Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 50


__ADS_3

Di tempat lain, di ruang interograsi antikomunis ..


" Arghhh.. " teriakan Doni menggema saat wajahnya terus di lelapkan kedalam kolam dalam keadaan tubuh yang sudah babak belur . Bahkan kedua matanya sudah bengap membiru,


" Biar kutanya sekali lagi. Siapa dalang di balik unjuk rasa belakangan ini ? " Ucap pria dingin yang menarik keatas rambut Doni dengan keras


" S-sudah ku katakan. Mahasiswa... Sttth


Semua mahasiswa keluar dengan sukarela ... "


" bedebah sialan ini !! " Brugh ! Satu tendangan kencang kembali di berikan hingga membuat Doni terkapar,


Pria itu jalan mendekati Doni kembali, " saya tahu ada seseorang di belakang kalian. Dia yang membuat mu memulai pemberontakan, bukan? " Ucapnya


" Apa maksudmu ... aku bahkan belum pernah bertemu orang semacam itu " Lirih Doni setengah menangis


Pria itu menggapai wajah Doni lalu kemudian tangan itu mengarah ke mata kiri Doni dan menekan nya hingga masuk dengan kukunya yang tajam, Doni merintih kesakitan.


" Apa kau masih menikmati ini ! " Ujar pria itu kemudian kembali menendang Doni dan bangkit.


" Hei! Celupkan kembali dia ke air " ucapnya memberi perintah pada bawahnya lalu pergi,


" Tidakk! M-maafkan aku! " Teriak Doni


" Ah brengsek ! Bangun " seretnya


" Tidak! Tolong lepaskan aku!! Maafkan aku, ku mohon jangan !! " Mohon Doni saat akan sudah mendekati ketinggian air di dalam kolam.


" Ahh diam dan rasakan! " Ucap pria itu, sedang devandra hanya santai acuh duduk menyaksikan itu, ia bahkan tak peduli meski Doni adalah teman dari putranya langit.


...🌧️...


Sedang ilen setelah lelah terus mencari keberadaan Doni , ia akhirnya memutuskan untuk menelpon keluarganya. Karena ia mendadak khawatir dengan sang ayah.


" Halo.. "


" Kakak, ini aku. "


" Ilen, kenapa sulit sekali menghubungi mu ? " Ucap Daniel mengerutkan keningnya


" Maafkan aku. Aku agak sibuk, bagaimana keadaan ayah? Dia sudah merasa lebih baik ? "


" Ya, Ayah baru saja minum obat dan tidur . Bagaimana dengan mu? Semua baik-baik saja ? " Ucap Daniel


" Ehm baik. Kakak baik-baik saja ? Ku dengan ada kekacauan di Semarang hari ini " Balik tanya ilen agar keberadaannya tak di ketahui oleh sang Kaka saat ini.


Daniel terdiam,


" Halo? Kak? " Seru ilen yang tak mendapat sahutan


" Ileniaa. Dimana kamu sekarang? " Ucap Daniel


" Apanya dimana, dimana lagi ? Tentu nya Aku di rumah Jakarta. " Seru ilen menutupi kecanggungan nya


" kalau begitu, tutup telpon ini. Aku akan menelponmu kembali ke rumah mu !" Ujar Daniel


" Tidak, tidak! Jangan. Langit sedang tidur, dia itu mudah terbangun. Aku juga akan tidur sekarang ya. Kalau begitu aku akan menelpon mu besok, selamat tidur. Daahh " ucap ilen lalu sesegera mungkin memutus panggilan nya .


" Hei! Ilen.. ilenn? " Seru Daniel menatap telpon yang sudah mati itu dengan raut wajah yang tak tenang akan adiknya itu.


***


Dini hari tepatnya daya tiba-tiba saja terkejut bangun karena mengalami mimpi yang buruk, lalu ia melihat langit yang sedang terduduk membelakangi dirinya sambil tengah memetik beberapa senar gitarnya, ia mengeluh sesekali melihat-lihat keadaan gitarnya itu.


