
Ilen sudah selesai di perban , tapi masih harus menunggu hasil pemeriksaan CT scan nya .
" Ini semua karena kau ! " Ucap ilen
" Aku ? Seharusnya pikir ! aku yang sudah menyelamatkan mu . Kalau tidak ada aku mungkin kau sudah tinggal nama ! "
" Wah memang kau siapa hah tuhan ! Bicara seperti ini !! "
" Logis saja ! Logika mu berfungsi kan ! "
" Uwah sepertinya kau memang ingin berkelahi dengan ku ya ! "
" Jika kau ingin silahkan ! "
" ah cuma pria pengecut yang berani berkelahi dengan wanita . Ck ck "
" Oh jadi kau ini wanita yaa .. "
" Heii !!! " Teriak ilen kesal dan ingin membaku hantam langit , sebelum itu terjadi daya sudah lebih dulu membuka gorden yang menjadi penghalang antar ruang pasien .
Daya tampak terlihat khawatir mendengar jika ilen terluka ,
" Daya ! " Ujar ilen yang melihat daya
" hei Day .. " seru langit juga menyapa daya .
Daya melihat luka yang sudah di perban oleh perawat lain ,
" kau baik-baik saja ? " seru daya
" aku baik . hanya luka sedikit saja ko day ,
aku udah gapapa jadi aku ingin segera pergi .. "
" Gak ! Tetap lah di sini sebelum hasil pemeriksaan CT scan mu keluar Len . Luka mu itu ada di kepala bisa-bisa kau gagar otak ! "
" aku gapapa day . Dan aku harus segera kembali mereka membutuhkan ku "
" Tidak ada yang membutuhkan mu . Mereka bahkan pasti tengah sibuk meski ada atau tanpa diri mu sekalipun "
" Kau itu !! "
" Apa ? Aku hanya berbicara fakta ! "
" Aduh hentikan . Jangan bertengkar , ini rumah sakit . " Ucap daya
" Dia yang melakukannya lebih dulu day "
" Wah jelas-jelas kau yang memulai nya dengan menyalahkan ku "
" Stopp ! " Ujar daya menghentikan kembali pertengkaran mereka ,
" Day , tolong cepat tanyakan hasil pemeriksaan nya . aku harus segera pergiii "
" Baiklah , tunggu di sini . Dan kalian jangan bertengkar , mengerti ? " Ucap daya memberi peringatan .
Sepeninggal daya , ilen dan langit kembali bertengkar . Mereka bahkan tak menggubris peringatan daya , bagai Tom dan Jerry .
" Hentikann .. "
" Apa hah ? " ujar ilen menyenggol dengan sengaja langit mengunakan kakinya
" Ku bilang hentikan ! " ucap langit dingin menepis kaki ilen dengan kasar , dan memukul lengan ilen dengan pelan .
" Kau memukul ku ! "
" Oh gak . aku hanya menghilangkan debu saja "
__ADS_1
" Wah kau . kau bilang aku debu ! " Ucap ilen membalas memukul langit ,
" Kau yang bilang itu sendiri ! . Dan sebaiknya kau diam karena kesabaran ku ada batasan nya ! " Ujar langit kesal .
" Apa kata mu !! "
Langkah daya tertahan kala melihat pertengkaran ilen dan langit , sepintas mengingat perkataan ka Daniel yang bilang mereka itu mirip , sering bertengkar tapi hal itu akan membuat hidup mereka saat bersama bahagia .
Sesaat daya menggubris semua hal di hatinya lalu menghampiri dengan membawa hasil CT scan ilen , langit yang melihat daya pun langsung diam menghentikan perdebatan mereka .
" Kau boleh pergi karena hasil CT scan nya tak menunjukkan ada masalah " seru daya
" Ah senangnya , kalau begitu aku harus segera pergi ya day " ujar ilen girang memeluk daya .
" Dan kau jangan mengikuti ku ! " Ucap ilen mengepalkan tangannya pergi .
" Cih . Lihat dia ! " Sahut langit
Lalu setelah nya daya pun berlalu pergi ,
" Day , daya tunggu . Kapan shift mu berakhir ? " Tanya Langit
" aku rasa aku tidak perlu memberitahu kan nya . " Sahut daya pergi dari pandangan langit ,
Saat ini matahari sudah berhasil mengistirahatkan sinarnya , berganti menjadi malam gelap tanpa rembulan sedikit pun hanya tampak Awan hitam .
Daya dengan menghela nafas lesu melangkah gamblang berjalan keluar rumah sakit , shif kerjanya baru saja selesai .
" Dayaa.. " panggil langit yang menunggu daya sekaligus menyandarkan ,
" Apa yang kau lakukan masih di sini " seru daya menoleh dan melanjutkan langkahnya.
" Aku sengaja menunggu mu dan sekaligus aku ada urusan yang perlu di urus di sini juga , kau pasti belum makan ya ? Bagaimana kalau kita cari makan dulu . Baru setelah itu aku akan menyanyikan lagu ku seperti yang kukatakan "
Daya tak bergeming bahkan ia hendak terus berjalan tapi langit menghalang nya dengan berdiri di depan nya .
