat kamu makan permen manis dan salah satu gigi geraham mu sakit . Kamu jadinya tidak bisa menikmatinya kan , karena kamu teralihkan oleh rasa sakit di gigimu. Ouh ! " Ucap langit benar-benar kesal
" Kenapa kau begitu membenci Kakak mu? " Tanya daya
" Kamu tidak tahu betapa jahatnya dia kepada ku day " seru langit
" Tapi bagiku , sepertinya kamu yang kejam kepadanya "
" Apa ?! " Sahut langit melihat daya
" Kakak mu mungkin terlihat dingin dengan mu . tapi aku rasa di antara kalian ada kesalahpahaman yang tak saling kalian bicarakan , kau tidak mungkin mau berkelahi dengan kakak mu kan ? . Kalian itu kan keluarga "
" Ah lupakan saja day , kamu tidak mengerti . Ia mungkin hanya terlihat dingin Menurut mu tapi ia bisa sangatt ... "
" Ayolah Ngit . Ia hanya terlihat dingin tapi sebenarnya seseorang yang hangat ." Ujar daya melihat bumi yang sedang bincang sambil sesekali tertawa itu dengan Fira .
" Ada yang tidak bisa kamu sembunyikan
Sekeras apapun kamu berusaha . Kurasa ka bumi ingin dekat dengan mu .. "
" Siapa ? Dia ! . Dengan ku ? " Ucap langit melebarkan pupil ,
" Ehm .. " angguk daya
" Ouhh astaga ! Tidak mungkin. Itu sangat tidak masuk akal ouh . " Seru langit mengelengkan Kepala nya
" Dekati ia lebih dulu . Kau itu kan sudah sama-sama orang dewasa . " Ujar daya
Membuat langit kini memperhatikan kakaknya itu .
...πππ...
Di ujung sebrang sana alifpurwanto tengah tampak begitu tak suka dengan perbincangan yang di bahas oleh devandra yang kini menjadi besan dan juga rekan bisnisnya itu ,
" Apa ini ? Management gabungan ? " ucap alifpurwanto syok melihat berkas data-data resume yang di berikan devandra
" Jangan terlalu di pikirkan . Ini hanya agar para investor bisa berhenti merasa cemas .. " seru devandra cuek sambil menyesap tes nya
" Pak devandra ! Saya ini pembisnis . Saya sudah mengatasi berbagai kesulitan di industri , dan ini ! menyuap orang berpangkat tinggi ... Ini tentu saya sudah siap dan akan menghadapi nya . Tapi ini ! Ini berbeda ! Ini sama saja kau meminta saya menyerahkan bisnis kepada orang-orang ini ! , Jelas seperti perampok tanpa senjata !! " Ucap alifpurwanto emosi
" Kau harus melakukan ini ! . Karena saya menyarankan kau membuat pilihan yang tidak akan terlalu merugikan . Seperti pembisnis sejati . " Ucap devandra kembali menyodorkan data resume itu di meja , ya inilah tujuan devandra membuat ilen dan langit menikah . Bukan hanya agar ilen tak begitu bebas menghalangi pekerjaan nya dalam bidang memberantas para aktivis selain itu untuk ini mengambil alih bisnis farmasi central Semarang milik keluarga alifpurwanto .
Yang tak alifpurwanto sadari betapa liciknya seorang devandra , alifpurwanto kira devandra membantu pembangunan pabriknya karena mereka adalah besan dan rekan bisnis tapi ternyata alifpurwanto telah masuk di jebakan nya devandra bahkan ia pun sudah menyerahkan anak perempuan nya untuk menikah dengan putra nya itu .
Devandra tetep dengan perkataannya dan ia pun pergi tapi dengan desakan untuk melakukan management gabungan tanpa bisa di ganggu gugat .
Sore menjelang malam ini , Doni tengah membaca di studio foto nya dan aktivitas nya terhenti karena kedatangan ilen yang tampil begitu feminim dengan menenteng kardus alat panggangan .
" Ilen .. " gumam Doni
Ilen tersenyum dan langsung membuka kardus alat panggangan itu di depan Doni yang ternyata isinya adalah setumpuk kertas deklarasi demokrasi .
