Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 31


__ADS_3

Sore menjelang malam , langit tiba-tiba saja mendapat panggilan dari nomor tak di kenal .


" Halo . Dengan siapa ini ? " Ucap langit


" Daniel .. " sahut Daniel di sebrang sana


Langit menyeringitkan dahinya ,


" Ngit , apa kau sudah lebih baik ? . Kita bisa bertemu malam ini ? Hanya berdua saja " Sambung Daniel


" Ah . Maaf , tapi bagaimana ya malam ini aku ada urusan "


" Tolong luangkan lah waktumu , hanya sebentar kita minum bersama "


" Hmm baiklah . " Jawab langit mengiyakan nya .


Mereka pun ketemuan di sebuah torseba bar , disana sudah terdapat Daniel yang sudah memesan beberapa botol beer dan menenggak nya .


" Maaf sedikit terlambat . " Ucap langit sopan


" Tak apa , duduklah " seru Daniel kembali menenggak beer di gelasnya . Dan hendak kembali menuangkan kembali ,


" Biar ku tuangkan . " Seru Langit menuangkan nya ,


Kemudian mereka pun meminum bersamaan setelah Daniel memberikan kode minum pada langit . Daniel menyodorkan gelasnya kembali ,


" Satu lagi ? " Ujar langit kembali menuangkannya .


Mereka berdua pun kembali cheers menenggak segelas beer kembali .


" Tolong satu botol lagi ! " Ucap Daniel sedikit teriak pada pelayan,


Lalu seorang bartender pun meletakan sebotol beer lagi yang di minta Daniel . Kini sudah terdapat 7 botol beer kosong


Di meja , dan kesadaran mereka pun mulai sedikit berkurang .


" Jadi , apa rencana mu sekarang ? . Pernikahan dan sebagainya .. dan di mana kau akan tinggal setelah pernikahan ? " Seru Daniel membuka pembicaraan dan kembali menenggak beer


" Hmm kurasa .. kurasa kami akan mengikuti keinginan para orang tua "


Tiba-tiba Daniel menatap datar langit ,


" Apakah itu juga alasanmu mengadakan


Pertunangan ? . Karena orang tua mu yang menyuruhnya " ucap Daniel


Langit tersenyum , " sttt bagaimana dengan ilen sendiri ? Dari kencan buta sampai akhirnya pertunangan ini . Ia yang menginginkan semua nya ? " Ujar langit


" Dengar ini langit , hanya karena kau tidak menginginkan pernikahan ini . Bukan berarti kau tidak memiliki Tanggung jawab dan tugas yang di penuhi . " Ucap Daniel dingin


" Saya yakin sudah memenuhi semua tugas saya . "


Daniel mengerang, " omong kosong apa itu . Kau kabur dari acara pertunangan ! Selain itu , kau tidak kabur sendirian ! "


Kini balik langit yang menatap Daniel ,


" Kenapa anda ingin menemui ku hari ini ? " Seru langit tak ingin lagi basa-basi


" Apapun rencana mu . Kau harus berhenti sekarang ! Jangan melakukan apapun yang tidak bisa kau pertanggungjawabkan " ucap Daniel dingin penuh penekanan


" Saya tidak melakukan hal yang tidak bisa di pertanggungjawabkan . " Sahut langit


" Ck , kau tahu apa artinya bertanggungjawab brengsek !? . Memastikan tidak ada yang terluka oleh tindakan mu ! Meskipun semua orang di sekitar mu hancur . Kau pikir tidak masalah selama kau baik-baik saja hah ! Bagaimana kau bisa begitu ceroboh !! " Ucap Daniel teriak menggema menggebrak meja .


Pandangan mata mereka saling melihat dingin ,


Lalu sesaat langit menyunggingkan senyum , " saya ingin bertanya . Apa Anda yakin marah karena adik anda ilen ? " Ucap langit datar dan juga dingin


" Cih ! " Ujar Daniel


Langit membuka botol beer lagi ,


" kita bisa bertanggungjawab dan melakukan tugas Kita . Tapi yang lebih penting bagi ku adalah tidak menyesal Nantinya . " Ucap langit pergi setelah menuangkan beer kegelas Daniel dan juga menenggak beer di gelasnya.

