
Sebulan sudah berlalu pasca tragedi itu pun berakhir. Kini keadaan sudah kembali normal meskipun kerusakan masih di mana-mana tapi paling tidak semua sudah selesai. tapi tidak bagi langit yang masih dengan lunglai menyebar selembaran foto daya dengan info pemberitahuan orang hilang.
Hari-hari langit lalui dengan menyebar selembaran mencari keberadaan daya. istri tercintanya, tak perduli keadaan nya yang begitu berantakan dan kacau.
Langit menepikan langkah nya di sebuah toserba rumah makan,
" Oh selamat datang. Anda sendirian? " Ujar sang pemilik toko layaknya menyambut pembeli.
Dengan cepat langit segera memberikan selembar foto dan indentitas daya pada ibu pemilik toko tersebut tanpa sekata patahpun,
Ibu pemilik toko tersebut pun menerima dan melihat foto info selembaran itu.
" Huyuh. Tentu, tinggal beberapa selembaran itu di sini. " Seru sang pemilik toko yang merasa bersimpati karena tragedi Semarang itu.
Lalu langit hendak langsung kembali pergi, tetapi ia menoleh pada sebuah tv yang tengah menyaksikan siaran festival lagu universitas dan saat ini para peserta Pun satu-satu tengah membawakan dan menyanyikan lagu yang mereka perlombakan.
Seketika langit telah duduk lunglai tak berdaya, menyaksikan siaran festival itu yang mana kala itu ia pun mendaftar ikut serta dalam lomba festival lagu universitas nya.
Siaran itu pun menampilkan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh sang peserta dari universitas yang membawakan lagu bercerita tentang cinta di bulai April, lalu kemudian langit menangis mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan daya yang terjadi di bulan April juga, semua yang ia lalui bersama dengan daya dan kebersamaannya bersama daya. Langit menangis mengingat itu yang mana saat ini ia bahkan belum juga bisa menemukan keberadaan daya,
Kemungkinan hal pahit pun nantinya akan ia terima yang mana jika seandainya daya memang sudah meninggal. tapi langit ingin menemuinya. Langit ingin melihat nya. Meskipun langit berharap daya hidup.
Hari-hari ia lalu begitu menderita yang tak juga kunjung mendapatkan kabar ataupun hasil dari pencarian nya berbulan-bulan lamanya. Bertahun-tahun lamanya.ia merasa nihil, sia-sia. Ia begitu putus asa hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terus melangkah maju menerobos ombak pantai hingga menenggelamkan diri nya. Pada esok hari ia kembali bangun membuka matanya sudah berada di tepi pantai. Bahkan sampai pada menyarat pergelangan nadinya, tapi berapapun kali ia terus mencoba melakukan itu, Terus berulang seperti itu. Semesta bagai tak mengizinkannya untuk mati.
Selama itu pula Ia menjalankan hidup dalam kebencian dan kesedihan, Sampai pada saat ini. tahun sudah memasuki 2021, ia menjalankan hidup sebagai profesor di sebuah rumah sakit.
" Ka bumi bisa saja menelpon ku. Kenapa ia harus ingin menemui ku? " Ujar
Langit dengan sebuah telpon di ruangan nya lalu masih bersibuk mencari ponselnya yang jarang dan lupa ia letakkan.
" Kalian sudah mendarat di bandara? " Seru langit sedikit terkejut,
Ya selepas dari tradegi Semarang kala itu, sang kakak bumi dan Fira menikah lalu memutuskan untuk meninggalkan Semarang. Bukan tanpa alasan, tapi mereka hanya tak ingin tinggal di mana dengan bekas luka yang tak akan pernah bisa mereka lupakan tentang tradegi itu. Sama halnya seperti ilen yang juga memutuskan untuk tak tinggal.
Kenapa langit memilih memutuskan untuk menetap dan tinggal? Ya karena alasannya adalah daya, sampai detik ini pun Langit masih tetap terus berusaha untuk mencari keberadaan daya. Meski sudah terlampau selama ini.
" Baiklah. Katakan pada ku fir, kalian tidak serius bukan? Apa yang ingin kalian katakan pada ku secara langsung hah?" Ucap langit yang terus mencari ponselnya hingga menambah membuat ruangan kerjanya itu berantakan tak tertata.
" Oo oh ketemu. Aku sudah menemukan ponselku. Ah pikiranku sangat kacau. " Ujar langit bermonolog sendiri, ia tampak tak terlalu menghiraukan Fira di panggilan ponselnya.
" Aku akan segera datang. Kirimkan alamat nya. Baiklah sampai jumpa. " Ucap langit menutup telponnya pada Fira yang sekarang adalah kakak iparnya.
