
Di sebrang ruangan sana , Daniel tampak marah dengan apa yang di lakukan oleh sang ayah .
" Apa-apaan ini ayah ... Management gabungan dengan seseorang yang bahkan tidak kita kenal ? . Apa ini " ujar Daniel meletakkan kasar berkas resume,
" aku tahu . Aku paham menyuap Adalah kebiasaan lama , tapi. ayah tahu kan terlibat seperti ini adalah penyalahgunaan wewenang. Dan aku tidak akan pernah mau mengizinkan itu ! " Ucap Daniel dengan emosi
" kau pikir ayah tidak tahu itu ? . Ayah tidak punya pilihan kali ini . Kita tidak punya pilihan , uhff sekotor apapun itu . Apa yang bisa kita lakukan ? Kita akan menjadi keluarga . Jadi , kita harus patuh " seru sang ayah alifpurwanto
Membuat Daniel geram , " jangan biarkan ini berlarut-larut . Mari kita batalkan pertunangan ilen ! " Ucap Daniel
" Apa maksudmu ? "
" langit si brengsek itu ! , Memacari orang lain " ujar Daniel yang sudah benar-benar geram dan sekaligus menggunakan hal ini untuk lepas dari kelicikkan devandra .
" Apa ! " Seru sang ayah alifpurwanto syok mendengarnya ,
" Aku akan meminta devandra untuk menemui kita Dan membatalkan semua ini . " Ucap Daniel .
...βοΈ...
Saat ini hari sudah akan kembali berlalu lagi saja , sang mentari sudah berganti dengan sembulan rembulan . Dan langit dengan daya sedang di sebuah cafe menikmati waktu bersama sebelum kencan mereka di hari ini berakhir , mereka sedang menulis list keinginan di masing-masing selembar kertas notepad dengan langit yang sedikit berisik saat menulis karena ia menulisnya sambil dengan mengulang kata-kata keinginannya.
" Aku akan menggabungkan lirik untuk lagu ku ... " Seru langit begitu serius dengan di lihat oleh daya yang senyum.
Tiba-tiba pula sebuah lagu terputar ikut meramaikan nuansa cafe ,
" Ooo tunggu , aku yang meminta lagu ini " beritahu langit pada daya dan mereka pun saling melempar tawa bersama .
" Oke , apa lagi yang ingin kamu lakukan day ? " Tanya langit
" Stt apa lagi , ya ? Aaa aku harus pergi mengunjungi rumah. Sudah lama aku tidak pulang , selama ini aku hanya menelpon . Hmm Aku berencana akan berkunjung saat liburan lain kali " seru daya
" Oke . mengunjungi rumah mu bersama dengan langit , tulis seperti itu " ujar langit
" Eh ! Kenapa kau akan pergi kesana juga ? Bagaimana kau akan memperkenalkan diri ? "
" Bagaimana menurut ? Jelas aku akan bilang kalau aku pacar mu . Aku bisa membuat banyak orang tua menyukaiku loh jika aku bertekad namun sayang nya aku jarang saja melakukan itu " ucap langit
" Ishh .. " gumam daya Tersenyum ,
" Berjanjilah kita akan pergi kesana bersama " seru langit excited .
Yang hanya di balas senyuman dengan tatapan kosong oleh daya ...
" Nah mari kita lihat ! Apa lagi yang akan mau kita lakukan ? ahh sepertinya banyak yang akan kita lakukan .. " seru langit yang menoleh melihat daya yang tengah terdiam menatap nya ,
daya yang di lihat langit pun sontak langsung mengalihkan pandangannya
" hmm lagu apa yang kamu minta ? terdengar sangat bagus . Apa judulnya Ngit ?" ujar daya kembali mengkontrol raut wajahnya .
