
Sedang langit ia masih menunggu daya berkemas karena mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan kota ini dan akan hidup bersama. di depan gerbang langit begitu resah sambil mundar-mandir karena perasaan nya yang sejak dini hari gelisah tak enak.
Lalu kemudian tak lama keluar lah daya dengan menenteng tas milik nya,
" Dayy.. sebelum kita pergi, mari mampir ke rumah Doni. Aku harus mengambil beberapa barang dulu. " Seru langit
" Emm kalau begitu, bagaimana jika kita berpisah dan bertemu di sini kembali? " Ujar daya memberi solusi
" Kenapa kamu ingin berpisah ? Kamu mau kemana? " Tanya langit menatap daya
" Aku ingin menemui daynila adikku dan juga Fira. Aku hanya ingin berpamitan.. "
" Aku tidak mau, biarkan aku ikut dengan mu. " Sahut langit segera,
Daya menyipitkan kedua matanya,
" bagaimana jika kamu bertemu ka bumi
Saat ikut bersama ku ? "
" Kalau begitu, aku akan tetap bersembunyi. Aku bermimpi buruk semalam " langit memberitahu perasaan nya yang tak nyaman itu.
" Astaga. Bukankah kamu bilang ingin pergi secepat mungkin dari Semarang?, Kita bisa menghemat waktu dan pulang lebih awal jika berpencar. Jadi, tuntaskan urusan masing-masing dan bertemu kembali di sini, oke? " seru daya meyakinkan langit,
" Sttt baiklah " akhirnya sahut langit ragu
...π§οΈπ§οΈπ§οΈ...
Kecemasan pun terjadi juga pada Daniel alifpurwanto yang mana ia tak bisa menghubungi ponsel milik ilen bahkan ia pun menelpon kediaman Langit di Jakarta tapi tak kunjung ada yang menjawab.
" Ilen belum menjawab nya ? " Tanya sang ayah yang baru saja mendingan dari sakitnya,
" Ya. " Jawab Daniel mencoba kembali menghubungi nya
" Ayah dengar ada unjuk rasa besar di Jakarta waktu itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? " Ujar sang ayah khawatir akan putri nya itu
" Eayy Ayolah ayah. Dia pasti hanya sedang sibuk saja, mereka mungkin sedang mencari rumah baru " ucap Daniel agar sang ayah tak kepikiran dan khawatir
" Kalau begitu, apa haruskah ayah mengirim ibu kalian untuk memeriksa nya ?"
" Astaga. Tidak usah ayah mereka bukanlah bayi, mereka mungkin baik-baik saja. Aku akan memintanya menelpon ayah setelah berhasil menghubungi nya. Jadi, ayah pergilah ke kamar dan beristirahat. " Ucap Daniel
" Yasudah jika begitu " jawab alifpurwanto sedikit tenang, lalu Daniel pun membantu sang ayah untuk kekamarnya.
***
Sementara kini langit telah tiba di rumah studio Doni,
" Donii, gua datang untuk mengambil gitar gua. " Ujar langit begitu membuka pintu studio itu , tapi saat itu ia di kagetkan dengan keadaan rumah studio Doni yang kacau balau berantakan,
" Donii ! Donnn !! ." Teriak langit memanggil-manggil dan mulai mencari keberadaan Doni tapi seluruh ruangan sudah benar-benar berantakan lalu langit pun menjadi panik dan melihat gitarnya yang tengah bergeletak, perlahan langit hendak ingin mengambilnya. Tapi kemudian pintu depan studio terbuka dengan begitu kencangnya pertanda seseorang telah memasuki studio ini juga, hal itu membuat langit waspada segera menatap arah suara itu. Lalu dengan berjalan hati-hati ia pun pergi memeriksa nya,
Kemudian tiba-tiba saja salah satu benda seperti terjatuh. Dan berhasil membuat langit meliriknya tapi masih dengan terus meningkatkan kewaspadaannya akan siapa seseorang yang baru saja memasuki ruang studio Doni itu.
