
Pagi harinya daya sudah rapih berangkat jalan shift kerja nya , tapi tiba-tiba saja telponnya berdering . Cukup lama daya memandanginya sebelum akhirnya ia angkat .
" Ahh lama sekali mengangkat nya !. Sudah tanggal berapa ini hah kenapa belum juga kirimkan uang pada kami ! , Kirimkan cepatt ! Kau itu benar-benar tak tahu diri ya " ujar keluarganya kasar
" Kalian menelpon hanya untuk uang ! " Ucap daya dingin .
" Ngomong apa anak ini ! Kami membutuhkan uang secepatnya !! Jangan coba-coba tak mengirimkan day . Kau itu paling tidak harus mengganti apa yang kami keluarkan untuk mu sedari kecil ! "
" Tidakkah cukup uang yang selama ini kalian minta dari ku ! Tidak kah cukup kalian menghancurkan impian ku ! Tidakkah cukup kalian membuat ku seperti ini ! " Seru daya benar-benar kesal
" Aishh anak ini !! .. "
" Tutt .. tuttt .. tutttt .. " daya menutup panggilan telepon nya , hatinya masih begitu sakit akan kenyataan hidup yang harus ia jalani dan perlakuan keluarga nya yang membuat nya semakin ingin pergi secepat nya meninggalkan kota ini bahkan ia ingin pergi ketempat di mana tak ada seorang pun yang mengenalnya , ia ingin hidup di mana hanya ada dia dan dunianya .
Daya menghela nafas , ' apa yang kau harapkan day ? Kepedulian ? . Mereka tidak akan peduli dengan mu day ' batin daya , melanjutkan langkahnya sambil terus mencari sesuatu di dalam tasnya bahkan ia juga sibuk mencari di dompet nya .
Langit yang juga sedang mendatangi studio foto milik keluarga Doni pun sempat membuat Doni kaget karena saat itu Doni tengah membawa para teman-teman untuk membuat sebuah rencana unjuk rasa yang akan mereka lakukan dalam jangka waktu dekat ini di studio foto keluarga nya itu . Membuat langit membuka fakta tentang orang tua Doni yang akan langsung menutup studio itu jika melihat ini .
Doni langsung buru-buru menutup mulut langit dengan secarik kertas berisikan alamat Ica , perempuan yang tempo hari langit cari alamat nya . Perempuan aktivis kelahiran semarang yang tinggal di Jakarta dan menjadi aktivis di Jakarta juga , ia adalah kekasih sahabat nya langit yaitu Ario yang tak ada kabar nya sejak kemarahan ortunya saat mengetahui apa yang di lakukan Ario dan memasukkan nya ke kemiliteran .
" Stttt apa lu gak mau ini hah ! " Ucap Doni ,
" Oo lu sudah mendapatkan nya . Lu bilang ini akan sulit . Tapi tengkyu don . Lain kali kita harus makan bersama " Seru langit berlalu pergi .
Di tengah jalan keluar dari studio foto Doni , langit memperhatikan secarik kertas alamat yang Doni berikan sebelum akhirnya pandangannya beralih fokus pada seseorang perempuan yang sudah membuat ia tertarik . Ya ia adalah dayana di sebrang jalan tengah sibuk memeriksa tas dan dompet nya tanpa memperhatikan jalan .
" Ilenia ! .. ilennn .. " ujar langit menghampiri , tapi tentu nya daya tak menoleh seruan itu karena ia bukanlah sang pemilik nama .
" Oh astaga ilennn ! .. " seru langit yang berhasil menarik daya , menghentikan langkah nya di penyebrangan jalan dari motor yang sedang melaju begitu kencang .
Hal itu mengejutkan daya , hampir saja ia tertabrak motor . Daya menoleh pada seseorang yang tengah menarik nya itu , Mereka saling pandang dengan langit yang tersenyum pada daya .
" Lihat-lihat kalau jalan , ilen " seru langit
Daya langsung mendorong tangan langit ..
" Ah maaf , aku memanggil mu tapi kau tak mendengar ku .. " ujar langit
Ya iyalah lah jelas gak denger karena bukan namanya hehe .