Kemudian ia pun berjalan pergi ke alamat yang sudah dikirimkan itu, saat berhenti di penyebrangan jalan. Pandangan matanya tertuju pada spanduk yang bertuliskan besar tentang peringatan tradegi Semarang pada kala itu.
Langit menatapnya dengan datar, lalu melangkah menyebrang saat lampu sudah hijau bergambarkan orang menyebrang.
Kini iapun sudah sampai pada tempat cafe resto yang tertera di alamat yang dikirimkan oleh Fira, sesampai ia di sana.
" Oh icca. Kau sudah tiba" seru langit pada seorang wanita yang juga sudah tampak tak muda sama seperti dirinya
" Maaf aku tiba-tiba meminta mu datang.
Kau pasti sibuk. " Ujar wanita itu, namanya icca. Orang yang mati-matian langit selamatkan yang merupakan kekasih dari ari sahabatnya itu.
" Aku tidak sesibuk kau. Lagi pula, kakakku, Fira, dan kebetulan Doni, ilen pun mereka mengajak ku juga bertemu di sini. Hei ya kenapa kau tampak kurusan? Kau harus menjaga kesehatan. Datanglah ke rumah sakit untuk pemeriksaan. " Seru langit
Yang di balas senyum dan anggukkan oleh icaa, " ayo. " Ucap nya menuju meja mereka.
" Caa, ngomong-ngomong jika kamu merobek spanduk itu di jalanan sekarang berapa dendanya? " Seru langit di sela-sela langkanya
__ADS_1
" Entahlah. Kenapa kau tidak bertanya nanti pada ilen, Doni ataupun Fira tentang masalah hukum? " sahut icca dengan senyumnya
" siapa, ilen, doni dan Fira? Aih mereka hanya tahu undang-undang tenaga kerja. Mereka hanya berunjuk rasa saat masuk
Sekolah hukum. Uhf aku terkejut saat menghidupkan ponselku tadi. Aku dapat banyak sekali panggilan tidak terjawab
Dari teman lama. Dan anehnya, mereka semua berasal dari Semarang. " Ucap langit dengan seringai tawa, sesaat saat mereka sudah dekat dengan meja tempat duduk. Langit sudah mendapati semua orang berada di sana.
" Oh. Kalian.. " ujar langit lalu melihat icca di sampingnya,
" Kami semua memang janjian. " Lirih icca.
Tak lama dari sini muncullah nilla usai dari toilet,
" Oh, nillaa juga " Ujar langit tersenyum melihat adik iparnya itu yang lama sekali tak bertemu.
Nilla mengulas senyum, " bagaimana kabar mu, kak langit? " Seru nilla
" Ah apa.. apa ini hari istimewa? Apa kita mengadakan reuni? " Ujar langit menyengir tertawa melihat yang lainnya yang justru menunjukan pandangan sendu dan mata berkaca-kaca.
Hanya langit yang terlihat bingung. melihat mereka. lalu melihat nilla kembali. Dan kemudian melihat semua orang di meja.
" Kenapa? Kamu menemukannya? " Ujar langit menatap nilla,
" Ya. " Angguk nilla mengulas senyum yang mengisyaratkan haru.
Langit terdiam dengan mata berkaca-kaca, ia tak dapat berkata-kata..
" Kepolisian Semarang, mereka menemukan catatan yang terkubur bersama kerangkanya. " Ujar bumi, yang juga terus turut andil membantu sang adik.
" Menurut Informan barang-barang itu juga milik daya. " Lirih Fira
Kini langit sudah berada di kantor polisi setempat, ia bahkan sudah mendapatkan sebuah map yang berisikan sebuah kertas yang sudah usang, lalu terdapat jam dan juga sebuah cincin yang tentunya rusak. Langit berjalan keluar kantor kepolisian dengan melihat map di tangannya itu, kembali tanpa kata dengan raut sendunya. Tak jauh dari dirinya berdiri, ia melihat seorang pria yang tengah menatapnya dengan sebuah tangisan yang hendak pergi.
" Arii.. kau kah itu " seru langit pada sahabatnya itu.
" Ngit..." Gumam Ari tampak merasa bersalah atas kejadian bertahun-tahun lamanya itu, ya itu benar Ari. Ia datang sebagai seorang informan.
Baik langit dan juga Ari saling memandang,
" Maaf. Maaf Ngit. " Lirih Ari dengan penuh penyesalan yang tak bisa berkata apapun selain maaf, yang kala itu tak dapat menolong daya.
Langit mengeleng,
Sedang Ari, ia memilih pergi tak kuasa melihat langit sang sahabat.
