Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 13


__ADS_3

Ilen sudah selesai di perban , tapi masih harus menunggu hasil pemeriksaan CT scan nya .


" Ini semua karena kau ! " Ucap ilen


" Aku ? Seharusnya pikir ! aku yang sudah menyelamatkan mu . Kalau tidak ada aku mungkin kau sudah tinggal nama ! "


" Wah memang kau siapa hah tuhan ! Bicara seperti ini !! "


" Logis saja ! Logika mu berfungsi kan ! "


" Uwah sepertinya kau memang ingin berkelahi dengan ku ya ! "


" Jika kau ingin silahkan ! "


" ah cuma pria pengecut yang berani berkelahi dengan wanita . Ck ck "


" Oh jadi kau ini wanita yaa .. "


" Heii !!! " Teriak ilen kesal dan ingin membaku hantam langit , sebelum itu terjadi daya sudah lebih dulu membuka gorden yang menjadi penghalang antar ruang pasien .


Daya tampak terlihat khawatir mendengar jika ilen terluka ,


" Daya ! " Ujar ilen yang melihat daya


" hei Day .. " seru langit juga menyapa daya .


Daya melihat luka yang sudah di perban oleh perawat lain ,


" kau baik-baik saja ? " seru daya


" aku baik . hanya luka sedikit saja ko day ,


aku udah gapapa jadi aku ingin segera pergi .. "


" Gak ! Tetap lah di sini sebelum hasil pemeriksaan CT scan mu keluar Len . Luka mu itu ada di kepala bisa-bisa kau gagar otak ! "


" aku gapapa day . Dan aku harus segera kembali mereka membutuhkan ku "


" Tidak ada yang membutuhkan mu . Mereka bahkan pasti tengah sibuk meski ada atau tanpa diri mu sekalipun "


" Kau itu !! "


" Apa ? Aku hanya berbicara fakta ! "


" Aduh hentikan . Jangan bertengkar , ini rumah sakit . " Ucap daya


" Dia yang melakukannya lebih dulu day "


" Wah jelas-jelas kau yang memulai nya dengan menyalahkan ku "


" Stopp ! " Ujar daya menghentikan kembali pertengkaran mereka ,


" Day , tolong cepat tanyakan hasil pemeriksaan nya . aku harus segera pergiii "


" Baiklah , tunggu di sini . Dan kalian jangan bertengkar , mengerti ? " Ucap daya memberi peringatan .


Sepeninggal daya , ilen dan langit kembali bertengkar . Mereka bahkan tak menggubris peringatan daya , bagai Tom dan Jerry .


" Hentikann .. "


" Apa hah ? " ujar ilen menyenggol dengan sengaja langit mengunakan kakinya


" Ku bilang hentikan ! " ucap langit dingin menepis kaki ilen dengan kasar , dan memukul lengan ilen dengan pelan .


" Kau memukul ku ! "


" Oh gak . aku hanya menghilangkan debu saja "

__ADS_1


" Wah kau . kau bilang aku debu ! " Ucap ilen membalas memukul langit ,


" Kau yang bilang itu sendiri ! . Dan sebaiknya kau diam karena kesabaran ku ada batasan nya ! " Ujar langit kesal .


" Apa kata mu !! "


Langkah daya tertahan kala melihat pertengkaran ilen dan langit , sepintas mengingat perkataan ka Daniel yang bilang mereka itu mirip , sering bertengkar tapi hal itu akan membuat hidup mereka saat bersama bahagia .


Sesaat daya menggubris semua hal di hatinya lalu menghampiri dengan membawa hasil CT scan ilen , langit yang melihat daya pun langsung diam menghentikan perdebatan mereka .


" Kau boleh pergi karena hasil CT scan nya tak menunjukkan ada masalah " seru daya


" Ah senangnya , kalau begitu aku harus segera pergi ya day " ujar ilen girang memeluk daya .


" Dan kau jangan mengikuti ku ! " Ucap ilen mengepalkan tangannya pergi .


" Cih . Lihat dia ! " Sahut langit


Lalu setelah nya daya pun berlalu pergi ,


" Day , daya tunggu . Kapan shift mu berakhir ? " Tanya Langit


" aku rasa aku tidak perlu memberitahu kan nya . " Sahut daya pergi dari pandangan langit ,


Saat ini matahari sudah berhasil mengistirahatkan sinarnya , berganti menjadi malam gelap tanpa rembulan sedikit pun hanya tampak Awan hitam .


Daya dengan menghela nafas lesu melangkah gamblang berjalan keluar rumah sakit , shif kerjanya baru saja selesai .


" Dayaa.. " panggil langit yang menunggu daya sekaligus menyandarkan ,


" Apa yang kau lakukan masih di sini " seru daya menoleh dan melanjutkan langkahnya.


" Aku sengaja menunggu mu dan sekaligus aku ada urusan yang perlu di urus di sini juga , kau pasti belum makan ya ? Bagaimana kalau kita cari makan dulu . Baru setelah itu aku akan menyanyikan lagu ku seperti yang kukatakan "


Daya tak bergeming bahkan ia hendak terus berjalan tapi langit menghalang nya dengan berdiri di depan nya .