" Langit devandra ? Kau tidak mengikuti ku kan ? " Tanya daya gugup takut penyamaran nya terbongkar ,
Membuat langit tertawa dengan pertanyaan daya , " aku juga hendak ke halte busway . Jadi jangan terlalu merasa takut " seru langit
" Biasa ajah . Kau kan kaya kenapa tidak naik taxi saja ! " Ujar daya sambil jalan ,
" Hiyah bukankah keluarga mu juga kaya kan . " Ucap langit mengikuti daya
" aku sempat ragu itu kamu atau bukan . karena gaya pakaian mu berbeda dengan terakhir kali aku melihat mu " ujar langit
" Ya aku habis ikut unjuk rasa ! " Sahut daya sesegera mungkin menyembunyikan kegelagapan nya ,
" Ahh begitukah ? Itu membuat mu lebih menarik dari pada sebelumnya justru " puji langit
" Ouh tidak perlu menyindir . " Ucap daya
Lagi-lagi membuat langit tertawa , " oh benar-benar . Aku tidak sedang menyindir . Tapi ngomong-ngomong apa yang sedang kau cari sedari tadi ? "
" Hmm aku tidak bisa menemukan kartu busway ku . Kau pergilah duluan , aku ingin membeli nya dulu " gumam daya masih begitu sibuk ngubrak ngabrik isi tasnya .
" Oh , ini . aku punya beberapa " ucap langit mengeluarkan beberapa kartu busway nya
" Wah ! Apa kau penjual kartu busway "
" Katakanlah seperti itu bagaimana . "
" Emm bagaimana kalau begitu aku boleh memintanya satu ... "
__ADS_1
" Etss , kau pikir ini mendapatkannya dengan percuma . Tapi ambil semua ini dan bayar kembali nanti " seru langit memberikan nya
" Baiklah tentu ." Ujar daya menghela nafas
" Kita harus bertemu lagi .. " ucap langit ,
" Ohh , maaf aku harus segera pergi . Busway sudah tiba ! " Seru daya buru-buru menaiki busway , karena enggan untuk melanjutkan pembicaraan .
" Tapi , tunggu .. ilennn ! " Panggil langit ,
Yang tentunya tak di hiraukan daya dan berlalu dengan pasti duduk di busway . Kemudian merapihkan kartu-kartu busway tadi kedalam tasnya ,
Saat itu juga langit masuk kedalam busway dan berdiri di dekat pintu busway tersebut ,
" baik ilenn ! Bagaimana kalau besok ? " Ucap langit di depan para penumpang busway . Membuat daya malu dan memalingkan wajahnya ,
" Apa ini ? Keluar jika kau tidak naik anak muda . " Ucap kenek busway
" Tunggu sebentar , tunggu sebentar " pinta langit
" Hei ! Wanita yang di sana yang wajahnya menghadap ke jendela dan tanggan kirinya menutup wajah ! " ujar langit , yang saat ini semua penumpang menoleh menatap daya .
Daya yang malu setengah mati melihat sekeliling dan akhirnya melihat langit ,
" Kau ada waktu luang besok ? " ucap langit
" hei nona , dia bertanya apakah dia bisa menemui mu besok . " Ucap kenek busway itu mengulang agar lebih jelas , membuat tertawa penumpang busway lainnya .
" Ya , tentu . " Sahut daya terpaksa
" Dimana ? Pukul berapa ? " Tanya langit , kali ini membuat daya memutar bola matanya sebal dan malas .
Tak ada jawaban dari daya , yang menghambat keberangkatan busway .
" Astaga ! Temui saja di cafe Maison Weiner pukul 17:00 " teriak kenek busway itu yang jadi menghambat pekerjaan nya.
" Oke , pukul 17:00 di cafe Maison Weiner . Terimakasih sudah menunggu " Ucap langit tersenyum begitu ceria baru dengan itu ia pergi .
' ouh dia benar-benar gila ! ' Umpat daya di dalam hati , menahan malu . Tak tahu jika sampai akan seperti ini ,
Lalu kemudian daya bersibuk dengan pekerjaannya sebagai perawat yang tak lelah mengarungi waktu mengambil semua shift demi pundi-pundi rupiah .
