Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 43


__ADS_3

Sedang di Semarang, Fira tengah berjalan menelusuri jalan raya yang sudah tak nampak terlalu ramai itu,


" Sudah selesai dengan kegiatan mu itu nona ? " Seru pria dari dalam mobil yang membuat Fira menoleh nya.


" Ka bumii ... " Gumam Fira,


" Aku akan turun. Kau tunggulah aku di depan ujung gang sana " ucap bumi pada sopirnya. Lalu ia turun dan menghampiri Fira untuk berjalan bersama,


" Bagaimana dengan ujuk rasanya ? " seru bumi


Fira begitu terkejut mendengar nya bahkan bola matanya hampir saja lepas dari matanya itu.


" Santai saja, aku bukan seperti ayah ku. Jadi aku tidak akan menangkap mu ataupun memberitahukan ayah ku tentang kalian. "


" Sejak kapan kakak mengetahuinya? "


" Sejak melihat mu di cafe dengan para aktivis dan berdiri begitu gagah di barisan depan dengan slogan di tanganan mu "


Fira terdiam ..


" Apa kakak penguntit kegiatan kami ? " Ujar Fira kemudian


Bumi menerbitkan Tawanya,


" kau yakin tidak akan melaporkan apa yang kau tahu dengan ayah mu kak ? "


" sudah ku katakan, aku tak tertarik dengan hal itu. Jadi kau tenang saja. "


Fira menautkan kedua alisnya dengan sambil melangkah berjalan,


" Langit pergi ke Jakarta hari ini. " Ucap bumi membawa Fira menoleh nya


" Langit? Apa ia pergi dengan daya? " seru Fira


" Bukan, dengan tunangannya "


" Ia pergi dengan ilen. Kalau begitu, bagaimana dengan daya ? "


Bumi terdiam, " kau mengenalnya juga? "


" Ehm. " Sahut Fira lesu memikirkan bagaimana daya dan perasaannya. Fira bahwa belum sama sekali bertemu dengan daya hingga saat ini pun ia masih tak bisa menghubungi sahabatnya itu.


" Langit tak akan datang kesini lagi " ucap bumi. Menghentikan langkah mereka karena sudah berada tepat di depan gang menuju indekos Fira,


" Daya pasti sedang pura-pura baik-baik saja" gumam Fira,


" Firrrrr ... " Teriak seorang wanita di sebrang sana yang berlari menghampiri Fira, lalu melihat bumi yang berada di samping Fira.


" Apa dia kekasih mu ? " Seru wanita itu menyenggol Fira


" Hentikan lah ! . Ada apa ? " Ucap Fira


" Besok jangan lupa untuk kunjungan yayasan ... " Seru wanita itu masih sesekali melirik bumi


" Ehm. Aku tak lupa "


" Oh ya bilang pada daya untuk jangan lupa membawa permen sedikit lebih banyak. "


" Ya. Ya " sahut Fira dengan malas


" Baiklah kalau begitu sampai besok. Oh yaaa ... "


" Apa lagi ! " Ucap Fira


" tak ada , hanya saja ... Tuan, anda sering kali masuk lamunan Fira loh. " Teriak wanita itu tersenyum simpul lalu pergi

__ADS_1


" Astaga kenapa dengan nya. Tidak perlu dengarkan dia. Kalau begitu sampai jumpa. " Seru Fira memerah malu pergi begitu saja.


" Kenapa wajahnya mendadak memerah begitu. " gumam bumi tersenyum lalu masuk kedalam mobil,


πŸ’πŸ’πŸ’


Setibanya Fira memasuki indekos dengan nuansa yang cukup larut haru sepi tak ada aktivitas tapi anehnya terdengar suara tangisan di rumah itu, buru-buru bergegas Fira mencarinya di kegelapan lampu saat ia menyalakan lampu itu mendapati sosok Dilla . Ternyata Dillalah yang begitu setia dengan tangisnya,


" Dilla ada apa hahh ? " Ucap Fira menghampirinya yang langsung Dilla peluk


" Haaaaaaaaaa ka firaaa " seru Dilla


" Kenapa ? Ada apa ? "


" Kak firaaaa, ka langit kembali ke Jakarta haaaaaa " tangis Dilla


" Ya, aku mendengarnya. Sudahlah , Ini sudah malam, kau pasti lelah seharian menangis kan."


