Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 39


__ADS_3

Jalanan tengah di ramaikan dengan aksi unjuk rasa soal hak pekerja seperti siang tadi yang memenuhi jalan di Semarang , sedang langit masih tetap setia duduk menunggu daya di stadiun Semarang yang tak kunjung muncul. sesekali ia melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Langit menarik nafasnya khawatir tak mendapati daya di stasiun hingga ia mulai lelah dan sekejap menundukkan kepalanya dengan tangan yang bertaut ,


Tak lama daya pun muncul dan melihat sosok langit di bangku tunggu stasiun tetapi ia berjalan melewatinya dan acuh . Langit yang melihatnya kemudian memanggilnya bahkan beberapa kali langit memanggil daya cukup keras tapi tak di hiraukan oleh daya yang terus melangkah pergi . Langit pun menyusul nya , Tapi daya justru mempercepat langkah kakinya ia bahkan menerobos puluhan para pendemo di jalanan . Hanya agar bisa menghindari langit,


Langit yang masih mengejarnya pun terhenti karena padatnya para pendemo , ia juga kembali memanggil daya yang sudah berada di sebrang jalan tapi lagi-lagi daya tak berbalik. Hingga langit nekat menerobos para pendemo yang tengah sedang ramai pada berbaris jalan. untuk mengejar daya .


Setelah cukup kencang ia berlari ia pun berhasil mendekatkan langkah dengan daya , " day , bisa kita bicara sebentar ? " Ucap langit . Yang kali ini membuat daya menghentikan langkahnya tapi tak berbalik melihat langit ,


" Apa yang kamu lakukan day ? Kamu melihat ku. Tapi kenapa kamu kabur ? " Seru langit


Daya memejamkan matanya dan berbalik ,


" karena kau mengikuti ku. "


" Katakan apa yang terjadi day . Jika tiba-tiba kamu menghindari ku seharian ini , pasti ada alasannya . "


" Perlukah ku beri tahu alasannya ? "


" Ya, Aku harus mendengar nya. aku terus berpikir tapi aku tak tahu kenapa kamu Tiba-tiba memperlakukan ku seperti ini ."


" Aku tidak ingin berada di sisimu . Aku tidak suka itu ! Aku tidak mau di sebut gadis nakal yang merebut tunangan orang lain, dan aku tidak mau menyakiti orang-orang di sekitarku . Aku tidak mau melakukan itu " ucap daya


" Apa terjadi sesuatu antara kamu dan ilen ? Ah gak atau karena Daniel ? "


Daya tampak lelah , " aku hanya .. aku hanya tidak ingin melakukan ini lagii . Kamu sudah mendengar nya kan, semua sudah jelaskan " ucap daya yang hendak kembali pergi tapi langit menahan nya


" Apa kamu sungguh berpikir aku akan percaya ? Kamu bilang tidak akan menyesal . Kamu bilang kita harus saling menceritakan segalanya, kamu sendiri yang mengatakan nya kemarin . Lalu kamu tiba-tiba menghilang dan membuat ku khawatir, apa yang terjadi day ? Apa yang sedang coba kamu sembunyikan ?!"


Daya menghempas tangan langit ,


" tanyakan saja pada ayahmu. "


" Ayahku ? "


" Aku tidak bisa lagi berkuliah di luar negeri karena aku memacari mu . Kenapa aku melarikan diri ? Itu Karena aku takut . Entah apa yang mungkin terjadi jika aku tetap bersama mu, hidup ku bisa jauh lebih buruk daripada sekarang . Aku lari darimu karena aku takut . "


Langit tertegun diam,


" Jadi langit, aku takut pada mu sekarang. " Ucap daya berlalu pergi .


~ flashback ~


Malam itu , malam di mana saat daya hendak pulang usai berkencan dengan langit. Saat itu dirinya tengah berseri-seri bahagia setelah langit memeluknya dan juga meninggalkan kecupan di keningnya dan yang mana pada saat itu pula ia di bekap dari belakang oleh seseorang yang langsung membawa nya dengan mobil . Sekuat tenaga daya berontak tapi itu percuma saja karena jelas ia kalah kuat bahkan ia pun terus berteriak hingga akhirnya mulutnya di bungkam sampai ia tak sadarkan diri, setelah cukup lama ia tak sadarkan diri kini ia perlahan membuka mata nya dan sudah mendapati dirinya yang di ikat di suatu tempat dengan cahaya yang remang-remang tentunya.


