LAYANAN SISTEM

LAYANAN SISTEM
S2 Eps. 58


__ADS_3

Mendengar jawaban seperti itu dari wanita dihadapannya ini membuat dirinya heran.


"Kenapa kau tidak bisa melakukannya?" tanya Sean.


Wanita tersebut diam sesaat sebelum menjawab "aku diancam"


"Diancam bagaimana?" tanya Sean.


"Ayahku bekerja di perusahaan milik keluarga Jia Yu, jadi jika aku memberikan perlawanan padanya maka ayahku yang akan menerima akibatnya" jawab wanita tersebut.


"Jadi leader dari para wanita kasar itu bernama Jia Yu, dan jika boleh aku tahu dimana ayahmu itu bekerja?" tanya Sean.


"SLC Group" jawab wanita itu.


Sean paham situasinya, dan berkata "boleh kenalan?"


Wanita tersebut menatap kearah Sean dan menjawab "sebaiknya kau jangan dekat-dekat denganku jika tidak mau terlibat masalah dengan keluarga Jia Yu"


"Bagaimana jika aku berkata bahwa aku tidak takut dengan keluarga Jia Yu, dan tetap ingin dekat-dekat denganmu?" tanya Sean dengan santai sambil tersenyum.


Wanita tersebut terdiam mendengar ucapan Sean barusan, kemudian Sean mendekati wanita tersebut dan memeluknya dengan penuh perasaan.


"Mulai sekarang akan kulindungi dirimu dari segala marabahaya apapun itu" ucap Sean sambil mengelus-ngelus punggung wanita tersebut.


Merasakan perasaan tulus dan sikap hangat yang ditunjukan Sean padanya membuat diringa menangis dan membenamkan kepalanya pada dada bidang milik Sean.


Sean terus memeluk dan memberikan rasa ketenangan pada wanita yang sedang menangis saat ini didalam pelukannya.


Sampai sekitar beberapa menit berlalu sudah, wanita tersebut tertidur.


"Sistem pindahkan aku ke UKS"


Wush.


Sean dengan wanita dipelukannya itu seketika berpindah tempat dan muncul di UKS.


Sean membaringkan wanita tersebut diatas tempat tidur disana, dan menyelimutinya.


Dengan lembut dan penuh perhatian Sean menghapus jejak air mata di wajahnya.


"Pada akhirnya aku masih belum mengetahui namanya"


Sean kemudian pergi dari UKS dan kembali ke kelas.


Sampai kelas dirinya langsung duduk tenang di bangkunya sendiri, dan tepat saat itu juga bell tanda masuk telah terdengar.


... --------------...


Waktu pulang sekolah tiba, Sean sengaja keluar kelas paling akhir karena harus menemui para kronco itu digudang belakang sekolah sebentar lagi.


Tapi dirinya dibuat terkejut dengan keberadaan dari wanita yang dirinta bawa ke UKS tadi menghampiri dirinya sekarang ini.


"Hey" sapa wanita tersebut.


Sean menoleh dan mendapati wanita itu tengah menatap kearahnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Kamu sudah bangun rupanya" ucap Sean sambil tersenyum dan berdiri dihadapannya.


"Yun Zi" ucap wanita itu.


"Yun Zi?" tanya Sean heran.


Wanita itu menganggukan kepalanya dan berkata "Ya, namaku Yun Zi dan siapa namamu?"


"Sean" jawabnya.


Yun Zi tiba-tiba memeluk lengan Sean dengan erat sampai-sampai buah dada yang lembut miliknya itu menempel dilengannya dan dapat terasa dengan jelas.


"Yun Zi, bukankah kamu memeluk lenganku terlalu erat?" tanya Sean.


Dengan suara pelan dan wajah menggemaskan, serta pandangan mata imut Yun Zi berkata "gak boleh?"

__ADS_1


Sean tersenyum dan menjawab "baiklah, tapi sepertinya kamu lebih baik sembunyi terlebih dahulu saat ini sampai aku datang lagi menjemput dirimu"


"Kenapa?" tanya Yun Zi.


"Aku haru membereskan Jia Yu dan gengnya terlebih dahulu, jadi kamu sembunyilah dulu" pinta Sean.


"Hati-hati dan pastikan kamu kembali menjemput diriku dalam keadaan selamat dan baik-baik saja" pinta Yun Zi.


