
Hari berganti.
Saat ini Sean hanya duduk bersantai dirumah mewah miliknya.
"Lebih baik serahkan saja urusan penaklukan daerah pada mereka saja, sedangkan diriku akan meniknati semua kemewahan miliku ini"
Sambil duduk santai, Sean menonton film yang sedang tayang di televisi dengan ditemani camilan kripik dan minuman jus mangga yang begitu segar.
Namun lagi-lagi momen santainya terganggung oleh panggilan telpon.
Tertera nama Xu Qin disana, menandakan orang yang menelpon dirinya adalah Xu Qin.
"Halo, ada apa sayang?" tanya Sean to the point.
"Kamu gak pergi ngantor?" tanya Xu Qin.
"Males, mau dirumah aja sama......." dengan sengaja ucapan nya digantung dan berhasil membuat Xu Qin terpancing.
"Dengan siapa?" tanya Xu Qin penasaran.
"Entahlah, namun yang pasti kami...." lagi-lagi dengan sengaja Sean menggantung ucapannya.
"Jangan-jangan kamu lagi sama cewek ya!! Siapa dia, dasar mesum apa gak cukup udah punya dua" teriak Xu Qin dari sebrang telpon sana.
"Hahahah.....aku bercanda kali, dua juga cukup" ucap Sean.
"Awas ya kalo kamu boong" ancam Xu Qin.
"Iya-iya, ada apa kamu telpon aku?" tanya Sean.
"TECNA sepertinya berniat berebut pasar dengan kita untuk proyek di Shansui" jelas Xu Qin.
"Eeh...ada lawan juga akhirnya" ucap Sean.
"Kenapa kamu kayak seneng gitu?" tanya Xu Qin.
"Karena akan menarik jika dalam bisnis ada lawan" jawab Sean jujur.
"Kamu enak cuma duduk manis dan mantau, lah aku pusing tujuh keliling disini" jawab Xu Qin.
"Gak usah pusing, katakan pada mereka untuk mengadakan pertemuan dengan kita" jelas Sean.
"Gak usah kita ajak mereka sudah ngajak ketemuan duluan, dengan alasan berunding mencari jalan terbaik soal masalah ini" jelas Xu Qin.
"Bagus kalau begitu, kapan dan dimana?" tanya Sean.
"Malam ini pukul 7 di YH Restoran" jawab Sean.
"Baiklah, aku akan datang kesana dan ingin melihat seperti apa lawan kita ini" jawab Sean.
"Yaudah, jangan sampai gak dateng" ingat Xu Qin.
"Iya, ada lagi yang ingin disampaikan?" tanya Sean.
"Jangan main-main dibelakang kami, awas aja kamu ya kalau ketahuan" ancam Xu Qin.
"Kalau aku main dibelakang kalian terus ketahuan, mau apa emangnya kamu hm?" tanya Sean menantang.
"Pokoknya gak boleh!! Aku bakal ngambek sam kamu" teriak Xu Qin.
"Masih ada Luoxue" jawab Sean bercanda.
"Aaaa! Sean kamua bikin aku kesel" teriak Xu Qin dari panggilan telpon.
"Hahahah, bercanda. Kamu tenang aja aku gak bakalan nambah wanita lagi kok, dah cukup dua ratuku" jawab Sean.
"Hm! Awas aja kalau kamu nakal" tegas Xu Qin sambil mematikan sambungan telponnya.
Setelah sambungan telpon dimatikan, Sean memilih kembali bersantai dan berkomunikasi dengan sistem.
"Sistem aku ingin perusahaan TECNA itu jadi milik diriku" perintah Sean.
{Layanan diberikan}
{Saat ini anda sudah secara sah memiliki hak 100% atas kepemilikan perusahaan TECNA}
Dan dihadapan Sean muncul satu buah map coktlat, yang ketika di buka isinya adalah surat-surat kepemilikan atas perusahaan TECNA yang baru dirinya dapatkan.
Sesaat kemudian panggilan telpon masuk.
Dan itu dari nomor tidak dikenal, yang ketika dijawab adalah pemilik perusahaan TECNA sebelumnya yang memberikan ucapan selamat atas kepemilikan perusahaan TECNA kepada tangan Sean.
Dengan senang hati Sean menerima ucapan selamat tersebut sebelum basa-basi sedikit dan pada akhirnya sambungan telpon dimatikan.
__ADS_1
"Kita akan lihat apa yang mereka lakukan nanti malam saat melakukan pertemuan dengan orang-orangku"
Kemudian Sean teringat akan sesuatu yang pernah dilakukan Sistem padanya beberapakali sebelum ini.
