Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 30


__ADS_3

Pagi harinya di kediaman keluarga devandra , langit baru saja rapih membersihkan diri . Pandangan terfokus pada nakas di depan jendela yang sudah begitu cerah , ia tersenyum melihat benda di atas nakas tersebut yang terdapat satu anting milik daya dan juga bunga kala penolakan daya malam itu yang sudah layu .


Tak lama pintu kamar di buka , tentunya membuat langit menoleh . Langkah kaki itu terus mendekat menghampiri ,


" Selamat pagi , ayah . " Ucap langit pada devandra . Yang sudah berada di hadapannya


Plakk .. satu tamparan keras melayang di wajah langit ,


" Ayah dengar kau tidak enak badan kemarin . Kamu sudah merasa lebih baik ? " Ucap devandra dingin setelah berhasil melayangkan tamparan .


Langit menyunggingkan senyum seakan hal itu lucu , " sudah . " Jawab langit


Plak .. satu tamparan yang lebih keras lagi kembali menghantam wajahnya , dari devandra .


Dan saat devandra hendak kembali ingin melayangkan tamparan pada langit , kini Langit menghadangnya menangkis tangan ayahnya itu .


Devandra menatap langit yang sudah mulai berani berontak pada apa yang di lakukan dirinya pada langit ,


Tak lama ia pun menyunggingkan sudut bibirnya . menghempas tangan langit , " kamu pikir bisa mengalahkan ayah setelah dewasa ? . Tentu tidak mungkin , jangan salah paham , kau hanya bisa menangkis tangan ayah . Dan ingat baik-baik ! Apapun yang kau lakukan , ayah selalu selangkah di depan mu ! " Ucap devandra mendekatkan wajahnya di telinga langit ,


" Dan jika kau sekali lagi mengecewakan ayah di depan umum seperti semalam . Itu tidak akan berakhir dengan tamparan , tapi ayah akan melakukan sesuatu yang lebih . kau mengerti ? " Seru devandra dengan penekanan


Tok .. tok ..


Devandra menoleh arah Suara ketukan kamar langit ,


" Pak devandra , di bawah ada tamu .. ibu meminta saya untuk menyampaikan nya pada bapak " ujar asisten rumah kediaman keluarga devandra .


Devandra pun bergegas turun yang tentunya harus di ikuti dengan langit ,


Sesampainya di bawah , devandra cukup Diam saat melihat siapa tamunya . Begitu pula dengan langit yang sedikit membulatkan pupil matanya ,


Tamu itu adalah ilen , saat ini ia tengah di sambut hangat dengan Nita . Ibu sambung langit yang ilen tak tahu .


Ilen pun melihat devandra , kemudian munundukan kepala seraya menyapa orang yang lebih tua . Meski ia melakukan nya karena terpaksa .


Sedang langit masih menelaah apa yang membuat nya sepagi ini datang ke kediaman keluarga dan pandangan langit terarah pada sebuah kotak di tangan ilen , yang merupakan kue-kue dan juga banyak lagi bungkusan-bungkusan di ruang tamu devandra dari keluarga alifpurwanto . Tentunya ilen datang karena ingin menjenguk langit .


Langit tampak jengah dengan kehadiran ilen ,


" Astaga , kamu pasti lelah ilen sayang setelah acara pertunangan jadi seharusnya tidak perlu melakukan ini sayang " seru Nita tersenyum


Ilen pun membalas dengan senyum , " gak ko , lagi pula kemarin ilen tak sempat lebih dulu bertemu dengan kalian saat acara pertunangan . Jadi ayah dan ibu ku dengan tulus meminta aku untuk membawakan sendiri hadiah ini " seru ilen yang duduk di samping langit .


" Hadiah-hadiah ini sangat berharga , sampaikan ucapan terimakasih kami pada ayah dan ibu mu " ucap devandra tersenyum seolah menjadi orang baik


Tentunya lagi-lagi di tatap dingin langit ,


" Baiklah .. " sahut ilen muak dengan devandra . yang sudah mengetahui kartu devandra yang sebenarnya .