" Akan tidak baik mencetak draf pertama begitu saja . Aku sudah merevisi drafmu " seru ilen tersenyum
" Maksud mu Kau mencetak Ini semua sendirian ? " ujar Doni melihatnya
" Ku kira kau membutuhkan lebih banyak selembar ini untuk unjuk rasa di jalanan mendatang . Kau lihat ini ! jariku sudah berotot karena terus mengetik " ucap ilen Membanggakan diri
__ADS_1
" Aku bisa mengalahkan apapun sekarang . " Sambung ilen Tersenyum
Doni pun tertawa , " setelah bekerja keras selama ini , kamu pasti kecewa tidak bisa bergerak bebas lagi . "
Kesedihan terpancar di wajah ilen
" Sama sekali tidak , aku hanya merasa bersalah karena tidak bisa berjuang di samping mu . Tapi aku akan tetap berjuang membantu kalian , jadi beritahu aku jika ada yang bisa aku lakukan ya " seru ilen
" Terimakasih banyak . Tapi ... ngomong-ngomong kamu baik-baik saja ? " ujar Doni
" Ada apa . Kenapa bertanya seperti itu ? " Gumam ilen
" hmm maksud ku ... Lang.. Langit dan daya "
" Dia .. memberitahumu juga mengenai ini ? " Ucap ilen tampak tak suka
" Cih , sebaiknya aku pergi Don . Beritahu aku jika kau membutuhkan bantuan ya " seru ilen pergi .
Di tempat lain Daniel tengah bersibuk menyelesaikan pekerjaan nya , agar tak pulang larut . Tapi seorang teman mampir kekantor nya . Mulai berbicara hal yang tak masuk akal dan random tapi tak tertata rapih,
" apa maksudmu ? Masalah wanita ? Tentang apa ? " Ucap Daniel
" Hmm begini , aku bukan ingin menjelek-jelekkan calon adik ipar mu. Gimana ya sebenarnya ini juga agak canggung di bahas. Tapi kau kan tahu
Keluarganya cukup rumit Niel , jadi tidak ada salahnya menyelidikinya sebelum ilen menikahi nya ! Siapa yang tahu ? Mungkin ia punya wanita lain di Jakarta seperti ayahnya ... "
" Kau sudah keterlaluan .. "
" Aih ! Jangan terlalu yakin dengan manusia . Jika pola asuh keluarganya seperti itu , maka ia pasti sudah terbiasa . Bahkan setelah ia sudah menikah , ia bisa merayu gadis polos dan jika sampai bisa punya anak bagaimana ?. Sama seperti ayahnya ! " Ujar rekan nya itu
Dengan kesal Daniel menutup berkas yang berada di tangannya ,
" Sudah cukup ! Bawakan saja laporan keuangan tahun lalu pada ku . " Ucap Daniel penuh penekanan dingin dengan menahan emosinya .
***
Kini langit dan bumi sudah jalan kaki ke persimpangan pulang menuju rumah setelah mereka berpisah dengan daya dan Fira .
Langit melangkah sambil memandang bumi devandra sang kakak dari belakang dengan terngiang perkataan daya saat di kereta ,
Bumi pun menoleh , " kau lihat apa ! " Ucapnya dingin tak menghentikan langkahnya
" Kau tidak lelah membenci ku ka ? " Seru langit
" Bagaimana dengan mu ? Kau belum bosan tinggal bersama kami ? " Sahut bumi devandra menjawabnya dengan pertanyaan
" Nggak .. Sama sekali gak . Aku menyukainya , aku akan tinggal bersama mu seumur hidupku " seru langit
" Dasar parasit . " ucap bumi
" Sttt Biar ku bertanya , kenapa kau sangat membenciku ? " Tanya langit
" kau yang membuat ku seperti itu . " Sahut bumi dingin
" Ehm , kau tahu ka saat seseorang membenciku , aku terpaksa harus melawan balik . Jadi , jangan terlalu di perlihatkan . Kau hanya perlu abaikan saja aku , kalau perlu anggap aku sebagai tukang kebun yang makan bersama mu ... "
" Cih ! Kau terus saja pura-pura menjadi anak kandung . Kau tahu ibuku ! , Orang-orang terus saja menyebut ibuku sebagai wanita lemah, karena membesarkan anak simpanan sejak kau kembali kesini ! Aku dan orang tua ku adalah keluarga yang sesungguhnya . Sedang kau .. kau .. Jangan bersikap seolah kau adalah putra sahnya di keluarga kami ! " Ucap bumi mengeluarkan kekesalannya
" Jadi Itukah yang membuat mu sangat gelisah ka ? " Lirih langit
Bumi melirik langit dingin ...
Langit pun menepuk bahu sang Kaka ,
" kau benar ka , sekeras apapun aku berusaha menyembunyikan diri sebagai seorang anak kandung . Aku tetap tidak bisa mengubah fakta bahwa aku adalah anak di luar nikah . Makadari itu , kau tidak perlu cemas lagi dan jangan membenci ku lagi hanya karena ini " ucap langit Tersenyum
Tentunya bumi tak menghiraukan dan kembali melangkahkan kakinya ,
__ADS_1
" Tolong rahasiakan tentang daya . Dan aku tidak akan bilang jika kau dengan sengaja pergi meninggalkan kantor " seru Langit bernegosiasi
" Aku memang tidak berniat memberitahukan siapapun ! " Ucap bumi
" Ohhhh baiklah , aku percaya dengan mu ka " sahut langit tertawa .
