
Di kediamannya , daya duduk termenung begitu gelisah , dilema sambil menatap secarik kertas yang langit berikan tadi .
" Ada apa ? Apa ada masalah ? Kau terlihat seperti anak kucing yang begitu gelisah . Aku perhatikan dari tadi ! " Ucap Fira
Daya melihat Fira , " em begini .. masalahnya fir .. " gumam daya ragu
" Apa ! " sahut Fira menatap daya
Daya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal sedikitpun , " hm teman ku .. ia ingin bertemu dengan ku , tapi sahabat ku sangatt membenci teman ku itu . Sahabat ku bilang akan marah dan tak mau berteman lagi kalau kami bertemu .. "
" Kalau begitu , jangan temui teman mu itu . " Ujar Fira
" Tapi , gimana jika teman ku terus menunggu ku datang ? "
" ya kalau gitu , temui ajah diam-diam .. " sahut Fira memberi saran kembali
" aish ! Itu sama ajah aku membohongi sahabat ku . " Protes daya
" Yaudah temui teman mu itu . Selesai ! " Ucap Fira
" Tapi firr .. "
" Astaga , ya ampun day . Terserah ! Kalau kau mau pergi , ya pergi . Kalau gak mau , gak usah . Kau itu kenapa ? Ribet banget ! , Dari tadi ini lah itu lah ouh daya! " Ujar Fira
Membuat daya menutup mulutnya ..
Di cafe tempat langit memberitahukan alamat cafe tersebut . Langit tengah terduduk menunggu daya yang tak kunjung datang , cukup lama bahkan ia sampai hampir merasa begitu bosan ,
Di sebrang meja arah kiri nya dua orang perempuan tengah begitu terpikat dengan ketampanan langit ,
" Lihat , pria itu tampan kan ya . Sendirian lagi . Aku akan mencoba tukeran nomer ah .. " seru perempuan muda yang berdandan begitu menor itu ,
" Apa kau yakin ? Bagaimana kalau dia sedang menunggu seseorang ? " Sahut teman nya itu yang juga sama menornya .
" Yailah itu mah santai , yang penting kan udah datengin meja nya ajah dulu . trs ngomong . sini berikan lipstik mu aku ingin memakai nya dulu di toilet , nanti kau lihat yaa " ujar nya begitu percaya diri
" Dil , apa kau yakinn ... " Gumam panjang temannya .
Untuk tersekian kali pintu cafe itu terbuka , dan untuk tersekian kali juga langit menoleh nya . Dan saat kali ini pintu itu terbuka kembali , langit juga menoleh kembali dan sudah mendapati daya . Langit mengangkat tangan nya tersenyum ,
Lalu daya pun duduk tanpa kata menundukkan wajahnya . Ia mengaduk-aduk ronde pesanan nya yang sudah hampir 15 menit terus di aduk nya .
" jika terus di aduk seperti itu , rasanya akan tidak enak . " Seru langit
Daya melirik nya , " tapi aku suka . " Sahutnya menyeruput , dan langsung tersendat karena benar saja rasanya benar-benar tak enak . Terasa campur aduk karena terus-menerus di aduk-aduk nya hingga keruh ,
Langit tersenyum ..
Daya yang menyadari dirinya sedang di tertawaan kan pun langsung melihat nya , " kenapa ingin menemui ku ? " Ucap daya kembali fokus
Langit menepuk pelan gitar di samping nya yang sengaja dia bawa , " aku kan bilang akan memainkan lagu ku untuk mu "
" Kau menunggu ku lama hanya untuk itu ? " Ujar daya
__ADS_1
" Lantas bagaimana dengan mu ? Kenapa kau akhirnya datang ? " Tanya Langit
" Emm itu karena , aku .. aku datang untuk meminta maaf . Maaf karena sudah menipu mu selama ini " seru daya benar-benar terlihat bersalah ,
" Kenapa harus minta maaf ? Kau gak pernah menipuku . " Sahut langit
Daya menyeringit , " kenapa kau diam saja padahal kau tahu ? "
" Apa lagi , itu karena agar kita bisa terus bertemu . Aku ingin terus menemui mu dan masih terus ku lakukan " seru langit tersenyum ,
" Ingin terus menemui ku ? " Gumam daya
" Iya . Aku ingin terus menemui mu " sahut langit
Daya menghela nafas kasar , " aku tidak seperti dugaan mu , aku bukanlah Putri pemilik industri farmasi central .. "
" Aku tahu , kau perawat pemberontak dari pusat medis darurat kan . "
" Aku adalah anak sulung dari keluarga miskin , aku keluar dari SMA lalu mengambil paket C . Dan kehidupan ku benar-benar jauh dari kesan baik , jadi .. jadi ... "
" Aku lahir di luar nikah , " sambung langit santai
" Ibu ku dulu seorang penyanyi di kelab malam " lanjutnya lagi memberitahukan kebenaran akan hidupnya ,
Daya tak memalingkan pandangannya ..
