
Kini langit kembali ke kediaman nya dan semua orang sudah berkumpul di ruang makan . Ia lupa jika malam ini ada makan malam bersama petinggi ayahnya berkunjung dan langit terlambat ,
" Maaf aku terlambat . " Seru langit bergabung
" kau memang terlambat , jadi kau harus perkenalkan diri " ujar devandra
Langit pun duduk di samping bumi devandra sang Kakak .
" Ayah ku pasti sudah beritahu kalian banyak hal baik tentang ku . Senang bertemu langsung , saya langit devandra . Putar bungsunya " ucap langit memperkenalkan dirinya begitu bangga , yang di lirik dan toleh malas oleh bumi devandra .
Tentunya membuat sang petinggi ayahnya itu tertawa ,
" Astaga , devandra . Keluarga mu begitu bahagia . Istri mu adalah wanita tercantik di Semarang , lalu putra sulung mu bekerja begitu baik membangun kerajaan nya dan juga lihat putra bungsu mu ini akan menjadi dokter lulusan universitas terbaik di Jakarta . Melihat saja membuat ku ikut merasakan bahagiaa .. " puji istri petinggi ayahnya itu ,
Padahal kenyataannya tidak , dan begitu berbanding terbalik . mereka tak tau yang terlihat tidak seperti yang di lihatπ
Setelah makan malam dan berbincang-bincang , kini devandra dan langit menghantarkan tamu penting petinggi ayahnya itu yang hendak pulang .
Dan baru kali ini langit tak percaya melihat ayahnya menunduk hormat sebegitu nya saat mobil yang di kendari petinggi ayahnya itu pergi berlalu . Setelah itu devandra langsung mengeluarkan rokok di sakunya dan membakarnya ,
" Ayah akan berhenti merokok kalau kita akan makan malam bersama mereka lagi . " Ucap langit
" Udah ayah bilang jangan sampai terlambat . Dari mana saja kau hari ini ! "
" Habis menemui ilen .. "
yang membuat devandra menatap langit ,
" Ayah bilang aku harus segera menemuinya kembali lagi , jadi aku menemui nya dan kami akan bertemu lagi besok "
" Lakukan yang benar ! " Ucap devandra pergi kedalam .
...πππ...
Esok harinya , sebelum kembali bertarung dengan waktu lagi . ponsel daya tak ada henti-hentinya berdering .
" Day , ponsel tuh dari tadi bunyi terus . Gak mau di angkat dulu hah ! " Ucap Fira yang berjalan bersama daya ,
" Biarin aja . Nanti juga kalau aku kirim akan berhenti tuh bunyinya dengan sendiri "
" orang tua mu ya .. "
" hmm .. " sahut daya yang Langsung mengirimkan uang .
Dan ya benar saja saat sudah terkonfirmasi terkirim , ponsel itu langsung hening begitu saja tak seperti tadi yang sangat berisik mengganggu telinga .
" Day , kalau kau pergi keluar negeri . Kapan kembali nya ? " Tanya Fira
" Aku tidak ada niatan kembali .. " ujar daya
" cih , bagaimana dengan ku ? memangnya kau tidak ingin melihat aku menikah apa ! dan lagi pula aku juga ingin melihat mu menikah dan anak-anak kita akan berteman seperti kita . "
" ck ck kau berpikir sejauh itu ! "
" day , kamu pergi karena membenci keluarga mu kan . " Sahut Fira yang tahu betapa sulitnya daya mengarungi hidup nya ,
__ADS_1
" Uhff udah ahh aku akan kesiangan fir , sampai nanti ya .. " ucap daya berpisah jalan dengan Fira yang tentunya akan pergi ngampus sekaligus seperti biasa bersibuk dengan geng para aktivis lainnya di markas mereka .
Saat sudah di rumah sakit , daya akan sangat paling begitu sibuk sepanjang waktu . Semua pekerjaan ia lakukan tanpa rasa keluh ,
Daniel yang memang kebetulan berada di sana pun tersenyum kagum melihat daya dari jauh memperhatikan nya . Ia baru saja selesai menemui direktur RS pusat Semarang karena kerjasama yang di jalin antara pihak RS dengan pabrik farmasi central milik keluarga alifpurwanto ,
Bukan kali ini saja Daniel kagum dengan daya tapi sudah sejak lama Daniel memiliki perasaan itu . Baginya daya juga sudah di anggap menjadi adik untuk nya sama seperti ilen tapi lambat laun perasaan itu mengikis berubah ,
Lalu Daniel menunggu daya di lorong RS saat daya akan segera pergi .
" Permisi , seperti nya kau sangat sibuk. " Seru Daniel menghentikan langkah daya ,
" Oh ka Daniel . Sedang apa Ka Daniel di sini ? Apa Kaka terluka ? "
Daniel tersenyum , " aku sering datang kesini bahkan saat aku tak sakit sekalipun juga day "
Yang di balas senyuman oleh daya ,
" Apa sudah waktunya pulang ? Aku akan menunggu mu di luar kita makan malam bersama bagaimana . "
" Maaf sebelumnya ka , tapi aku ada janji malam ini .. " gumam daya tak enak
" Janji ? Ah apa ini kencan kamu bilang tempo hari ? "
" Ah gak , ini bukan kencan . Ini ... " Ucap daya bingung ingin bilang apa , dan belum sempat daya melanjutkan perkataannya seorang dokter yang melihat daya tengah berbincang pun berdehem sudah lebih dulu memperingatkan .
Membuat daya akhirnya pergi pamitan dengan Daniel ,
" Ka Daniel maaf ya . aku harus pergi karena aku masih bekerja .. " gumam daya
Tentunya di balas senyuman ramah milik daya ..
