
Sore menjelang malam , langit tiba-tiba saja mendapat panggilan dari nomor tak di kenal .
" Halo . Dengan siapa ini ? " Ucap langit
" Daniel .. " sahut Daniel di sebrang sana
Langit menyeringitkan dahinya ,
" Ngit , apa kau sudah lebih baik ? . Kita bisa bertemu malam ini ? Hanya berdua saja " Sambung Daniel
" Ah . Maaf , tapi bagaimana ya malam ini aku ada urusan "
" Tolong luangkan lah waktumu , hanya sebentar kita minum bersama "
" Hmm baiklah . " Jawab langit mengiyakan nya .
Mereka pun ketemuan di sebuah torseba bar , disana sudah terdapat Daniel yang sudah memesan beberapa botol beer dan menenggak nya .
" Maaf sedikit terlambat . " Ucap langit sopan
" Tak apa , duduklah " seru Daniel kembali menenggak beer di gelasnya . Dan hendak kembali menuangkan kembali ,
" Biar ku tuangkan . " Seru Langit menuangkan nya ,
Kemudian mereka pun meminum bersamaan setelah Daniel memberikan kode minum pada langit . Daniel menyodorkan gelasnya kembali ,
" Satu lagi ? " Ujar langit kembali menuangkannya .
Mereka berdua pun kembali cheers menenggak segelas beer kembali .
" Tolong satu botol lagi ! " Ucap Daniel sedikit teriak pada pelayan,
Lalu seorang bartender pun meletakan sebotol beer lagi yang di minta Daniel . Kini sudah terdapat 7 botol beer kosong
Di meja , dan kesadaran mereka pun mulai sedikit berkurang .
" Jadi , apa rencana mu sekarang ? . Pernikahan dan sebagainya .. dan di mana kau akan tinggal setelah pernikahan ? " Seru Daniel membuka pembicaraan dan kembali menenggak beer
" Hmm kurasa .. kurasa kami akan mengikuti keinginan para orang tua "
Tiba-tiba Daniel menatap datar langit ,
" Apakah itu juga alasanmu mengadakan
Pertunangan ? . Karena orang tua mu yang menyuruhnya " ucap Daniel
Langit tersenyum , " sttt bagaimana dengan ilen sendiri ? Dari kencan buta sampai akhirnya pertunangan ini . Ia yang menginginkan semua nya ? " Ujar langit
" Dengar ini langit , hanya karena kau tidak menginginkan pernikahan ini . Bukan berarti kau tidak memiliki Tanggung jawab dan tugas yang di penuhi . " Ucap Daniel dingin
" Saya yakin sudah memenuhi semua tugas saya . "
Daniel mengerang, " omong kosong apa itu . Kau kabur dari acara pertunangan ! Selain itu , kau tidak kabur sendirian ! "
Kini balik langit yang menatap Daniel ,
" Kenapa anda ingin menemui ku hari ini ? " Seru langit tak ingin lagi basa-basi
" Apapun rencana mu . Kau harus berhenti sekarang ! Jangan melakukan apapun yang tidak bisa kau pertanggungjawabkan " ucap Daniel dingin penuh penekanan
" Saya tidak melakukan hal yang tidak bisa di pertanggungjawabkan . " Sahut langit
" Ck , kau tahu apa artinya bertanggungjawab brengsek !? . Memastikan tidak ada yang terluka oleh tindakan mu ! Meskipun semua orang di sekitar mu hancur . Kau pikir tidak masalah selama kau baik-baik saja hah ! Bagaimana kau bisa begitu ceroboh !! " Ucap Daniel teriak menggema menggebrak meja .
Pandangan mata mereka saling melihat dingin ,
Lalu sesaat langit menyunggingkan senyum , " saya ingin bertanya . Apa Anda yakin marah karena adik anda ilen ? " Ucap langit datar dan juga dingin
" Cih ! " Ujar Daniel
Langit membuka botol beer lagi ,
" kita bisa bertanggungjawab dan melakukan tugas Kita . Tapi yang lebih penting bagi ku adalah tidak menyesal Nantinya . " Ucap langit pergi setelah menuangkan beer kegelas Daniel dan juga menenggak beer di gelasnya.
