Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 49


__ADS_3

Begitu mereka sudah berada di persimpangan jalan yang sepi mereka mengambil nafas dalam-dalam,


Langit langsung melihat daya, " kamu baik-baik saja hah? kamu terluka? "


" Gak ada. Aku baik-baik saja " jawab daya masih memburu nafas


Dengan melihat sekitar jalan yang cukup berantakan, " apa yang terjadi? " Seru daya kembali


" Entahlah. Aku dengar sesuatu tentang Darurat militer. Situasinya tampak cukup serius, ayo kita ke stasiun. Kita akan baik-baik saja jika menjauh dari jalanan dan berputar" seru langit


Daya pun mengangguk setuju dan melihat langit, " oh langitt .. ngitt " gumam daya terkejut


" Apa ? Kenapa? " Tanya langit,


" Kepala mu.. " seru daya.


Langit pun menyentuh pelipis kepala samping dan mendapati darah segar yang mengalir,


" Aish sial. Apa ini " ucap langit kesal melihat tangannya


" Ayoo kita ke rumah sakit " ucap daya membawa langit dengan paksa ke rumah sakit Semarang central.


" eayy kubilang aku baik-baik saja day. " Seru langit yang masih di gandeng paksa oleh daya masuk ke RS


" Oh senior dayana, mengapa anda kemari? " Tanya Maya sang perawat junior lalu melihat langit


" Ya. Ini aku lagi " ucap langit pada maya yang sempat beberapa kali mengganggu nya hanya untuk mencari daya kala itu.


Daya yang melihat sang dokter langsung menyapa nya,


" Daya, sedang apa kau disini ? Kamu libur hari ini. " Seru dokter pria muda itu menghampiri daya.


" Aku disini sebagai wali. " Ucap daya


" Eyy siapa pria yang di lindungi oleh mu?


Dia punya gitar. apa dia penyanyi ? Tapi kepalanya bocor. Jadi, mungkin ia mahasiswa." Ujar dokter pria itu menelaah dan melihat langit dengan saksama dengan melipat kedua tangannya di dada.


" Dia adalah pacar ku " ucap daya membuat sang dokter pria itu dan juga Maya junior perawat nya cukup terkejut karena pasalnya yang ia tahu daya itu adalah perempuan dingin yang hanya fokus pada pekerjaan. tidak hal lain.


Sedang langit yang mendengar pengakuan dari daya hanya tersenyum malu,


" Apa dia sungguh pacar mu ? " Seru sang dokter kembali tak percaya


" Ya. Jadi, tolong cepat periksa dia." Ujar daya


" Ah ya silahkan duduk " sahut dokter itu menyuruh Maya untuk mempersilahkan nya,


Langit pun duduk..


" Biar kulihat lukamu . " Ujar sang dokter melihatnya


" baiklah. Dia tidak perlu di jahit, tapi mungkin harus menjalani pindai CT. " Seru dokter itu melihat daya


" Butuh waktu berapa lama untuk pindai CT ? " Tanya daya


" Kau harus menunggu sampai malam ini. Karena lihatlah ada banyak pasien dengan luka di kepala " ucap sang dokter


" Kalau begitu, aku akan pergi setelah anda membersihkan lukaku. " Ujar langit yang sontak membuat daya melotot


" Ayolah. Apa kau dokter ?. " Seru dokter membuka data milik langit yang di berikan perawat Maya


" Pacar nya Dayana, langit devandra. Hmm langit devandra ? Namamu terdengar tidak asing, langit devandra ... Langit .. " Ucap dokter itu tak asing dengan nama itu saat dirinya membaca data milik langit,


lalu sesaat ia pun menjelentikan jarinya.


" Ah ya. Dari spanduk itu ! Kau langit devandra yang kulihat di universitas Jakarta dengan nilai tertinggi ? Oh astaga ternyata kau " ucapnya membuat seisi ruangan yang ramai akan pasien dan juga perawat pun dapat mendengar bahwa mereka menoleh arah langit dan juga dokter itu. Langit hanya menyeringit kala mendapatkan semua orang berpusat kearah nya,

__ADS_1


" astaga kau juga dokter. jadi sesuai diagnosis diri dr. Langit , bersihkan saja lukanya. " Ucap dokter itu pada sang perawat Maya. Itu cukup membuat langit Tersenyum senang ,


" Tolong lakukan pindai CT juga. Kami akan menunggu " ujar daya


" Dayy .. " seru langit yang lagi-lagi dapat pelototan dari daya,


" Baiklah kalau begitu siapkan pindai CT " pinta dokter itu pada perawat Maya, Yang langsung segera pergi.


Kemudian daya pun menelpon menggunakan telpon RS , " halo ini ruang pindai CT ? Berapa pasien yang menunggu ... "


Dengan berlari cepat langit langsung menutup telpon itu memotong pertanyaan daya.


" Day, aku baik-baik saja . Ini, ini hanya goresan kecil " Seru langit


" Tapi goresan itu ada di kepala mu. Setidaknya kau harus menjalankan pindai CT " ujar daya hendak mengambil telpon itu kembali tapi langit pun langsung kembali meletakkan nya,


" Oke baiklah kalau begitu. Ayo keluar dari Semarang terlebih dahulu, aku akan langsung melakukan pindai CT begitu kita tiba di kota lain "


" Kita sekarang di Rumah sakit. Lalu untuk apa di tunda? Kita tidak akan ke mana-mana sampai kamu di periksa " ucap daya keras kepala


" Dayana.. kau yang benar saja ... " Seru langit tak sabar lagi menghadapi sikap keras kepala daya


" Yang benar saja apa ? Kenapa wajah mu seperti itu padaku hah ? " Ucap daya yang melihat langit kesal menggigit bibir bawahnya


" Jika ada yang membuat mu tidak senang, katakan saja... " Seru daya yang langsung di tinggal lari oleh langit menghampiri tempat sampah karena ia tiba-tiba mual dan muntah-muntah


Daya pun membelalakkan matanya dan langsung membawa langit kembali keruangan untuk segera pindai CT.