" Tapi apa masalah nya ? Berkat masa lalu kita . Kita jadi orang yang lebih kuat dan Menarik kan " ujar langit
" Tidak ada yang salah day , mungkin tadir yang mempertemukan kita . Dan semesta ikut turut mendukung kita "
" Jangan berharap apapun . Itu akan menyakiti mu , kau akan terluka oleh harapan mu sendiri nantinya . Jangan terlalu berharap pada manusia , karena itu adalah sumber patah hati yang paling di sengaja . Karena aku tak akan lama lagi di sini , aku akan meninggalkan kota ini dan study di luar "
" Itu sama sekali bukan masalah untuk ku .. "
Daya kembali melihat langit , " tapi ini .. " ujar daya hendak memberi sanggahan demi sanggahan , tapi tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang mendatangi meja mereka dan berdiri di depan langit dengan mata berbinar-binar dan riasan yang cetar membahana , hendak memperkenalkan dirinya pada langit tapi saat ia melihat seorang perempuan yang menjadi teman duduk langit . Sontak membuat ya terpelanting kaget bahkan langsung nyelonong bergegas pergi ,
" Hei nona , aku sangat mengenali wajah mu itu . Sedang apa kau di sini hah ! Bukannya pergi les ! " Ujar daya , menghentikan langkah kaki perempua itu . Membuat langit bingung memandang daya ,
" Haha halo ka daya .. jangan bilang ayah ya , aku mohon .. aku hanya ingin menonton live pertunjukan musik di cafe ini saja bersama teman ku " gumam perempuan itu memelas dengan daya tapi tersipu malu melihat langit .
Ia adalah Dilla putri dari pemilik indekos yang daya tinggali Sekarang yang berusia 17 th dan sebelum nya daya juga lah yang mengajarkan nya les sebelum akhirnya mereka memberhentikan daya .
" Astaga tampan sekali , aku Dilla .. " seru Dila tersenyum tak melepas pandangannya , ia bahkan semakin larut melihat senyum langit yang membalas senyuman nya
" Aihh , ayoo kita pulanggg .. " ujar daya menggandeng Dilla ,
" Kalau begitu selamat tinggal . " Ucap daya meninggalkan cafe membawa Dilla .
" Biar ku temani ke halte .. " ujar langit mengikuti mereka ,
" Gak usah makasih . " Sahut daya terus jalan
" Ka daya ini kenapa si ! Jadi cewek itu jangan judes-judes tau pantes ajah pada ngejauh . " Ucap Dilla
__ADS_1
" Kau benar dilla .. " Sahut langit ,
" Dilla , kau diam lah . " Seru daya duduk setibanya di halte . ia duduk di tengah-tengah Dilla dan langit .
Mereka menunggu busway ,
Dengan Dilla yang tak kuasa menahan pandangannya dari langit , " uwah ini pertama kalinya aku melihat orang setampan Kakak dan berkuliah di universitas ternama di Jakarta . Boleh aku memegang tangan kakak ? "
" ya Boleh .. " seru langit memberikan tangannya
Dilla begitu senang hati ingin menjamah nya , tapi ..
" kau sedang apa ? Jaga sikap mu Dilla . " Seru daya segera menepuk tangan Dilla
Langit tersenyum ,
" Dilla apa hubungan mu dengan daya ? " Tanya langit. melihat dilla yang tak luput memperhatikan langit ,
" Ah kami tinggal bersama , ayah ku yang punya real estate .. " ucap Dilla
" Hanya rumah indekos . Buka real estate . " Sahut daya memberitahukan
" O-oh indekos ... " Gumam langit tiba-tiba terpikir sesuatu .
" Dilla boleh aku meminta nomor ponsel mu ? " Ucap langit memberikan ponselnya ,
" Ya , iya tentu boleh banget . Tadinya aku yang ingin memintanya tapi Kakak sudah lebih dulu yang meminta " ujar Dilla tersenyum sumringah .
Daya membulatkan matanya menatap langit , " apa yang kau lakukan ! Kau mau membuat Dilla makin baper dengan ini . " Bisik daya
" Kenapa ? Aku hanya ingin membahas musik dengan nya , sebagai penyuka musik " sahut langit .
" emm Ngomong-ngomong bagaimana Kaka dan ka daya bisa saling kenal ? " Tanya Dilla
" Ohh , aku dan daya .. "
" Itu busway nya , busway kita sudah datang . Ayoo , cepat bangun , bangun . " Seru Daya segera memotong perkataan langit ,
Daya dan Dilla pun menaiki busway nya dengan Dilla yang melambaikan tangannya dan tentunya di balas juga dengan langit .
Langit tersenyum gembira melihat nomor ponsel yang baru saja tertera di ponselnya itu .
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻
# happy reading 🍃
__ADS_1