LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
Eps. 31


__ADS_3

Tepat pukul 12 malam.


Sean yang semula sudah tertidur sambil memeluk dua wanitanya kini malah membuka mata dan terbangun.


Lalu dengan langkah hati-hati dirinya beranjak dari tempat tidur dan kemudian mulai mengenakan pakaian khusus serba hitam.


Selepas itu memberikan kecupan lembut dan singkat pada kedua wanitanya di bagian kening masing-masing, sebelum akhirnya benar-benar pergi dari rumah namun tidak menggunakan mobil miliknya.


Selepas keluar dari pekarangan rumahnya, Sean langsung berada di jalanan raya depan rumahnya yang langsung dihampiri mobil hitam.


Sean masuk kedalam mobil, yang mana mobil tersebut langsung melaju kencang meninggalkan area tersebut setelah Sean masuk kedalam mobil itu.


Di dalam mobil.


"Jadi, kenapa tadi ka bilang masalah yang kita hadapi tidak sesederhana yang terlihat?" tanya Sean pada No.1.


"Maaf karena mengganggu waktu anda,bahkan sampai membuat anda harus turun tangan secara langsung begini" ucap No.1 yang duduk disamping Sean pada kursi bagian belakang di dalam mobil saat ini.


"Sudahlah lupakan soal rasa tidak enak hati itu, bagaimanapun ini juga urusan dirimu. Jadi coba jelaskan" perintah Sean.


"Seperti yang saya laporkan siang hari tadi bahwa mereka bisa kami atasi dengan mudah, namun kami seperti melakukan sedikit kesalah yang berakibat fatal" jelas No.1.


"Kesalah apa itu?" tanya Sean mulai penasaran.


"Kelompok asing yang datang kemari, ternyata kaki tangan dari salah satu lima penguasa besar negara ini" ucap No.1 menjelaskan.


"Kaki tangan siapa?" tanya Sean.


"Di negara ini menurut informasi yang kami kumpulkan ada lima penguasa besar, dan salah satu dari lima penguasa besar itu ternyata adalah orang yang memerintahkan kelompok asing itu untuk datang ke tempat kita sebagai pasukan pengintai" jelas No.1.


"Pasukan pengintai?" tanya Sean.


"Benar, mereka ditugaskan melaporkan setiap kekuatan yang ada di kota ini" jawab No.1 atas pertanyaan Sean.


"Lalu siapa salah satu penguasa yang menyuruh mereka itu?" tanya Sean.


"Mao Chengtian yang dijuluki harimau selatan" jawab No.1.


"Coba jelaskan lebih jauh dan lebih banyak lagi untuku soal Mao Chengtian ini" perintah Sean.


"Mao Chengtian, memiliki wilayah kekuasaan di bagian selatan dan kekuatan kita berada dalam wilayah cakupan kekuasaannya. Karena merasa terusik dengan aksi kita sebelumnya yang telah menjatuhkan dan menguasai dua kota dalam waktu berdekatan, akhirnya Mao Chengtian memutuskan untuk bergerak dan mencoba mencari informasi mengenai kita sekarang ini" jelas No.1.


"Jadi bisa dibilang kekuatan besarlah yang sedang kita hadapi saat ini?" tanya Sean mencoba menebak.


"Benar, dan tanpa diduga Mao Chengtian menyadari gerakan perlawanan dari pihak kita dan meminta kita melakukan pertemuan malam ini juga secara tertutup" jawab No.1.


"Sepertinya ini tidak akan berakhir hanya dengan sekedar sebuah percakapan saja" jawab Sean menebak.


"Benar, jadi lebih baik kita berhati-hati saat ini" jawab No.1.


"Kau sudah mengumpulkan semuanya bukan, Termasuk pasukan RVS yang kuberitahu sebelumnya?" tanya Sean.


"Sudah tuan, mereka sudah berada didekat lokasi pertemuan sedang menunggu kehadiran kita saat ini" jawab No.1.


"Seberapa jauh lagi kita menuju lokasi pertemuan?" tanya Sean.


"Sekitar 10 menit lagi kita akan tiba dilokasi" jawab No.1.


"Baiklah, suruh semuanya bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya" perintah Sean.


"Baik!" jawab No.1.


10 menit kemudian.......


Sean tiba di lokasi titik berkumpulnya semua bawahan yang dirinya punya, kemudian mereka pergi bersama menuju lokasi pertemuan.