__ADS_1


Langit yang sudah di batas ambang kesadaran pergi menuju kediaman rumah pak yoga yang juga merupakan indekos daya itu untuk mengajar les privat Dilla .


Sementara daya dan Fira baru saya tiba di kediaman rumah indekos milik pak yoga ,


" Ah ternyata kalian kaak .. aku kira ka langit " seru Dilla yang berlari ke arah depan gerbang sambil celingukan


" Dia belum datang ? " Tanya daya sedikit bingung , karena sebelumnya langit kan bilang jika ia akan mengajar les Dilla .


Fira menelaah daya ,


" Bukan seharusnya dia malam ini ada sesi bimbingan belajar .. " seru daya


" Makanya . Apa ia lupa ? " Gumam Dilla masih celingukan , daya pun ikut menoleh kearah belakang gerbang.


" Eh tunggu . Gimana ka daya tahu kalau aku ada les malam ini hah ? " Ucap Dilla menatap daya , yang tentunya membuat daya sedikit gelagapan .


" Ahh itu ... Itu .. emm "


Fira tak bisa menahan gelagak tawanya ,


Lalu dengan tiba-tiba pintu pagar gerbang pun terbuka , " aku datang ! " Ujar langit tersenyum setengah dalam ketidaksadaran . Tentunya membuat daya , Fira dan Dilla tercengang .


" Oh ka Langit terlambat ? Dilla mencemaskan Kaka " seru Dilla


Langit hanya tertawa , " kita mulai sesi pembelajaran nya .. " gumam langit tak terlalu jelas nyelonong jalan , dan di ikuti Dilla .


Daya tak lepas memperhatikan langit ,


" apa dia nampak baik-baik saja fir ? " Ujar daya


" Entah .. " sahut Fira mengangkat kedua bahunya ,


" Kalau kau mengkhawatirkan nya baiknya ikut bersama mereka " seru Fira


" Apa kau gila ! Kau tidak tahu Dilla ? " Ucap daya


" Haduh makanya publish dong .. "


" Bwahaha yuk ah masuk . " Ujar Fira tertawa merangkul daya masuk kamar mereka ,


Sesampainya di sudut ruang kamar tempat di mana menjadi ruang mengajar Dilla , langit berjalan agak sedikit sempoyongan tapi ia berusaha memakai sisa kesadaran nya .


" Ka langit , aku sudah mengerjakan semua pr nya . Tapi aku tidak bisa menyelesaikan semua soal yang salah ku jawab ... " Seru Dilla


" Hiyaa ! Pr mu sudah selesai ? .. " gumam langit duduk sambil memeluk tas nya


" Wahh bagus . Anak pintar " ujar langit tersenyum di tengah kesadarannya


Dilla Tersenyum bergabung duduk di samping langit dan mengendus aroma alkohol , " ka , apa ka langit habis minum ? " Tanya Dilla


" Ayo kita mulai . Dilla putarlah lagunya , tunjukkan selera musik mu yang bagus . Kau kan ingin menjadi direktur industri musik "


Dilla pun mengangguk senang dan bergegas berdiri mencari sebuah lagu yang akan ia mainkan ,


" Kaka mau lagu pop , jazz atau R & B ? " Ujar Dilla begitu semangat


Brukk .. Suara seperti benda jatuh ,


Langit terkapar menjatuhkan kepalanya kencang di meja belajar , ya ia kini sudah tak dapat lagi menahan kesadarannya akibat beer tadi .


Dilla pun tampak menoleh bingung saat mendapati sumber suara tersebut yang adalah ternyata langit , kemudian dilla melangkahkan kakinya mendekat lalu menyentuh bahu langit dengan sedikit ragu pakai tangan telunjuknya .


Namun tak ada respon karena langit benar-benar sudah tak sadarkan diri dan terkapar ..


***


Esok paginya yang sudah amat cerah di sinari matahari ,


" Langit .. langitt .. " panggil daya membangunkan langit yang terkapar dengan mengguncang pelan bahu langit ,


" Langittt bangun .. Ngit .." gumam daya


Yang berhasil membuat langit perlahan menerjepkan membuka matanya samar akibat guncangan tangan daya dan pendengarannya akan namanya yang di panggil , pandangannya terfokus pada satu gadis yang ia suka berada di hadapannya di pagi hari .