" Apa makanan nya sudah siap ? " Tanya devandra pada Nita sang istri


" Sudah , " jawab Nita


" Di mana bumi ? " Seru devandra menanyakan anak sulungnya


" Bumi . Bumi sedang menemui temannya yang ingin berkerjasama dan ia akan kembali esok malam . " Beritahu Nita


" Kalau begitu , ayo makan . " Ujar devandra pada langit dan juga ilen , ia kali ini tak ingin terlalu mempermasalahkan kepergian Putra sulungnya bumi devandra .


Devandra dan Nita beranjak ,

__ADS_1


Langit pun menghela nafas kasar menoleh pada ilen yang saat ini pun menolehnya dan pandangan ilen mengarah pada merah memar di wajah langit .


Tanpa sepatah katapun langit bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja , tentunya ilen pun mengikutinya . Yang berjalan keluar halaman rumah .


Setibanya di luar halaman , ilen tampak begitu kesal . " Kauu !! .. " ujar ilen sambil menunjuk telunjuk ke wajah langit . Langit yang dengan reflek langsung segera menutup tangan ke sebelah pipi kirinya yang sudah merah memar karena tamparan ayahnya .


" oh tunggu .. jika mau menampar ku , tampar aku di sisi sini . " Ucap langit menunjukkan wajahnya yang sebelah


" Ck , kamu ingin aku melakukan apa setelah menghilang seperti itu semalam hah ? . Kau tahu betapa sulitnya mencari alasan ?! "


" Maaf . Tiba-tiba terjadi sesuatu . " ujar langit


Ilen melipat kedua tangan di dadanya ,


" aku melihat mu semalam pergi bersama daya "


Langit seolah tampak tak terlihat seperti melakukan kesalahan ,


" Apa yang kalian pikirkan si ? " Sambung ilen


" Apapun itu , bukankah itu bukan urusanmu sekarang ! . Kita sudah bertunangan seperti yang kau mau dan kita hanya akan mempertahankan situasi ini sampai pabrik mu rampung , kau dan aku hanya bisa sejauh itu ! " Sahut langit


" Wah ! Kenapa bukan urusan ku ? Seperti kata mu kita harus mempertahankan


Situasi ini kan . Tapi bagaimana jika orang tahu tentang hubungan kalian ! . Pertunangan dan hal lainnya akan hancur ! " Ucap ilen


" Oke , kami akan berhati-hati mulai sekarang " jawab langit hendak berlalu .


Ilen meradang melihat kesantaian langit ,


" Aih kenapa kau terdengar begitu santai ?! . Sejujurnya kalian beruntung ! Hanya aku yang melihat kalian . Coba pikir bagaimana jika keluarga atau salah satu tamu melihat kalian ? Bagaimana aku akan menjelaskannya ! " Ucap ilen marah


" Kenapa kau begitu marah ? " Ujar langit


...


" Ngit , ilen sayang . Masuklah untuk makan cemilan .. di luar dingin " ujar Nita keluar , yang membuat ilen dan langit menghentikan perdebatan mereka


Langit dan ilen pun sama-sama memasang wajah tersenyum menoleh sumber suara itu , " baiklah .. " sahut mereka secara bersamaan


Kemudian saat asisten rumah kediaman keluarga devandra membawakan nampan berisikan cemilan dan juga jus jeruk ke kamar langit ,


" Makasih bi " seru langit saat art tersebut pergi . Lagi-lagi tanpa banyak omong langit membanting tubuh nya di kasur tanpa peduliin ilen yang tengah melirik nya.


" Tunjukkan album foto mu . Aku ingin melihat sejelek apa kau saat kecil " ujar ilen saat ini beralih melihat-lihat buku-buku yang tertata rapi di rak ,


" Aku tidak punya album foto . " Ucap langit


Ilen menolehnya , " apa ada yang kau punya ? " Sahut ilen malas. mengambil sebuah buku yang menarik perhatiannya karena pasalnya terdapat sebuah lembaran mencuat ke permukaan nya dan melihat nya . Itu adalah sebuah lembar foto wanita tengah memegang mic ,


" Siapa ini ? " Untuk ilen menunjukkan nya


Langit meliriknya , " itu ibuku . " ucapnya dengan santai


" Apa ? " Tanya ilen tampak bingung , lalu kembali menatap foto di tangannya itu.