" Oh ya di mana ayah mu ? Kenapa sepi sekali ?"


Dila mengelap air matanya " Ayah .. ayah pergi berkunjung ke rumah nenek ... "


" Yasudah jangan menangis lagi, besok juga ayah mu pulang ko.. " seru Fira membantu Dilla menyeka area matanya yang sudah sangat amat begitu sembab sambil melihat kearah kamarnya yang masih gelap,


" Apa daya sudah kembali? " Ujar Fira


" Ka daya ... Ka daya nitip pesan kalau ia baik-baik saja tadi pagi sebelum berangkat kerja, tapi ka. Kelihatannya tidak seperti itu , seperti nya ia amat sangat lelah bekerja karena matanya begitu lelah dan wajahnya juga pucat ." gumam Fira serak.


Sesaat Fira menatap kosong ke sembarang arah, ia tahu pasti daya sedang tidak baik-baik saja dan menutupinya dengan pura-pura baik.


" Apa ka daya baik-baik saja, ka ? " Tanya Dilla


" A..aa mungkin ia memang sedang banyak pekerjaan. Tidurlah, aku akan menemanimu " seru Fira yang melihat sudah begitu larut. Dilla hanya menurut,


Sebelum melihat Dilla terlelap, Fira sudah lebih dulu mengirim pesan pada daya tapi tak kunjung ada respon hingga akhirnya ia pun pergi membersihkan diri.


Dini hari tepatnya, Fira terbangun dan segera melihat sekeliling ruangan mencari keberadaan daya yang masih tak kunjung ada.


" Di mana, ia gak pulang... " Gumam Fira bahkan mengecek keluar dan kamar mandi


" Kamu di kemana si day, buat aku khawatir ajah. Malah gak bisa di hubungi lagi " lirih Fira menghela nafas


" Oh kau bahkan tak bisa di hubungi. Aku gak tenang sumpah " ucap Fira bermonolog dengan diri sendiri .


Sementara di Jakarta, Langit baru selesai membuat dua mie instan dan lauk pendampingnya.


Ilen yang baru keluar kamar mandi pun cukup agak canggung mendapati langit yang tengah membawa dua buah mangkuk mie instan ke meja makan yang hanya untuk berukuran berdua.


" Sarapanlah. " Ucap langit datar


" astaga, kau membuat ini sendiri? Seharusnya kau membangunkan ku, aku kan bisa mencuci piring " seru ilen


" Tidak perlu. aku bisa sendiri" ucap langit menyantap mie instan nya


Ilen pun duduk di hadapan langit masih dengan begitu canggung apa lagi respon langit padanya yang masih amat dingin,


" Aku ada urusan di luar. Bagaimana dengan mu ? " Seru langit


" Aku ? Eheheh entahlah " sahut ilen menyengir yang memang tak punya kegiatan apapun dan tak tahu mau melakukan apa di tempat dia berada saat ini.


Langit melihatnya dan tiba-tiba merasa bersalah, " aku akan berusaha kembali secepat mungkin. Jadi, kau juga harus melakukan yang harus kau lakukan " ujarnya seraya meminta ilen untuk pergi keluar untuk barangkali sekedar jalan-jalan melihat-lihat di kota ini dan tak merasa bosan karena merasa sendirian di Jakarta.


" Emm yaa .. " jawab ilen lalu menyuap mie nya.


***

__ADS_1


Sebelum Fira ke berkunjung yayasan, ia lebih dulu ke markas aktivis untuk membantu rekan-rekan menyiapkan demo hari ini. Ia tengah sibuk membuat slogan di spanduk-spanduk, tiba-tiba seseorang membaca cukup lantang info berita dari ponselnya. yang membaca berita tentang demo di Jakarta yang di tarik undur.


