
Sampaj di tempat pesat berlangsung, Sean dengan Yun Zi keluar dari mobil setelah parkir.
Kemudian mereka masuk kedalam dan mulai bergabung dengan pesta malam hari itu.
Baik itu Sean ataupun Yun Zi dengan mudah bergaul bersama semua orang yang hadir disana.
Hingga jam 9 malam tiba, Yun Zi dengan Sean pamit pulang walau pesta ulang tahun belum selesai.
Sean mengantarkan Yun Zi pulang kerumah terlebih dahulu untuk berganti pakaian, dan kemudian mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk bergantian jaga dengan Yun Mei.
...------...
Esok pagi harinya.
Sean bangun lebih awal dan seperti kemarin, dirinya langsung membeli sarapan untuk pagi hari itu.
Setelah selesai sarapan bersama-sama, Sean dengan Yun Zi bergantian jaga dengan Yun Mei yang sudah datang di pagi hari.
Lalu mereka seperti hari-hari biasanya berangkat ke sekolah.
Dan disekolah mereka belajar seperti biasanya tidak ada gangguan sama sekali, sampai ketika tengah jam istirahat tiba.
Yun Zi mendapatkan kabar dari sang ibu bahwa ayahnya sudah diperbolehkan pulang kerumah.
Yun Zi begitu bahagia mendengarnya dan begitupun dengan Sean yang ikut senang mendengar kabar tersebut.
"Karena ayah sudah sembuh, jadi kita tidak perlu pergi ke rumah sakit lagi" ucap Yun Zi setelah selesai menelpon.
"Jadi bisa kita jalan-jalan?" tanya Sean.
"Memangnya kamu mau ajak aku kemana hari ini?" tanya Yun Zi.
"Mau pergi ke villa miliku?" tanya Sean.
"Villa?" tanya Yun Zi.
"Benar, aku memiliki villa di greenfield" jawab Sean jujur.
"Kalau begitu aku ikut" jawab Yun Zi.
"Baguslah, dan kita akan pergi nanti sore" jawab Sean.
"Sehabis pulang sekolah kita akan langsung pergi kesana?" tanya Yun Zi.
"Tidak, kita pulang kerumah dulu baru setelah itu pergi ker villa greenfield" jawab Sean.
"Ehm" jawab Sean.
Selesai keduanya makan siang, Sean dengan Yun Zi kembali ke kelas masing-masing.
...------------...
Waktu pulang sekolah tiba.
Sean langsung mengantarkan Yun Zi pulang kerumahnya dan setelah itu dirinya pulang kerumah sendiri.
Sampai rumah dirinya mendapatkan kabar dari sebas yang sudah ditunggu-tunggu sedari kemarin.
"Bagaimana?" tanya Sean.
"Saya sudah dapatkan tempatnya tuan, dan maaf telat memberikan kabar" jawab Sebas.
"Baiklah kalau begitu aku akan kesana sekarang jadi jemput aku dirumah" perintah Sean.
"Baik tuan" jawab Sebas.
Panggilan telpon diakhiri, Sean segera bersiap untuk pergi dengan sebas.
20 menit kemudian Sebas tiba dengan membawa mobil BMW.
Lalu mereka pergi bersama-sama menuju tempat yang mereka tuju.
Sampai di lokasi, Sean melihat sebuah bangunan tiga tingkat dan berukuran luas. Ditambah dengan ruangan bawah tanah.
"Tempat yang bagus dan tersembunyi, juga berlokasi tidak jauh dari kota besar" ucap Sean.
"Benar tuan, dan ini akan jadi lokasi yang cocok saya kira" jawab Sebas.
"Kalau begitu aku nanti akan mengirim pasukan kesini, dan jadikan tempat ini sebagai sebuah perusahaan sebagai kedok. Lalu nanti jika dibutuhkan kalian bisa datang jika aku panggil saat dibutuhkan"
__ADS_1
"Dan untuk pasukan sebelumnya yang aku tugaskan untuk bekerja sebagai bodyguard dan pengawal dari jarak jauh atas keluargaku tarik kembali mereka" perintah Sean.
"Baik tuan" jawab Sean.
Sean juga memberikan Sebas uang sebagai modal membangun perusahaan yang dirinya bilang, kemudian setelah itu dirinya pulang kerumah.