" Ada apa? Apa rusak ? " Tanya daya bergabung menghampiri,


" Ngga, ini hanya goresan kecil saja. Emm maafkan aku, apa aku membangunkan mu ? " Seru langit meletakkan gitarnya

__ADS_1


Daya mengeleng, " aku bermimpi "


" Mimpi apa ? Apakah mimpi buruk ? "


" Hanya bermimpi tentang yang kita lihat


Tadi siang. Uhf menurut mu kenapa para tentara melakukan itu ? " Lirih daya


Langit menghela nafas dan memajukan duduknya, " day, biar ku beritahu sebuah rahasia.. " seru langit berjaga-jaga melihat kiri dan kanan sebelum kembali menatap daya,


" Dulu, aku pernah ke sambar petir.. "


" Hah? Beneran? "


" Ya. Aku pergi kebawah kanopi untuk berlindung dari hujan, dan sikuku tersambar begitu saja. Gila, ya ? Uhf aku pun juga tidak percaya. Jadi, aku hanya mempelajari cara kerja petir beberapa saat. Tapi kamu tahu, alasannya sederhana. Karena aku berada tepat di samping telpon umum. Jadi, aku selalu berusaha menjauh kan diri dari telpon tiap kali hujan " ucap langit sambil tertawa, begitu pula dengan daya.


" Sama seperti kejadian hari ini. Rasanya seperti tersambar petir, kebetulan kita berdiri di samping telpon umum day. Semua akan baik-baik saja begitu kita meninggalkan Semarang besok "


" Tapi bagaimana jika di tempat lain juga


Seperti ini ? " Lirih daya


" Jangan khawatir. Intuisi ku selalu tepat, ya aku hampir seperti peramal " ucap langit Tersenyum


" Oke baiklah, tuan peramal. Coba mainkan gitarnya dan lihat apakah terdengar bagus. " Ujar daya Tersenyum


" Baiklah.Tapi syaratnya, kita harus langsung ke stasiun setelah bangun tidur. Jangan keras kepala. " Ucap langit


Daya sedikit melirik langit lalu mengangguk tersenyum...


" Ini dia .. " gumam langit mulai memetik satu persatu senar hingga menjadi alunan melodi,


Daya pun menikmati sambil memejamkan matanya.


Lalu langit Tersenyum melihat nya.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Hal itu membuat para warga yang posisinya orang dewasa pun benar-benar geram dengan tingkat para tentara itu, mereka mulai ramai-ramai mengumpat. Tapi hal itu segera di hentikan oleh sang polisi muda kantor kepolisian sana,


" Berani sekali kalian perkumpul di sini saat keadaan seperti ini. Baiklah kalian bubar. Harap kalian segera lah pulang! " Ucap polisi termuda satu-satunya di kepolisian sana


" Argh tapi pak polisi. Lihatlah ! Anda juga melihatnya kan ! Kenapa tidak menghentikan mereka ? " Ujar seorang pria berstelan kantoran,


" Sttt polisi tidak bisa menghentikan mereka. Jadi, kumohon, pulanglah! " Ucap polisi muda itu


" Astaga ! Apa tentara kebal hukum hah ? Minggir ! " Seorang pria kesal


" Berhentilah ! Jangan membuat korban bertambah !! Cepat pulang. " Teriak polisi itu mencegah pria itu dan mendorong nya pergi,


Ya ia adalah polisi yang ilen temui saat membuat laporan tentang kehilangan nya Doni. Polisi itu pun tampak begitu resah dengan situasi ini, ia amat merasa menggila melihat betapa brutalnya para tentara itu.


hari ini keadaan semakin gencar kacau karena kini para tentara bukan hanya menyerang para mahasiswa saja ataupun orang yang menghalangi mereka tapi para pelajar yang masih bersekolah pun kini ikut menjadi korban nya,


Kini tepatnya di sekolah Dilla, kepala sekolah Dilla mendapat Hujaman pukulan dari para tentara yang berhasil masuk sekolah itu.


Lalu dengan berani Dilla berteriak untuk berhenti memukuli kepala sekolah nya tapi hal itu justru tambah membuat para tentara itu segera berlari menangkap mereka semua yang berhamburan lari menyelamatkan diri mereka masing-masing.


Sedang saat ini langit terperanjat kaget saat melihat luar jendela yang sudah pagi dan Melihat jam tangannya, di pun melihat sisi ruangan yang sudah tak terdapat daya di sana. Lalu ia segera pergi mencari keberadaan daya hingga ia melihat RS yang sudah amat begitu penuh oleh orang-orang yang telah luka,


Langit terus berjalan ke pusat medis darurat melewati orang-orang itu yang tengah berbondong-bondong minta di tangani dengan cepat oleh para perawat maupun dokter. Sampai pada akhirnya langit menemukan daya yang tengah menggunakan baju perawat nya dan tengah membalut luka para pasien,


" Dayana .. " seru langit menatap daya, yang hanya di balas tatapan pula oleh daya.