Sementara saat ini daya dan Fira juga tengah menelusuri gang jalan sepetak ke indekos pak yoga dengan Fira yang menggandeng lengan daya sambil sesekali menyembunyikan senyuman nya ,
" Day , bukankah mereka terlihat betul-betul mirip tapi menurut ku ka bumi devandra itu lebih terlihat Cuekk kelihatannya . Hmm tapi setelah lebih mengenal dan berbicara dengan nya ternyata ia orang yang enak di ajak bicara " seru Fira
" Uhhh lebih mengenalnya yaa ? .. sttt jelas-jelas kau baru sekali mengenal nya " ledek daya
" Apaan si dayy .. " sahut Fira
" Kau menyukai ka bumi yaa ? " Senggol daya membuat Fira kelabakan
" Akuu ? Wah day kau itu stres yaa ! Mana ada aku suka dengan nya ! Aku hanya bilang ia orang yang enak di ajak bicara mana ada aku suka dengan nya " ucap Fira kesal
" Terus yang membuat mu jadi kesal seperti ini apa hah ! " seru daya melirik Fira
" Aku tidak menyukainya , lagi pula aku gak ada waktu untuk jatuh cinta day . Prioritas ku saat ini adalah untuk demokrasi menuntut keadilan . Tidak untuk cinta-cintaan . " ujar Fira
Daya memperhatikan Fira " Kita tuh gak bisa ngerencanain mau jatuh cinta kapan dan sama siapa sekalipun . apa lagi jika cinta sudah mampir singgah di hati akan lebih sulit untuk di atur nya . Itu lebih sangat sulit di kendalikannya"
" ya , tapi aku rasa ia tak menyukai wanita seperti diri ku . "
" eayy mana tahu ? "
" Biasanya gitu . Lupakan saja ! . Day , tidak salah ya kalau kau itu cocok dengan langit karena Kalian itu sama menyebalkan nya . Aku rasa kau sudah ketularan nya ... " ujar Fira kembali menggandeng tangan daya , hingga langkah kaki mereka berhenti saat seorang pria berdiri tak jauh dari hadapan mereka .
" Ka Daniel ? " Seru daya , yang di sambut senyum simpul milik Daniel lalu kemudian senyum itu segera kembali hilang kemudian Daniel sekilas melihat kearah Fira ,
" emm Day , kalau begitu aku akan duluan yaa " seru Fira yang peka , ia pun pergi dengan tak lupa sedikit senyum ramah meninggalkan mereka.
Kini daya menoleh ke arah Daniel ,
" Kenapa tidak menelpon ku saja ka ? , Agar ka Daniel tak menunggu "
" aku dari kantor dan sekalian mampir saja ... "
" Emm jadi ngomong-ngomong kenapa ka Daniel datang menemui ku ? "
" day .. " seru Daniel menatap daya datar , yang juga di lihat daya .
" Ada apa di antara kau dan langit devandra ? " Ucap Daniel , membuat daya tertegun diam bahkan menundukkan wajahnya merasa tak enak dan bersalah tentunya .
" Gak apa-apa , kesalahan bisa di perbaiki . Kau hanya sedang di bodohi olehnya ! .. " sambung Daniel
" Itu .. itu bukan kesalahan dan aku tidak di bodohi " Lirih daya memberitahukan nya
Hal itu berhasil membuat Daniel menyeringitkan dahinya dan juga mengambil nafas meredakan kekesalannya ,
" Day , dengar baik-baik . langit bukanlah orang baik . kau tidak boleh terlibat dengannya " Ujar Daniel
" Tapi ini pilihan yang ku buat . Selama ini , seumur hidupku aku selalu mengutamakan orang lain dan merelakan keinginan ku ka . Aku tidak berani melakukan sebaliknya . Dan ini untuk kali pertama dalam hidupku , aku mengumpulkan keberanian dan memilih langit . Meski sekalipun orang-orang menuding ku dan melempari ku dengan batu , aku akan menahannya karena aku sudah membuat pilihan dan tak akan mengubah keputusan ku . "
" Tapi kenapa ... Kenapa kau harus bertahan dengan orang-orang yang merunding mu karena bedebah seperti dia ?! Kenapa day ! " Ujar Daniel
" Maafkan aku .. " ucap daya yang memilih pergi . Jelas ia sudah memberitahukan semua yang terjadi dengan nya dan langit.
Meninggalkan Daniel yang tampak begitu marah mengetahui jawaban daya dan keputusan yang ia buat , dari situ Daniel melanjutkan mobilnya dengan kecepatan penuh ke suatu tempat . Yang jelas bukan rumah karena ia butuh pelampiasan dan itu adalah sebuah barr .
-
-
-
__ADS_1
# happy reading π
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ»π€