"Sistem, sebelumnya aku melakukan teleportasi dengan bantuanmu tanpa mengurangi layanan sistem miliku. Apakah itu wajar?"
{Setelah Layanan Sistem ditingkatkan maka fitur teleportasi dijadikan kemampuan aktif secara gratis}
"Hebat.....makasih sistem"
{Sama-Sama}
"Kalau begitu teleportasikan diriku ke tempat Liu sekarang"
Wush!
Sean muncul dihalaman depan rumah Liu dengan begitu saja secara tiba-tiba.
Kemudian dirinya mengetuk menekan bell pintu sebagai penanda tamu datang.
Pintu terbuka dan menampakan sosok Liu disana.
"Sean" ucap Liu terkejut.
"Hai" sapa Sean.
"Masuklah dulu, dan kita bicara didalam" ucap Liu sambil mempersilahkan Sean masuk kedalam rumahnya.
Mereka sekarang sudah duduk berdampingan di ruangan tamu.
"Jadi, ada urusan apa nih datang mencariku?" tanta Liu .
"Gak ada tujuan khusus, hanya ingin berkujung saja dan memastikan kondisimu serta keluarga sehabis kejadian sebelumnya" jawab Sean.
"Berkatmu keluargaku baik-baik saja sekarang ini, dan berkatmu juga usaha restoran keluarga kami telah kembali pulih dengan omset yang mulai terus menerus meningkat" jawab Liu.
"Syukurlah, lalu tidak ada masalah lainnya lagi yang datang bukan?" tanya Sean.
"Tidak ada" jawab Liu.
Mereka mengobrol bersama sampai satu jam lamanya Sean baru pamit pulang.
Dan kembali dengan bantuan teleportasi, namun tidak pulang kerumahnya melainkan pergi menumui Luoxue.
Sean saat ini sedang berada dirumah Luoxue bersama dengan Luoxue yang sangat-sangat manja padanya.
"Kenapa?" jawab Sean.
"Kamu gak ada rasa ingin ngelakuin itu gitu denganku atau kakak Qin?" tanya Luoxue.
"Bukannya gak ada, tapi aku usahakan tahan dan kendalikan keinginan itu sekuat mungkin" jawab Sean.
"Kenapa?" tanya Luoxue.
"Kenapa? Karena aku ingin itu dilakukan saat waktu yang tepat saja" jawab Sean pasti.
"Kapan itu?" tanya Luoxue.
"Malam pertama sehabis pernikahan" jawab Sean jujur.
"Kapan nikahin aku sama kakak Qin?" tanya Luoxue.
"Belum sekarang, aku masih harus melakukan beberapa urusan yang belum aku selesaikan" jawab Sean sambil mengelus pipi lembut Luoxue.
"Cium" pinta Luoxue.
Dengan lembut Sean mencium bibir Luoxue dan mereka terus larut dalam permainan mereka sampai lupa mereka kini berada dimana.
Benar saja, saat ini ada dua orang yang baru saja datang dan menyaksikan adegan romantis atau adegan intim kedua muda mudi yang tengah saling berciuman diruangan tamu.
"Kalau mau berdua dikamar aja kali" sindir sang ibu.
Luoxue dengan Sean tersentak kaget dan saling mengambil jarak satu sama lain, sebelum akhirnya menoleh kearah sumber suara berasal dan menemukan sosok Ayah dan Ibu Luoxue.
"Ayah dan ibu kalian disini" ucap Sean gugup.
"Hahaha, gak usah malu kami paham gairah anak muda" jawab sang ayah santai.
Sedangkan sang ibu kembali menggoda kedua muda-mudi itu.
"Lanjut dikamar gih" goda sang ibu.
Wajah Luoxue dan Sean sudah merona merah, apalagi wajah Luoxue yang sudah sangat merah sekali wajahnya.
__ADS_1
"Ibu!" teriak Luoxue yang sudah benar-benar malu sekali.
"Hahahah" Ayah dan Ibu hanya tertawa saja ketika berhasil menangkap basah kelakukan anak dan calon menantu mereka itu saaat melakukan adegan barusan diruangan tamu tepat dihadapan mereka berdua.
"Kalau begitu kami masuk kamar dulu deh, biar enggak mengganggu kalian lagi" jawab sang ayah sambil pergi dari sana diikuti sang ibu.