Total orang-orang yang dibawa olehnya sekarang ini sekitar 40 orang, walau mereka bukanlah orang-orang biasa namun tetaplah dirinya harus tetap waspada dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Sampai di lokasi pertemuan, mereka disambut dengan suasana yang tidaklah biasa.


Ada banyak orang-orang berpakaian hitam berjaga di sekitaran wilayah tersebut.

__ADS_1


Sean juga tahu jika sampai pertempuran pecah, maka kemungkinan dirinya dan seluruh pasukan yang dirinya bawa untuk selamat adalah sekitar 30% saja.


Namun beda lagi ceritanya jika harus meminta bantuan dari sistem.


Sean saat ini sudah berada diruangan khusus yang mana sudah menunggu sosok pria muda yang sekiranya berusia sekitar 28 tahun dengan rambut putih dan wajah tampan.


"Aku sudah menunggu kehadiran dirimu, silahkan duduk dan kita bisa mulai pembahasannya" ucap pria muda dengan rambut putih tersebut.


"Sambutan yang baik pada musuhmu" sahut Sean sambil duduk di kursi yang sudah disediakan.


Sementara orang-orang yang dibawa olehnya berada disekitar sana berdiri dengan siaga, karena segala sesuatu mungkin saja terjadi pada saat ini.


"Aku tidak menganggapmu musuhku" jawab pria berambut putih itu.


Sesaat suasana hening sebelum pria rambut putih itu memulai percakapan.


"Pertama mari kita berkanalan, aku Mao Chengtian yang lebih dikenal sebagai harimau selatan" ucapnya.


"Sean, orang biasa" jawabnya.


"Hahahah....orang biasa macam apa yang bisa menguasai dua kota yang tidak kecil, bahkan kota SS yang besar itu" jawab Mao Chengtian.


"Jujur aku tidak suka basa-basi, jadi langsung saja sebutkan alasanmu meminta musuhmu ini datang kemari dengan alasan berdiskusi" ucap Sean.


"Baiklah, kalau memang itu maumu"


"Jujur awalnya aku terkejut ada orang yang bisa menguasai dua kota dengan waktu berdekatan macam kau, dan bahkan itu diwilayahku sendiri"


"Namun satu sisi aku senang, karena dengan begini wilayahku memiliki orang kuat lainnya selain diriku. Jadi jikalau terjadi pertempuran aku harap kau bersedia membantu harimau selatan ini" jelas Mao Chentian.


"Hanya itukah alasan dari pertemuan sekarang ini?" tanya Sean memastikan.


"Benar, tidak ada maksud lain apapun. Dan kau bebas memiliki dua kota itu ditanganmu, bahkan aku tidak akan meminta bayaran sebagai tuan wilayah" jawab Mao Chengtian.


"Jadi ceritanya aku bebas pajak darimu begitu?" tanya Sean memperjelas.


"Itu salah satu keuntungannya jika kau mau bekerja sama denganku soal ucapanku sebelumnya" jawab Mao Chengtian.


"Keuntungan kedua adalah kau bisa katakan pada para pengganggu wilayahmu dimasa depan bahwa kau temanku" jawab Mao Chentian.


"Hanya dua?" ungkap Sean.


"Hahahah....jangan terlalu serakah, tapi bagaimana jika kita berteman?" tanya Mao Chengtian.


"Hahahah.....Semudah itukah sang harimau selatan berteman dengan seseorang?" tanya Sean dengan tatapan yang saling beradu satu sama lain dengan sang harimau selatan Mao Chengtian.


Selagi mereka bertatapan suasana menjadi hening, namun Sean melakukan persiapa.


"Sistem berapa persen kemungkinan diriku menang jika melawan orang ini?"


{45%}


"Lalu bisakah kau berikan aku solusinya?"


{Sistem memiliki saran agar anda menguasai seni beladiri kuno saja}


"Woaaahh! Apakah nantinya aku bisa terbang atau bahkan menembakan bola api ditanganku sistem?"


{Tidak}


"Lalu apa gunanya seni beladiri kuni ini?"


{Seni beladiri Kuno}


{Membuat anda bisa memiliki gerakan cepat dan penuu tenaga serta tubuh keras melebihi batu bahkan hampir sekeras baja dan memiliki teknik-teknik bertarungnyang unik dan sulit dibaca}


"Kalau begitu gunakan layanan sistem miliku untuk Seni Beladiri Kuno"


{Layanan diberikan}


saat itu juga Sean dapat merasakan bahwasanya tubuh dan otot-ototnya serasa lebih mengencang dan bertambah kuat serta keras.