__ADS_1
Langit pun meletakkan pena nya dan fokus memandang daya , " akan kuberi tahu jika kamu memberitahu ku lebih dulu " ucap langit
" Hmm kalau lagu ku adalah Raisa Anggiani ' kau rumah ku ' " beritahu daya
" Bukan lagu yang kamu minta . Maksud ku , apa yang kamu pikirkan seharian ini sampai mata mu tampak sesedih itu . " Ucap langit masih lekat memandang daya ,
Kini daya benar-benar tertangkap basah oleh langit, daya pun menundukkan wajahnya memainkan pulpen di tangannya sekejap .
" Aku, aku hanya merasa telah membuat banyak orang menderita demi kebahagiaan ku sendiri . Karena itulah tiap kali aku merasa bahagia , rasanya seolah aku menjadi orang jahat " seru daya akhirnya membuka suara tentang apa yang membuat nya merasa tak nyaman di saat ia merasa bahagia dengan membuat keputusan tentang langit .
Masih dengan langit yang memandang daya intens , " seharusnya kamu memberitahuku . Kenapa menyembunyikan rasa sakitmu ? " ucap langit
" kamu juga menyembunyikan rasa sakitmu kan. Kamu takut , kamu akan tampak menyesal jika aku melihat mu menderita " lirih daya , yang kali ini membuat langit tak bergeming .
" Emm aku tidak menyesal Ngit. Tapi bukan berarti kita tidak menderita hanya karena tidak menyesal . Meskipun kita tidak terlihat kuat dan bahagia , kuharap kita bisa saling menunjukkan semuanya satu sama lain tanpa merahasiakan apapun " ujar daya tersenyum memberitahu jika dirinya tak menyesal bersama langit dan menunjukkan jika dirinya tak akan goyah dengan hubungan mereka yang banyak lika-liku nya.
" ouh astaga . Kamu dalam masalah sekarang day , karena aku sebenarnya sangat pengecut . Aku akan merengek seharian mulai sekarang " Ucap langit dengan tertawa ,
" baiklah , aku akan siap mendengarkan mu " sahut daya juga ikut tersenyum ,
" ahh , lalu ngomong-ngomong apa judul lagu ini ? " Ujar daya
Yang membuat Langit menangkupkan tangan di dagunya sambil memandang lekat daya dalam-dalam .
Sementara ilen , ia tengah menelusuri jalan setelah kembali dari markas aktivis ikut sibuk tipis-tipis kegiatan untuk berunjuk rasa tapi sesaat langkah kakinya terhenti kala melihat tayangan iklan di jalan tentang para partisipasi yang sedang berunjuk rasa. Mendadak ia merasa lelah dengan keadaan yang terjadi dengan nya dan situasi yang ia ciptakan, ada perasaan sedih kala mengingat pertengkarannya dengan daya dan juga ia yang tak bisa sebebas dulu beraspirasi menyuarakan keadilan.
" Apa yang terjadi ? " Tanya ilen
" Ayah harap kamu tidak terkejut. Ayah dengar tunangan mu memacari orang lain. " Ucap alifpurwanto melihat sang putri ,
Yang tentunya devandra pun melirik nya ...
" Karena ini salah putra mu, jangan memperburuk keadaan dan mengakhirinya di sini ! " Ucap Daniel
Devandra menarik nafas seolah tak terpengaruh " apa putri mu tidak tahu apa-apa tentang ini ? " Ujar devandra pada alifpurwanto
" Andai adik tahu itu !! Akankah adik ku mau bertunangan ?! " Sahut Daniel berteriak pada devandra
" Hmm jadi , kamu tidak tahu langit memacari orang lain atau siapa wanita itu ? . Benar kamu sama sekali tidak tahu ? " Ujar devandra menatap ilen
Sang ayah alifpurwanto dan Daniel sontak menoleh ilen menantikan jawaban nya , ilen yang awalnya diam kini mengangguk mengiyakan nya . Ia berbohong .