Setelah selesai dengan memperban pasien itu, langit membawa daya mereka pun menepi ke tempat yang lebih sepi untuk berbicara.


" Apa yang kamu lakukan sekarang hah ? Kamu berjanji akan pergi dengan ku pagi ini " ucap langit dengan tolak pinggang

__ADS_1


" Rumah sakit penuh pasien dan kita kehabisan ruangan. Ngit kamu juga bahkan melihat nya sendiri " seru daya


" Ya. Itu sebabnya aku mengatakan ini, kamu tidak lihat ? Ini sekarang bukan situasi biasa ... " Ucap langit menunjuk lobi yang terus menerus bermunculan datang para pasien,


" Ya memang bukan, terus kamu menyuruh ku meninggalkan Pasie ku gitu ? "


" Iya. Ayo pergi saja "


" Ngit ! " Seru daya dengan raut kecewa


" Kamu mungkin kecewa padaku. Tapi aku tidak bisa menahannya, bagi ku keselamatan kita yang utama. "


" Ngit aku memahami maksud mu. Tapi tidak bisakah kamu menunggu sampai hal yang terburuk berakhir ? "


" Gaa. Kita harus segera pergi sekarang, kamu gak mengerti apa yang terjadi di sini ? ... "


" Aduh kenapa kalian berdua hanya berdiam diri saja di sini ? Bahkan dokter magang dari departemen lain dan mahasiswa membantu. Aku penasaran kenapa anda langit devandra, murid terbaik dengan lisensi medis. Tidak ikut membantu ?. Ini, jika anda ingin membantu. Pakai dan masuklah. Jika tidak mau, berikan pada daya dan pergilah karena hanya staff medis saja yang di izinkan berada di pusat medis darurat. " Ucap sang dokter muda yang merawat langit kemarin lalu ia pun langsung pergi.


" Aku gak bisa pergi sekarang Ngit. " Ucap daya


" Dayy ! " Seru langit menatap daya yang menunjukkan kalau ia tak akan mau pergi.


Hal itu membuat langit menarik nafas dan menundukkan kepalanya menahan kesal karena kekeras kepalaan daya.


" Pukul 7:00. " Ucap langit


" Hah ? "


" Kita berangkat pukul 7:00 tepat. Saat itu bahkan aku akan menggendong mu di bahuku kalau perlu " ucap langit memberi peringatan pada daya jika tak ingin di undur lagi,


" Ouhh astaga bukan main menyebabkan nya ! Orang yang lebih mencintai akan selalu kalah ouh " ucap langit ngedumel sambil memaksa memakai jubah putih dokter itu.


" Ngit, kamu kan bisa tinggal di ruang perawatan jika merasa ... "


" Pukul 7: 00 loh ya " ujar langit meninggalkan daya lebih dulu masuk ke pusat medis darurat


Membuat daya merasa tak enak.


***


Di sudut ruangan kantor Daniel baru saja selesai dengan panggilan nya dari perusahaan industri farmasi Jerman yang akan bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga nya itu.


Lalu tak lama Daniel pun keluar ruang nya dan hendak akan pergi makan siang tanpa tahu kondisi luar yang sudah amat kacau bahkan gas air mata pun ikut di sertakan oleh para tentara,


" Loh kenapa kalian hanya diam berdiri di sini saja ? " Ucap Daniel dengan dua karyawan nya


Tapi kedua karyawan nya itu hanya diam,


" Kenapa ? Semua baik-baik saja ? " Tanya Daniel


" Emm begini pak direktur sebenarnya ... masalahnya di luar ada keributan besar


Karena darurat militer. "


" Ah baiklah jika kalian khawatir. Kalian bisa pulang lebih awal hari ini" seru Daniel


" Astaga maaf sebenarnya bukan itu alasan kami membahasnya pak .. "


" Sudahlah tak apa pulanglah keluarga kalian pasti menunggu di rumah. Saya juga akan pulang setelah menyelesaikan semuanya " ucap Daniel yang memang berjiwa besar. Ia pun lalu pergi,


***


-


-


-

__ADS_1


# happy reading all πŸƒ


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


__ADS_2