__ADS_1


Bahkan dalam pikirannya banyak bermunculan gerakan-gerakan beladiri yang menurutnya menganggumkan.


Saat menikmati momen bahagia karena dapat seni beladiri kuno dari layanan sistem, harimau selatan berbicara.


"Baiklah bagaimana jika kita buat sebuah permainan saja" jelasnya.


"Permainan apa itu?" tanya Sean.


"Kita bertarung dan yang jika kau kalah serahkan wilayahmu padaku, tapi sebaliknya jika aku yang kalah maka persyaratan sebelumnya akan bertambah dua" jelas harimau selatan.


"Apa dua syarat tambahan itu?" tanya Sean sambil berdiri mengikuti gerakan Mao Chengtian.


"Tambahan syarat pertama adalah kita bisa berteman, bagaimana?" tanya Mao Chengtian.


"Tidak masalah, lalu tambahan syarat yang kedua?" tanya Sean.


"Aku akan serahkan title dan wilayahku padamu sekaligus kau akan jadi penguasa di selatan ini, dan secara otomatis kau akan menjadi tuanku" elas Mao Chengtian.


"Hey....Apakah kepalamu itu baik-baik saja?" tanya Sean tidak percaya dengan tambahan syarat kedua yang dirinya dengan secara langsung dari mulut sang harimau selatan.


"Hahahahah.....Kau mungkin bingung dan sulit percaya dengan syarat tambahan kedua dariku, namun itu sungguhan tanpa kebohongan sama sekali" jawab Mao Chengtian jujur.


"Apa alasanmu melakukan itu jika aku boleh tahu" tanya Sean.


"Juju saja wilayah selatan ini paling lemah, dan aku selaku penjaga dan penguasa di selatan ini merasa cukup was-was" jawab Sean.


"Was-was?" tanya Sean makin bingung.


"Menjadi pemimpin suatu wilayah sebesar ini hanya dengan kekuatan diriku seorang aku merasa hampir tidak bisa mengendalikannya secara sempurna, maka dari itu aku cukup ketakutan jika suatu saat aku terkalahkan dan wilayahku ini diambil alih oleh pemimpin wilayah lainnya" jawab Mao Chengtian.


"Jika aku menang maka wilayah ini kan jadi milik diriku juga bukan?" tanya Sean.


"Tapi aku yakin bahwa kau orang baik dan jikapun aku kalah darimu saat ini maka aku setidaknya bisa tenang bahwa kau adalah orang yang hebat dan sepertinta pas sekali sebagai penguasa wilayah selatan ini" jawab Mao Chengtian.


"Jadi intinya kau kesepian dibangku penguasa selatan ini sekaligus ketakutan juga dari serangan tiga penguasa lainnya?" tanya Sean.


"Benar" jawab Mao Chengtian.


"Bukannya ada lima penguasa?" tanya Sean memastikan sesuatu.


"Satu orang itu tidak menguasai wilayah manapun, namun perlu kau tahu bahwa kami dulu keempat penguasa wilayah bertarung melawannya dan kalah. Sehingga kami mengakuinya sebagai penguasa utama daratan ini" jawab Mao Chengtian.


"Jika begitu aku terima tawaranmu ini" jawab Sean.


"Baguslah kau setuju akhirnya" jawab Mao Chengtian.


Mereka kembali saling tatap dan juga suasan hening menambah kesan yang mencekam didalam ruangan tersebut diantara kedua belah pihak yang sedang berhadapan saat ini.


Wush!


Keduanya bergerak maju lurus secara bersamaan dan sama-sama mengerahkan satu tinju lurus yang pada akhirnya saling beradu satu sama lain.


Boom!


Akibat dari beradunya kedua pukulan kuat itu tempat yang mereka pijak agak sedikit retak dan membentuk cekungan kedalam.


Sesaat keduanya saling pandang sebelum pada akhirnya bergerak cepat dan saling melayangkan pukulan masing-masing.


Bugk! Bagk! Bugk! Bagk!


Bagk! Bugk! Bagk! Bugk!


Terus demi terus mereka saling beradu pukulan hingga membuat para bawahan mereka yang ada disana terbengong melihatnya.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2