Cukup lama mereka menunggu pindai CT...


" Kamu tidak perlu menemani ku " pinta langit


" Diam saja. Hasil tesnya belum keluar "


" Aku baik-baik saja "


Tak.. tak .. takk , " terimakasih sudah menunggu ya " ujar dokter pria tadi yang datang membawa hasil tes langit


" Ini, karena kau murid terbaik. Aku yakin


Tidak perlu menjelaskan apapun kepada mu " ujar dokter itu menyerahkan hasil tes pindah CT milik langit


" Dokter ! " Seru daya tampak tak suka dengan itu


" Aii santai saja kau menakutkan. Saya hanya bercanda, kau mengalami gegar otak. Untungnya, tidak ada pendarahan dalam. Apa kau masih mengalami pusing dan mual ? " Tanya sang dokter


" Tidak lagi, aku baik-baik saja sekarang " ucap langit sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras untuk menunjukkan jika dirinya memang sudah tidak apa-apa


Melihat itu membuat daya menggeleng tak percaya akan langit yang sedang di lakukan mengeleng-gelengkan kepala nya begitu keras,


" Eayy jangan mengelengkan kepalamu seperti itu. " Ucap sang dokter menutup hasil tes nya itu


" Haha baiklah, kalau begitu.. kita akan ... " gumam langit hendak rapih-rapih pergi tapi bunyi alarm negara di luar begitu keras, hal itu sontak membuat langit maupun daya bingung,


" Suara apa itu ? " Tanya langit memastikan


" Alarm jam malam " sahut sang dokter


" Apa ? Tapi kenapa ? " ujar daya


" Kau tidak tahu. Karena darurat militer di perluas makan jam malam di lakukan "


" Hah tunggu. Jadi apa yang harus kita berdua lakukan ? " Ucap langit


" apalagi ? Kalian terjebak di sini sampai pagi "


" Hah ? " Sahut langit dan daya bersamaan

__ADS_1


" Jangan berkeliaran setelah alarm jam malam di berlakukan karena kalian akan terkena pukul di kepala. Kalian bisa tidur di lobi atau di ruang perawatan yang kosong. Jadi, tolong kosongkan ranjang ini karena pasien lain akan menempati nya " ucap dokter itu lalu pergi.


" Astaga .. " ucap langit tampak tak percaya dengan itu,


Lalu daya pun mengajak langit ke ruang perawatan yang kosong, ia membawa selimut dan segera merapihkan ke ranjang tersebut,


" Uhh aku belum pernah bertemu orang yang keras kepala seperti mu " ucap langit setelah meletakkan gitar dan juga tas tenteng milik daya.


" Aku juga belum pernah melihat pria dewasa yang banyak mengeluh seperti dirimu. "


" Kapan aku mengeluh ?aku tidak mengeluh. Uhf begini andai kita langsung


Ke stasiun sesuai saran ku... "


" Kamu bisa muntah di kereta karena gegar otak mu itu. " sahut daya penuh penekan


" Maka dari itu. Jika kita tetap bersama pagi ini, aku tidak akan mengalami gegar otak.. "


" Lalu kenapa? Maksudmu ini semua salahku ? " Ucap daya sambil tolak pinggang


" Ngga, bukan gitu. Tunggu tapi aku tidak suka nada bicara mu itu " seru langit


" Sudah terserah. Sekarang cepat berbaring. Cepat.. aku akan pergi keluar untuk memeriksa apakah ada ranjang tambahan " seru daya menarik langit untuk istirahat di ranjang


" Tapi day, tunggu. Kenapa perlu ranjang tambahan ? Kita bisa tidur seranjang "


" Akh kau sudah gila. Kita tidak bisa melakukan itu. " Seru daya sedikit tersenyum


" Apa maksudmu ? Semalam kita ... "


Plak!, Daya memukul bahu langit malu .


" Argh. " Gumam langit mengaduh sakit


" Kamu membuat ku malu. Pelankan suara mu " seru daya


" Kenapa? Semalam kan kita memang tidur sekamar kan. Bahkan kamar dan ranjang juga lebih sempit " ujar langit


" Ouhh ! " Gumam daya menghela nafas,


" Baiklah, sekarang kamu tidur di ranjang ini. Aku yang akan mencari ranjang tambahannya " seru langit


" Gaa usah. Tetap lah di sini, biar aku saja. Kamu masih menjadi pasien saat ini jadi turuti apa kata ku, berhentilah bicara dan berbaring lah " ucap daya


" Tapi aku bisa membantu mu .. "


" Berbaringlah saja. " Seru daya membantu langit merebahkan tubuh nya.


" Tapi .. "


Daya kembali memperingati nya sambil menunjuk nya untuk istirahat,


Langit menyeringai masih memperhatikan daya yang amat keras kepala dan akhirnya mau tidak mau merebahkan diri nya .


Melihat itu lalu daya pun tersenyum super manis pada langit sebelum ia pergi untuk mencari ranjang tambahan.


Usai seperginya daya. langit Tersenyum tak percaya melihat itu, " dasar wanita keras kepala. Tapi aku menyukainya " ucap langit masih tersenyum.


***


-


-


-


# happy reading all πŸƒ

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


__ADS_2