Sedang ilen tengah berbaring bersantai di sofa ruang tamu membaca koran masing-masing dengan ayahnya dan ayahnya berbincang tentang kelancaran pertemuan kencan ilen yang saat itu tanpa di ketahui kedua belah pihak ternyata di gantikan oleh daya . Ayahnya puas dengan sikap ilen dan memberitahukan ilen kalau ilen sudah berusaha keras untuk membuat teman-teman nya bebas . Mendengar itu ilen begitu senang karena teman-teman nya dapat bebas meski tak bisa langsung bebas seperti dirinya , ilen bahkan memeluk ayah begitu senang nya .
" Ayahh , ahh ayahhh aku senang sekali mendengarnya . Kalau begitu aku harus segera pergi melihat mereka yaa " ujar ilen bersemangat , berlari keluar rumah pergi kemarkas aktivis nya .
Ia bahkan menyempatkan membeli makanan untuk para teman-teman nya itu , tapi setibanya di sana bukan jamuan baik yang ilen dapat malah justru intimidasi yang menyudutkan nya .
Brugg .. berserakan sudah makanan yang ilen bawa karena di hempasan begitu saja .
" Hei ! kenapa kau lakukan ini ? " Seru ilen menatap makanan yang sudah berserakan itu
" ck kenapa ? Bagaimana cara mu mengeluarkan kami ? "
" Apa maksudnya ? " Tanya ilen
" Tidak . Mungkin pertanyaan pertama adalah caramu keluar , beri tahu kami ! Kau yang ketahuan memegang pamflet . Jadi , kenapa kau yang di bebaskan ?! "
Semua teman-teman seperjuangan nya itu memandang ilen dingin .
" Status sosial tidak dapat di bohongi kan ! Ayah mu mengeluarkan mu meskipun kau dalang dari ide ini "
Sedang ilen tak percaya dengan spekulasi teman-teman nya itu padanya ,
" Teman-teman , jangan seperti itu . Kita di sini untuk memperjuangkan demokrasi " ujar Doni mencoba meredam keadaan yang mendadak dingin .
" Ya memang benar , kita di sini untuk memperjuangkan demokrasi tapi tidak dengan nya yang hanya main kejar- mengejar . " Sahut yang lain
__ADS_1
Membuat ilen tersenyum getir melihat teman-teman nya , " aneh sekali . Kalian tampaknya tidak keberatan dengan hal yang kita lakukan bersama tapi saat seperti ini tiba-tiba kalian bilang kita berbeda kelas ? . Kalian bisa saja berterus terang dan bilang kalau tidak menyukai ku . " Ucap ilen begitu kesal pergi meninggalkan markas geng aktivis .
" Ah hei tunggu ilenn .. " gumam Doni coba ingin menghentikan ilen yang sudah berlalu pergi .
Ilenn benar-benar tak percaya jika dapat perlakuan seperti ini , ia begitu sedih dan tentunya marah tak terima apa lagi sampai membawa-bawa status . Ilen tak dapat menahan kekecewaan nya pulang ke rumah.
Sementara langit tengah mendatangi kediaman rumah Ica dan memberitahukan keadaan Ica yang tengah terbaring parah di rumah sakit Jakarta dan Langit juga bicara jika Ica akan segera di pindahkan di Rumah sakit Semarang karena keinginannya yang ingin pulang sebelum ia koma kembali . Tapi orang tuanya justru tak terlalu perduli dengan kondisi Ica dan justru malah hanya mengkhawatirkan uang untuk menghidupkan mereka .
" Maksud mu , jadi ia tidak bisa bekerja lagi ? " Ujar orang tua Ica
" Saat ini , kondisi nya tidak memungkinkan ia untuk bekerja . Ini tidak banyak , tapi gunakan ini untuk biaya hidup dan obatnya " seru langit membantu sebisa yang ia lakukan , itupun sisa uang yang langit berikan untuk melunasi kepindahan Ica di rumah sakit Semarang .
" Siapa yang peduli dengan obatnya ! Karena wanita itu melakukan hal-hal tidak berguna itu "
membuat langit menatap nya kosong tak percaya dengan respon yang di berikan pihak keluarga nya .
Flashback ..