__ADS_1


" Langitt .. Ngit .. bangun .. langitt .. " seru daya


Langit pun menggenggam tangan daya di bahunya , " day , ini kali pertama ku melihatmu dalam mimpiku .. " gumam langit masih dengan memandang daya


" Astaga . Kurasa kamu belum sadar " seru daya malu-malu melepaskan tangannya ,


" Nak langittt .. bangun dan makanlah sup pereda pengar " ujar pak yoga mengambil alih tempat daya . Yang tentunya membuat langit kaget bukan main mendapati dirinya berada saat ini dan sudah terdapat juga Fira dan Dilla di ruangan itu .


" Kenapa aku si sini ? " Gumam langit tak ingat ,


Tunggu , ternyata ini bukan mimpi ! .. batin langit melihat kembali sekeliling


akhirnya mereka pun sarapan bersama ,


" Lagi-lagi kita sarapan dengan sup pengar pedas di pagi hari " ujar Fira menatap mangkuk sup di depan nya


" Apa harus sepedas ini ! " gerutu dilla mengaduk-aduk supnya


Daya yang juga tengah menatap sup pedas itu pun , akhirnya mencoba mencicipikan kuah sup itu yang justru langsung membuat nya tersendat karena saking pedasnya .


Refleks langit memberikan gelasnya tapi ia kalah cepat dengan Fira dan juga Dilla ,


" Minumlah day .. " seru Fira mengambil gelas yang sudah Dilla ambilkan .


" Ka langit , lebih baik tidak usah di makan sup nya " ujar Dilla


" kalian banyak protes ! Tinggal makan saja sarapan nya " ucap pak yoga pada tiga gadis di rumahnya itu ,


Tanpa aba-aba langit pun menyeruput sup pengar berwarna merah itu , " wahh ini benar-benar menghilangkan pengar ku ! " Ujar langit yang sama terkejut nya dengan rasa amat pedas itu di pagi hari .


" Benar kan. udah di bilang langit itu seleranya tajam ! " Seru pak yoga pada tiga anak gadis di meja makan itu ,


" Kebanyakan orang Semarang jarang tahu betapa berkhasiatnya sup ini loh . Jadi langit harus merasakan nya , orang Jakarta jarang tahu" ujar pak yoga melihat langit


" Aku juga orang Semarang , lahir dan besar di Semarang " ucap langit menyeringai . Yang tahu jika sup pengar aslinya tidak sepedas ini .


Dilla , daya , dan Fira menahan tawanya melihat pak yoga yang sedang tertawa untuk menutupi malunya.


Selesai dari sarapan , Dilla pun pamit berangkat ke sekolah dengan sang ayah . sedang pak yoga bersibuk dengan urusannya . Sementara daya baru selesai mengambil jemurannya dan hendak kembali kekamarnya .


" Dayyy .. " panggil langit mengejarnya


Daya pun menoleh nya , " kau baik-baik saja ? aku harap pengar mu sudah hilang . Kau minum dengan siapa semalam ? " Seru daya


" Dengan seseorang yang membuat ku tidak nyaman . Oh ya jangan lupa berikan jadwal kerja mu " pinta langit


" Astaga ini kamu serius ? Ingin jadwal kerja ku .. " jawab daya tertawa


" Yaa , mana ? " Sahut langit


" Hmm aku libur hari ini dan besok . " Ucap daya


" Serius ? " Yang di anggukkan kepala orang daya ,


" Wah kalau gitu ayo kita jalan-jalan sepanjang waktu .. " ujar langit membuat daya menatap nya


" Ah maksud ku , ti- tidak termaksud di malam hari . Kita kan bisa bertemu dua hari berturut-turut day " jelas langit gagap


Yang membuat daya tertawa ...


" Kalau bisa apakah kita bisa bermalam bersama juga ? " Guyon langit berbisik , yang kali ini mendapat pukulan di bahunya oleh daya .


....


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


# happy reading all πŸƒ

__ADS_1


__ADS_2