
Kini langit sudah dengan pakaian yang agak sedikit tua karena baju itu sendiri milik pak yoga ayah nya Dilla . Ia duduk dengan Dilla pada kamar yang saat ini sudah berganti fungsi menjadi ruang les privat , di mulai dari langit yang melihat isi rapot Dilla . Ia cukup terkejut dengan nilai-nilai itu yang tak sedikitpun masuk rata-rata ,
" Terlalu buruk ya ka .. " ujar Dilla
" Em kita akan coba perbaiki ini . Dilla apa impian mu ? " Tanya langit
" Aku ? Aku ingin jadi produser musik yang terkenal . Apakah bisa karena nilai-nilai ku saja seperti itu "
" Maka dari itu kau harus belajar dengan keras , aku yakin kau bisa . "
Dilla tersenyum , " ka langit membuat impian ku bagaikan seakan bisa ku gapai . Ya setidaknya tidak seperti ka daya yang selalu saja memperlihatkan ku dengan realita nya "
Langit tertawa , " benar kah begitu .. jadi dulu ia yang mengajari mu " .
Saat ini daya baru saja kembali ke kamar ,
" Kau bersemedi atau apa day .. " ujar Fira mengupas buah apel dan pear yang pak yoga suruh .
" Aku baru selesai menjemur pakaian nya , "
" Kalau gitu ini beritakan lah buah ini padanya , sebagai tanda permintaan maaf . Karena kalau aku jadi dia aku akan sangat kesal dengan mu ! " Seru Fira mendorong daya menuju ruang utama yaitu kediaman pak yoga dan juga Dilla
" Aa tidak ah firr .. " gumam daya
" Cepatt ! .. " ujar Fira terus mendorong daya , sampai berpapasan dengan pak yoga .
" Ada apa lagi ini ? " Tanya pak yoga
" Ini loh pak , bukankah seharusnya daya yang memberikan ini kedalam .. "
" Ohh kamu benar Fira , kau harus bicara dengan langit daya soalnya tadi ! Cepatlah .. " dorong pak yoga
" Ahh , untuk apa .. aku rasa tidak perlu " gumam daya berbalik .
Suara bisik mereka di depan luar ruang kamar itu pun berhasil menggangu telinga Langit dan dilla ,
" Cepat berikanlah buah itu !! " Seru pak yoga membuka pintu ruangan dan mendorong daya sampai masuk kedalam yang hampir membuat nya terpelanting lalu langsung menutup kembali pintu nya .
Fira mengacungkan jempol pada pak yoga ..
Daya pun tersenyum canggung sambil membenarkan posisi nya lalu meletakkan apel dan pear itu di meja ,
" Uwah apel dan pear ini .. " ujar langit sambil melihat daya begitu juga Dilla . Langit langsung memakan buah itu ,
" Emm aku keliru tadi . " Gumam daya
Langit masih tak merespon .
" Ah kenapa kau tidak langsung bilang bahwa kamu mengajar nya ! " Sambung daya ngegas
Membuat Dilla membulatkan mata dan juga mengerutkan keningnya melihat daya yang justru lebih ngegas.
" Oh apel ini manis yaa " ucap langit tak menggubris nya ,
" Maafkan aku . aku sudah mencuci bajumu . jadi , jangan khawatir " ujar daya
Tok .. tok
" Ya ? " Sahut langit
" Maaf mengganggu , tapi jika pelajaran hari ini sudah selesai . Mari kita makan malam bersama dulu , bisa kan langit ? " ucap pak yoga
Dilla tampak begitu senang sementara daya langsung menoleh melihat pak yoga .
" Ah dengan senang hati . " Ucap langit tersenyum ,
Mereka pun keluar menuju ruang makan . Yang sudah terdapat Fira tengah meletakkan sup-sup di masing-masing meja ,
" Oo kau ! " Ujar langit melihat sosok Fira
" Halo ! Ketemu lagi. " Ucap Fira mengangkat tangannya
" Ka Fira kenal dengan ka langit ? . " Seru Dilla , " Oh ya ka fir ini yang waktu itu aku ceritain " bisik Dilla sebelum duduk
" ehm " Fira mengangguk . " gak juga si .. " jawab Fira menarik daya duduk di sampingnya .