__ADS_1
Langit yang sudah di batas ambang kesadaran pergi menuju kediaman rumah pak yoga yang juga merupakan indekos daya itu untuk mengajar les privat Dilla .
Sementara daya dan Fira baru saya tiba di kediaman rumah indekos milik pak yoga ,
" Ah ternyata kalian kaak .. aku kira ka langit " seru Dilla yang berlari ke arah depan gerbang sambil celingukan
" Dia belum datang ? " Tanya daya sedikit bingung , karena sebelumnya langit kan bilang jika ia akan mengajar les Dilla .
Fira menelaah daya ,
" Bukan seharusnya dia malam ini ada sesi bimbingan belajar .. " seru daya
" Makanya . Apa ia lupa ? " Gumam Dilla masih celingukan , daya pun ikut menoleh kearah belakang gerbang.
" Eh tunggu . Gimana ka daya tahu kalau aku ada les malam ini hah ? " Ucap Dilla menatap daya , yang tentunya membuat daya sedikit gelagapan .
" Ahh itu ... Itu .. emm "
Fira tak bisa menahan gelagak tawanya ,
Lalu dengan tiba-tiba pintu pagar gerbang pun terbuka , " aku datang ! " Ujar langit tersenyum setengah dalam ketidaksadaran . Tentunya membuat daya , Fira dan Dilla tercengang .
" Oh ka Langit terlambat ? Dilla mencemaskan Kaka " seru Dilla
Langit hanya tertawa , " kita mulai sesi pembelajaran nya .. " gumam langit tak terlalu jelas nyelonong jalan , dan di ikuti Dilla .
Daya tak lepas memperhatikan langit ,
" apa dia nampak baik-baik saja fir ? " Ujar daya
" Entah .. " sahut Fira mengangkat kedua bahunya ,
" Kalau kau mengkhawatirkan nya baiknya ikut bersama mereka " seru Fira
" Apa kau gila ! Kau tidak tahu Dilla ? " Ucap daya
" Haduh makanya publish dong .. "
" Bwahaha yuk ah masuk . " Ujar Fira tertawa merangkul daya masuk kamar mereka ,
Sesampainya di sudut ruang kamar tempat di mana menjadi ruang mengajar Dilla , langit berjalan agak sedikit sempoyongan tapi ia berusaha memakai sisa kesadaran nya .
" Ka langit , aku sudah mengerjakan semua pr nya . Tapi aku tidak bisa menyelesaikan semua soal yang salah ku jawab ... " Seru Dilla
" Hiyaa ! Pr mu sudah selesai ? .. " gumam langit duduk sambil memeluk tas nya
" Wahh bagus . Anak pintar " ujar langit tersenyum di tengah kesadarannya
Dilla Tersenyum bergabung duduk di samping langit dan mengendus aroma alkohol , " ka , apa ka langit habis minum ? " Tanya Dilla
" Ayo kita mulai . Dilla putarlah lagunya , tunjukkan selera musik mu yang bagus . Kau kan ingin menjadi direktur industri musik "
Dilla pun mengangguk senang dan bergegas berdiri mencari sebuah lagu yang akan ia mainkan ,
" Kaka mau lagu pop , jazz atau R & B ? " Ujar Dilla begitu semangat
Brukk .. Suara seperti benda jatuh ,
Langit terkapar menjatuhkan kepalanya kencang di meja belajar , ya ia kini sudah tak dapat lagi menahan kesadarannya akibat beer tadi .
Dilla pun tampak menoleh bingung saat mendapati sumber suara tersebut yang adalah ternyata langit , kemudian dilla melangkahkan kakinya mendekat lalu menyentuh bahu langit dengan sedikit ragu pakai tangan telunjuknya .
Namun tak ada respon karena langit benar-benar sudah tak sadarkan diri dan terkapar ..
***
Esok paginya yang sudah amat cerah di sinari matahari ,
" Langit .. langitt .. " panggil daya membangunkan langit yang terkapar dengan mengguncang pelan bahu langit ,
" Langittt bangun .. Ngit .." gumam daya
Yang berhasil membuat langit perlahan menerjepkan membuka matanya samar akibat guncangan tangan daya dan pendengarannya akan namanya yang di panggil , pandangannya terfokus pada satu gadis yang ia suka berada di hadapannya di pagi hari .
