
Sean yang baru sampai dirumah heran karena tidak mendapati satu orangpun dirumahnya.
"Kemana mereka semua pergi?" ucap Sean berpikir.
"Sistem lacak keberadaan mereka"
{Layanan diberikan}
{Mereka sekarang berada di Rumah Sakit Shenzhi}
"Rumah sakit?"
"Apakah telah terjadi sesuatu pada mereka?"
Sean yang hendak kembali keluar rumah untuk masuk kedalam mobil dihentikan oleh sistem.
{Anda tidak perlu khawatir}
"Maksudmu?"
{Sekitar dua puluh menit lagi mereka akan kembali dan sampai dirumah ini}
"Kalau begitu aku akan menunggu dididalam saja"
Sean kembali masuk kedalam rumah dan menunggu kedatangan mereka semua sambil duduk di sofa yang empuk.
20 menit telah berlalu.....
Akhirnya yang ditunggu-tunggu sedari tadi telah tiba.
Sean langsung menghampiri kedua wanitanya yang nampak terlihat sedikit pucat kondisinya.
"Kalian berdua kenapa hm?" tanya Sean sambil memeluk keduanya.
Semua orang disana tersenyum dan hanya diam saja.
"Kami hanya sedikit lelah dan mual" jawab Xu Qin.
"Kalian sakit apa?" tanya Sean.
"Nak lebih baik kamu bawa mereka masuk terlebih dahulu kedalam kamar" ucap ayah Xu Qin.
"Baiklah" jawab Sean.
Dengan perlahan Sean memapah keduanya dengan bersamaan menuju kamar utama mereka di lantai atas.
Sedangkan keluarganya memilih duduk dan bersantai di ruangan bawah.
Saat ini, Sean yang berada didalam kamar dengan kedua wanita langsung bertanya soal apa yang terjadi pada keduanya.
"Kalian habis dari mana?" tanya Sean.
"Kami dari rumah sakit" jawab Luoxue.
"Kalian sakit apa? Dan kenapa tidak menghubungi diriku?" tanya Sean.
Keduanya hanya tersenyum dan Xu Qin menjawab "kami tidak sempat menghubungimu, karena ayah dan ibu langsung membawa pergi kami ke rumah sakit denga segera sebelumnya"
"Begitu, lalu apa kata dokter saat hasil pemeriksaan usai?" tanya Sean.
"Dokter bilang kami sehat, dan......" ucapan Luoxue tidak diteruskan dan sukses membuat Sean penasaran.
"Dan?" tanya Sean.
"Kami berdua positiv hamil" jawab Xu Qin.
Sesaat Sean terdiam begitu mendengar perkataan Xu Qin barusan.
__ADS_1
Luoxue dan Xu Qin tersenyum melihat sikap sang suami sekarang yang terlihat blank.
"Hihihi.....Sayang gak seneng?" tanya Luoxue.
"Ini serius?" tanya Sean memastikan.
"Iya bener" jawab Xu Qin.
Seketika Sean memeluk keduanya dan berkata "terimakasih"
Luoxue dan Xu Qin membalas pelukan penuh kasih dan sayang sang suami.
Pada akhirnya sejak saat itu Sean mulai protektif pada kedua wanitanya, apapun yang mereka inginkan akan langsung diberikan oleh Sean.
Dan keduanya benar-benar dilarang melakukan hal apapun yang menurutnya berbahaya bagi kedua istrinya itu.
Kedua keluarga yang melihat sikap Sean yang benar-benar terlihat sangat protektif pada kedua istrinya begitu senang karena itu artinya dia benar-benar sayang.
...----------...
"Suami kami bosan" ucap Luoxue.
"Kalian bosan?" tanya Sean.
Keduanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Lalu apa yang kalian inginkan?" tanya Sean.
"Boleh jalan-jalan tidak?" tanya Xu Qin.
"Kalau begitu ayo kita jalan-jalan bersama" jawab Sean.
"Asyiik!" teriak keduanya bahagia.
Sean membawa kedua wanitanya pergi jalan-jalan ke taman sekalian jalan santai sebagai bentuk olagraga tubuh mereka.
Taman tersebut juga ramai akan pengunjung jadi tidak hanya ada mereka bertiga saja disana.
Tapi baru saja mereka bertiga duduk di bangku taman, ada terdengar teriakan orang-orang di dekat mereka.
Sean menghentikan salah satu pemuda yang tengah berlari untuk bertanya "hey apa yang terjadi?"
"Kalian sebaiknya pergi juga dari sini, karena ada seorang pria yang hendak melakukan bom bunuh diri" jelas pemuda tersebut.
Sean yang mendengar itu seketika langsung waspada dan menyuruh kedua wanitanya berada tetap didekat dirinya.
Sean melihat kearah yang ditunjukan pemuda sebelumnya dan benar saja disana ada seorang pria tengah mengenakan rompi berisi bom dan menyandra seorang wanita dan anak kecil.