__ADS_1
" Wah jadi kalian bertiga ternyata saling mengenal yaa . " Ucap Dilla
" Katakan lah Begitu . " jawab langit juga duduk
" dan kau di sini .. " ujar langit
" Aku ngekos di sini . Sekamar dengan daya " potong Fira ,
" Ehm .. " angguk langit melihat daya .
" Udah-udah kita makan dulu , selamat menikmati makanannya ya langit semoga suka dengan lauk ala kadarnya ini " seru pak yoga
" Ah terimakasih pak , ini sudah lebih dari cukup . " Ujar langit
Mereka pun makan malam dengan perbicangan pak yoga dan langit . Kemudian pak yoga mengeluarkan sebotol minuman hasil fermentasi yang ia buat sendiri semacam air tape yang juga di berikan air perasan jeruk nipis dan mengajak langit untuk minum bersama nya ,
" Langit ayo kita minum ini bersama . Saya membuka ini karena kau sudah seperti putra bagi saya "
" Ah .. " gumam langit melihat botol itu ,
" Kau tahu itu terbuat dari apa . " Seru daya
Langit tampak memaksakan tawanya , " yaa , tapi saya hanya akan sekali minum saja ya pak " seru langit
" Nah ini dia .. " ucap pak yoga menuangkan nya ,
Daya , Fira dan juga Dilla hanya mengerutkan dahi mereka menatap minuman itu dan terutama saat langit menenggaknya .
Sudah beberapa gelas mereka menenggak minuman itu dari tadinya penuh hanya tinggal beberapa tenggak saja , bahkan pak yoga sudah mulai kehilangan kesadaran dengan terus-terusan curhat tentang kehidupan yang sudah lebih dari empat kali ia cerita .
" Ayah bisa berhenti membicarakan itu ? Ini sudah 4 kalinya ayah . " Ucap Dilla
" Meskipun sudah empat kali iniii tidak akan pernah basi .. jadi sediakan tisue untuk mengusap air mata kalian karena ini sangat menyedihkan .. " oceh pak yoga yang kembali curhat menceritakan dirinya .
Yang dengan telaten nya masih di simak dengan langit ..
Dilla menghela nafas panjang lalu pergi tak tahan mendengar ayahnya , lalu di susul firaa menyentuh pundak daya kemudian ia berlalu meninggalkan ruang makan itu dengan geleng-geleng kepala nya sudah amat sering mendengar cerita itu ,
Daya merapikan piring dan juga sendok ,
Langit menoleh nya , " tidak apa-apa "
" Jangan keras kepala . " Sahut daya masih dengan berbisik
" eay daya apa yang sedang kau bicarakan pada putra ku ?! " Ujar pak yoga
" Langit , ia harus segera pergi . Ini sudah malam jadi ia harus pulang " ucap daya
Pak yoga menangis , " apakah benar begitu , padahal aku baru saja merasa sangat senang karena mempunyai seorang putra . Oh i-iya bagaimana jika kau bermalam saja di sini haha jangan pergi kemana-mana karena aku tidak ingin di tinggal putra ku .. " ngelantur sudahh meminta pada langit ,
" Ya bermalam saja , kau bisa tidur sesuka mu lagi pula halaman ini luassss haha " ucap kembali pak yoga .
" Tapi .. " sahut daya
" Dengan senang hati kembali . " ucap langit tertawa ,
" Apa kau juga sudah tak sadarkan diri hah ! " Seru daya menatap langit .
Ya dan akhirnya Langit pun bermalam di sana ..
Daya kembali ke kamarnya setelah menyediakan kasur lipat bantal dan juga selimut untuk langit ,
" Dia sudah pulang ? " tanya Fira
" uhf tidak " Sahut daya
" Maksud mu ia akan tinggal semalam di sini ."
" Kau tahu pak yoga jika semakin tak sadarkan diri , ia menangis dan meminta nya untuk bermalam di sini dengan ngelantur menganggap putra barunya "
" Ck ck .. " Fira geleng-geleng kepala capek minta ampun dengan kelakuan pak yoga . " eh ya day tapi kalau di pikir-pikir ini si kemauan nya langit juga gak si , ia ingin bermalam satu atap dengan mu "
" Apa kau gila ! Cepat tidur sudah malam ! " Ucap daya menutup buku Fira .
" Kau juga menyukainya kan ! Iya kan ." Ujar Fira
__ADS_1
Tak ada jawaban dari daya yang pura-pura memejamkan matanya ,
" Mau tahu gak day tadi itu langit tuh curi-curi pandang terus ke kamu tahu " seru Fira .
