Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 34


__ADS_3

Meninggalkan Daniel yang tampak begitu marah mengetahui jawaban daya dan keputusan yang ia buat , dari situ Daniel melanjutkan mobilnya dengan kecepatan penuh ke suatu tempat . Yang jelas bukan rumah karena ia butuh pelampiasan dan itu adalah sebuah barr .


Berjam-jam sudah ia menghabiskan diri di sana tentunya dengan menegak bergelas-gelas wine dan juga berbatang-batang esapan roko , hingga mabuk . Setelah itu ia pun pulang dengan menggunakan jasa sopir barr .


Sesampainya di rumah ia agak sedikit membuat keributan di tengah malam hingga membuat ilen sang adik memapahnya ke dalam rumah ,


" Kenapa mabuk sampai seperti ini ! Argh ka Daniel , kau itu menyusahkan sekali " ujar ilen membukakan sepatu sang kakak


" Ilenn ! " Ucap Daniel menepis tangan ilen dengan nada parau mabuk ,


Tentunya membuat ilen menatap nya sedikit kesal ..


" Kamu menyukai langit ? " Ujar Daniel sedikit membuka matanya di tengah kesadarnya


" Astaga , kenapa tiba-tiba menanyakan


Itu ? " Ucap ilen melipat tangannya di dada sambil menendang kaki kakaknya .


" Jawab pertanyaan Kakak .. kamu menyukai langit ? " gumam Daniel


" Untuk apa aku bertunangan dengan orang yang tidak Kusuka ? "


" Lalu bagaimana dengan nya hah .. apa dia menyukai mu ... " ucap Daniel


" Ahh entahlah . Mabuk Membuat mu ngelantur ka ! Jadi , tidur saja " dumel ilen merapihkan kakaknya dan hendak pergi ,


" kamu dan daya . Kenapa ... Kenapa jatuh cinta pada pria brengsek ? " Lirih Daniel memejamkan matanya terlelap di ketidaksadaran nya itu , membuat ilen menoleh dan terdiam menatap sang kakak .


***


Di kediaman pak yoga ,


Sinar matahari pagi sudah menjulang cukup tinggi , kini daya dan Fira menemani Dilla yang sibuk dengan tentengan tas di tangannya .


" Dil , kita bisa mengantarkan mu ke sana. " Seru daya


" Eayy Ayolah aku bukan bayi . Aku tahu rute-rute nya . Aku mengingat jalannya menuju rumah nenek ku di Banyuwangi ." Ucap Dilla


" Kau yakin hah ! Aku ragu kau dapat mengingat jalannya . Ingatan mu kan buruk " ujar Fira


" Kalian meremehkan aku . Aku bukan anak kecil tahu ! Lagian aku kan punya mulut , jadi aku akan pergi sekarang " ucap Dilla


" Dasar keras kepala . Hati-hati di jalan , kau sudah pastikan mengemas semuanya . Kan ? " Tanya daya


" ya . Jangan khawatir , tolong lihat-lihat rumah ya ka " seru Dilla membuka gerbang


" Jika terjadi apa-apa telpon lah kami ya ? " Ucap daya yang di jawab oke dengan tangan oleh Dilla .


Daya dan Fira pun hendak menemaninya sampai di depan ,


" Astaga . Kakak tidak perlu mengantarkan ku keluar , sampai jumpa ! " ucap Dilla .

__ADS_1


" Hati-hati yaa ! " Teriak Fira dan daya melambaikan tangan sebelum gerbangnya di tutup Dilla ,


" Ouh mudah-mudahan ia sampai tujuan yaa , entah kenapa aku ragu . " Ujar Fira


" Ya. Tapi kita harus percaya pada nya fir , " sahut daya


" Ohh astaga day , aku harus rapih-rapih karena hampir telat " ucap Fira kalangkabut lari kedalam meninggalkan daya .


Daya tersenyum menghela nafas berjalan menyusul kedalam , tapi ...


Tok .. tokk .. tokkk


Daya pun menoleh , " sudah kuduga ! ia pasti meninggalkan sesuatu .." gumam daya .


" Udah aku tanya tadi , kamu pasti melupakan sesuatu kan ? " Ujar daya membuka gerbang , tapi ternyata ketukan itu bukanlah dari Dilla .


" Ilenn .. " gumam daya


" Bisa bicara day , " seru ilen . Mereka pun akhirnya melimpir dan sontak saling diam ,


" Maaf soal tempo hari . Aku tahu itu acara penting .. " lirih daya


" Kalian berdua ... " Potong ilen ,


" uhf harus kah kalian melakukan ini ! Aku mengerti kalian saling menyukai . Tapi apa kamu harus menunjukkan nya kepada Doni dan kakak ku juga ?. Haruskah kamu membuatku seperti orang bodoh dan membuat keributan ?! " Ucap ilen dengan nada marah


" Ilen , aku tidak berniat membuat keributan . Soal Doni dan ka Daniel ... "


" Apa ? "


" Ck kamu kan akan pergi kurang dari sebulan lagi , kamu di sini hanya tinggal beberapa pekan lagi . kenapa harus sampai melakukan ini ? , bagi aku dan keluargaku , ini sangat penting . " Ucap ilen


Daya melirik ilen tak percaya jika ilen bisa berdialog seperti itu dan hal itu kembali mengingat nya tentang dulu ,


" semua ini terdengar sangat familiar . Jadi , jika pergi . Semua akan baik lagi , seperti waktu itu ? " Seru daya membuka kembali luka lama .


