
Saat selesai dengan urusan ukur mengukur baju sore ini langit langsung mengajar les Dilla . Langit duduk di samping Dilla yang tengah mengerjakan soal dari nya , langit terduduk tak bersemangat sambil menggerak-gerakkan pulpen di tangannya . Lalu tersadar melihat Dilla yang salah mengerjakan soal itu ,
" Bukan di situ . Di sini tertulis Y adalah bilangan asli , X lebih besar dari pada 36 dan Y adalah bilangan asli . Jadi , kuadrat apa ? " Seru langit
Tak ada jawaban dari Dilla yang memang tak mengerti dan tak bisa menjawab soal itu .
" Kuadrat pertama . " Sambung langit menjawabnya ,
" Ah ya iya benar. Benar kuadrat pertama " sahut Dilla pura-pura paham
" tunggu , tunggu .. di mana kuadrat ketiganya ? " Tanya langit memastikan apakah dila mengerti soal-soal itu
Dilla dengan wajah polosnya mencoba menjawab nya kembali tapi tentunya dengan jawaban yang salah juga .
" Uhf Dilla , bukankah kau mempelajari ini saat SMP ? .. "
" Aaahhh aku gak tauuu ! Otak ku gak berfungsi karena kita sudah melakukan ini selama 3 jam .. " ujar Dilla frustasi nyerah meletakkan kepalanya di meja
" Duduklah yang tegak Dil , ayoo " ucap langit meminta Dilla untuk kembali duduk , dan Dilla pun menurutinya .
" Kalau kau begini , kamu tidak bisa ke Jakarta saat liburan sekolah . Kan kamu bilang ingin melihat galeri musik yang keren di sana kan "
" Hmm seharusnya aku pergi ke Jakarta bersama dengan ka daya .. " lirih Dilla tampak sedih
" Jakarta ? Apa yang daya lakukan di Jakarta ? "
" Ka daya pergi ke kantor imigrasi untuk membuat paspor , seharusnya aku ikut
Untuk melihat istana galeri musik dan juga melihat-lihat Jakarta " gumam Dilla masih dengan kesedihan menatap langit ,
Mendengar daya pergi ke Jakarta , membuat langit teringat akan perbincangan nya dengan Daniel pagi saat ia bilang juga akan ke Jakarta . Ekspresi langit mengerut tak senang , membayangkan nya saja sudah membuat nya kesal dan marah .
" Ouh bagaimana kau akan memecahkan
Fungsi jika tidak tahu kuadrat ? , Buka bukumu kembali " ujar langit mengajarkan nya lagi meskipun pikiran dan hatinya dalam keadaan tak baik .
***
Cukup lama perjalanan akhirnya mobil Daniel pun berhenti di depan sebuah gang lorong kecil menuju kediaman daya yang hanya di terangin cahaya lampu dan sinar rembulan yang sedikit menyembul menyinari malam ini ,
" Terimakasih atas tumpangannya juga , Kaka sudah banyak membantu aku seharian ini " seru daya
" Lagi day ? Oh ayolah . Rumah mu dengan rumah ku kan searah day " ucap Daniel tersenyum
" Pokonya sekali lagi makasih banyak . Daya pasti akan membalas Budi kebaikan ka Daniel . Baiklah hati-hati di jalan ya ka " ujar daya membuka pintu mobil ,
" Day .. " seru Daniel menghentikan pergerakan daya turun dari mobil dan menoleh nya
" Jika kau punya waktu besok , bisakah kau membantuku besok ? "
Daya pun mengiyakannya tanpa bertanya , karena bukankah ia juga harus membalas kebaikan ka Daniel yang sudah banyak sangat membantunya .
" Besok aku jemput di sini yaa . Selamat malam day .. " ucap Daniel tersenyum lalu pergi .
Sepeninggalnya Daniel , daya pun berjalan kaki menelusuri gang kecil menuju kediaman nya dan langkah nya terhenti saat langit sudah berdiri di depan nya dengan pandangan lelahnya lalu melihat map di tangan daya .
