Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 32


__ADS_3

....


" Telpon siapa berbunyi , ada telpon . angkat lahh !! " teriak pak yoga mendengar dering an telpon khusus rumah yang sudah hampir musnah di makan zaman ,


Dengan sigap daya pun berlari untuk mengangkat telpon itu karena Fira sedang di kamar mandi .


" Oh daya , Tante bersyukur sekali kau yang mengangkatnya " ujar wanita yang sudah mulai tumbuh uban di rambutnya ,


" iya , ada apa Tante ? " tanya daya


" Day , bisakah kau pergi temani Fira untuk merapihkan penampilan nya ? Tante sudah membicarakan ini dengan nya dan menelpon ponselnya tapi ia tampaknya sengaja tak menjawab nya . Tante tahu ia ada di sana kan . Buatlah ia tampil feminim karena Tante sudah memboking perawatan , mungkin dengan itu ia tak akan lagi mau ikut unjuk rasa demo dan menjadi aktivis-aktivis day . Tante khawatir mendengar kabar tentang para aktivis yang hilang tanpa kabar daya"


" Emm bagaimana ya Tante, masalahnya Tante kan tahu Fira gimana . Daya takut fira akan .. "


" Tolongin Tante dong dayy .. kan sayang perawatan yang Tante sudah boking , minimal buatlah ia tampak seperti anak gadis dengan dress seperti kamu day . tolongin Tante day , ya day mau ya ? Tolongin Tante " seru wanita di telpon itu memohon yang adalah ibunya Fira .


" Baiklah Tante , daya akan coba bantu . " Sahut daya tak bisa menolak nya .


Panggil pun telpon pun berakhir ,


" Day , yukk kita pergi sekarang " seru langit dari luar menongolkan kepalanya .


Daya terdiam ..


" Kenapa ? Apa terjadi sesuatu ? " Tanya langit


" Aku harus menemani Fira .. " beritahu daya


" Apa ia tidak bisa pergi sendiri ? . Ia kan bukan anak SD yang perlu di temani " seru langit


" tapi masalahnya ini urgent , mamanya Fira minta tolong pada ku untuk membawa Fira ke suatu temp... "


" Mama ku ?! , Jangan bilang tempat menyebalkan itu day ! " Sambung fira menyahuti


" Firr .. "


" Argh aku tidak mau . Aku benci dengan itu day " ucap Fira


" Apa salahnya wujudkan keinginan mama mu fir paling tidak sekali saja , lagi juga sayang banget kan kalau kau tak datang "


" biarkan saja . Lagi pula untuk apa si , mama ku selalu saja melakukan hal sesukanya "


" Aku akan rapih-rapih sebentar dan kita pergi bersama oke . Aku akan menemanimu , apa salahnya hanya satu hari fir , jika kau tak mau juga mama mu akan terus melakukan ini . "


Tak ada jawaban dari fira yang hanya menghela nafas ,


Tak lama daya pun rapih , " ayo kita pergi .. " seru daya menggandeng Fira tanpa menghiraukan langit yang menunggu nya di luar


" Loh Ngit , kamu belum pergi ? " Ujar daya


" Ayo kita pergi bersama . " Ucap langit


" Tapi .. kami akan pergi ke suatu tempat .. "


" Aku bisa mendatangi tempat itu kan ? Jadi biar aku ikut dengan mu "


Daya melihat Fira ,


" Terserah kau jika ingin ikut ! " Ucap Fira.


Lalu mereka pun sampai di sebuah tempat perawatan , langit hanya cukup tercengang .


" Atas nama Fira .. " seru Fira pada sang pekerjaan tempat itu


" Oh baik silahkan reservasi atas nama Fira dan daya , "


" Firr , kenapa aku juga ? " Ucap daya


" Udah gapapa ,lagi pula uang mama ku ini ! " Sahut Fira benar-benar tak suka datang ketempat ini .


Beberapa menit mereka di dalam , mereka pun sudah rapih tak lupa dengan setelan dress santai yang cantik .


