
Meninggalkan Daniel yang tampak begitu marah mengetahui jawaban daya dan keputusan yang ia buat , dari situ Daniel melanjutkan mobilnya dengan kecepatan penuh ke suatu tempat . Yang jelas bukan rumah karena ia butuh pelampiasan dan itu adalah sebuah barr .
Berjam-jam sudah ia menghabiskan diri di sana tentunya dengan menegak bergelas-gelas wine dan juga berbatang-batang esapan roko , hingga mabuk . Setelah itu ia pun pulang dengan menggunakan jasa sopir barr .
Sesampainya di rumah ia agak sedikit membuat keributan di tengah malam hingga membuat ilen sang adik memapahnya ke dalam rumah ,
" Kenapa mabuk sampai seperti ini ! Argh ka Daniel , kau itu menyusahkan sekali " ujar ilen membukakan sepatu sang kakak
" Ilenn ! " Ucap Daniel menepis tangan ilen dengan nada parau mabuk ,
Tentunya membuat ilen menatap nya sedikit kesal ..
" Kamu menyukai langit ? " Ujar Daniel sedikit membuka matanya di tengah kesadarnya
" Astaga , kenapa tiba-tiba menanyakan
Itu ? " Ucap ilen melipat tangannya di dada sambil menendang kaki kakaknya .
" Jawab pertanyaan Kakak .. kamu menyukai langit ? " gumam Daniel
" Untuk apa aku bertunangan dengan orang yang tidak Kusuka ? "
" Lalu bagaimana dengan nya hah .. apa dia menyukai mu ... " ucap Daniel
" Ahh entahlah . Mabuk Membuat mu ngelantur ka ! Jadi , tidur saja " dumel ilen merapihkan kakaknya dan hendak pergi ,
" kamu dan daya . Kenapa ... Kenapa jatuh cinta pada pria brengsek ? " Lirih Daniel memejamkan matanya terlelap di ketidaksadaran nya itu , membuat ilen menoleh dan terdiam menatap sang kakak .
***
Di kediaman pak yoga ,
Sinar matahari pagi sudah menjulang cukup tinggi , kini daya dan Fira menemani Dilla yang sibuk dengan tentengan tas di tangannya .
" Dil , kita bisa mengantarkan mu ke sana. " Seru daya
" Eayy Ayolah aku bukan bayi . Aku tahu rute-rute nya . Aku mengingat jalannya menuju rumah nenek ku di Banyuwangi ." Ucap Dilla
" Kau yakin hah ! Aku ragu kau dapat mengingat jalannya . Ingatan mu kan buruk " ujar Fira
" Kalian meremehkan aku . Aku bukan anak kecil tahu ! Lagian aku kan punya mulut , jadi aku akan pergi sekarang " ucap Dilla
" Dasar keras kepala . Hati-hati di jalan , kau sudah pastikan mengemas semuanya . Kan ? " Tanya daya
" ya . Jangan khawatir , tolong lihat-lihat rumah ya ka " seru Dilla membuka gerbang
" Jika terjadi apa-apa telpon lah kami ya ? " Ucap daya yang di jawab oke dengan tangan oleh Dilla .
Daya dan Fira pun hendak menemaninya sampai di depan ,
" Astaga . Kakak tidak perlu mengantarkan ku keluar , sampai jumpa ! " ucap Dilla .
__ADS_1
" Hati-hati yaa ! " Teriak Fira dan daya melambaikan tangan sebelum gerbangnya di tutup Dilla ,
" Ouh mudah-mudahan ia sampai tujuan yaa , entah kenapa aku ragu . " Ujar Fira
" Ya. Tapi kita harus percaya pada nya fir , " sahut daya
" Ohh astaga day , aku harus rapih-rapih karena hampir telat " ucap Fira kalangkabut lari kedalam meninggalkan daya .
Daya tersenyum menghela nafas berjalan menyusul kedalam , tapi ...
Tok .. tokk .. tokkk
Daya pun menoleh , " sudah kuduga ! ia pasti meninggalkan sesuatu .." gumam daya .
" Udah aku tanya tadi , kamu pasti melupakan sesuatu kan ? " Ujar daya membuka gerbang , tapi ternyata ketukan itu bukanlah dari Dilla .
" Ilenn .. " gumam daya
" Bisa bicara day , " seru ilen . Mereka pun akhirnya melimpir dan sontak saling diam ,
" Maaf soal tempo hari . Aku tahu itu acara penting .. " lirih daya
" Kalian berdua ... " Potong ilen ,
" uhf harus kah kalian melakukan ini ! Aku mengerti kalian saling menyukai . Tapi apa kamu harus menunjukkan nya kepada Doni dan kakak ku juga ?. Haruskah kamu membuatku seperti orang bodoh dan membuat keributan ?! " Ucap ilen dengan nada marah
" Ilen , aku tidak berniat membuat keributan . Soal Doni dan ka Daniel ... "
" Apa ? "
" Ck kamu kan akan pergi kurang dari sebulan lagi , kamu di sini hanya tinggal beberapa pekan lagi . kenapa harus sampai melakukan ini ? , bagi aku dan keluargaku , ini sangat penting . " Ucap ilen
Daya melirik ilen tak percaya jika ilen bisa berdialog seperti itu dan hal itu kembali mengingat nya tentang dulu ,
" semua ini terdengar sangat familiar . Jadi , jika pergi . Semua akan baik lagi , seperti waktu itu ? " Seru daya membuka kembali luka lama .