" Langit , sedang apa kau di sini ? "
" Kamu pergi ke Jakarta tadi ? "
" Ya . " jawab daya mengendur kan map di tangannya
" Dengan Daniel alifpurwanto ? " Suara langit datar
" Bagaimana kau tahu ? "
" Kamu kan bisa saja mengajak ku pergi bersama mu . "
" Bagaimana aku bisa melakukan itu . Padahal tahu kau akan bertunangan ? "
__ADS_1
" Kenapa tidak ? Kau hanya perlu memintanya pada ku . Tapi kamu gak bilang . "
" Tapi .. "
" Kamu hanya perlu bilang pada ku ! . Kau tau aku menunggu mu mengatakannya ." Ucap langit kesal
" Bagaimana bisa ? , Bagaimana bisa kita pergi ke Jakarta bersama . Bagaimana dengan pertunangan mu ? Apa yang akan kau katakan pada keluarga mu dan ilen ? Apa yang kau harapkan dari ku ?! Saat tak ada yang bisa ku lakukan Ngit ! " Sahut daya
" kenapa kamu bilang tidak bisa berbuat apa-apa ?! Apa mereka tahu sesuatu tentang mu ?! Apa ada yang mengancam mu ?! .. "
Daya menghela nafas mengkontrol dirinya ,
" langit ! "
" Nggak kan day?! . Kau hanya gak mau menjadi orang jahat ! Kamu pikir aku tidak takut apapun ? Kamu mungkin berpikir aku tidak peduli pendapat orang tentang ku ? tapi kau salah . Aku hanya berusaha menahan diri tiap saat karena kau day . Karena aku yakin kamu merasakan hal yang sama dengan ku .. uhf waktu kita hanya sebulan day , aku bahkan tak ingin melewatkan satu hari pun seperti ini . Ini membuat ku gila ! " Ucap langit
Daya terdiam dengan mata yang nyaris tak dapat lagi membendung air mata nya ,
" Ku kira kau juga menahan diri . sama seperti aku yang tak baik-baik saja , tapi sepertinya aku salah karena kurasa kau baik-baik saja ! .. "
Daya hendak ingin berbicara ,
" Aku tak mau memiliki perasaan untuk orang yang tak mau sedikitpun membalas nya . " Ucap langit dingin pergi melewati daya begitu saja tanpa menoleh sedikitpun . Kali ini Langit pergi kembali dengan perasaan nya yang patah ,
Meninggalkan daya yang akhirnya tak dapat lagi menahan air matanya ..
***
Pukul 3:00 dini hari tepatnya , tok .. tok ..
Daya yang masih setengah sadar akan baru terlelap tidur nya pun membuka pintu kamar nya yang di ketuk itu , dan mendapati Doni .
" Maaf , apa aku membangunkan mu day ? " Seru Doni
" Kenapa kau datang selarut ini ? "
" Emm ini , bisa tolong berikan ini pada ilen ? " Memberikan sebuah map coklat pada daya
" Eih aku gak enak . lagi juga aku gak di undang ke acara pertunangannya . Ditambah lagi , dia gak akan mau menemui ku karena itu akan canggung " ujar Doni
" Tolong berikan kepadanya yaa , ia menulis ini . dan berkerja keras untuk itu jadi ia harus melihat hasilnya , tolong pastikan sampai padanya ya day " pinta Doni ,
Daya pun menerima map coklat itu , " di mana Fira ? Ia belum kembali juga "
" Dia ada di basecamp mengurus slogan-slogan demo nanti "
" Baiklah , bilang padanya untuk segera pulang karena ini sudah larut dini hari " seru daya
" Baik akan aku sampaikan pada nya , kalau begitu terimakasih ya day . maaf jadi merepotkan mu " pamit Doni .
Daya kembali masuk ke dalam , ia duduk dan melihat isi map itu yang berisikan selembar kertas deklarasi demokrasi yang daya tahu pasti penting tentunya bagi ilen , Daya pun meletakkan map itu di nakas sederhana kamar nya .
...βοΈ...
Saat matahari sudah tak malu menampakkan sinarnya dengan sempurna , di depan gang Daniel tengah menunggu daya sambil mencari lagu yang enak untuk di dengar menemani perjalanan mereka pagi ini . Ketika menemukan lagu yang enak ia pun tersenyum menyambut pagi yang cerah ini ,
Tok .. tok , daya mengetuk kaca jendela mobil Daniel sambil tersenyum menyapa Daniel .
" O-oh kau sudah tiba .. " seru Daniel tersenyum menatap daya membukakan pintu mobilnya ,
" Jadi , apa yang bisa daya bantu hari ini ? " Tanya daya begitu di dalam mobil
" hmm Aku perlu meminjam selera mu . Jadi ayo kita pergi ada banyak tempat yang harus di kunjungi " ucap Daniel , tentunya membuat daya bingung dengan apa yang sebenarnya harus ia bantu.