" Kau sudah bangun brandal ! " Ucap dua orang pria yang membawa senjata tumpul tapi cukup mengerikan,


Daya mencoba mengatur nafasnya yang memburu ketakutan dan keringat sudah bercucuran memenuhi wajahnya ,


" siapa kalian ? Kenapa kalian melakukan ini padaku ? " Ujar daya


" Coba pikir, menurut mu kami siapa ? Kenapa kau tidak menebak nya ? " Seru pria yang duduk di depan daya dengan senyum yang mengerikan


" Apa ini tentang uang ? Kalau benar, akan kuberikan semua yang kumiliki ... "


" Arghhh!!. Kau memperlakukan kami seperti pencuri kelas teri?! Kami tidak butuh uang mu. Tubuh mu akan baik-baik saja " Sahut pria yang tengah berdiri di samping daya dan memandangnya


Daya melihat kearah nya ..


Pria itu pun menodongkan benda tumpul di bawah dagu daya dengan kasar , " aku jadi penasaran berapa yang akan kami dapatkan dari mu . Tapi sayang sekali jika menjual mu ke tempat terpencil "


" Woi ! Siapa juga yang mau membeli dia ? " Sahut rekannya , mereka pun tertawa bahagia memenuhi ruangan itu ,


Perlahan dengan rasa takut dan gemetar daya memperhatikan sekeliling ruangan itu, yang mana ia paham betul ruang apa itu.


" Aku tidak melakukan kesalahan. " Ucap daya dengan mata berkaca-kaca


" Eayy mengejutkan sekali. Kau lebih cepat paham dari pada dugaan ku! "


" Lepaskan aku ! Aku tidak melakukan kesalahan hingga harus di seret kemari seperti ini " ucap daya , ya ruangan itu adalah ruangan interogasi antikomunis dan eksekusi para aktivis.


" Hei ! Beranda . Itu adalah keputusan kami ! " Ucap lelaki menoyor keras kepala daya dengan benda tumpul kembali yang ia pegang


" Bisa-bisanya kalian menculik warga sipil seperti iniii tanpa memberitahu apa salahku ! " ujar daya menatap lelaki itu dengan air mata.


" Ck kenapa kalian semua mengoceh dengan sangat menyebalkan ? Mau bagaimana . Haruskah aku membungkam mu ? " Ucap satu pria di hadapannya


Daya meliriknya dingin , " coba lakukan jika kalian berani. Aku akan memberitahu media tentang perbuatan kalian padaku ... "


Brugkkk !!...


Lelaki yang tepat berada di samping daya pun menghantam kepala daya dengan keras menggunakan alat tumpul hingga membuat daya tak sadarkan diri .




Tak lama dari itu seorang pria berjas berdiri di depan daya menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah dari daya sekaligus menyadarkan daya. Dengan wajah pucat daya tertegun melihat nya,

__ADS_1



Pria itu pun dengan santainya duduk di hadapan daya dengan melipat kedua tangannya di dada.



Daya tak sedikitpun mengalihkan pengelihatannya, ia ingat betul siapa sosok pria yang tengah ada di hadapannya ini. Ya itu adalah devandra ayahnya langit .



Tanpa basa-basi devandra mengeluarkan beberapa foto-foto kegiatan Doni dan Fira dan yang terakhir di situ ada foto daya tengah berada di dalam studio foto milik Doni .



" Saya dengar kamu akan bersiap berkuliah ke Jerman. Kenapa harus Jerman ? Di bandingkan negara lain , proses penyaringan visa ke Jerman jauh lebih ketat. Karena kau juga komunis, itulah alasannya kami menyelidiki"



" Anda melakukan ini. Kerena langit bukan ? " Seru daya



Devandra tersenyum ,



" Alasannya tidak penting! Lagian kau memang tidak bisa pergi " ucap devandra memberikan sebuah berkas yang berisikan identitas serta hukum milik ayahnya .



" Bukankah tidak mungkin putri seorang komunis di izinkan pergi ke Jerman "



" Gak mungkin .. " gumam daya tak percaya



" Ayah ku gak mungkin ... "



" Pernahkah kau memikirkan. Kenapa ayahmu bahkan tidak bisa membangun


Bisnis nya sendiri dan harus berpindah-pindah tempat usaha selama puluhan tahun ? Saat semua demonstran



" Apa kerena ... "



" Ya . Ayahmu adalah komunis, dan itu artinya kau adalah anak dari komunis. " Ucap devandra



***End flashback***.



\*\*\*



Sesampainya daya di indekos, ia terlunglai lemas menangis sejadi-jadinya melampiaskan kemarahannya dengan apa yang ia alami sekarang. Ia meringkuk sesegukkan memeluk lututnya tanpa seorang pun yang tahu karena Fira juga sedang tak ada di indekos ia sibuk mengikuti unjuk rasa malam ini , tentang pak yoga dan Dilla ? Seperti nya memang sudah tertidur .