Sean tersenyum dan mengecup keing Yun Zi dengan lembut sebelum berkata "kalau begitu sembunyilah disini terlebih dahulu, dan jangan keluar dari kelas ini selama aku belum kembali"


"Ehm" jawab Yun Zi patuh sambil menganggukan kepalanya.


Sean kemudian meninggalkan Yun Zi yang bersembunyi didalam kelas, sedangkan dirinya saat ini sudah tiba digudang belakang skolah.


Terlihat ada Jia Yu dengan banyak orang lainnya disana, dan sudah jelas dirinya tidak bisa untuk tidak bertarung melawan mereka semua yang ada.


"Jadi hanya segini orang yang telah berhasil kau kumpulkan untuk balas dendam padaky Jia Yu?" ucap Sean dengan santai.


"Kau akan membayar atas segala yang telah kau perbuat padaku selama ini" ucap Jia Yu dengan penuh emosi.


Tanpa bisa dihindari pertempuran terjadi, dan Sean berhadapan langsung dengan 10 orang siswa laki-laki yang terkenal sebagai preman sekolah serta 5 orang preman sekitar yang kemungkinan dibayar untuk berkelahi saat ini melawan dirinya.


Namu semua itu masihlah tidak akan berguna dan tidak apa-apanya dihadapan dirinya yang memiliki kemampuan Raja Tentara.


Satu demi satu orang-orang yang menyerang dirinya diberikan pukulan kuat dan keras pada setiap anggota badan mereka.


Bahkan mereka semua tidak bisa mendaratkan satu pukulanmu pada dirinya saat sedang bertarung sekarang.


Sampai terbuktilah hasil akhirnya dimana semua orang-orang yang dibawa oleh Jia Yu telah dikalahkannya dengan mudah tanpa perlu usaha berlebih.


Jia Yu dengan tiga antek-anteknya itu merasa gemetar ketakutan dengan melihat kejadian sekarang ini.


Sean memandang Jia Yu dan tiga anteknya dengan tatapan intimidasi.


"Keluargamu adalah pemilik SLC Group, benar?" tanya Sean.


Jia Yu seketika merasa masih punya peluang untuk balas dendam pada Sean ketika mengingat masih punya keluarganya yang berkuasa.


"Kau lebih baik segera bersujud dihadapanku dan meminta maaf segera, karena jika tidak kau akan mengalami kehidupan menyedihkan setelah ini!!!" teriak Jia Yu penuh percaya diri.


"Kau pikir aku akan takut dengan keluargamu?" tanya Sean.


Jia Yu seketika terdiam begitu mendengar perkataan Sean dan bahkan langsung memiliki pikiran yang menurutnya tidak mungkin.


Dimana Jia Yu sesaat berpikir apakah laki-laki dihadapannya ini memiliki kekuasaan keluarga yang lebih besar dari keluargany? Namun Jia Yu menyangkal pikiran tersebut dengan segera.


Tapi nyatanya takdir tidak berpihak padanya saat ini, dimana kenyataan yang harus dirinya hadapi begitu pahit.


Sean yang melihat sikap dan gerak-gerik Jia Yu bisa menebak apa yang ada didalam isi pikirannya saat ini.


"Aku tahu apa yang tengah kau pikirkan sekarang, dan memang aku lebih berkuasa dari keluargamu" ucap Sean.


Seketika Jia Yu merasakan tubuhnya melemas dan bahkan terduduk diatas lantai dengan lemas, begitupun dengan tiga anteknya itu.


"Aku akan buat kau merasakan penderitaan hidup mulai dari sekarang!"


Sean kemudian meminta layanan sistem pertamanya, untuk membuat seluruh keluarga Jia Yu hidup dalam keadaan menderita dan penuh akan tekanan dari berbagai pihak.


Sistem dengan senang hati menerima permintaan dari sang tuan Sean.


Sehingga resmilah sejak hari itu keluarga Jia yang merupakan salah satu keluarga dalam golongan kaya di kota Guandong telah hancur dan jatuh miskin.


"Nah mulai sekarang nikmatilah kehidupan penuh penderitaan yang menanti dirimu mulai dari sekarang" ucap Sean sebelum berbalik pergi meninggalkan Jia Yu dan semua orang lainnya di dalam halaman gudang belakang sekolah.