__ADS_1
" Langitt .. Ngit .. bangun .. langitt .. " seru daya
Langit pun menggenggam tangan daya di bahunya , " day , ini kali pertama ku melihatmu dalam mimpiku .. " gumam langit masih dengan memandang daya
" Astaga . Kurasa kamu belum sadar " seru daya malu-malu melepaskan tangannya ,
" Nak langittt .. bangun dan makanlah sup pereda pengar " ujar pak yoga mengambil alih tempat daya . Yang tentunya membuat langit kaget bukan main mendapati dirinya berada saat ini dan sudah terdapat juga Fira dan Dilla di ruangan itu .
" Kenapa aku si sini ? " Gumam langit tak ingat ,
Tunggu , ternyata ini bukan mimpi ! .. batin langit melihat kembali sekeliling
akhirnya mereka pun sarapan bersama ,
" Lagi-lagi kita sarapan dengan sup pengar pedas di pagi hari " ujar Fira menatap mangkuk sup di depan nya
" Apa harus sepedas ini ! " gerutu dilla mengaduk-aduk supnya
Daya yang juga tengah menatap sup pedas itu pun , akhirnya mencoba mencicipikan kuah sup itu yang justru langsung membuat nya tersendat karena saking pedasnya .
Refleks langit memberikan gelasnya tapi ia kalah cepat dengan Fira dan juga Dilla ,
" Minumlah day .. " seru Fira mengambil gelas yang sudah Dilla ambilkan .
" Ka langit , lebih baik tidak usah di makan sup nya " ujar Dilla
" kalian banyak protes ! Tinggal makan saja sarapan nya " ucap pak yoga pada tiga gadis di rumahnya itu ,
Tanpa aba-aba langit pun menyeruput sup pengar berwarna merah itu , " wahh ini benar-benar menghilangkan pengar ku ! " Ujar langit yang sama terkejut nya dengan rasa amat pedas itu di pagi hari .
" Benar kan. udah di bilang langit itu seleranya tajam ! " Seru pak yoga pada tiga anak gadis di meja makan itu ,
" Kebanyakan orang Semarang jarang tahu betapa berkhasiatnya sup ini loh . Jadi langit harus merasakan nya , orang Jakarta jarang tahu" ujar pak yoga melihat langit
" Aku juga orang Semarang , lahir dan besar di Semarang " ucap langit menyeringai . Yang tahu jika sup pengar aslinya tidak sepedas ini .
Dilla , daya , dan Fira menahan tawanya melihat pak yoga yang sedang tertawa untuk menutupi malunya.
Selesai dari sarapan , Dilla pun pamit berangkat ke sekolah dengan sang ayah . sedang pak yoga bersibuk dengan urusannya . Sementara daya baru selesai mengambil jemurannya dan hendak kembali kekamarnya .
" Dayyy .. " panggil langit mengejarnya
Daya pun menoleh nya , " kau baik-baik saja ? aku harap pengar mu sudah hilang . Kau minum dengan siapa semalam ? " Seru daya
" Dengan seseorang yang membuat ku tidak nyaman . Oh ya jangan lupa berikan jadwal kerja mu " pinta langit
" Astaga ini kamu serius ? Ingin jadwal kerja ku .. " jawab daya tertawa
" Yaa , mana ? " Sahut langit
" Hmm aku libur hari ini dan besok . " Ucap daya
" Serius ? " Yang di anggukkan kepala orang daya ,
" Wah kalau gitu ayo kita jalan-jalan sepanjang waktu .. " ujar langit membuat daya menatap nya
" Ah maksud ku , ti- tidak termaksud di malam hari . Kita kan bisa bertemu dua hari berturut-turut day " jelas langit gagap
Yang membuat daya tertawa ...
" Kalau bisa apakah kita bisa bermalam bersama juga ? " Guyon langit berbisik , yang kali ini mendapat pukulan di bahunya oleh daya .
....
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
# happy reading all π
__ADS_1