
Pertarungan sengit terus saja berlangsung, terlihat keduanya masih sama-sama belum mengerahkan kekuatan terkuat masing-masing.
Sampai akhirnya Sean yang malas membuang-buang waktu langsung memilih mengakhiri permainan tersebut.
"Aku tidak mau berlama-lama bermain, jadi akan kuakhiri ini" ucap Sean sambil dengan secara tiba-tiba bergerak lebih lincah dan cepat.
Peningkatan gerakan yang dilakukan oleh Sean membuat Mao Chengtian yang berjuluk harimau selatan itu kesulitan mengikuti dan mengimbangi pergerakan yang dilakukan oleh Sean.
Dan tanpa bisa dirinya hindari, hujaman serangan kuat dan cepat menerpa seluruh anggota badannya. Bahkan mengenai seluruh titik-titik di tubuhnya saat itu juga.
Bugk! Bagk! Bugk! Bagk!
Bagk! Bugk! Bagk! Bugk!
Sean mengerahkan 32 pukulan telak pada seluruh anggota tubuh Mao Chengtian dan berhasil mengenai titik-titik ditubuhnya.
Mao Chengtian tidak bisa menghindari semua serangan telaj yang diberikan Sean pada tubuhnya, yang mana membuat dirinya langsung tumbang tidak bertenaga diatas lantai.
Sean yang melihat Mao Chengtian telah rubuh berhenti menyerang dan berdiri sambil menatap kearahnya.
"Kau kuat, namun masih belum cukup hebat untuk menjadi lawanku" ucap Sean.
"Khuhk!....Heh...Heh.....Kekuatanmu hebat, bahkan aku yakin kau tidak mengeluarkan setengah dari kekuatan yang kau miliki" ucap Mao Chengtian memuji.
"Jadi aku menang dan sesuai perjanjian" ucap Sean.
"Khuk....Baiklah aku mengaku kalah dan sesuai perjanjian aku sekarang menjadi bawahanmu, serta seluruh wilayah di selatan menjadi milikmu" jawab Mao Chentian sambil berusaha bersujud dihadapan Sean.
"Baiklah, perintah pertama dariku pulihakan dirimu terlebih dahulu. Aku akan kembali kerumah sekarang, soal urusan kedepannya kita bisa bicarakan setelah kau pulih dari cidera dan luka-luka yang kau alami sekarang" ucap Sean sambil pergi meninggalkan tempat tersebut dengan diikuti oleh seluruh bawahannya.
... -----------...
Pukul 4.50 pagi.
Sean baru saja tiba dirumah, dan begitu masuk kedalam kamar masih mendapati kedua wanitanya yang masih tertidur pulas dibalik selimut tebal yang hangat diatas tempat tidur.
Sean pergi mandi barulah setelah selesai dengan kegiatan bersih-bersih, dirinya pergi kembali tidur dengan memeluk kedua wanitanya.
Tapi tak disangka Xu Qin terbangun.
"Sayang...." ucap Xu Qin dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
"Stttt....tidurlah lagi" ucap Sean sambil menarik Xu Qin kembali kedalam dekapan hangatnya.
Xu Qin sendiri kembali memejamkan mata sambil memeluk tubuh Sean.
Hingga mereka kembali tidur dengan pulas tanpa ada gangguan apapun.
Pagi harinya.
Sean masih belum bangun, dan kedua wanitanya sudah bangun lebih dulu.
"Selamat pagi kakak Xu" sapa Luoxue.
"Selamat pagi adik Ji" jawab Xu Qin.
Mereka menoleh kearah yang sama dan mendapati Sean yang masihlah tertidur dengan begitu pulas.
"Kelihatannya dia kecapean, tapi memangnya kemarin dia melakukan hal yang berat ya?" tanya Luoxue kebingungan.
"Biarlah dia istirahat dan jangan kita ganggu" ucap Xu Qin.
"Bagaimana kalau kita siapkan makanan untuknya, siapa tahu nanti dia bangun seusai kita memasak" usul Luoxue.
"Ide yang bagus" jawab Xu Qin.
Sementara kedua wanitanya pergi memasak makanan, Sean masih tetap nyaman dialam mimpinya.
Sampai setengah jam kemudian, barulah Sean membuka mata dari tidurnya.
"Hoammm"
"Akibat kejadian semalam aku jadi kurang tidur, dan kemana dua bidadari itu?" tanya Sean kebingungan pada dirinya sendiri.