Mereka tengah berdiri di cermin ,


" Wahh fir jadi seperti ini tampilan mu jika pake dress . Cantikk ! " Ucap daya mengacungkan jempol nya

__ADS_1


" Sebenarnya untuk apa aku melakukan ini day . " Lirih Fira malas


" Kenapa si memangnya cantik tahu fir. " Seru daya


" Mama ku itu gak masuk akal saja day , lagi pula aku juga tidak memiliki acara jadi ngapain seperti ini "


Daya pun mengambil beberapa foto Fira ,


" Sebagai bukti jika mama mu nanya "


Lalu mereka pun keluar ,


" Aku bahkan gak sanggup keluar day dengan tampilan ku seperti ini . " Protes Fira


" Udah ayukk , gak ada yang aneh ko " ucap daya


Saat mereka keluar ,


" Hiyaa apa kau Fira ? " Ujar langit bangkit dari duduknya saat beberapa saat ia terpesona dengan daya yang tampil cantik


" Jika kau minta di hajar , tangan ku sudah siap mendarat . Day , aku akan ganti baju ku lagi " sahut Fira


" Penampilan mu keren tidak seperti pria hari ini . Lagi juga gak ada yang aneh karena kau itu wanita " seru langit menilai


" bisakah membelikan ku minuman . aku haus sekali tapi karena sepatu ini , aku tidak bisa berjalan jauh . Day , ikutlah bersama nya " ucap Fira


" Kau yakin tidak apa menunggu sendiri di sini ? " Tanya daya


" Yaa . Memangnya kenapa tidak akan terjadi apa-apa juga dengan ku . Cepatlah aku dehidrasi nih ! "


" Yaudah tunggu di sini yaa " seru daya pergi membeli minum dengan langit ,


Sepanjang menunggu Fira terus saja menggerutu dengan penampilannya dan juga sepatu hak tinggi nya itu . Sampai ia melihat seorang pria berjas terus berjalan yang sangat begitu sibuk dengan ponsel genggam nya tanpa menghiraukan kendaraan lalu lintas yang sedang melaju kencang dari arah seberang , melihat itu dengan sigap Fira berlari hendak menyelamatkan nya tapi sial pergerakannya lambat karena sepatu hak tinggi yang ia gunakan hal hasil ia pun dengan kilat melepas nya


" Awasss ! " Teriak fira mendorong pria itu , hingga mereka pun jatuh tersungkur berdua tapi syukurnya Fira dengan cepat mendorong pria itu . jika tidak mungkin saja pria itu sudah tinggal nama saja barangkali .


" Uhf uhff uhff .. anda tidak apa-apa tuan ? " Seru Fira ngos-ngosan


Pria itu pun menatap Fira dingin yang kini berada di atas tubuhnya ,


Daya yang melihat pun bergegas menghampiri Fira ,


" Firr , ada apa ? " Seru daya


" Gapapa ko day , day . kau bawa plester atau semacam apa gitu . Tuan ini mungkin terluka " Ujar Fira yang mengambil sepatu kets nya dan memakainya .


Sedang pria itu menatap dua gadis di hadapannya itu , ia sangat mengenal dengan satu gadis yang baru saja datang menghampiri mereka .


' ah gadis di acara pertunangan langit . Yang tak sengaja ia tabrak hingga membuat lengan baju gadis itu kotor dengan tumpah wine . ' batin pria itu


" Apa yang terjadi ?! " Ucap langit membawa tiga gelas minuman , tapi matanya sontak langsung mengarah tajam pada sosok pria yang berdiri Deket daya dan Fira ,


" Kau !! " Ucap mereka bersamaan .


Daya dan Fira pun melirik mereka ,


" Apa yang tengah kau lakukan di sini ! " ucap langit menatap nya .


" Kau sendiri apa hah ! " Sahut pria itu lebih dingin


" Apa kalian saling kenal ? " seru daya dan Fira bersamaan


" Cih lupakan saja , sebaiknya kita pergi dari sini " ucap langit


" Kenapa ? Kau takut aku melaporkan ini dengan ayah hah ! " Seru pria itu yang tak lain ada bumi devandra


Langit tersenyum dingin ,


Fira lagi-lagi melirik daya yang tak mengerti hubungan apa di antara dua pria ini .


