Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 23


__ADS_3

Pagi hari ini , ilen keluar untuk mengambil koran kabar langganan pagi keluarga nya dengan pikiran yang belum tenang sedikitpun lantaran daya juga belum memberikan kabar akan permintaannya semalam . Apalagi saat membaca judul halaman pertama di dalam koran yang tangan nya membuat ia sediki menggigit bibirnya heran dan aneh .


" Bukankah masih terlalu pagi untuk tertarik dalam urusan politik ! " Ucap langit menghampiri ilen ,


" langit devandra . " Seru ilen terkejut


" Selamat pagi . " Ucap langit datar dan dingin


" Kenapa kau datang kemari ? " Tanya ilen menyelidik


" Aku datang untuk bicara langsung dengan orang tua mu . "


" Cih apa yang ingin kamu bicarakan dengan orang tua ku hah ? "


" Seharusnya kamu tahu soal apa ! Aku boleh masuk bukan . " Ucap langit masih begitu datar dan dingin akan memasuki halaman keluarga alifpurwanto


" gak boleh . Jangan masuk ! Udah aku bilang kan aku akan mengurus nya ! . Tidak bisakah kau ... " cegat ilen menaikan pita suaranya sedikit


" Ah astaga apa sepagi ini pasangan kasmaran ini bertengkar lagi . Wah kalian benar-benar punya energi meskipun masih begitu pagi ya , ayo masuk . Sarapan lah bersama kami Ngit " Ujar Daniel yang baru saja kembali dari joging paginya . Daniel tersenyum pada langit ,


Ilen melirik langit bahkan ia sempat mengeleng dan mengatupkan giginya pada langit , yang tentunya tak langit pedulikan .


" Terimakasih . Tapi aku datang kesini untuk bicara dengan orang tua mu " ucap langit masih begitu dingin nya ,


Akhirnya mereka pun sudah berada di ruang tamu , Semua sudah terduduk di ruang tamu bahkan beberapa cangkir teh dan juga cemilan ikut menghiasi meja ruang tamu itu . ilen yang begitu gusar gelisah , tak tahu harus bagaimana nantinya menghadapi keluarganya jika mereka sampai tahu apa yang akan langit ingin sampaikan .


" Maaf karena aku datang sepagi ini tanpa mengabari dulu . Aku rasa aku harus memberitahukan kalian sesegera mungkin untuk meluruskan masalah. " Ucap langit yang membuat ilen frustasi ,


" Baiklah Ngit , ada apa nak ? " Seru alifpurwanto


" Ini semua di mulai dari ilen . " Ucap langit menatap dingin ilen yang kini juga tengah melihat nya dengan pandangan frustasinya , begitu pula dengan orang tua ilen dan juga Daniel yang saling bertukar pandang melihat mereka .


Tamat udah , udah Len . Kau tamat . Bukan hanya akan menerima konsekuensi karena masalah yang kau sudah ciptakan tapi kau juga orang yang akan membuat keluarga mu menderita setelahnya . Bahkan kau penyebab semua nya . Batin ilen


" Jadi aku menunggu nya . Untuk .. "


Ilen menunduk memejamkan matanya ,


" Untuk memberitahukan kalian , Ouh tapi sepertinya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat . Jadi , aku datang untuk melakukan nya sendiri " Ucap langit


" Langit devandra ! Kau itu benar-benar .. " ujar ilen tak tahan .


" Kami akan bertunangan . " Kata langit ,


Mengagetkan semua orang di ruang tamu itu , begitu pula dengan ilen yang bahkan syok mendengarnya jika langit setuju mau bertunangan dengan nya setelah penolakan yang tak bisa di ganggu gugat kemarin .


Tak salah memang meminta bantuan daya , batin ilen .


***


Malam harinya setelah bertempur dengan hari dan berpura-pura tak merasa masalah membohongi diri , daya pun mendatang studio foto Doni .


" Studio foto nya sudah tutup . Apa anda tidak membacanya ! " Seru Fira saat mendengar pintu studio di buka


" Di mana Doni ? " Tanya daya pada Fira yang seorang diri di sana .