" Ah bukan yang kau lihat di bawah , Tapi ibu kandung ku . Itu adalah foto satu-satunya sebelum ia sakit " ucap langit santai


Ilen lantas sedikit kaget dengan kebenaran nya , " a-astaga . Kenapa kau menaruh foto ibumu di sudut buku ini . Kan bisa kau bingkai atau semacamnya " ujar ilen peduli


" Thanks sarannya " ucap langit bangkit dari kasur lalu mengambil foto mendiang ibunya dan kembali menyimpan nya di tempat asal .

__ADS_1


" Berapa usia mu saat ia meninggal ? " Tanya ilen


" usia ku 12 tahun "


" Uhf kau masih terlalu muda saat itu , pasti sulit menghadapi semua kejadian itu "


" Kejadian apa ? " Tanya Langit


" Ya , kau pasti merindukan nya setiap hari . Apa lagi saat acara sekolah , kelulusan dan semacamnya . Itu pasti sangat cukup sulit " seru ilen


" Keadaan lah yang memaksa mu untuk kuat Kadang . hingga akhirnya sampai membuat mu terbiasa " ucap langit lalu memakan cemilan di nakas.


Ilen menatapnya dengan pandangan yang baru kali ini ia melihat sosok langit tak menjengkelkan dan baru kali ini juga ia tahu sebenarnya hidup Langit seperti apa .


***


Di sebrang sana , daya tersebut sedang tersengah-sengah baru sampai di yayasan . Ia menyapa Fira dan juga Doni yang lebih dulu Hadir di sana , tapi saat ini Doni tak tampak menerima sapaan daya dan bahkan bersikap acuh yang langsung meninggalkan daya ,


Daya yang sempat heran pun tak ingin menggubris mempermasalahkan nya mungkin saat ini Doni memang sedang ribet menghandel anak-anak di yayasan ,


Saat tiba waktunya selesai makan siang anak-anak yayasan . baik Doni , Fira dan daya pun sibuk merapihkan bekas-bekas kotoran sampah yang tertinggal oleh anak-anak dan juga mengurus piring-piring yang kotor .


kini daya sudah selesai merapihkan sampah-sampah itu dan ia menghampiri Doni yang sedang hendak ingin mencuci piring-piring dan juga pelataran yang kotor , sementara Fira tengah mengumpulkan piring-piring di meja-meja .


" Semuanya harus di cuci bukan ? Berikan pada ku saja Don " seru daya mengambil piring-piring itu lalu segera Doni mengambil tarik kasar dari tangan daya ,


Membuat daya melihatnya , " Doni , apa ada masalah ? Kenapa kau seperti ini dengan ku ? " Ujar daya


Doni diam menghentikan aktivitas nya ,


" Apa ? Katakanlah . " Ucap daya


" Aku melihat semuanya day ! " Ucap doni


" Apa ? "


" Di acara pertunangan nya ilen , aku melihat mu bersama langit ! " Seru Doni menatap tajam daya


Daya terdiam ..


" Cih bagaimana kalian bisa saling mengenal ?! . Bukan , yang lebih penting


Ada apa di antara kalian berdua hah ?! . Langit , ia adalah tunangan nya ilen . Dan kau kan sahabatnya ilen ! .. "


" Donn .. "


" Apa ilen tahu ?! yang terjadi di antara kalian berdua ! "


Daya menelan Saliva nya kasar dan mengganguk ,


Doni yang tak menyangka dan kesal pun mendengar langsung klarifikasi dari daya itu . Membuatnya melempar kasar sarung tangan karet di meja dan pergi berlalu begitu saja .


Fira yang sekilas mendengar itu pun mencoba mengejar Doni tapi sialnya itu hanya percuma saja ,


***


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


# happy reading πŸƒ


__ADS_2