Sean lalu memutuskan untuk mandi kemudian berganti pakaian, tepat setelah dirinya selesai berpakaian terdengan suara Xu Qin memanggil namanya.
"Sayang, kau sudah bangun?" tanya Xu Qin dari luar kamar.
__ADS_1
Sean berjalan kearah pintu dan membukanya.
"Akhirnya kamu bangun, ayo kita makan" ucap Xu Qin.
"Baiklah, cantik" jawab Sean dengan sedikit menggoda.
Dengan berjalan bersama mereka turun dari lantai atas menuju lantai bawah dan sampai di meja makan.
Setelah semua duduk barulah kegiatan makan dimulai.
... ------------...
Saat ini Sean tengah berada di kantornya.
Dirinya tengah memeriksa semua berkas dan laporan yang ada di meja kerjanya.
"Semua tidak ada masalah, dan aku rasa akan mulai sedikit kerepotan setelah kejadian semalam" gumam Sean memikirkan kedepannya akan seperti apa setelah kejadian pertarungan semalam dengan harimau selatan.
Saat tengah berpikir, terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk" ucap Sean.
Pintu terbuka dan masuklah No.1 kedalam ruangan kerjanya.
"Ada apa?" tanya Sean.
"Tuan Mao mengirimkan orang untuk membicarakan soal kekuasaan wilayah dengan anda" ucap No.1 menyampaikan.
"Baiklah, suruh orang itu masuk" jawab Sean.
No.1 mengangguk sebagai jawaban dan berbalik pergi keluar ruangan untuk menjemput orang yang diutus oleh sang harimau selatan.
Sampai tidak lama kemudian datanglah kembali No.1 dengan membawa seorang wanita cantik dengan pakaian khas kantoran.
"Selamat pagi tuan muda Sean" sapa wanita tersebut hormat.
"Pagi, silahkan duduk" jawab Sean santai.
Lalu mereka bertiga mengobrol mengenai banyak hal yang bersangkutan tentang pemindahan kekuasaan dari tangan Mao Chengtian kepada Sean.
Sean yang mendengar perkataan Meiyue terkejut, begitupun dengan No.1.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Sean.
"Tuan Mao bilang mulai sekarang anda adalah tuan baru saya" jawab Meiyue.
"Aku menolak" jawab Sean.
"Tapi-" ucapan Meiyue dipotong oleh Sean.
"Jika kau mau kau bisa jadi pengurus perusahaanku di TECNA, namun perlu diingat bahwa kau bukanlah budak atau wanitaku melainkan orangku, paham?" tanya Sean.
"Baik tuan, bawahan mengerti" jawab Meiyue.
Selepas percakapan usai, Meiyue pamit undur diri untuk melaporkan hasil pembicaraan sebelumnya pada Mao Chengtian.
Sean sendiri kembali duduk santai di kursi kerjanya.
Dan dirinya mulai berpikir apakah baik jika hidup macam Mafia atau penguasa seperti sekarang ini?
Tapi dirinya sudah terlibat dan agak sulit untuk kembali kepada kedamaian setelah mengetahui hal sebanyak ini mengenai daratan ini.
Sean yang sedang dilanda kebingungan saat ini perhatiaanya teralihkan pada masalah pernikahannya.
"Aku akan mempersiapkan pernikahanku terlebih dahulu" ucap Sean sambil kemudian setelah itu menghubung Luoxue dan Xu Qin agar datang ke kantornya.
30 menit kemudian......
Kedua wanita itu sudah datang.
Nampak keduanya menampilkan wajah berseri bahagia, dan itu semua karena mereka mendengar ucapan dirinya mengenai rencana pernikahan mereka.
"Sayang apakah kau serius?" tanya Luoxue.
"Aku serius, duduklah dulu" jawab Sean.
Keduanya langsung duduk di kedua paha Sean.
__ADS_1
"Kalian ini....." ucap Sean sambil menghela nafas dan geleng-geleng kepala.
"Apa alasanmu memutuskan pernikahan kita lebih cepat?" tanya Xu Qin.
"Apakah kalian tidak suka?" tanya Sean.
"Kami suka, kami cuma tanya kenapa kamu memutuskan pernikahan lebih cepat?" tanya Luoxue.
"Agar aku bisa segera menikmati kalian sepenuhnya" jawab Sean jujur.
"Hihihihi.....jika sayang mau sekarang juga boleh kok" goda Xu Qin.