Sampai berhenti lah mereka di sebuah butik lengkap , dan di sana juga daya baru mengerti maksud dari ka Danie yang mau meminjam selera nya untuk memilihkan setelan pakaian yang akan di gunakan nya untuk acara pertunangan ilen
" Ka Daniel , bagaimana dengan ini ? Ini akan cocok dengan semuanya .. " seru daya setelah melihat-lihat beberapa sepatu dan menunjukkannya ,
" Day , dayaa .. berapa ukuran sepatu mu ? " Tanya Daniel membawa sepasang high heels cantik
__ADS_1
" Ukuran ku ? , 37 . Kenapa ka Daniel menanyakan nya ? "
" Wah kebetulan ini ukuran 37 , jadi . ini cobalah day " seru Daniel berjongkok meletakkan sepatu itu di depan daya
" Ahh untuk apa ka ? Kita kemari kan untuk Membeli sepatu mu " tolak daya
" Udah cobalah pakai , coba sebentar " ujar Daniel berlutut , Daniel pun membantu daya dengan memberikan pegangan tangan nya . yang mau tak mau akhirnya membuat daya mencobanya
Daniel yang melihat high heels itu begitu cocok di kaki daya pun tersenyum ,
" cantiknya .. " ucap Daniel menatap daya .
Setelah itu masih di toko yang sama saat daya tengah memilih-milih kembali dasi untuk Daniel . Daniel lagi-lagi sibuk memanggil-manggil daya dan membawa beberapa pakaian untuk daya lalu ia mencocokkan baju itu di samping tubuh daya ,
" Emm ini .. yang ini .. ini .. ini juga .. ah yang ini saja , cobalah " ucap Daniel setelah mencocok nya dengan daya . Pilihannya jatuh pada dress berwarna pink pastel cantik ,
" Apa yang ka Daniel lakukan . Kenapa Kaka terus melakukan ini ? Pilihlah saja untuk ka Daniel " protes daya
" Sudah , cobalah .. " ujar Daniel mendorong daya ke depan ruang ganti .
Daya masih enggan masuk keruang ganti itu ,
" Astaga ayolah day kita tidak punya banyak waktu .. "
" Tapi ini sungguh gak perlu kaa .. "
" Udah-udah cepatt " ucap Daniel , membuat daya menghela nafas masuk ke dalam ruang ganti.
Daniel masih tersenyum menunggu daya , hingga daya pun keluar dan senyuman sumringah masih tertera di wajah Daniel .
' cantikk ' itu yang selalu Daniel lontarkan dalam batinnya tiap kali melihat daya .
" Ka , ka Daniel bukankah ini terlalu berlebihan .. " gumam daya menyadarkan Daniel
" Ah , gak ko . Itu sangat cocok untuk mu . " Seru Daniel tersenyum
" Mba , tolong bungkus ini dan sepatu yang tadi juga yaa " ucap Daniel pada pelayan
Lalu Daniel pun melihat-lihat jejeran jas di ruang sebelah milik butik itu ,
" Daya kira kita datang untuk memilih
Pakaian Kaka tapi lihat ini Kaka malah membelikan nya untuk ku , ka Daniel membuat daya merasa gak nyaman " seru daya yang tak enak menerima paper bag dari sang pelayan .
" Day , anggap saja ini hadiah atas bantuan mu . Sekarang aku juga akan melihat-lihat pakaian ku "
" Tapi daya kan datang untuk membalas Budi , eh ka Daniel malah memberikan daya ini lebih banyak "
" Astaga , ini hanya gaun . Tidak perlu mengatakan itu . day , kamu itu sudah seperti adik bagi ilen dan keluarga bagi ku . Jadi wajar jika kakak beradik menerima hadiah saat mereka bertunangan " ujar Daniel
Tak ada jawaban dari daya yang semakin merasa bersalah karena telah memiliki perasaan pada langit yang seharusnya tak boleh terjadi . karena kebaikan yang selalu ia terima dari keluarga ilen .
" Bagaimana kelihatannya day ? " Tanya Daniel mengambil jas berwarna putih untuk nya
" Kalau ini seperti setelan untuk pengantin pria , eum bagaimana dengan ini ? Ini sangat akan cocok dengan ka Daniel " seru daya memilihkan jas nya ,
" Aku menyukainya . Ini bagus dan rapih " ujar Daniel tersenyum mengambilnya .
" Mba , bisa saya mencoba ini ? " ucap Daniel
" tentu tuan , tapi mohon tunggu sebentar yaa karena ada seseorang di ruang ganti sekarang " beritahu sang pelayan
" Yaa . " Jawab Daniel lalu kembali melihat jas yang di pilihkan daya untuk nya , Daniel tampak begitu menyukainya . Melihat hal itu membuat daya tersenyum melihat kebahagiaan terpancar di raut wajah Daniel .
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun semoga suka yaa βΊοΈπ€π»
# happy reading all π