Kata-kata daya itupun juga kembali mengingatkan ilen tentang apa yang saat itu terjadi dengan daya karena ulahnya ,
" Itukah .. itu yang kamu pikirkan selama ini ? " Seru ilen berkaca-kaca , " pasti mengerikan harus menyembunyikannya selagi berlagak menjadi sahabat di hadapan ku selama ini " ucap ilen pergi .
Daya menatap kepergian nya ,
" Dayy , untuk apa ia datang ? " Seru Fira yang melihat kepergian ilen padahal ia mendengar isi perbincangan mereka .
" Hanya , perbincangan biasa ko.. aku kedalam dulu , sampai nanti " sahut daya meninggalkan Fira ,
" Cih ! Dasar tak tahu malu . Ia bahkan masih tak merasa bersalah akan kejadian kala itu " dengkus kesal Fira melangkahkan kakinya pergi .
Kini daya yang melangkahkan kakinya pergi , ia menutup gerbang dengan rapat . Kemudian berjalan ke sebuah halte dan berdiri diam dengan pandangan sendu . Sebelum akhirnya ia melihat bayangan langit dari belakang yang hendak ingin mengagetkan nya dari pantulan kaca di depannya , tapi sebelum langit berhasil mengagetkan nya . Daya sudah lebih dulu berbalik yang tentunya justru berhasil membuat langit yang terkejut ,
" Astaga ! Kamu mengagetkan ku ! Kalau aku jantungan bagaimana hah " ujar langit , membuat daya Tersenyum .
__ADS_1
" Makanya jangan usil untuk mengangetkan ku hehe " seru daya tertawa
" Ouh benar-benar .. " gumam langit yang juga tersenyum dan melihat jam tangannya ,
" tunggu . Aku sudah berangkat lebih awal , tapi kamu tiba lebih awal dari ku . Aku rasa kamu sangat Merindukan ya " ujar langit
" Nggak ko ! Apaan si bukan begitu .. " sahut daya
" Hari ini adalah kencan resmi pertama kita kan , ada yang ingin kamu lakukan ? " Tanya langit
" Hmm .. tidak ada yang istimewa , " gumam daya menyeringai . " Kalau kamu sendiri ada yang ingin di lakukan ? "
" emm apa yaa ... Kalau aku beritahu , kamu bersedia melakukan apapun? " Ujar langit menggoda daya sambil tersenyum menyeringai.
" Ihhh ! " Plak .. satu pukulan mendarat di bahu langit ,
" Awwww " ringis langit tertawa lalu menyusul daya dan menggenggam tangan nya .
Mereka pun berjalan pergi dengan senyuman bahagia satu sama lain ,
Kencan mereka ini terbilang cukup lucu dan terkesan dangkal karena mereka pergi mendatangi sebuah perpustakaan . Dengan langit yang juga sering menggoda daya, lalu setelah itu mereka mendatangi sebuah toko roti. Dan langit langsung mengambil begitu banyak roti susu kesukaannya daya di nampan .
" Oh astaga , Ngit . Kamu mengambilnya terlalu banyak " seru daya
" Kenapa , kamu kan menyukainya . Ini roti kesukaan mu .. " ujar langit sambil terus mengambil roti itu
" Tapi aku tidak makan sebanyak ini , berhentilah mengambil nya .. " sahut daya menaruh kembali banyaknya roti di nampan itu
" Eayyy .. " kata langit mengambil nya kembali .
" Udah ini cukup , " seru daya membawa nampan roti itu ke meja mereka dan tak lupa pula dua botol susu menemani makan mereka ,
Mereka pun pertama-tama meminum susu di botol secara bersamaan lalu kemudian daya memberikan belahan roti susu miliknya .
" Aaaaa ... " Seru langit membuka mulutnya ,
Tapi daya tak menghiraukan dan malah melahap roti miliknya ..
" Aaaaaaaaaaa ! " Ujar langit kencang seakan tak malu . membuat semua orang di dalam toko pun menoleh nya , daya yang malu karena menjadi tontonan orang pun akhirnya segera memasukan sepotong roti kedalam mulutnya Langit . Yang di respon senyum oleh langit ,
Mereka pun bersenang-senang menghabiskan roti mereka dengan sesekali keriangan tawa bahagia di antara mereka .
...βοΈ...
-
-
-
# happy reading π
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»