LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 45


__ADS_3

Sekitar 10 menit dirinya menunggu, akhirnya semua bawahan yang ditunggu telah berkumpul dan siap untuk pergi.


"Kita berangkat" ucap Sean sambil masuk kedalam mobil limosin yang disediakan untuknya.


Sedangkan para bawahan lainnya masuk kedalam mobil mercedes hitam dan mengikuti mobil limosin yang ditumpangi oleh Sean dari arah belakang.


Sean didalam mobil dilayani dengan baik oleh dua orang wanita cantik dengan tubuh bak model film.


Namum Sean tidak akan tergoda oleh dua kecantikan dihadapannya saat ini, karena dia akan jadi sosok seorang ayah setelah beberapa bulan kemudian yang akan datang.


Sehingga Sean hanya menyuruh kedua wanita tersebut untuk diam saja.


30 menit perjalanan berlalu......


Sekarang Sean dengan semua bawahan yang dia bawa di RVS sudah berdiri dihadapan 30 orang yang dimaksudkan oleh RV1S sebelumnya.


"Wah-wah.....Kalian sebagai pendatang di wilayahku berani mencari masalah rupanya" ucap Sean.


Dua orang dari pihak lawan yang memang menurut informasi yang dimiliki Sean saat ini kedua orang yang maju kehadapan dirinya sekarang adalah dua orang yang memiliki kekuatan diatas nalar yang normal.


Salah satu dari dua orang itu berbicara "kau hanya manusia biasa, dan kami bukan manusia biasa"


"Jadi?" tanya Sean.


"Kau harus sadar diri dan menuruti perintah kami" jawab orang yang satu lagi.


"Sistem gunakan layanan sistem ketiga milik diriku hari ini untuk sebuah kekuatan hebat sementara yang bisa aku gunakan"


{Layanan diberikan}


{Imagination skill}


{Dapat membuat anda bisa melakukan gerakan menyerang dan bertahan sedmikian rupa dalam bentuk apapun dan seunik apapun hanya dengan dibayangkan saja}


{Durasi penggunaan 1 Jam}


Sean yang mendapatkan kemampuan tersebut memasang senyuman diwajah tampannya.


Lalu sorot matanya menatap kedua orang dihadapannya ini dengan pandangan dingin yang menusuk hingga ke hati.


Kedua orang tersebut yang ditatap oleh Sean dengan cara begitu benar-benar dibuat sangat terkejut, dan jujur mereka sedikit takut dengan orang dihadapan mereka ini yang entah siapa datang membawa pasukan.


Namun ketika mereka berpikir bahwa mereka punya kekuatan yang henat dan diatas batas normal nalar manusia, jadi hal itu membuat sebuah rasa kesombongan dan tinggi hati dalam diri mereka.


Sean tahu apa yang sedang dipikirkan oleh kedua orang dihadapannya sekarang, dan hanya perlu melakukan serangan dengan cara imagination skill yang baru saja didapatkannya dari Layanan Sistem barusan.


Sean membayangkan semua orang-orang dipihak lawan selain dua orang dihadapannha terbakar api biru secara tiba-tiba begitu dirinya menjentikan jari.


Ctak!


Tingkah laku dati Sean yang menjentikan jari membuat semua orang bingung, termasuk bawahannya sendiri.


Tapi begitu sesaat setelah Sean menjentikan jarinya, terdengar sebuah suara-suara teriakan keras dari belakanh kedua orang yang ada dihadapan Sean.


Aaarrrghhhkkk!


Aaaarrrrggghhhghkkkk!


Aaaaarrrrrrggghhhhhkkkk!


Semua orang menatap kearag sumber suara dan menemukan orang-orang yang terbakar api biru untuk beberapa saat sebelum berakhir menjadi debu hitam dan hilang tertiup oleh angin yang berhembus.


Kedua orang yang sekarang berdiri dihadapan Sean merasa aneh dan mulai cemas akan kekuatan misterius barusan yang dapat menghilangkan para bawahannya mereka dalam sekejap mata tanpa ada yang bergerak dari pihak lawan atau pihak mereka.


"Bagaimana?" tanya Sean dengan dibarengi senyuman diwajahnya bertanya pada kedua orang dihadapan dirinya sekarang yang mulai merasakan cemas.


Kedua orang itu tidak lagi ragu-ragu, dan langsung melakukan transformasi agar bisa menggunakan kekuatan super mereka.


Namun ada keanehan yang terjadi tepat dihadapan semua orang disana yang menyaksikan, dimana baru saja kedua orang tersebut melakukan transformasi untuk membangkitkan kekuatan super mereka. Malah kedua orang tersebut kepalanya terlepas dari tubuh mereka masing-masing.