" Ohh itu kau dayaa .. biasalah sibuk . kenapa memangnya ? "


" Aku ingin mengambil foto , untuk besok aku harus membuat paspor . Bagaimana ini "


" Ku akui kau itu memang pekerja keras day tapi lihat apa patut sampai tak punya waktu untuk diri sendiri . Studio foto mana yang akan mengambil foto jika sudah larut begini !"


" Ah Baiklah ! . fir kau bisa mengambil foto kan ? "


" Hmm , kau mau ku ambil dengan amatir ?! "

__ADS_1


" Ah siapa yang peduli , lakukan saja . Aku tidak punya waktu . Doni , aku yakin ia juga tak akan kembali cepat . " Seru daya yang tahu jika Doni memang tak akan kembali dalam segera jika pergi untuk urusan keadilan ,


" Bersiap lah aku akan memotret nya . " Ujar Fira , daya pun sudah terduduk kaku dan tegak dengan background di belakangnya .


" Jangan terlalu miring . Sedikit kekanan , " Seru Fira mengintruksikan dan daya pun mengikutinya ,


" Sedikit lagi . Turun kan dagu mu sedikit lagi . " Ujar Fira yang lagi-lagi di ikuti daya tanpa protes melakukannya .


" Gak , gak . Gak sebanyak itu day ! " Ucap Fira


" Argh sebenarnya kamu yakin gak si bisa melakukan ini ! " Ujar daya akhirnya membuka suara sambil kembali membenarkan posisi nya lagi .


" Kamu gak mempercayai ku ? . Nah iya begitu , bagus . Jangan bergerak akan ku memotret sekarang " Ucap Fira hendak memotret nya .


" Eh ayolah day . Tersenyum sedikit jangan kaku gitu ! " Ujar Fira , daya pun senyum sambil menunjukkan giginya


" bukan menyeringai tapi tersenyum . aku menyuruh mu tersenyum day ! " pinta Fira membuat daya menghela nafas lelah merelex kan bahunya yang pegal.


" tersenyumlah , seolah-olah kau sedang memikirkan seseorang yang kau cintai , kau mengerti maksudnya kan ? " Ujar Fira


sesaat daya pun tersenyum menghadirkan langit di pikirannya , lalu Fira langsung memotret nya dan mencetak nya .


" Kau beruntung memiliki teman sepertiku . Di mana lagi ada orang mau mengambil foto malam begini apa lagi di studio foto dan hasilnya sebagus proposional pula " ujar Fira membanggakan diri


" Auh terimakasih banyakk ! " sahut daya menepuk senang punggung Fira ,


" Bagaimana dengan tiket mu ? Dia sudah memberikan nya ? "


" Ilen akan memberikan nya .. " gumam daya


" Kupikir dia punya hati nurani memberikannya dengan percuma . Tapi day jangan pernah berpikir untuk mengembalikan nya ya , anggap saja sebagai kompensasi day ! "


" Kompensasi untuk apa ? "


" Kenapa kau selalu mengungkit hal itu ? Ilen tak ada hubungan dengan itu "


" Yaa baiklah terserah dengan mu , menganggap Nona ilen mu itu tak ada hubungannya dengan itu dan anggap saja semua itu sukarela terus day " ujar Fira membereskan foto daya .


" Firr .. " ucap daya tak ingin membahas nya lagi


" Itu karena aku sangat frustasi ! Kau selalu berpura-pura kuat dan tak terganggu . Tapi pada akhirnya menanggung semua kesalahan dan merelakan segalanya ! Kamu gak punya harga diri ? " Ucap Fira membuat daya tersentak diam ,


" Ah udah , ini ambillah . " Sahut Fira memberikan beberapa foto milik daya


" terimakasih , Kau tidak ikut pulang dengan ku ? "


" aku sudah janjian dengan teman-teman ku . Mereka akan kesini , kami akan menyusul Doni "


" berhati-hatilah fir , kalau begitu aku pulang " seru daya pergi


" Day , pikirkanlah juga diri mu ! Buat apa membuat orang lain bahagia kalau diri mu saja tidak bahagia . " Ujar Fira sebelum daya keluar studio foto .


...❄️...


Daya berjalan menelusuri jalan gang sepetak menuju indekos kediaman pak yoga . Ia berjalan dengan perkataan Fira yang berputar-putar memenuhi isi kepalanya , hingga ia berpapasan dengan langit dari arah gang berlawanan yang hendak mengajar les Dilla . Saat itu pandangan mata mereka bertemu tapi langit acuh berlalu melanjutkan langkahnya melewati daya seperti seseorang yang tak kenal .