Usai dari sana langit pun menghadiri pemakaman daya, ia menangis dalam kesedihan. Menatap nanar sebuah peti wanita tercintanya, istri tercintanya. Ia larut dalam pilu sedihnya tinggal sendiri di sana. Hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Di dalam apartment tempat ia tinggal, langit terduduk diam menatap kantong map bening yang berisikan kertas cacat dan sebuah jam juga cincin di map itu.
Langit membuka kertas yang telah usang
Itu,
' aku, dayana atharik. Tentunya menolak keras di kubur hidup-hidup bersama dengan langit devandra.' isi bait pertama paragraf kertas itu yang membuat langit tertawa dengan mata berkaca.
' tuhan, jika hal tidak terduga terjadi dan kami harus saling melepaskan genggaman tangan. Tolong jangan biarkan kesedihan membebani mereka yang di tinggalkan. Meskipun air mata kami penuh membahasi wajah kami, tolong jangan pernah biarkan kami tenggelam dan selalu berikan kami kekuatan dan keberanian untuk berenang menjalani hidup dengan aman sepanjang hidup ini.' itulah isi doa pernikahan milik daya, langit kembali menangis membaca isi surat itu.
...πππ...
Langit POV,
__ADS_1
Seperti biasa, bulan April telah tiba. Tahun ini adalah April ke sekian puluhan kali sejak aku kehilanganmu, dayana. Selama ini, hidup ku terasa seperti berenang saat air laut pasang. Sekeras apapun usaha ku, aku tetap saja tidak bisa melangkah maju, dan bahkan mencoba membiarkan diri ku tenggelam.
Tapi saat aku terbangun, gelombang itu telah mendorong ku kembali mundur ke bulan April di dalam hati ku lagi.
Rasanya sangat kejam karena aku hidup
Dalam kebencian. Untuk waktu yang lama, aku hidup dalam penyesalan dan memikirkan apa yang mungkin saja terjadi. " Seandainya aku tidak pergi ke Semarang pada bulan April tahun itu, andai aku tidak bertemu dengan mu di Semarang, andai aku tidak melepaskan genggaman tangan mu di hutan itu, apa mungkinkah kamu masih hidup? "
Tapi pada April tahun ini, Saat akhirnya kamu kembali. Kini aku sadar aku lah yang memilih untuk melakukan semua ini. Pada bulan April tahun itu, aku yang memilih untuk pergi ke Semarang. Dan memilih mencintaimu dengan segenap hati. Kemudian aku berdoa setiap hari, agar rasa sakit membebani ku saja alih-alih membebani mu day.
Jika aku yang mati di persimpangan jalan antara hidup dan mati. dan kamu yang masih hidup, kamu pasti akan merasakan air laut yang pasang sama seperti yang kualami selama ini. Orang yang di tinggalkan. Karena itu, akhirnya aku sadar. Apa yang kualami selama ini adalah cara Tuhan menjawab doaku.
Puluhan tahun yang sepi dan menyakitkan itu, hanyalah cintaku kepadamu. Dan kini sisa hidup ku akan menjadi jawaban atas doamu. Berapa kali pun gelombang pasang mendorong ku kembali ke bulan April itu, kini ada kamu di sini. Sampai jumpa lagi, karena aku akan berenang melawan arus dengan segenap kekuatanku. Hingga kita bersama lagi.
Tahun 2021. April pertama. Dari langit devandra.
Langit kembali mengunjungi daya di tempat peristirahatan terakhirnya dengan sebuah bunga kesukaan daya dan sepucuk surat. mengakhiri pencarian nya, kali ini ia telah bersorai berdamai dengan semuanya. Karena daya sudah kembali ke pelukannya.
... π§οΈπ§οΈπ§οΈ...
Tamat.
Mencintai langit,
Langit selalu penuh dengan segala daya nya tersendiri.
Kucintai biru nya dengan cinta paling purba, ku damba keindahannya yang menghantarkan kenyamanan dan membawa ketenangan pada jiwa. Ku tatap Kemanapun ku palingkan wajah ia selalu menyapa. Membius mengikat akan keindahan nya bagi siapapun yang melihatnya.
sampai bertemu kembali, semoga langit selalu indah mengiringi langkah dan per jalanan mu.
*Tolong beri Mimin satu pria seperti langit, sosok pria setia yang mencintai dengan segenap hati nya, pria yang shuabar nya pake banget dan mau mengalah. Pria yang cintanya jauh lebih besar terhadap wanitanya. Sehingga takut untuk kehilangan hehe*.
\-
\-
\-
**jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»**
**dukungan kalian sangat amat berarti untuk Mimin π€**
\# **happy reading all π**
__ADS_1