Sedang dari belakang sudah ada seseorang wanita yang sedang memegang kayu balok perlahan berjalan mendekati langit, langit yang peka dan merasakan itu pun dengan segera buru-buru mengambil pemukul baseball yang berada di meja depannya.
Saat akan seseorang wanita itu hendak memukul dengan cepat langit pun berbalik dengan pemukul baseball itu,
Tapi saat mereka berdua sama-sama saling berhadapan ...
" Langit devandra ? " Ujar ilen perlahan menurunkan kayu balok yang ia pegang , begitu juga langit.
__ADS_1
Mengetahui orang yang masuk ilen dan juga ilen yang tahu jika pria tadi itu adalah langit itu sedikit membuat mereka lega,
Setelah langit mengambil gitarnya, ia kembali keruang utama di mana saat ini ilen tengah terduduk.
" Doni menyuruh ku datang semalam dan kami seharusnya bertemu di sini. Tapi , saat aku datang tempat ini kosong dan sudah berantakan parah seperti ini. Pintunya tidak terkunci. " Ucap ilen khawatir
" Mereka memberlakukan darurat militer semalam " gumam ilen menunduk
" Darurat militer memang sudah berlaku
Selama ini " Sahut langit
" Woi apa kau bodoh hah ? Ini berarti rezim militer di ambang kudeta. " Seru ilen
" Tahu. tapi apa hubungannya dengan kehilangan nya Doni ? " Tanya langit
" Komando pertahanan keamanan adalah dalangnya. Jadi, menurut ku ... "
" Tidak. " Ucap langit memutuskan perkataan ilen
" Uhf Apa? Aku belum mengatakan apapun. "
" Sudah jelas. Kau ingin aku menanyai ayahku apakah Doni di culik, iya kan ? . Ck kau masih tidak tahu ayahku pria semacam apa, bodoh. Jika ku tanya, ia tidak akan tinggal diam. Ah tidak tapi justru akan membuat masalah 10 kali lipat lebih buruk ! Keadaan akan semakin menjadi lebih berbahaya jika aku terlibat. " Jelas langit
Ilen menghela nafas , " lantas apa yang akan kau lakukan sekarang ? Kamu bilang daya akan berada dalam bahaya jika dia terlibat dengan mu. "
" Itu sebabnya daya dan aku akan pergi hari ini." Beritahu langit
" Hah? Kemana? "
" Kemana saja. Selama bukan di Semarang. Hmm jika kalian akan terus berjuang, lakukanlah di Jakarta. Dan jika kau berniat tinggal di sini, setidaknya pakailah topi. "
Tak lama pintu studio pun kembali terbuka dan membuat langit dan ilen serentak kaget menoleh bersamaan,
Ilen dengan sigap langsung menghampiri dan membantu nya,
" Di mana doni ? Dia tidak pulang ? " Tanya Fira dengan nafas terengah-engah
Langit membelalakkan matanya,
" Kau tidak bertemu dengan daya ? " Tanya langit
Setelah meletakkan pria yang terluka itu,
" Tidak. Ada apa memangnya ? " Ucap Fira
Langit yang mendengar hal itu pun sontak langsung bergegas pergi.
***
Saat ini daya tengah berdiri sambil sesekali isang menggeser-geserkan kaki nya dengan rambut yang tersapu tiupan angin,
" Kakak .. " teriak daynila menghampiri sambil tersenyum sumringah
" Hai anak kecil. Bukankah hari ini kau akan berlatih ? "
" Aihh kami ini juga manusia tahu ka , jadi tidak akan terus berlatih lari. Apalagi ini kan hari Minggu. Kenapa kakak tiba-tiba kemari? " Tanya daynila adik dari daya
" Daynila, aku.. kakak akan meninggalkan
Semarang untuk sementara.. "
__ADS_1
" Hah ? Kenapa? Kakak akan kemana ? Kapan kakak akan kembali ? "
" Kakak akan menelpon kamp pelatihan mu nanti ... "
" Apa kakak akan kembali ingin pergi keluar negeri lagi ? " Lirih daynila sudah berkaca-kaca
" Astaga, aku tidak akan pergi ke luar negeri. Akukan sudah berjanji akan melihat kamu bertanding lari di kejuaraan nasional. Kau tahu kan aku selalu menepati janji ku apapun yang terjadi, iyakan? "
Daynila pun mengangguk nya , " kakak pergi sendirian ? " Ucap daynila khawatir
" Tidak, aku pergi bersama teman " seru daya
" Itu sudah cukup bagi ku. Berjanjilah kakak akan kembali dan menonton ku bertanding . Itu janji kakak "
Lalu daya pun memeluk sang adik sebelum akhirnya ia pergi.