__ADS_1


Kedua orang tersebut bahkan tidak sempat untuk mengetahui dari mana asal serangan yang mereka terima itu. Para bawahan Sean sendiri yang menyaksikan semua itu hanya bisa terdiam.


Sean yang selesai membereskan keroco itu berbicara "kalian lihat apa yang terjadi barusan?"


"Iya tuan" jawab semua bawahannya.


"Itu akan terjadi pada semua musuhku, kecuali teman dan orang-orangku akan aman dan tidak akan mengalami nasib seperti barusan dariku" ucap Sean.


"Mengerti Tuan" jawab semua bawahan Sean.


Semua bawahan Sean tahu bahwa sang tuan sedang menunjukan kekuatannya dihadapan mereka secara langsung sebagai peringatan dan penegasan.


"Baiklah mari kita perg-" ucapan Sean tidak sempat diselesaikan dan sudah harus berhenti, karena sebuah kejadian.


Dimana Sean dengan semua bawahannya langsung menghindar pergi dari lokasi mereka berdiri dengan cepat barusan, karena mereka merasakan adanya bahaya disana.


Sean juga dapat pemberitahuan dari sistem yang memberitahukan sebuah serangan dengan skala besar dan daya ledak kuat mengarah ketempat dimana mereka berdiri sebelumnya.


Selepas menghindar, Sean dengan para bawahannya kembali berkumpul dalam satu titik.


Dan melihat ke satu arah yang sama, yaitu atap sebuah gedung kosong yang dalam tahap pembangunan didekat sana.


Terlihat ada sosok wanita dengan tinggi seukuran anak usia 10 tahun dengan rambut kuncir dua kesamping dan warna rambut pink tengah memegang sebuah roket RPG.


Sean mengerutkan keningnya melihat siapa yang telah menyerang dirimya barusan.


"Siapa kau?" tanya Sean.


Wanita diatas gedung tersebut melemparkan roket RPG ditangannya kesembarang arah dan menjawab ucapan Sean dengan santai.


"Oyaaa.....Kalian sungguh hebat bisa selamat dari RPG yang aku lepaskan, dan reflek serta insting yang bagus dan tinggi" ucap wanita tersebut.


Selepas berkata demikian wanita tersebut hendak menembak kembali kearah Sean dan para pasukannya dengan menggunakan Rail Gun, namun siapa sangka secara tiba-tiba wanita tersebut serasa dicekik dengan kuat dan membuat tubuhnya melayang diatas tidak menapak.


Sean adalah pelakunya dari penyerangan barusan.


Sedangkan si wanita yang merada kesusahan tersebut dan kesakitan karena serangan tak kasat mata dari Sean berusa meronta-ronta agar bisa lepas dari sesuatu yang serasa mencekik lehernya secara kuat tersebut.


Selepas wanita itu terbunuh, Sean menarik tubuh wanita tersebut hingga mendekat kearahnya dengan kekuatan imagination miliknya.


Semua bawahan Sean yang melihat kejadian tersebut benar-benar tidak bisa berkomentar lain selain 'Kuat!' didalam hati mereka.


Sean kemudian mencari sesuatu didalam pakaian yang dikenakan wanita misterius tersebut hingga menemukan sebuah kartu yang lebih mirip disebut ID Card.


Disana terdapat informasi berupa nama dan usai serta level kekuatan miliknya yang berada dalam rank D dan juga sebuah Asosiasi bernama Royal Derby.


Dengan terdapat juga sebuah logo atau lambang berupa Mahkota emas dan terlumuri darah sebagiannya.


Sean menyimpan ID Card tersebut dan kemudian membakar tubuh wanita tersebut dengan api biru seperti sebelumnya.


"Sepertinya aku sudah dapat informasi dari mana datangnya para pengacau-pengacau ini" ucap Sean dihadapan semua bawahannya saat ini.


"Siapa mereka ini tuan?" tanya RV1S.


"Kalian sekarang hanya perlu kembali ke kantor dan bekerja seperti biasanya, untuk masalah ini biar aku sendiri yang mengurus dan menyelesaikan semuanya" ucap Sean memberi perintah.


"Baik tuan" jawab semua bawahannya dengan kompak.


Selepas selesai dengan urudan di tempat tersebut, Sean kini berpisah dengan para bawahannya di RVS.


Semua bawahan di RVS kembali ke kantor RVS, dan dirinya pergi menuju ke kota SS kembali menggunakan teleportasi.


...--------...


Sean yang muncul didalam kamar utamanya di villa yang ada di kota SS, segera pergi mandi dan kemudian setelah itu berpakaian dengan baik.