Sementara Sean dengan Luoxue hanya bisa tertunduk malu saja, sebelum pada akhirnya Sean pamit pulang karena hari memang sudah sore dan Sean sendiri harus bersiap-siap untuk acara nanti malam.
"Sayang, aku pulang dulu" ucap Sean pamit pada Luoxue.
"Enggak!" tolak Luoxue sambil melompat kearag Sean dan mendorong tubuhnya hingga terbaring disofa dengan dirinya yang menindih tubuh Sean dari atas.
"Kenapa gak boleh pergi aku?" tanya Sean bingung.
"Pokoknya enggak" jawab Luoxue keras kepala.
"Huft....aku masih ada urusan nanti malam dan harus bersiap-siap sekarang" jawab Sean mencoba menjelaskan.
"Emang acara apa sih sampai kayaknya penting banget hm?" tanya Luoxue.
"Ada urusan bisnis" jawab Sean dengan jujur atas pertanyaan dari Luoxue.
"Kalau begitu habis selesai urusannya nanti harus segera balik lagi kesini dan tidur bareng aku disini" ucap Luoxue.
"Malam ini waktunya aku sama Xu Qin" jawab Sean.
"Kalau gitu aku ikut, gak mau dibantah" ucap Luoxue.
"Baiklah, segera siap-siap dan ikut aku sekarang juga" ucap Sean.
"Ok" jawab Luoxue.
Segera Luoxue berlari kelantai atas menuju kamarnya untuk bersiap-siap, sedangkan Sean hanya duduk diam menunggu Luoxue yang sedang bersiap-siap hingga selesai.
Sepuluh menit kemudian, Luoxue kenbali dengan dandanan cantik sekali.
Mereka kemudian pamit pergi pada orang tua Luoxue, dan pergi menuju Villa milik Sean.
Sampai disana ternyata ada Xu Qin yang juga baru sampai disana seertinya.
"Sayang" teriak Xu Qin dengan senang dan memeluk tubuh Sean.
Sean membalas pelukan Xu Qin padanya, kemudian setelah itu mereka masuk kedalam dengan bersama-sama.
... --------------...
Tepat pukul 7 malam.
Sean dengan ditemani oleh Luoxue dan Xu Qin serta beberapa orangnya sudah tiba di lokaasi yang ditentukan sebagai tempat pertemuan antara perusahaan dirinya dengan perusahaan dirinya juga.
Namun sepertinya pihak TECNA belum mengetahui jika LTI Cooperation adalah miliknya.
Sehingga masih memutuskan untuk mengadakan pertemuan ini yang sudah pasti akan berujung dengan menyenangngkan bagi Sean.
Mereka masuk kedalam ruangan VIP yang sudah dipesan dan mulai duduk bersama dengan tenang.
Pada awalnya mereka semua memilih untuk makan bersama terlebih dahulu, barulah setelah selesau makan memutuskan memulai perundingan.
Salah satu orang dari pihak TECNA angkat bicara untuk membuka acara pertemuan kali ini antara dua perusahaan besar di kota SS ini.
"Jadi bisakah kalian menyerahkan proyek ini pada kami?" tanya salah seorang pria muda yang cukup tampan dengan pakaian ala geerasi kedua yang kaya dan bersikap angkuh dengan gaya sombongnya itu.
Apalagi sedari tadi selalu menatap kearah Luoxue dan juga Xu Qin dengan tatapan yang menjijikan dan penuh akan na'fsu.
Sean masih sabar dan menahan emosinya, sambil menunggu moment yang pas untuk meledakan situasi dalam sekali bicara atau sekali serang.
Perwakilan dari LTI angkat bicara menjawab perkataan dari pihak perwakilan TECNA barusan yang terdengar arogant.
"Kami rasa kami yang lebih cocok untuk menangani proyek kerjasama ini dibandingkan dengan kalian dari pihak TECNA" jawab perwakilan LTI.
"Kalau begitu sebaiknya kalian berdoa agar bisa selamat malam ini, dan pulang dalam keadaan masih bernyawa" ucap pria sok tampan dan kaya itu kembali.
Sean tersenyum dan mulai memanggil bawahannya yang sudah stand by diluar sedari tadi menunggu perintah untuk masuk dan menyerbu lawan.
"Bukankah kau terlalu sombong?" tanya Sean.
"Aku sombong karena mampu! Lah kamu gimana?" tanya pria sok tampan dan kaya itu.
"Aku tidak suka sombong, namun sepertinya kamu perlu diberi pelajaran saat ini" jawab Sean.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.