Sementara di kediaman keluarga devandra, Devandra baru pulang dan memasuki halaman .



" Ayah sudah pulang . " Seru langit yang tengah duduk di bangku halaman memang sengaja menunggu kepulangan sang ayah,



Langit pun menghampirinya , " ayah tidak perlu melakukan itu. Kudengar ayah menemui gadis itu "



Devandra menatap putranya itu dengan dingin,



" Aih Ayolah itu hanya hubungan singkat. Ayah tidak perlu membuang waktu seperti ini . Bukankah ayah sendiri yang bilang bahwa pria harus banyak berpacaran sebelum berkeluarga " ujar langit


__ADS_1


" Jadi ? " ucap devandra



" Aku hanya ingin bersenang-senang sebelum ia keluar negeri . Tapi setelah ia tahu ayah tidak merestui nya, ia berpikir ini kisah cinta abadi dan ia mengira mengalami semacam kisah cinta tragis . Ahh astaga aku hanya khawatir ia akan terus menempel padaku selamanya, jadi biarkan saja dia pergi keluar negeri, ayah ." Pinta langit setelah membuat alibi



Yang justru membuat devandra tertawa ..



" Hahaha ayah tidak pernah mengira akan melihat mu melakukan trik bodoh pada ayah, langit . Melihat betapa putus asa nya diri mu, membuat ayah berpikir harus mengurus masalah ini dengan cepat . " Seru devandra berbalik pergi tapi langit menahan nya.



" Tunggu ayah, Tolong biarkan dia pergi. Bukankah ayah akan lega jika ia pergi keluar negeri ?! " Ujar langit meminta



" Ada banyak hal yang bisa ayah lakukan agar lega. " Kata devandra melangkah pergi



Langit menarik tangan ayahnya itu , " aku .. akulah yang memaksa dia agar kami terus bertemu. Di terus menolak, tapi aku yang memaksa nya. Ini bukanlah salahnya. satu-satunya kesalahannya adalah dia terlibat dengan ku , ayah tidak perlu sampai melakukan ini ! " Ucap langit sedikit kencang



Devandra menepis pegangan tangan langit pada lengannya dan pergi , lalu saat itu pula langit berlutut.



" Aku akan menikah . " Ujarnya yang berhasil menghentikan langkah kaki ayahnya,



" Aku akan segera menikah jika itu yang ayah inginkan. " Seru langit



" Tentu saja kamu akan tetap menikah sesuai rencana. Kau pikir bisa menggunakan itu untuk membuat kesepakatan dengan ayah ? "



Langit terdiam ..



Devandra pun mendekat dan mengelus kepala nya " Langit , langit . Ini sebabnya kau tidak boleh sering berlutut. Kau mengerti ? Itu akan terlihat terlalu murah, saat kau benar-benar harus melakukannya. "



Lalu devandra berjongkok mensejajarkan diri nya dengan langit, " udah ayah bilang kan . Yang bisa kau hadang hanyalah tangan ini, tidak lebih. " Ucap devandra menepuk-nepuk kencang tangannya di pipi langit



" Dan kau ada di genggaman ayah. Terlalu dini untuk takut, ayah bahkan belum mulai " Sambung devandra berdiri



" Apa yang ayah inginkan ? Aku akan melakukan apapun yang ayah inginkan. Aku akan menjaga sikap ku dan menjalankan hidup ku sesuai keinginan ayah, aku akan melakukan apapun yang ayah perintahkan. Jadi, jadi aku mohon .. aku mohon biarkan dia menjalani hidup nya " Ujar langit memohon



" Bersiaplah untuk pergi ke Jakarta. Dan jangan kembali sampai ayah suruh . Lalu soal gadis itu... ayah akan membuat keputusan berdasarkan sikapmu. " Ucap devandra pergi meninggalkan langit



\*\*\*



\-



\-



\-



**jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»**


__ADS_1


\# **happy reading all πŸƒ**


__ADS_2