Kata-kata daya itupun juga kembali mengingatkan ilen tentang apa yang saat itu terjadi dengan daya karena ulahnya ,


" Itukah .. itu yang kamu pikirkan selama ini ? " Seru ilen berkaca-kaca , " pasti mengerikan harus menyembunyikannya selagi berlagak menjadi sahabat di hadapan ku selama ini " ucap ilen pergi .


Daya menatap kepergian nya ,


" Dayy , untuk apa ia datang ? " Seru Fira yang melihat kepergian ilen padahal ia mendengar isi perbincangan mereka .


" Hanya , perbincangan biasa ko.. aku kedalam dulu , sampai nanti " sahut daya meninggalkan Fira ,


" Cih ! Dasar tak tahu malu . Ia bahkan masih tak merasa bersalah akan kejadian kala itu " dengkus kesal Fira melangkahkan kakinya pergi .


Kini daya yang melangkahkan kakinya pergi , ia menutup gerbang dengan rapat . Kemudian berjalan ke sebuah halte dan berdiri diam dengan pandangan sendu . Sebelum akhirnya ia melihat bayangan langit dari belakang yang hendak ingin mengagetkan nya dari pantulan kaca di depannya , tapi sebelum langit berhasil mengagetkan nya . Daya sudah lebih dulu berbalik yang tentunya justru berhasil membuat langit yang terkejut ,


" Astaga ! Kamu mengagetkan ku ! Kalau aku jantungan bagaimana hah " ujar langit , membuat daya Tersenyum .

__ADS_1


" Makanya jangan usil untuk mengangetkan ku hehe " seru daya tertawa


" Ouh benar-benar .. " gumam langit yang juga tersenyum dan melihat jam tangannya ,


" tunggu . Aku sudah berangkat lebih awal , tapi kamu tiba lebih awal dari ku . Aku rasa kamu sangat Merindukan ya " ujar langit


" Nggak ko ! Apaan si bukan begitu .. " sahut daya


" Hari ini adalah kencan resmi pertama kita kan , ada yang ingin kamu lakukan ? " Tanya langit


" Hmm .. tidak ada yang istimewa , " gumam daya menyeringai . " Kalau kamu sendiri ada yang ingin di lakukan ? "


" emm apa yaa ... Kalau aku beritahu , kamu bersedia melakukan apapun? " Ujar langit menggoda daya sambil tersenyum menyeringai.


" Ihhh ! " Plak .. satu pukulan mendarat di bahu langit ,


" Awwww " ringis langit tertawa lalu menyusul daya dan menggenggam tangan nya .


Mereka pun berjalan pergi dengan senyuman bahagia satu sama lain ,


Kencan mereka ini terbilang cukup lucu dan terkesan dangkal karena mereka pergi mendatangi sebuah perpustakaan . Dengan langit yang juga sering menggoda daya, lalu setelah itu mereka mendatangi sebuah toko roti. Dan langit langsung mengambil begitu banyak roti susu kesukaannya daya di nampan .


" Oh astaga , Ngit . Kamu mengambilnya terlalu banyak " seru daya


" Kenapa , kamu kan menyukainya . Ini roti kesukaan mu .. " ujar langit sambil terus mengambil roti itu


" Tapi aku tidak makan sebanyak ini , berhentilah mengambil nya .. " sahut daya menaruh kembali banyaknya roti di nampan itu


" Eayyy .. " kata langit mengambil nya kembali .


" Udah ini cukup , " seru daya membawa nampan roti itu ke meja mereka dan tak lupa pula dua botol susu menemani makan mereka ,


Mereka pun pertama-tama meminum susu di botol secara bersamaan lalu kemudian daya memberikan belahan roti susu miliknya .


" Aaaaa ... " Seru langit membuka mulutnya ,


Tapi daya tak menghiraukan dan malah melahap roti miliknya ..


" Aaaaaaaaaaa ! " Ujar langit kencang seakan tak malu . membuat semua orang di dalam toko pun menoleh nya , daya yang malu karena menjadi tontonan orang pun akhirnya segera memasukan sepotong roti kedalam mulutnya Langit . Yang di respon senyum oleh langit ,


Mereka pun bersenang-senang menghabiskan roti mereka dengan sesekali keriangan tawa bahagia di antara mereka .


...❄️...


-


-


-


# happy reading πŸƒ

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


__ADS_2