Bluse , daya diam-diam merasakan malu mungkin kalau lampu di nyalakan akan terlihat seperti apa wajah daya .
" Yah ngebluse gak tuh muka .. " ucap Fira menggoda daya , membuat daya membuka lepas matanya dan reflek memegang pipinya .
" Aduh daya kau itu benar-benar menggemaskan ihh " lirih Fira tertawa ,
" Kau itu ya fir ! " Ucap daya memukul Fira dengan bantalnya dan membalikkan badannya memunggungi Fira.
" Ouh daya-daya .. " gumam Fira
" Kalau masih mau ngomong lagi aku akan ambil lakban untuk membuat mu berhenti menggoda ku . " Ucap daya
" Haha oke-oke gak lagi deh " sahut Fira tertawa ,
Beberapa detik kemudian , " day , daya .. Dayana .. " seru Fira
" Kau sudah tidur ya ? .. day ? Padahal aku cuma ingin tanya bagaimana perasaan mu dengan nya . Ya walaupun aku yakin 1000 persen kau juga menaruh hati dengan nya " ujar Fira melihat daya yang sama sekali sudah tak merespon apapun ,
" Yah gak asik nih . ah day ! .. " protes Fira yang baru akhirnya bisa diam .
Daya yang tak kunjung bisa tertidur pun terus memaksa matanya terlelap tapi masih juga enggan mengantuk , ia bahkan melihat kearah Fira yang sudah dengan cepat nya masuk kedalam fazel-fazel mimpi ,
Tengah malam sudah , begitu pun dengan langit yang juga tak bisa terlelap . Ia akhirnya memilih keluar rumah dan melihat sebuah gitar di sampingnya , dengan terduduk ia mulai memainkan pelan senar-senar gitar itu di dalam kesunyian malam .
Hal itu sontak membuat daya yang juga masih terjaga pun keluar untuk memastikan siapa gerangan seseorang yang memetik senar-senar gitar di tengah malam , ia mendapati langit yang juga menoleh nya .
" Kau meminum minuman itu terlalu banyak ? Kenapa memainkan gitar di tengah malam ? "
" Gak ko . Hanya saja , tenggorokan ku terasa kering .. " Seru langit sambil memekikan sedikit batuk nya ,
" Ceh terus mau bagaimana . Mau kebuatkan teh madu untuk meredam tenggorokan mu ? "
Langit tersenyum , " tidak apa-apa , tidak usah .. "
" Terserah kalau gitu. " Ucap daya hendak kembali masuk ,
" Aku gak butuh teh day , tapi bisa duduk dengan ku sebentar ? " Seru langit memandang daya .
Daya yang melihat pandangan langit , " hanya sebentar .. " gumam daya lalu terduduk ragu di samping nya dengan cukup berjarak
" Maafkan aku . " Ujar langit
" Untuk apa ? " Seru daya
" Aku merasa egois dan menyusahkan mu dengan ingin terus menemui mu "
" Kau tidak terlalu menyebabkan banyak masalah ko " gumam daya
Langit kembali tersenyum , " sttt setelah kamu memberitahu ku , aku berpikir keras tentang sisa bulan ini day . Dan aku sadar day bukan bulan yang aku takuti tapi betapa aku akan terluka setelah bulan itu berlalu di mana kau akan pergi .. "
Daya menoleh Langit ..
" Day , aku menyukai mu dan aku akan semakin menyukaimu " ucap langit menyatakan perasaannya
" Astaga Apa si gombalan mu itu Ngit " seru daya tersenyum . Lagi-lagi ia ngerasa ngebluse sekali ,
" Oh ya aku akan memainkan lagu ku untuk mu sesuai janji ku yang akan menyayikan sebuah lagu " seru langit tersenyum dan mulai memainkan gitarnya.
Daya tersenyum memperhatikan nya yang sedang memainkan satu lagu untuk dirinya ,
" Tiap kali aku memikirkan mu day , aku hanya bisa menulis nya di dalam sebuah lagu . Day , aku sudah siap untuk terluka jadi maukah kau menjadi pacar ku ? " ucap langit menatap daya .
bersambung ....
***
menurut kalian gimana ? apakah mereka akan menjadi sepasang kekasih ? .
β’ jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ»
# happy reading π
__ADS_1