Sampai dirumah Sean memerintahkan sistem untuk mengeluarkan pasukannya yang diminta kemarin dari sistem untuk dikeluarkan didekat tempat yang sebas beli.
Lalu memberikan mereka perintah untuk mengikuti arahan dari Sebas.
Selesai dengan urusan semua itu, Sean kemudian melihat jam menunjukan pukul 6 sore.
"Mungkin akam bagus jika pergi sekarang kesana"
Sean langsung bersiap-siap untuk pergi kerumah Yun Zi.
Dan dengan kendaraan mewahnya Sean berangkat kerumah Yun Zi dengan santai.
Sampao di rumah Yun Zi, Sean dibawa masuk kedalam kamarnya oleh Yun Zi.
"Kenapa harus dikamar?" tanya Sean bingung.
Yun Zi yang baru saja mengunci pintu lalu berbalik dan menatap kedua mata Sean.
"Bukannya ini bagus sayang?" tanya Yun Zi.
"Maksudmu?" tanya Sean.
Yun Zi menodorong Sean hingga terbaring diatas kasur dan dirinya duduk diatas tubuh Sean.
"Jangan menggodaku ya kamu" ucap Sean.
"Hihihi....Lagian kamu juga gak bakal ngapa-ngapain aku juga, jadi aku gak perku takut" jawab Yun Zi sambil tersenyum nakal.
Sean kemudian membalikan posisi mereka hingga sekarang ini Yun Zi yang terbaring diatas kasur dibawah kungkungan dirinya saat ini.
"Sekarang kamu mau ngomong apa?" tanya Sean menggoda.
"Entahlah, emangnya kamu sendiri mau ngapain begini?" goda Yun Zi.
Chup~
Namun Sean menghentikan permainan tersebut karena ingat akan rencana mereka hari ini.
"Kita lanjutkan nanti saja karena hari ini kita akan pergi jalan-jalan melihat villa milik diriku di greenfield" ucap Sean.
"Huft....Huh....Kamu selalu aja berhenti ditengah jalan" ucap Yun Zi.
Sean tersenyum dan mencium sekilas bibir Yun Zi sebelum akhirnya berkata "maafin aku, tapi ini bisa kita lanjutin nanti"
"Baiklah, tapi janji?" tanya Yun Zi menegaskan.
"Janji" jawab Sean.
Mereka kemudian saling menjauh dan Yun Zi pergi bersiap-siap, dan setelah 15 menit bersiap akhirnya mereka berangkat dari rumah Yun Zi menuju mall terlebih dahulu.
Mereka pergi ke mall untuk makan dan setelah makan pergi menonton film bersama.
Barulah setelah semua itu sekitar pukul 9 malam mereka tiba di villa no.1 di greenfield milik Sean.
Yun Zi yang melihat kemewahan didepan matanya sekarang ini begitu takjub dan serasa sangat senang sekali melihatnya.
Bahkan Yun Zi pergi kesana dan kemari menjelajahi setiap sudut ruangan villa tersebut hingga puas dan beristirahat dikamar utama yang ada didalam villa bersama dengan Sean.
"Kamu benar-benar pria idaman para wanita" ucap Yun Zi.
"Benar juga apa katamu, jadi bolehkan aku punya lebih dari satu wanita?" tanya Sean mencari peluang.
Bugk!
Satu tinjuan dilayangkan oleh Yun Zi dan tepat mengenai bagian perut Sean.
"Aku aja belum kamu sentuh, sudah mau cari wanita lain!" ucap Yun Zi.
"Berarti kamu bolehin aku nambah wanita lagi, asalkan sudah nyentuh kamu?" tanya Sean makin gencar berusaha.
"Gak boleh!" teriak Yun Zi.
"Hahahah! Bercanda" jawab Sean.
__ADS_1
Malam itu akhirnya mereka tidur dalam satu kamar dan di satu kasur yang sama dengan saling berpelukan dan dibaluti selimut tebal yang begitu terasa hangat dan nyaman ketika tidur.
Apalagi mereka tidur dengan saling berpelukan bersama-sama dalam satu selimut yang sama-sama menghangatkan mereka.
Keesokan pagi harinya.