Daya melanjutkan perjalanan dengan menaiki busway hendak akan kestudio milik Doni karena tak mendapati Fira di kampusnya, beberapa menit di dalam busway membuat nya akhirnya perlahan memejamkan matanya mengantuk.
Tetapi sesaat busway itu berhenti mendadak, ' penumpang sekalian, kali ini kita akan mengambil jalan memutar dikarenakan unjuk rasa. Penumpang yang hendak turun di tujuan simpang lima semarang harap turun di halte sini ' ujar kenek busway memberitahu
Hal itu membuat para penumpang mengumpat kesal,
Daya yang samar-samar mendengar nya pun hendak akan segera turun tapi tiba-tiba sejumlah pasukan tentara dengan brutal nya memasuki paksa busway tersebut. ' seret semua mahasiswa!' teriak keras dengan beringas nya salah satu tentara militer tampaknya ia adalah ketua di pasukan itu .
Tentunya semua orang yang berada di dalam busway itu panik semua, dan para tentara itu pun mulai membabi buta melayangkan pukul kepada penumpang yang kali ini target mereka bukan lagi hanya mahasiswa tapi juga dengan semua orang.
Panik dengan situasi, dengan tubuh mungil nan Licah daya pun berhasil keluar dari busway tapi saat sudah keluar dan hendak lari ia langsung di tarik oleh salah satu ketua tentara itu.
" Woy kemarilah! " Teriak tentara itu dengan kencang menarik lengan daya
" Lepas. Aku bukan mahasiswa, akan aku tunjukkan KTP ku.. " seru daya panik masih berusaha melepaskan diri
" Ikuti aku! " Ucap tentara itu menyeret daya kembali
" Lepaskan aku!. Aku bukan mahasiswa! " Teriak daya memberontak terus berusaha kabur
" Berandal, berani kau ! " Ujar tentara itu menyentak daya dengan kasar hingga membuat daya tersungkur jatuh
" Kau pikir ini lelucon hah ! Dasar kauu!!" Ucap tentara itu kesal dan akan melayangkan pukulan di kepala, spontan daya hanya mampu mengangkat tangannya untuk melindungi kepala tapi tiba-tiba langit langsung segera melindungi daya hingga ia lah yang mendapati pukul itu .
brugk !
Langit sedikit mengerang akan sakit pukulan itu tapi prioritas nya saat ini adalah daya jadi dengan cepat ia langsung berbalik menghadap tentara itu,
" Kau siapa hah ! " Ujar tentara itu melepaskan senapan nya lalu dengan berutal menekankan leher langit dengan senapan itu begitu kencang hingga langit mentok ke tembok.
Langit berusaha melawan tapi ya ia kalah dengan jiwa bringas tentara yang tahan banting, tentara itu masih dengan ganasnya terus menekan senapan nya itu ke leher langit hingga membuat langit hampir kehabisan nafas.
Daya yang masih syok pun dengan segera mencari sesuatu di dekatnya untuk membantu langit dan dengan cepat daya memukul leher tentara itu sendiri dengan balok kayu hingga membuat tentara itu jatuh kesakitan,
Lalu kemudian melihat situasi itu dengan
Cepat langit langsung mengambil gitarnya yang tadi sempat keinjak oleh tentara itu dan segera menggenggam tangan daya lalu mereka lari secepat mungkin mencari simpang jalan yang sepi.
***
-
-
-
__ADS_1
# happy reading all π
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»