" Aku gak mau ! " Ucap langit


" Apa ? "


" Kau pasti akan bilang kita harus berhenti bertemu . Aku gak mau . "


Daya membuang nafas , " bukannya kau tahu orang tua kalian sedang mendiskusikan pernikahan kalian . Jangan memperumit keadaan Ngit , dan aku tidak mau ikut memperburuk keadaan kalian "


" Jangan hiraukan aku dan ilen . Bagaimana dengan mu ? . Katakan bagaimana perasaan mu . Maka aku tak akan ambil pusing "


" Aku sudah mengatakannya kan kemarin , bahwa aku akan study keluar . Aku pergi sebulan lagi , tentang bagaimana perasaan ku itu tak terlalu penting untuk ku . Dan aku melakukan kencan buta itu dengan mu agar aku mendapat uang untuk tiket penerbangan nya . "


Meskipun Langit sudah tahu akan hal kenyataan itu karena sebelumnya ilen juga telah lebih dulu memberitahukan nya , tapi mendengar nya langsung dari daya wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta . Meruntuhkan pertahanan nya membuat nya seketika lost ,


" Ka..kapan .. kapan kau akan kembali ? "


" Aku tak ada rencana untuk kembali selama nya "


Membuat langit menatap nya sendu ,


" Jadi jangan lakukan apapun yang akan kita sesali nantinya dan mari kita akhiri sampai di sini . Agar kita hanya cukup mengingat kesan baik saja di antara kita " Ucap daya memperjelas semuanya ,


" Tunggu .. tapi daya .. "


Daya melayangkan jabat tangan melakukan perpisahan . yang tentunya hanya di tatap datar langit , tak di respon . lalu daya mengambil tangan langit dan menjabat nya ,


" Aku senang bertemu dengan mu , sungguh . " Seru daya melepaskan jabat tangan mereka dan pergi .


Meninggalkan langit yang pilu tak tahu harus apa , ia bagai perahu yang tengah terombang ambing di tengah laut lepas saat di terpa badai . Langit berjalan meratapi jalan ,


Begitu pula dengan daya yang tengah termenung melamun di halte menunggu busway nya tiba ,

__ADS_1


Langit singgah di studio foto milik keluarga Doni , belum selesai ia merapihkan suasana hati nya yang buruk kini datang lagi masalah . Setibanya Langit di sana ia tiba-tiba mendapat telpon dari RS Jakarta . Lalu mengangkat nya , dan tentunya ini tentang kondisi Ica yang kesadaran semakin lemah , bahkan pihak rumah sakit pun tak lagi memberi harapan pada langit . bahkan juga pihak dari RS bicara jika mau di pindah rawatkan di Semarang pula tak akan merubah kondisi nya . Jadi itu akan sia-sia , Beritahu pihak RS .


Langit menghela nafas kasar ..


" Ngit , ngit . Ada apa dengan lu ? Jujur ajah dengan gua apa yang sebenarnya lu rahasiakan ? Hingga membuat lu seperti ini ! "


Tak ada jawaban dari langit yang malah justru memetik senar gitarnya ,


" apa ini ada hubungannya dengan ilen ? "


" Sama sekali bukan . "


" Lalu bagaimana bisa lu bersama dengan nya ? "


" Ah gua bahkan nyaris tak mengenalnya . "


" Tapi gak terlihat kaya gini . "


" lu menyukainya . Bolehkah punya perasaan sesama teman seperjuangan ? " ucap langit sejenak melirik Doni sebelum kembali terus memainkan melodi lewat senar gitar nya itu .


" cih apa yang lu bicarain . Jangan konyol ! "


" Gesture lu bicara lain . " Sahut langit datar sedatar-datarnya hatinya saat ini ,


" Ah sial ! bisa gak lu stop jangan mainin tuh lagu terus . Nyikas gua yang denger berulangkali ! " gerutu Doni


Langit yang memang dalam suasana hati gak bagus akhirnya meluapkan kekesalannya dengan menggenjreng kan asal keras senar gitar tersebut begitu sumbangan terdengar .


" Cih , ada apa sekarang ? " Ucap Doni melihat langit ,


" Kenapa gak ada yang berjalan sesuai keinginan gua ? " Ucap langit membuang nafas .


" Ck ck Ngit , Ngit . gak biasnya lu gini "


Langit menoleh , " coba lu pikir ini Don , anggap ajah nih ya lu baru menemukan wanita impian lu . Tapi dia akan pergi untuk selamanya dalam sebuah lagi , apa yang bakal lu lakuin ? "


" Hmm apa ilen akan pergi ? "


" Ah ! Bukan dia dan bukan tentang dia ! " Sahut langit teriak ,


" santai-santai , kalau gua yang ada di situasi itu . Gua mungkin akan langsung nyerah . "


" Kenapa ? "


" Ya coba ajah lu bayangin sendiri Ngit , ini akan menyiksa . Paling gak lebih baik gua menyesal dari pada merindukan nya seumur hidup gua , gua benci sakit hati "


Langit terdiam ..


" terus jalanin hidup seperti biasanya ajah Ngit , bukankah filosofi hidup lu adalah hidup dengan santai . "


" Uhf itu dulu saat gua masih sendiri , tapi semua berubah begitu hidup orang lain terlibat . "


" Ck ck astaga ! Udah dateng jauh-jauh kesini eh malah terjebak dalam cinta " ucap Doni


" Jika lu masih merasa pusing , cobalah kembali solusi dari masa SMA kita . " Sahut Doni melemparkan sebatang rokok dan juga pemantik nya


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun yang Mimin cintai semuanya 🤗🌻


# happy reading 🍃

__ADS_1


__ADS_2