Sean dengan Yun Zi izin tidak masuk sekolah terlebih dahulu pada hari itu karena ingin menghabiska waktu seharian untuk kencan.
Dan pihak sekolah memberikan mereka izin untuk tidak masuk.
Memuat Sean dengan Yun Zi seharian pada hari itu menghabiskan waktu dengan pergi bersenang-senang bersama.
Selesai hari itu dihabiskan untuk bersenang-senang bersama, mereka pulag kerumah masing-masing.
Dan dimulai sejak hari itu Sean dengan Yun Zi menjelani kehidupan sehari-hari dengan penuh warna dan tanpa ada lagi kejadian menegangkan, menyedihkan, mengerikan dan berbahaya terhadap keluarga mereka.
Dimana waktu demi yang dihabiskan oleh keduanyapun begitu tidak terasa sampai mereka sekarang sudah lulus dari bangku SMA.
... -----------...
Hari ini keduanya baru saja selesai mendaftar masuk kuliah, dan tinggal meunggu hasil dari test masuk tersebut tiga hari keudian.
Dimana mereka mendaftar pada satu universitas yang sama sesuai keinginan Yun Zi.
Sean sendiri tidak masalah harus pergi kuliah kemanapun, yang terpenting itu baik dan aman untuknya kuliah disana.
Selama beberapa waktu lalu, Sean juga sudah berhasil menumpas habis semua geng bawah tanah di kota Guandong ini.
Dan membuat geng miliknya yang diberi nama Shield menguasai kota Guandong dengan sepenuhnya.
Bahkan perusahaan keluarga Yun dengan perusahaan CBC milik ayahnya sudah lebih berkembang kearah lebih baik lagi dan lebih besar lagi.
Bahkan IOS Cooperation miliknya juga sudah berkembang lebih besar lagi dan berhasil masuk kedalam jajaran perusahaan top di negara china.
Kekayaan milik Sean sendiri sudah mencapai tidak terhitung jika dijumlahkan dengan BlackCard miliknya yang diminta dari sistem waktu dulu.
Sehingga walau tidak kuliah sekalipun tidak akan jadi masalah bagi dirinya, namun karena ingin menemani Yun Zi jadi dirinya memutuskan untuk kuliah pada saty universitas yang sama dengan sang kekasih Yun Zi saat ini.
... -----------...
Sekarang Sean dengan Yun Zi tengah nongkrong di cafe bersama, dan mereka yang tengah santai dan duduk mengobrol itu kedatangan seseorang.
"Halo, Yun Zi" sapa orang tersebut.
Baik itu Sean ataupun Yun Zi melihat siapa yang baru saja bersuara.
Terlihat itu adalah seorang pria tampan dengan kacamata dan masih muda, pakaian yang dikenakan olehnya juga mewah dan trendi.
"Fang Zu?" ucap Yun Zi.
"Benar, lama tidak jumpa" jawab Fang Zu.
"Boleh aku gabung?" tanya Fang Zu.
Yun Zi melirik kearah Sean sebagai tanda meminta persetujuan padanya atas ucapan Fang Zu.
"Kalau begitu silahkan duduk" jawab Sean.
Fang Zu akhirnya duduk bergabung bersama mereka berdua, dan Yun Zi duduk lebih dekat pada Sean dan makin menempel.
Fang Zu yang melihat kejadian itu merasakan api cemburu dihatinya yang terbakar begitu membara sekarang ini.
"Sialan!! Siapa laki-laki ini?!" gerutu Fang Zu didalam hatinya.
{Sistem mendeteksi bahwa Fang Zu ini bukanlah orang yang baik dan berniat merebut Yun Zi dari anda tuan}
"Hooo, kalau begitu aku akan lihat apa yang akan dia lakukan nantinya" ucap Sean didalam hatinya bergumam begitu mendengar perkataan dari sistem barusan.
Mereka lanjut mengobrol dengan santai, namun tidak dengan Fang Zu yang serasa terbakae api cemburu hebat didalam hatinya sekarang ini melihat Yun Zi begitu menempel sedari tadi dengan Sean.
Fang Zu pada akhirnya merasa sudah tidak bisa lagi melihat kedekatan keduanya dan memutuskan pamit pergi dari sana segera.
Bersambung......
Jangan lupa kasih dukungan kalian.
Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
__ADS_1