"Jangan menggoda" jawab Sean.
"Hahahahah" Luoxue dengan Xu Qin tertawa bersama, sementara Sean menghela nafasnya melihat kelakuan mereka berdua ini.
Pada akhirnya hari itu mereka pergi menemui keluarga Ji dan Xu yang kemudian mengatak bahwa mereka akn melakukan pernikahan tiga hari lagi.
Kedua keluarga besar tidak ada yang menolak, atau lebih tepatnya tidak berani menolak. Bahkan bagi Xin Si sangat-sangat senang sekali mendengar kabar baik tersebut.
Sementara Xu Qin dan Luoxue yang baru saja mengetahui kenyataan besar bagi mereka mengenai identitas sang kekasih sangat-sangat terkejut sekali.
Pasalnya kekasih mereka ini adalah generasi kaya dari keluarga besar No.1 di kota SS.
Selesai dengan urusan minta restu, Sean dengan kedua wanitanya segera mempersiapkan semuanya demi acara pernikahan mereka tiga hari yang akan mendatang.
Sementara di lain tempat.
Mao Chengtian yang baru saja selesai mendengarkan penjelasan Meiyue kedatangan tamu tidak terduga.
Mao Chengtian kehadiran penguasa barat,timur dan utara dikediamannya saat ini.
"Harimau selatan, bagaimana bisa kau berakhir dengan begitu menyedihkan seperti sekarang ini?" tanya seorang pria yang seumuran dengan Mao Chengtian.
"Khe....Kalian bertiga mungkin akan sulit percaya dengan ceritaku ini, tapi aku dikalahkan oleh orang baru yang muncul diwilayahku sendiri" jawab Mao Chengtian.
"Apakah sebegitu kuatnya orang baru itu? Sampai-sampai kau berakhir dengan kondisi seperti sekarang?" tanya seorang pria yang lebih muda dari Mao Chengtian.
"Khe....aku bahkan merasa bersyukur dia bersedia memberikan kesempatan bagiku agar tetap bisa hidup didunia ini" jawab Mao Chengtian.
"Sekuat itu?" tanya pria lainnya dengan rambut biru.
"Aku hanya bisa katakan pada kalian bertiga, bahwa dia benar-benar kuat dan bahkan mungkin sebanding dengan orang itu" jawab Mao Chengtian.
Ketiga orang disana yang mendengar penuturan dari sang harimau selatan merasa tertegun dan terkejut, karena mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Mao Chengtian.
"Kau jangan bercanda harimau selatan, apakah dia sekuat itu sampai bisa disandingkan dengan orang itu?" tanya pria yang berambut biru.
"Dengarkan aku, Jika kalian bertarung dengannya barulah kalian pasti bisa merasakan dan menilai kekuatannya sendiri" jelas Mao Chengtian.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang harimau selatan?" tanya pria yang sekiranya seumuran dengan Mao Chengtian dengan gaya rambut merah.
"Maksudmu?" tanya balik Mao Chengtian.
"Apakah kau tidak ada niat balas dendam? Jika ada kami siap bantu jika memang dia sekuat itu" jawab pria dengan rambut hitam.
"Hahaha.....Aku sudah jadi bawahannya sekarang, bahkan mungkin dia lebih baik dan lebih bagus untuk memimpin selatan daripada diriku ini" jawab Mao Chengtian.
!
Ketiga orang tersebut kembali dibuat terkejut dengan perkataan dari Mao Chengtian barusan, sang harimau dengan mudah ditaklukan?
"Kau apakah serius menjadi bawahannya? Atau hanya sandiwara untuk menunggu waktu yang tepat agar bisa balas dendam padanya?" tanya pria dengan rambut merah.
"Aku serius, dan jika aku boleh saran ketika kalian bertemu dengannya maka harus berhati-hati dan jangan sampai berakhir dalam kondisi lebih buruk daripada diriku sekarang" jawab Mao Chengtian mengingatkan.
"Dan lagi dia menjanjikan menurutku" tambah Mao Chengtian.
Kembali pada Sean yang kini sibuk kesana dan kemari mengurus semua persiapan pernikahan mereka, walau sudah usul untuk menyuruh orang saja namun kedua wanitanya menolak ajakan itu dan bersikukuh ingin mereka bertiga saja yang mengurus semua persiapan pernikahan mereka sekarang sampai dengan selesai.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1