Sean menemui kembali Yun Zi yang dengan setia menunggu dikelasnya seperti apa yang dirinya perintahkan.


Yun Zi yang melihat Sean kembali dengan selamat dan baik-baik saja dalam keadaan utuh tanpa kekurangan apapun langsung memeluk dirinya erat.


"Syukurlah kamu selamat dan baik-baik saja" ucap Yun Zi dalam pelukan Sean.


Sean membalas pelukan Yun Zi dan berkata "sekarang kita pulang"

__ADS_1


Yun Zi memgangguk sebagai jawaban dan mereka pergi bersama meninggalkan limgkungan sekolah.


Sean dengan Yun Zi saat ini tengah berada didalam taxi.


"Mulai sekarang kamu akan baik-baik saja, karena aku sudah mengurus Jia Yu dan keluarganya" ucap Sean.


Yun Zi yang tengah menyenderkan kepalanya pada bahu Sean merasa sangat terkejut.


"Bagaimana bisa seperti itu?" tanya Yun Zi heran.


"Kamu tidak perlu memikirkannya terlalu jauh, dan yang perlu kamu ketahui adalah kamu dan keluargamu mulai dari sekarang akan hidup lebih baik lagi dari sebelumnya" ucap Sean.


"Benarkah?" tanya Yun Zi.


Chu~


Satu kecupan berhasil Sean berikan pada bibir Yun Zi, dan itu sukses membuat Yun Zi merona merah mukanya dan malu.


Apalagi sang supir taxi hanya bisa pura-pura tidak tahu dan tetal fokus menyetir tanpa menghiraukan keberadaan dari pasangan muda dibelakangnya.


"K-amu...A-pa yan-g kam-u la-kukan?" tanha Yun Zi terbata-bata.


"I LOVE U" ucap Sean tepat ditelinga Yun Zi.


Deg!


Saat itu juga jantung dan hati Yun Zi serasa berhenti berdetak sesaat sebelum akhirnya berdetak lebih cepat.


Yun Zi masih diam memproses apa yang dikatakan oleh Sean barusan tepat ditelingannya.


Sean sendiri tersenyum melihat ekspresi Yun Zi barusan.


"Kamu tidak perlu jawab sekarang jika belum siap" ucap Sean.


Namun tanpa diduga, Yun Zi malah mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Sean membalas perlakuan Yun Zi tersebut dengan lembut.


Dan yang menjadi korban disana adalah sang supir taxi yang lagi-lagi dijadikan obat nyamuk bagi pasangan muda itu.


Selepas ciuman berkahir, Yun Zi menyandarkan kepalanya pada dada bidang Sean.


"Aku juga cinta kamu" jawab Yun Zi atas pernyataan cinta Sean.


Sean yang mendapatkan jawaban memuaskan langsung merasa senang, dan mencium puncuk kepala Yun Zi.


... -----------...


Selepas menempuh perjalanan dengan taxi selama 15 menit, kini Sean sudah berada di rumah Yun Zi.


Mereka langsung masuk kedalam rumah, dan mendapati sebuah kejutan untuk Sean.


"Aku pulang" ucap Yun Zi begitu membuka pintu dan masuk kedalam rumah dengan diikuti oleh Sean dibelakangnya.


Semua orang didalam rumah membalas ucapan Yun Zi, karena kebetulan semua orang berada diruangan tamu.


"Selamat datang" jawab semua orang didalam sana.


Sean benar-benar merasa terkejut ketika melihat kedua orang tuanya berada disana.


"Ayah....Ibu, Kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Sean dengan terkejut.


"Wah....Sepertinya ini memanglah takdir" ucap sang ibu dengan dibarengi senyuman.


"Duduklah dulu nak, dan kita bisa bicara dengan benar" ucap sang ayah dengan tenang.


Sean kemudian duduk bersama dengan mereka, begitupun dengan Yun Zi yang ikut duduk bersama dengan mereka disana.


Obrolanpun berlangsung dari mulai perkenalan terlebih dahulu, sampai ke inti pembicaraan yang dimaksudkan oleh kedua belah pihahk keluarga mereka.


Bersambung......


Jangan lupa kasih dukungan kalian.

__ADS_1


Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


__ADS_2