Merasa lapar dirinya pergi keluar dari kamar utama dan menuju lantai bawah, lebih tepatnya menuju dapur untuk makan.


Sampai didapur dirinya langsung memasak makanan sendiri karena kedua wanitanya sedang tidak ada dirumah untuk saat ini.

__ADS_1


Selepas selesai masak sendiri dan makan sendiri, Sean berniat pergi mengurus masalah sebelumnya yang sempat ditunda karena ingin mandi dan makan.


Tapi tepat sebelum dirinya membuka pintu untuk keluar rumah, malah terdengar suara bell pintu yang berbunyi terlebih dahulu menandakan adanya tamu berkunjung.


Sean yang sudah berdiri didepan pintu langsung membuka pintu rumah, kemudian dirinya mendapati dua orang sebelumnya yang pernah ditemui sewaktu insiden bom bunuh diri kala itu.


"Kalian" ucap Sean dengan nada heran.


Si wanita berkata "bisaka kita masuk dulu untuk bicara?"


"Tentu, silahkan" jawab Sean.


Mereka berdua dipersilahkan masuk oleh Sean dan dibawa menuju ruang tamu, selepas menyajikan minum untuk keduanya Sean langsung ikut duduk bersama agar bisa mendengarkan keduanya ingin membicarakan apa saat ini dengan dirinya.


Kedua orang tersebut yang telah usai meminum seteguk teh hangat yang disediakan oleh Sean langsung memulai pembicaraan.


"Pertama kenalkan namaku adalah Yui" ucap satu-satunya wanita disana.


"Namaku Beisa" ucap pria yang duduk disamping Yui.


"Kaliam sudah kenal namaku, jadi tidak usah lagi aku mengenalkan diri. Jadi ada apa ini, kalian sampai-sampai datang bertamu kerumahku begini?" tanya Sean to the point.


"Soal tawaran waktu itu, apakah kau sudah memutuskannya?" tanya Yui.


"Sudah, dan aku akan bergabung" jawab Sean.


Yui dan Beisa tersenyum mendengar jawaban memuaskan dari Sean, kemudian Beisa berkata "kalau begitu bagaimana jika kau ikut langsung dengan kami ke kantor"


"Kantor, bukan markas?" tanya Sean.


"Itu sama saja bagi kami" jawab Beisa.


"Baiklah, ayo pergi kesana" jawab Sean.


Mereka pergi bersama menuju kantor yang dimaksudkan sebelumnya oleh Yui, rupanya letak lokasi kantor yang dimaksudkan berada di puncak sebuah bukit dan cukup tersembunyi.


Sesampainya di lokasi, Sean mengikuti langkah Beisa dan Yui menuju kedalam untuk masuk hingga akhirnya mereka tiba di ruangan kerja milik seorang pria paruh baya dengan wajah tegasnya.


"Kau akhirnya disini juga" ucap pria tersebut membuka suara.


"Sepertinya kedatanganku disini sangatlah dinanti-nanti oleh anda tuan" ucap Sean menjawab dengan santai.


"Benar, karena aku tidak pernah sesemangat ini setelah beberapa tahun berlalu" jawab pria paruh baya tersebut.


"Jadi bagaimana cara kerja tempat dan organisasi ini?" tanya Sean to the point.


"Caranya kerjanya simple, kita hanya harus membereskan masalah yang diluar kekuatan pemerintah dan militer" ucap pria paruh baya tersebut.


"Contohnya?" tanya Sean.


"Kau tahu beberapa waktu ini ada kemunculan-kemunculan orang-orang yang bisa dikatakan memiliki kekuatan super" ucap pria paruh baya tersebut.


Sekilas Sean mengingat soal kejadian sebelumnya yang dirinya alami dan saksikan dengan mata kepalanya sendiri sebelum kemari.


"Aku tahu, bahkan aku suda bunuh tiga manusia seperti itu hari ini" ucap Sean menjawab dengan santai.


Yui dan Beisa termasuk pria paruh baya disana begitu terkejut dengan apa yang didengar oleh mereka barusan dari mulut Sean secara langsung.


"Nak jangan bercanda pada pria tua ini, apa kau punya bukti yang kuat untuk membenarkan ucapanmu barusan itu pada kami semua hm?" tanya pria paruh baya tersebut bertanya dengan nada tidak biasa.


Sean mengeluarkan ID Card yang didapatkan sebelumnya dari wanita dengan RPG waktu itu, dan diletakan diatas meja yang ada dihadapan semua orang.


Seketika semuanya menatap kepada satu arah yang sama yaitu ID Card yang diletakan oleh Sean diatas meja barusan.


Dan yang paling terkejut adalah pria paruh baya disana.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2