Sore harinya pukul 16:50 , daya menelpon kembali ilen berkali-kali tapi tak kunjung juga di angkat . Daya menelpon karena ingin memberitahukan ilen , tentang kemarin saat dirinya bertemu dengan langit dan kejadian di busway . kalau langit ingin jika hari ini kembali bertemu , sedang daya masih bingung harus pergi atau tidak dan menelpon ingin menanyakan apakah ia harus pergi atau bagaimana . Tapi ilen tak ada kabar ,
" Kemana si ilen itu dari kemarin , kenapa gak di angkat-angkat " gumam daya
" Duh , terus aku harus gimana dong . Kalau gak pergi nanti ilen kira-kira akan dapat masalah gak ya ? . Aduh day gak enak juga kan kalau kamu gak pergi terus ilen tetep harus memberikan mu tiket penerbangan nantinya " gumam daya lagi
Yang akhirnya nya tak punya pilihan lain selain mendatangi cafe Maison Weiner tempat di mana daya dan langit bertemu sekarang .
Daya menghela nafas , saat tepatnya di depan Maison Weiner . Tempat itu bukannya tempat yang terbilang biasa saja tapi bisa terlihat orang-orang yang masuk tempat ini adalah para orang-orang kaya .
" Oh ilenn .. " seru langit melihat daya .
Daya menyunggingkan senyum dan duduk , ia tentu merasa canggung apa lagi ini juga pertama kali nya ia pergi ke tempat seperti ini .
Lalu makanan yang langit pesan pun sampai , hidangan best rekomendasi tempat itu .
Daya tampak bingung melihat beberapa sendok dan juga garpu di kiri kanan , tentunya biasanya hidangan pertama itu memakai sendok atau garpu yang berada di urutan pertama tapi daya tak tau akan hal itu ia menimbang-nimbang harus memakai sendok atau garpu yang mana . Dan langit menangkap pergerakan daya tapi langit pura-pura tak mengetahui hal itu ,
" Permisi .. " seru langit dengan pelayan itu ,
" iya tuan ? " sahut pelayan menghampiri meja mereka .
" Garpu mana yang harus kami pakai ? Karena terlalu banyak sekali . " Seru langit pura-pura tak mengetahui hal itu tentunya agar tak menyinggung gadis di depannya yang tentunya menjadi teman kencannya .
__ADS_1
Daya diam-diam menggeser kembali posisi garpu yang tadi ingin ia ambil yang tentunya salah ,
" Baik tuan , yang pertama ini untuk hidangan utama dan sementara yang ini untuk garpu salad nya . " Jelas sang pelayan
" Terimakasih . " Ucap langit ,
" Ah kukira kau sudah terbiasa dengan hal semacam ini . Bukankah kamu kaya ? " Ujar daya
" Aku tak mengetahui nya .. dan aku kesini karena kudengar tempat ini bagus , aku hanya ingin membuat mu terkesan " seru langit tersenyum
" Ck apa si ! " Gumam daya
" Ah akhirnya , ku kira kau tak akan datang menemui ku . Oh ya kartu busway ku ? " Ucap langit
Daya pun mengambil tasnya dan memberikan kartu-kartu itu yang sudah daya rapihkan begitu rapih tertata sesuai Mert namanya ,
" Wah astaga . kau sampai merapikan nya " seru langit tersenyum melihat kartu-kartu itu .
" Bonus nya karena kau sudah memberikanku " ujar daya ,
Kini langit menatap daya , " hmm aku tak bisa menyangkalnya tiap kali bertemu dengan mu , rasanya aku selalu begitu senang usai bertahun-tahun pura-pura bahagia . "
" Klasik ! Kau mengatakan ini pada setiap wanita yang kau temui kan ? "
" Gak ko , Kamu yang pertama . Kamu sungguh spesial . Apa kamu tahu ? Karena saat bersamaan mu lah aku merasa seakan bebas tak perlu berpura-pura usai berjuang dengan hidup ku seharian . " Ucap langit serius , dengan masih saling berpandangan .
" Aa menjadi putri industri farmasi central itu memang istimewa " seru daya menyanggahnya dan tersenyum lalu memalingkan pandangannya ,
" Apakah sepatu yang ku belikan waktu itu pas ? " Tanya langit
" Itu ... It... "
" Dayana ! " Seru seorang dokter laki-laki di RS Semarang pusat yang juga bekerja di sana , menghampiri .
" Wah kau menolak ku karena ingin mendapatkan pria yang lebih kaya lainnya . ingat dirimu hanya gadis miskin tapi ko bisa ya berani punya ambisi seperti itu ck ck ! " Ujar dokter itu berdiri di depan meja daya dan juga langit .
Daya menatapnya dingin tak ia hiraukan , sedang langit yang melihat daya dan juga pria yang berdiri di meja mereka .
" Lihat dirimu ! Kau terlihat licik day . ingin mengubah nasib rupanya , oh apa sudah menjual hidup mu dengan pria ini ! " ucap dokter itu lagi merendahkan daya ,
Yang kali ini daya benar-benar terlihat tak tahan dan geram .
" Ayo kita pergi . Aku tidak mengira jika ada sampah seperti ini di sini ! " Ucap langit bangit , daya melihat nya .
" Dan Ini uang untuk membayar makan anda di sini . " Seru langit meletakkan uang di meja dan pergi ,
merendahkan kembali pria itu , bahkan menjatuhkan harga diri pria itu yang kini di perhatikan orang-orang di resto itu .
-
-
-
β’ jangan lupa like vote dan komennya π€π».
__ADS_1
# happy reading π