Ya urusan dan kekacauan yang perlu dia selesaikan adalah ini . Semua bermula ketika sahabat baiknya Ario yang selalu membawa teman seperjuangan yang terluka saat berunjuk rasa dan membawa nya pada langit lantaran ia tak bisa membawa nya ke rumah sakit karena mereka adalah buronan yang melanggar hukum demi menegakkan demokrasi . Hari berikutnya pintu kos an langit kembali di gedor-gedor begitu keras , langit tahu itu pasti ario dan hendak ingin memaki karena saat-saat ini ia begitu sibuk menjelang ujian , ia harus belajar agar mendapatkan nilai yang memuaskan . Saat langit membukanya , dan mendapati Ario tengah menggendong seorang wanita di bahunya dengan berlumuran darah yang tak lain itu adalah kekasih nya Ica yang pada saat itu menjadi korban kericuhan tragedi unjuk rasa demo besar-besaran , saat itu keadaan benar-benar ricuh bahkan para polisi sampai harus menyemprot kan gas air mata . hal itu membuat semua orang panik kala itu , sampai pada ario yang tak bisa melindungi kekasihnya panik melihat kekasihnya sudah tak berada di sampingnya dan mendapati nya sudah tergeletak dengan keadaan tidak bisa lagi di jelaskan saking parahnya . ia di injak-injak para aktivis pendemo lainnya yang tentunya berbondong-bondong ingin menyelamatkan diri mereka . Karena saat itu cuma langitlah yang bisa membantu ario pikir nya karena langit adalah mahasiswa kedokteran yang hebat ,
Dorr .. doorr .. doorrrr ..
Langit hendak mengumpat , tapi saat ia membuka pintu ..
" Langitt ! Tolong selamatkan Ica . Tolongg selamat kan dia ! " Seru ario panik yang berkeringat sambil menahan tangisnya ,
Langit membelalakkan matanya lalu akhirnya membiarkan nya masuk dan membaringkan tubuh Ica . Lalu memeriksa nadinya ,
" Denyut nadinya lemah dan dia kehilangan banyak darah . Kau harus membawanya ke rumah sakit ! " Ujar langit yang melihat kondisi parah ini .
" Jangan ke rumah sakit .. jangan Ngit " gumam Ario mengeleng kan kepalanya tak berdaya sambil menggenggam tangan Ica ,
" Ah aku tahu , aku tahu kau membawanya kesini karena tak bisa ke rumah sakit . Wah Sial ! " Ujar langit yang mencoba berpikir cepat mencoba mengambil tindakan ,
" Kamu tahu Klinik di pinggir jalan ? Ketuk pintu nya dan seseorang akan keluar . Katanya pada nya aku yang menyuruh mu , itu klinik teman ku " ucap langit
" Baiklah .. " sahut mengerti dan cepat Ario bergegas pergi , lalu ia membalikkan badannya kembali .
" Ngit , selamat kan dia . Kamu harus menyelamatkan nya , apapun yang terjadi . " Pinta Ario penuh harap ,
" Baiklah , kau harus cepat ! " Ujar langit seakan menjanjikan dan Ario langsung berlari keluar .
Karena denyut nadi Ica semakin melemah dan nafas nya juga membuat langit mengambil tindakan dengan melakukan PCR tapi apa yang bisa di katakan langit tak bisa membantu dengan keadaannya yang sudah cukup terbilang parah itu bahkan langit sudah melakukan pertolongan pertama ,
Cukup lama langit melakukan itu ..
" Kumohon .. bisakah seseorang datang dan membantu ku ? Siapapun ? aku mohon " Gumam langit dengan mata berkaca-kaca yang tak kunjung mendapati seseorang datang hingga akhirnya ia gagal dalam penyelamatan itu ,
Ario yang pergi dan belum juga kunjung kembali membuat langit menatap pintu kos annya tanpa tahu ternyata Ario di tangkap polisi kala berlari menuju klinik yang langit pinta , polisi yang memang sedang berpatroli mencari para buronan perusuh aksi demo . Hingga tak pernah terdengar lagi nama Ario setelah orang tua nya memasukkannya ke kemiliteran .
Dan sejak saat itulah semua menjadi kacau bahkan untuk di kehidupan langit secara tak langsung ..
End flashback ..
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻
dukungan kalian sangat berarti buat Mimin , like dan vote kalian penyemangat bagi mimin membuat Mimin kembali mendapatkan charger energi . lalu komen kalian hiburan untuk Mimin , yang selalu Mimin tunggu dan baca ❤️
# happy reading 🍃
__ADS_1