
Sedang kini diam-diam ilen tentang berjalan santai tapi berhati-hati tentunya untuk melewati para tentara yang tengah menangkap orang-orang, ia masih berjalan dengan sesekali membenarkan topinya.
Lalu saat ia akan hendak masuk kedalam gang, ia melihat seorang pria anak sekolah SMP yang di tarik dengan keras oleh salah satu tentara kemudian dengan sigap ilen langsung segera menghampiri, " hei kamu sedang apa di sini hah ! bukan nya bilang ingin pergi less. " Seru nya menggandeng pria anak sekolah itu,
Sontak itu menjadi lirikan mematikan tentara yang menarik kerah anak SMP sekolah itu.
" Dia adik ku. Kalau begitu aku akan membawa nya " ucap ilen hendak segera ber balik arah bersama anak itu tapi dengan cepat baik ilen maupun anak sekolah itu langsung di tarik paksa oleh tentara itu untuk di kumpulkan bersama yang lainnya di jalan.
Ilen di dorong dengan kencang hingga tangan dan lengan nya tergores oleh aspal jalan, ilen mengumpat kesal akan hal itu tapi ia juga tak bisa gegabah dalam situasi ini.
" Kalian semua, berlutut. Dan tangan di belakang. Lalu kepala ditanah ! " Teriak tentara pada orang-orang yang tengah tersungkur di jalan aspal,
Brugh ! , " Kepala di tanah, berandal sialan ! " Tendang salah satu tentara saat melihat seorang pria yang enggan mengikutinya.
Melihat nya ilen meringis lagi-lagi tak bisa berkutik, betapa brengsek nya para tentara itu.
Melihat masih banyak orang-orang yang berhamburan melarikan diri, salah satu tentara pun meminta para bawahannya untuk segera pergi menangkap mereka. Tentara itu mengumpat kesal akan orang-orang yang lepas pantauan nya itu,
Mendapat perintah dari seniornya, para tentara pun bergegas pergi menangkap nya.
" Tangkap lah mereka. akan ku awasi para berandal ini. " Ucap seseorang yang datang, saat itu ilen hanya bisa melihat sepatu orang tersebut karena posisinya kepala ilen sedang menunduk ke tanah.
Mendengar itu tentara pun pergi dengan mata seribu selidik. Karena sebenarnya mereka tak terlalu percaya, tapi ia pun punya tugas untuk menangkap semua orang yang masih berkeliaran berontak.
" tundukan kepala muu !! " Teriak orang tersebut agar membuat para tentara percaya,
Begitu melihat para tentara sudah pergi,
" Mereka sudah pergi, bangun. Hei lihatlah aku " ucap nya menghampiri ilen
Ilen pun menoleh nya, " kau. pak polisi.. " seru ilen menatapnya,
" Baiklah semuanya, berdiri. Tidak apa-apa bangunlah. Ada banyak tentara di sana jadi, pergilah ke sisi sini. Tunggu apalagi? Cepatlah lari " ucap polisi muda itu
Mendengar itu, semuanya pun bergegas lari. dan mengucapkan terimakasih.
Saat ini tinggal ilen semata, pak polisi muda itu pun kembali menghampiri ilen.
" Pak polisi, tapi apa kamu akan baik-baik saja ? " Tanya ilen khawatir
" Ya. Pergilah " seru polisi itu tersenyum pada ilen
" Terimakasih ... " Ucap ilen segera lari mencari jalan simpang yang sepi.
Ilen terus lari sambil melihat kebelakang, berjaga-jaga tapi saat pandangan nya akan ke depan. tangan nya segera di genggam hingga memperhatikan tangannya yang terluka.
Ilen setengah terkejut, " kakak .. " gumam ilen sedikit lega karena itu adalah Daniel sang kakak,
__ADS_1
Daniel membawa ilen ke kantornya dan membuka kotak p3k , " kamu bilang berada di Jakarta semalam. Kau kembali ke Semarang bersama langit devandra setelah itu ? " Ucap Daniel setelah meletakkan salep dan sebagainya di depan ilen
" Emm ya, itu tadi pagi. " Jawab ilen berbohong
" Lagi ! Terus saja lagi kamu berbohong ! " Teriak Daniel akhirnya
" Kamu pikir kakak bodoh ? " Ucap Daniel menyilang kan tangannya ke dada,
" Kakak bilang aku bisa kembali jika keadaan sulit. Karena itulah aku kembali." Seru ilen
" Uhf. Saat kubilang kamu boleh kembali, maksud ku bukan berarti kamu boleh berunjuk rasa dan ikut serta dalam keributan ini. Kamu tahu ? "
" Aku tidak berujuk rasa ataupun ikut serta dalam keributan. "
" Kamu bilang tidak? Kamu di kejar oleh tentara dan berlumuran darah. Kamu masih mau menyangkal nya hah ? "
" Kakak, ini bukan situasi biasa. Aku melihat seorang tentara menyeret seorang anak yang belum cukup umur untuk masuk SMA. Apa kakak akan diam saja jika melihatnya ? "
" Lalu kamu tidak keberatan mereka menyeret mu ? Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengan devandra, bukan aku ? "
" Huh kakak masih takut kepadanya meski tahu apa yang terjadi?. Kenapa ? Kakak takut dia akan merugikan Bisnis mu ? " Ucap ilen menaikan satu oktaf suaranya,
" Tidak! Aku takut dia akan menyakitimu !! " Ucap Daniel menaikan oktaf suaranya lebih tinggi dari ilen.