" Aku gak mau ! " Ucap langit
" Apa ? "
" Kau pasti akan bilang kita harus berhenti bertemu . Aku gak mau . "
Daya membuang nafas , " bukannya kau tahu orang tua kalian sedang mendiskusikan pernikahan kalian . Jangan memperumit keadaan Ngit , dan aku tidak mau ikut memperburuk keadaan kalian "
" Jangan hiraukan aku dan ilen . Bagaimana dengan mu ? . Katakan bagaimana perasaan mu . Maka aku tak akan ambil pusing "
" Aku sudah mengatakannya kan kemarin , bahwa aku akan study keluar . Aku pergi sebulan lagi , tentang bagaimana perasaan ku itu tak terlalu penting untuk ku . Dan aku melakukan kencan buta itu dengan mu agar aku mendapat uang untuk tiket penerbangan nya . "
Meskipun Langit sudah tahu akan hal kenyataan itu karena sebelumnya ilen juga telah lebih dulu memberitahukan nya , tapi mendengar nya langsung dari daya wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta . Meruntuhkan pertahanan nya membuat nya seketika lost ,
" Ka..kapan .. kapan kau akan kembali ? "
" Aku tak ada rencana untuk kembali selama nya "
Membuat langit menatap nya sendu ,
" Jadi jangan lakukan apapun yang akan kita sesali nantinya dan mari kita akhiri sampai di sini . Agar kita hanya cukup mengingat kesan baik saja di antara kita " Ucap daya memperjelas semuanya ,
" Tunggu .. tapi daya .. "
Daya melayangkan jabat tangan melakukan perpisahan . yang tentunya hanya di tatap datar langit , tak di respon . lalu daya mengambil tangan langit dan menjabat nya ,
" Aku senang bertemu dengan mu , sungguh . " Seru daya melepaskan jabat tangan mereka dan pergi .
Meninggalkan langit yang pilu tak tahu harus apa , ia bagai perahu yang tengah terombang ambing di tengah laut lepas saat di terpa badai . Langit berjalan meratapi jalan ,
Begitu pula dengan daya yang tengah termenung melamun di halte menunggu busway nya tiba ,
__ADS_1
Langit singgah di studio foto milik keluarga Doni , belum selesai ia merapihkan suasana hati nya yang buruk kini datang lagi masalah . Setibanya Langit di sana ia tiba-tiba mendapat telpon dari RS Jakarta . Lalu mengangkat nya , dan tentunya ini tentang kondisi Ica yang kesadaran semakin lemah , bahkan pihak rumah sakit pun tak lagi memberi harapan pada langit . bahkan juga pihak dari RS bicara jika mau di pindah rawatkan di Semarang pula tak akan merubah kondisi nya . Jadi itu akan sia-sia , Beritahu pihak RS .
Langit menghela nafas kasar ..
" Ngit , ngit . Ada apa dengan lu ? Jujur ajah dengan gua apa yang sebenarnya lu rahasiakan ? Hingga membuat lu seperti ini ! "
Tak ada jawaban dari langit yang malah justru memetik senar gitarnya ,
" apa ini ada hubungannya dengan ilen ? "
" Sama sekali bukan . "
" Lalu bagaimana bisa lu bersama dengan nya ? "
" Ah gua bahkan nyaris tak mengenalnya . "
" Tapi gak terlihat kaya gini . "
" lu menyukainya . Bolehkah punya perasaan sesama teman seperjuangan ? " ucap langit sejenak melirik Doni sebelum kembali terus memainkan melodi lewat senar gitar nya itu .
" cih apa yang lu bicarain . Jangan konyol ! "
" Gesture lu bicara lain . " Sahut langit datar sedatar-datarnya hatinya saat ini ,
" Ah sial ! bisa gak lu stop jangan mainin tuh lagu terus . Nyikas gua yang denger berulangkali ! " gerutu Doni
Langit yang memang dalam suasana hati gak bagus akhirnya meluapkan kekesalannya dengan menggenjreng kan asal keras senar gitar tersebut begitu sumbangan terdengar .
" Cih , ada apa sekarang ? " Ucap Doni melihat langit ,
" Kenapa gak ada yang berjalan sesuai keinginan gua ? " Ucap langit membuang nafas .
" Ck ck Ngit , Ngit . gak biasnya lu gini "
Langit menoleh , " coba lu pikir ini Don , anggap ajah nih ya lu baru menemukan wanita impian lu . Tapi dia akan pergi untuk selamanya dalam sebuah lagi , apa yang bakal lu lakuin ? "
" Hmm apa ilen akan pergi ? "
" Ah ! Bukan dia dan bukan tentang dia ! " Sahut langit teriak ,
" santai-santai , kalau gua yang ada di situasi itu . Gua mungkin akan langsung nyerah . "
" Kenapa ? "
" Ya coba ajah lu bayangin sendiri Ngit , ini akan menyiksa . Paling gak lebih baik gua menyesal dari pada merindukan nya seumur hidup gua , gua benci sakit hati "
Langit terdiam ..
" terus jalanin hidup seperti biasanya ajah Ngit , bukankah filosofi hidup lu adalah hidup dengan santai . "
" Uhf itu dulu saat gua masih sendiri , tapi semua berubah begitu hidup orang lain terlibat . "
" Ck ck astaga ! Udah dateng jauh-jauh kesini eh malah terjebak dalam cinta " ucap Doni
" Jika lu masih merasa pusing , cobalah kembali solusi dari masa SMA kita . " Sahut Doni melemparkan sebatang rokok dan juga pemantik nya
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun yang Mimin cintai semuanya 🤗🌻
# happy reading 🍃
__ADS_1