" Oh ya karena kau sudah menyelamatkan ku tadi, ikutlah bersama ku . Aku akan menelaktir kalian " ucap bumi pada Fira dan daya


" Fir , kau bisa pergi dengan pria itu . Dan day ayu kita pergi " seru langit


" Kau pergilah tapi tidak untuk dua gadis ini . Karena ia akan ikut dengan ku " ujar bumi

__ADS_1


" Benar kata orang ya . kau itu otoriter ! "


" Katakanlah seperti itu . " Sahut bumi membawa Fira dan daya


Langit yang sebetulnya benar-benar amat begitu malas jika berada satu tempat bersama dengan bumi devandra dan juga terlibat dengan sang Kakak pun mau tak mau akhirnya tak memiliki pilihan selain ikut dengannya . karena ia tak bisa meninggalkan daya dan Fira dengan sang kakak .


Mereka pun sudah duduk di sebuah resto ternama , dan bahkan bumi pun sudah memesan menu- menu makanan best di resto tersebut .


" kebetulan sekali . Aku tidak menyangka anda ternyata adalah kakak nya langit " seru Fira


" Kau benar . Bahkan mereka terlihat sama " sahut daya tersenyum


Sedang bumi dan langit pun masih saling melihat dengan sorot kebencian mereka . Tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka ,


" Fir , apa sepertinya kita pergi saja dari sini . Aku merasa situasi nya sedikit tak nyaman , mungkin mereka butuh waktu bicara " bisik daya yang terdengar oleh bumi .


" Kau tidak perlu khawatir . Dia tidak punya tempat tujuan lain ! Seharusnya ia berada di perpus agar bisa cepat menyelesaikan kuliah nya itu " ucap bumi devandra dingin menatap sinis Langit , tentunya di tatap tidak suka oleh langit juga .


" Saat menatapmu seperti itu , kau sungguh mirip dengannya . " Seru daya yang duduk di samping langit ,


" Itu tidak benar ! " Sahut mereka bersamaan kompak


" Ahh menarik sekali , mereka bahkan mengatakan hal yang sama secara serempak " ujar Fira . Daya pun menganggukkan nya sambil tersenyum .


Lalu hidangan makanan mereka pun tiba ..


" Iniii makanlah yang banyak untuk kalian ! Dan jangan makan terlalu cepat ." Seru bumi menggeser semua menu ke sisi daya dan Fira ,


" Terimakasih tuan .. " sahut Fira dan daya


Lagi-lagi langit menatap kakaknya sinis dan dingin .


" Ngit , ini . Kau harus coba , ini enak " ujar daya menggeser hidangan nya


" Eayy tidak usah pikiran dia . Karena ia tidak akan tumbuh lagi " ucap bumi mengejek langit


" Wah tuan sepertinya kalian tidak cukup akur yaa " seru Fira cukup santai


" katakanlah begitu . Kenapa kalian mau berada di dekat orang ini ! " Ujar bumi


" Kalau aku hanya kebetulan saja mengenal nya . Dan kebetulan juga ia kenal dengan sahabat ku ini " jelas Fira menyantap hidangan bersama dengan daya juga .


" Ehm , jangan panggil aku tuan . Tidak enak di dengar nya lagi pula umur ku belum setua itu "


" Cih ingin menolak tua . " Sahut langit dingin memakan hidangan nya ,


Bumi menatap langit dan juga daya yang duduk di sampingnya .


" Ngomong-ngomong , apa hubungan kalian ? " Ucap bumi devandra menyinggung sang adik


Mendengar itu langit mendelik menghentikan kunyahan nya . sedang daya tersendat batuk . Yang membuat bumi tersenyum ,


" Jangan bilang anda .. " gumam Fira menoleh pada bumi devandra


Daya menyengol kaki Fira dan mengeleng pelan pada langit ,


" Tunangan mu jelas bukan dia , tentunya " ucap bumi


" kami , haha kami hanya berteman . Ya . " Ujar langit


" Jika hanya berteman , Kenapa kalian terlihat sangat tidak terpisahkan ? " Ucap bumi santai menskakmat langit.


" Astaga , bagaimana dengan kau dan juga teman mu hah ? " sahut langit sedikit menekan


Bumi devandra tersenyum , " cih bocah ingusan yang bodoh " ujar bumi yang dengan jelas tahu apa yang tersaji antara langit dan daya .


Setelah dari itu mereka pun bersenang-senang ke tempat hiburan , mereka terlihat seperti doubel date . Daya dan Fira benar-benar terlihat senang menikmati wahana . Sedang langit dan bumi tampak datar saja duduk berdua dalam satu wahana .


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»

__ADS_1


# happy reading all πŸƒ


__ADS_2