" Apa mereka sepengecut itu. Sama saja seperti menghilangkan momentum "


" Jika mereka mundur di Jakarta, akankah usaha kita sia-sia ? " tampak sedikit resah


" Tidak akan ada yang berubah untuk di Semarang. " Ucap Doni yang bergabung dengan membawa perlengkapan untuk unjuk rasa,


" Aku sudah selesai bicara dengan komisaris polisi. Dan polisi akan berkerja sama dengan unjuk rasa hari ini " sambung Doni tersenyum senang dan tentunya membuat yang lainnya pun ikut bersorak gembira mendengar kabar itu.


" Aku juga yakin banyak para warga yang akan ikut berpartisipasi, jadi kita harus cepat bersiap " seru Doni yang serontak di Sahut bersama kawan-kawan itu.


Mereka pun kembali bersiap,


Fira yang kala itu tengah Membuat slogan baik di spanduk atau papan. Melempar papan-papan yang sudah ia kerjakan dengan kerasnya. Hingga membuat Doni menoleh nya,


" Astaga, hancurkan saja semuanya fir haha . Ada apa ? Kau marah soal mahasiswa-mahasiswa di Jakarta? " Ucap Doni melipat kedua tangannya de dadanya


Dengan malas Fira melihat nya , " kau tahu ilen ada di Jakarta sekarang ? "


" Di Jakarta?. Ah apa dia berunjuk rasa di sana ? " Seru Doni


Fira Tersenyum smikr, " bukan untuk berunjuk rasa. Tapi untuk menikahi temanmu, Langit devandra. " Ucap Fira sinis


" Hah ? Siapa yang bilang begitu ? "


" Tidak ada rahasia di kota kecil ini. Jadi, ia bahkan tidak memberitahukan mu cih " ujar Fira melanjutkan menulis slogan dengan koas cet.


Doni terdiam mencoba melarat setiap perkataan Fira " Bagaimana dengan daya ? " Serunya


Berhasil membuat Fira kesal dan marah mengeraskan rahangnya dan meliriknya sinis, " setelah bersikap kasar dengan daya dan memihak ilen!! . Kini kau mencemaskan daya hah ! " Ujar Fira sedikit keras dengan penekanan


Doni menatap sahabatnya itu,


" Entah, aku tidak bisa menghubungi nya. Tapi aku yakin dia tengah berpura-pura baik-baik saja di suatu tempat ! Huh !! " Ucap Fira membuang pandangannya dari Doni yang membuat ya kesal,


Begitu ia selesai dengan tulisan slogan di hadapannya, Fira pun pergi.


" Benar-benar membuat ku tidak mood " gerutu Fira keluar


" Kau mau kemana fir ? " Ujar Doni


" Pergi. Berada dekat dengan mu membuat ku semakin kesal saja ! " Ucap Fira,


Ya Fira memilih untuk tidak ikut berpartisipasi dalam ujuk rasanya hari ini karena ia sudah benar-benar terlanjur gak mood, jadi ia memutuskan untuk pergi ke yayasan yang memang notabenenya ada jadwalnya ia , daya , Doni dan beberapa lainnya berkunjung.


Begitu sampai di sana, Fira di sambut hangat oleh para anak-anak.


" Aku tidak terlambat kan Bu .. " seru Fira pada Bu kepala yayasan


" Terimakasih sudah mau menyempatkan waktu mu ya fir "


" Tidak masalah ... " Sahut Fira Tersenyum


" Kau tidak bersama daya dan Doni, fir ? " Tanya temannya


" Mereka sepertinya sedang sibuk, kalau Begitu biar aku menyiapkan meja-meja nya " seru Fira mulai mengangkat-angkat meja yang cukup panjang dan sedikit besar.


-


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa Like vote dan komennya yeorobeun β˜ΊοΈπŸ€—πŸŒ»


__ADS_2