Melihat hal tersebut membuat Sean ingin bertindak, tapi siapa sangka akan ada yang bertindak lebih cepat daripada dirinya.
Ada dua orang yang bergerak cepat dari arah belakang pria dengan bom tersebut dan melakukan serangan mematikan.
Yang satu memukul pria dengan bom tersebut dan yang satu menyelamatkan kedua sandra.
Yang membuat pada akhirnya situasi agak sedikit aman, tapi masih ada bahaya yang berlaku yaitu bom yang masih aktif dengan pemicu waktu mundur yang berjalan.
"Kalian segera masuk ke mobil" perintah Sean.
Dengan cepat Luoxue dengan Xu Qin pergi masuk kedalam mobil yang diparkir agak jauh dari lokasi sebelumnya.
Sean sendiri mendekati pria dengan bom tersebut yang dijaga oleh kedua orang sebelumnya.
"Jangan kemari dan segera pergi dari sini" ucap wanita yang salah satu dari dua orang yang telah beraksi sebelumnya menghentikan pria yang hendak melakukan bom bunuh diri.
"Aku akan mematikan bom nya" jawab Sean.
"Apakah kau yakin?" tanya si pria yang datang dengan wanita sebelumnya.
__ADS_1
"Serahkan saja padaku" jawab Sean.
Dengan perlahan Sean mendekati pria dengan rompi bom tersebut yang kini telah pingsan, lalu berkata "apakah ada yang punya gunting atau benda tajam lainnya?"
Si pria menyerahkan sebuah pisau lipat pada Sean, lalu Sean mulai memperhatikan struktur bom pada rompi yang terpasang di badan pria tersebut yang tengah pingsan.
"Sistem beritahu aku apa kabel mana yang perlu diputuskan untuk menghentikan bom ini"
{Layanan diberikan}
{Putuskan kabel dengan berurutan dari mulai merah, kuning kemudian hijau muda}
Dengan segera Sean memotong kabel sesuai dengan urutan yang diberikan sistem sebelumnya, yaitu kabel merah pertama kemudian disusul kabel kuning dan yang terkahir adalah kabel hijau muda.
Benar saja setelah ketiga kabel terpotong, waktu pemicu ledakan pada bom telah berhenti dan bom berhasil dinonaktifkan.
Sean berdiri dari posisi jongkoknya dan berbalik menatap kedua orang dihadapan dirinya sekarang sambil mrngembalikan pisau ditangannya pada pria tadi.
"Senua sudah terkendali, sekarang lebih baik kita bawa orang ini ke kantor polisi" ucap Sean.
"Tidak perlu, kami akan bawa pria ini" jawab wanita sebelumnya.
"Maksudnya?" tanya Sean belum paham.
"Kami punya hak dalam hal begini untuk menanganinya, jadi kau tidak usah memikirkan terlalu jauh soal ini. Juga skill yang hebat barusan" puji si pria yang memberikan pisau.
"Kalau begitu, aku pergi dulu dan sampai jumpa" ucap Sean sambil berbalik pergi.
Namun baru beberapa langkah saja sean sudah dipanggil oleh wanita tadi.
"Tunggu, kau.....siapa namamu?" tanya wanita itu.
Sean berbalik dan menjawab "Xin Sean"
Mendengar marga Xin disebutkan membuat kedua orang dihadapannya itu agak sedikit tertegun.
"Xin....apakah kau dari keluarga Xin yang merupakan keluarga terkaya dan paling berkuasa di kota ini?" tanya wanita tersebut.
"Benar, apakah ada masalah?" tanya Sean.
"Aku tidak menyangka ada anggota keluarga Xin sepertimu" ucap wanita tersebut.
"Maksudnya?" tanya Sean.
"Kabanyakan yang aku tahu semua anggota keluarga Xin itu dalam bidang bisnis dan dangat sibuk, namun kau seperti bebas tanpa ada pikiran soal bisnis yang menyebalkan itu" jawab wanita sebelumnya kembali berkata.
"Aku tidak terlalu peduli dengan hal bisnis" jawab Sean.
Pria yang sedari tadi diam berbicara "lalu apakah kau tertarik jika bekerja dengan kami?"
"Oh.....Apa itu?" tanya Sean.
Pria tersebut memberikan sebuah kartu dan ketika dilihat oleh Sean ada logo dan tulisan tidak biasa disana.
Terdapat sebuah logo Perisai merah dengan sebuah pedang dan senjata menyilang.
Sean yang melihat hal tersebut bingung dan berkata "ini....."
Bersambung......
Note : Maaf ya author sedang sibuk jadi agak susah buat sempetin waktu untuk nulis, inipun cuma dikit.
Maafin ya.....
Dan akan author usahakan agar bisa up seperti biasanya nanti jika sudah selesai urusan.
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
__ADS_1
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.