Membuat ilen berkaca-kaca,
" Ibu mengatakan satu hal padaku di saat-saat terakhirnya. Dia meminta ku untuk selalu menjagamu menggantikannya, aku bisa menutup bisnis ku jika ada masalah. Tapi jika terjadi sesuatu padamu ... Ayah juga sudah terbaring sakit. Jadi, jika hal buruk menimpah mu hah ... bagaimana aku bisa hidup ? " Ucap Daniel melihat sang adik
" Len, ayo pulang ke rumah ya ?. Jika ini situasi yang tidak normal seperti katamu, mari tetap di rumah sampai situasi tenang dan mencari cara lain, ya ? " Pinta Daniel
Ilen menyeka hidungnya, " kakak boleh
Mencari cara lain. Aku tidak akan pulang " ucap ilen
" Uhf . Ilennn... Meski kamu nekat, tidak akan ada yang berubah. "
" Aku mungkin tidak akan bisa mengubah apapun, tapi ada hal-hal yang bisa kulakukan. Sampaikan pada ayah bahwa aku di Jakarta" ucap ilen berbalik pergi,
" Ileniaa... " Panggil Daniel menghentikan langkah sang adik.
" Jika kamu keluar sekarang, aku tidak akan lagi menganggap mu sebagai keluargaku. " Seru Daniel berharap dengan ini bisa membuat ilen merubah keputusannya.
Ilen tak dapat lagi membendung air matanya, " maafkan aku kak " ucap ilen melangkah pergi,
Hal itu tentu membuat Daniel kecewa dan marah karena tak dapat mencegah adiknya, ia duduk dengan menghela nafas frustasinya.
***
__ADS_1
Di RS Semarang tepatnya, Pasien terus menerus melonjak berdatangan memenuhi RS.
" Langit, balut lukanya dan gunanya ini untuk mengobati pasien. " Ujar sang dokter pria itu
" Apa ? "
" Ambillah. Tuliskan gejala, nama, dan usia pasien, lalu tempelkan padanya. Jika pasien tidak bisa diindentifikasi, karang saja namanya. Jika ada yang butuh operasi darurat, segera beritahu kami ya." Pinta sang dokter pria itu yang juga hanya merupakan satu-satunya dokter yang langit kenal di RS Semarang ini kemarin.
" Tunggu, tapi ... Aku bahkan belum menyelesaikan magangku lalu kenapa anda mempercayai ku dengan ini ? " Ucap langit
" Kau bilang sudah lulus ujian. Ini sama dengan ujian praktek. " Ujar sang dokter itu
" Tapi ... Mereka bukan Pasien simulasi "
" Uhf hanya tinggal lakukan saja ! Aku yakin kamu lebih baik dari pada si bodoh
Di sana " ucap dokter itu meliriknya lelah.
Lalu pergi meninggalkan langit.
Ruangan itu sudah penuh dengan keriwuah dan jeritan para pasien, lalu sesaat di tambah kedatangan pasien baru dengan luka yang tak main-main kali ini.
" Beri jalan! Permisi ! Pasien baru !! Dokter ! Cepat ! " Teriak petugas yang membawa nya
Daya dan langit pun menghampirinya,
" Ngit, ini seperti luka tusukan. " Seru daya yang melihat luka itu
" Luka tusukan ? " Ujar langit melihat petugas RS itu
" Dia di tikam dengan bayonet. Semua pasien lain yang menunggu di luar mengalami luka tusuk. " Beritahu nya
Itu kembali membuat daya dan langit tak habis pikir menyangka.
" Day, siapkan infus dan hubungin departemen bedah. Aku akan memesan ruangan operasi" ucap langit
" Baiklah. " Sahut daya
Langit pun berlari pergi ke ruang operasi..
***
-
-
-
__ADS_1
# happy reading all π
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»