" Kalau begitu saya tidak akan berdalih. Ini semua salah saya karena gagal membesarkan putra saya dengan baik. Namun , keluarga kita akhirnya berhasil bersatu . Bagaimana kita bisa mengakhiri semuanya karena satu kemunduran ? . Jika anda memberi saya kesempatan, saya akan bertanggungjawab dan menyelesaikan semuanya " ucap devandra tentu tak akan dengan mudah melepaskan mangsanya .
" Cih , anda benar-benar tak tahu malu. Kami tak akan melanjutkan ini jadi tolong silahkan anda pergi ! " Ucap Daniel tak kuasa lagi menahan sulut emosinya. Terlebih dengan apa yang ia ketahui tentang devandra yang berusaha mengambil alih bisnis farmasi central Semarang.
Dan dengan sedikit tak terima devandra pun pergi , saat meninggalkan kediaman alifpurwanto devandra mengambil gawai genggam miliknya lalu ia begitu dingin memberi perintah pada seseorang yang tengah ia telpon itu.
***
__ADS_1
Di sudut gang jalan daya tengah terus bercerita sepanjang perjalanannya , ia tampak begitu bawel di hadapan langit sedang langit hanya diam mendengarkan .
" Aku membuat mu bosan ya ? " Seru daya yang sadar saat menoleh langit yang hanya diam saja itu ,
" Gak ko .. aku senang mendengarmu , teruskan " ucap langit
" Beritahu aku jika aku membuka mu bosan. Kamu diam saja sejak tadi, jadi aku terus ngoceh "
" Itu sama sekali tidak membosankan , aku baik-baik saja sungguh dengan itu "
Kini daya pun mengambil langkah menghadang langit , " jika kamu baik-baik saja , kenapa mata mu tampak terlihat lelah ? " Ujar daya
Tak ada sahutan dari langit ,
" Ngit ayolah , bukankah kita berjanji akan saling menceritakan semuanya ? . Hei tuan pengecut , kamu kenapa hah ? " Senggol daya
Langit pun menatap daya , " aku hanya sedang cemas . " Ucap langit
Daya pun membalas tatapannya ...
" Aku sangat bahagia sekarang. Kebahagiaan semacam ini ... tidak pernah bisa ku miliki seumur hidupku , aku seakan terbang sangat tinggi di udara sampai aku akan menabrak. Itu yang membuat ku merasa gelisah " ucap langit
Daya masih menatap nya lekat , membuat langit merasa menjadi malu dan memalingkan wajahnya.
" Aku tahu ini konyol dan tidak masuk akal .. " gumam langit memaksa senyum tapi tiba-tiba daya pun mengecup pipi langit secara spontan . Dan tentunya ia juga terkejut dengan apa yang ia lakukan dan juga membuat diri nya malu grogi karena itu pertama kalinya ia melakukan hal semacam itu dengan langit yang juga terkejut mendapati itu. Sadar akan hal itu daya pun segera berbalik pergi tapi langit segera menariknya dan memeluknya ..
Mereka terdiam canggung satu sama lain ,
" Aku tidak bisa mengantarkan mu pulang sampai rumah hari ini bukan ? " Tanya langit gugup
Daya Tersenyum , " sampai jumpa besok " ucap daya lalu pergi , beberapa langkah kemudian daya pun menoleh dan melambaikan tangan pada langit sambil tersenyum . Di balas senyuman pula oleh langit.
Di sepanjang jalan daya Tersenyum bahagia ,
Sedang langit saat ini berdiri di halte ia pun tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang ternyata adalah anting milik daya yang ia pinta agar untuk selalu bisa mengingat daya. Tapi sayangnya anting itu patah dua yang membuat langit merasakan sesuatu tak enak merayap di hatinya. Karena feeling nya sering kali selalu benar,
Lalu saat itu juga di sebrang sana saat daya sudah hendak sampai di dekat gerbang kediamannya , tiba-tiba saja ia di sekap dari belakang dan di bawa masuk kedalam mobil oleh dua orang pria.
***
-
-
-
jangan lupa untuk like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
# happy reading π
__ADS_1