" Apa perlu sampai tak menyapa seperti ini ? " Seru daya berhasil menghentikan langit yang berbalik melihat nya ,


" aku gak punya waktu . Aku terlalu sibuk menyiapkan persiapan pertunangan . " Ucap langit datar mengangkat tangan nya menyapa daya .


" Aku sudah mendengar nya bahwa kau akan bertunangan . Terimakasih .. " gumam daya yang kali ini membuat langit menyeringitkan dahinya menatap daya


" selain berterimakasih , apa ada lagi yang ingin kau katakan ? " ucap langit


" Maafkan aku . maaf karena memaksamu

__ADS_1


Melakukan ini " lirih daya


Langit mengambil nafas kasar , " ketimbang mengucapkan terimakasih dan maaf . Aku ingin menanyakan bagaimana perasaan mu yang sebenarnya day ? Seperti apa merasa bahagia atau sedih . "


Daya terdiam , tak dapat menjawabnya ..


" Kalau kau meminta ku berhenti , akan kulakukan . Aku tak akan melanjutkan nya " ucap langit


" Kau tahu kan lagi pula aku akan segera pergi meninggalkan kota ini . Sedang kau dan ilen , kalian berdua akan tetep di sini . jadi aku tak mau menyebabkan masalah hanya untuk bahagia sebentar " seru daya


Langit menyungging senyum kecil di sudut bibirnya yang pasti itu bukanlah senyum yang enak untuk di ulas dan bukan pula hal yang membuat hati senang , " jadi , begini cara mu menahan diri . " Seru langit


" Kalau begitu sebaliknya aku pergi . Aku ada les mengajar " Ucap nya datar lagi pergi meninggalkan daya .


Sesampainya langit di ruang les mengajar , ia berlalu duduk dengan dingin .


" Ka langit , ka lihatlah . Aku udah memilih beberapa lagu yang akan menemani belajar kita malam ini " seru Dilla tersenyum


" Aku tidak mendengarkan musik saat belajar . " Ucap langit acuh


" Eay ayolah ka .. "


" Duduklah . Banyak yang harus kita kerjakan "


" Ayolah kaa .. kata mu aku di takdirkan


Pandai matematika kan . Jadi ayo mari kita putar musik ini dan menikmatinya .. "


Bragk .. langit meletakkan tempat pensil besinya dengan kencang di atas meja . Tentunya mengangetkan Dilla ,


" Menikmati ? . Kau pernah melihat orang sukses tanpa belajar ? Itu tidak ada , kau mengerti ?! Semua itu harus tergantung


Sekeras apa usaha mu . " Ucap langit dengan intonasi yang rada tinggi .


Dilla diam speclees ,


" Uhf duduk dan tunjukkan pr mu .. " seru langit membuang nafas


" Baiklah ka .. " sahut Dilla kalang kabut mencari bukunya di atas meja lalu melihat langit yang tengah memejamkan mata sambil menghela nafas memijat pelipisnya .


Sedang di kediaman keluarga alifpurwanto ,


" Pekan ini ? Apa tidaklah terlalu cepat ? Lalu kenapa ayah dan ibu memesan tempat yang sangat mewah lagi pula ini hanya sebuah acara pertunangan " Seru Daniel , melihat adiknya yang tertunduk diam di sampingnya .


" Len , kamu gak keberatan dengan ini ? " Tanya Daniel mengkhawatirkan adiknya . Yang hanya di anggukkan oleh ilen ,


" Bagaimanapun , keputusan sudah di ambil . Jadi mintalah orang mu untuk mengumumkan nya pada media " ucap sang ayah


" Niel , sebelum itu tolong hubungi kerabat kita lebih dahulu ya " pinta sang ibu ,


" Baiklah . " Sahut Daniel


Ilen pun kekamarnya , ia ingin sekali menghubungi daya kembali tapi ia urungkan tak yakin bisa bicara dengan daya karena rasa bersalahnya .


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€— dukungan dari kalian sangat berarti buat Mimin 🌻


# happy reading πŸƒ

__ADS_1


__ADS_2